Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
150. S2 - Cemburu


__ADS_3

Keesokan harinya Ella mendapatkan sift jaga malam di UGD. Jadinya dirinya belum sempat visite sama sekali pada pasien sultan spesialnya hari ini. Cuma memberikan advice by phone saja pada perawat yang sedang bertugas tentang tindakan dan obat-obatan yang harus dikonsumsi sang sultan.


Dan malam ini, sebelum menjalankan sift malamnya, Ella berencana untuk menyempatkan diri visite ke kamar Linggar di ruangan VVIP sebelum jaga UGD.


Tak lupa Ella mampir dulu ke ruangan Roni di poli jantung untuk sekedar menyapanya. Bisa ngamuk lagi itu orang kalau tahu Ella menemui pria lain (meski cuma pasiennya) tanpa ijinnya. Apalagi pria itu adalah tuan muda Linggar Pradana.


"Selamat malam," sapa Ella saat seorang perawat membukakan pintu ruangan poli untuknya setelah Ella mengetuk pintunya sebelumnya.


"Malam, sini masuk El." Roni mempersilahkan Ella masuk ruangannya. Dan sang asisten seakan tahu diri langsung pergi keluar ruangan. Dengan alibi mengembalikan tumpukan kartu status kembali ke bagian rekam medis.


"Udah selesai prakteknya?" Ella berbasa-basi.


"Udah bisa ditinggal kayaknya ini. Kamu jaga malam? Udah makan malam belum?" Roni sedikit heran dengan kehadiran Ella malam-malam begini.


"Iya dapet sift malam hari ini."


"Hmmm...Aku mau visite pasien VVIP, kamu mau ikut?" Ella lanjut bertanya dengan hati-hati.


"Oh pasien VVIP?...ayo aja." Roni sebenarnya malas ketemu atau berhubungan dengan Linggar atau anggota keluarga Pradana lainnya.


Tapi dilain pihak juga Roni merasa senang karena Ella tidak menemui mereka sendirian. Ella bahkan mau mengajak dirinya untuk menemani. Mungkin gadis itu ingin membuktikan kalau tidak ada apa-apa antara Ella dan anggota keluarga itu.


"Abis visite kita makan malam di kantin aja. Makanan disana gak kalah sama restoran mewah, kan?" Ella menjelaskan rencana kencan mereka hari ini, kemudian mendahului Roni keluar ruangan.


Mereka berdua berjalan beriringan sambil sesekali ngobrol tentang berbagai hal. Membahas hal-hal ringan yang menyenangkan. Berusaha memperbaiki hubungan mereka yang terasa renggang.


Ella mengetuk pintu ruangan VVIP Linggar. Dan tak lama kemudian bi Inem membukakan pintu untuknya, mempersilahkan masuk. Di dalam ruangan tak ada yang lainnya selain Linggar dan pembantunya itu.


"Selamat malam," Ella menyapa mereka dan mendekat ke arah ranjang tempat pasiennya itu berbaring.


"Malam, dokter Ella." Linggar terlihat sumringah dengan kedatangan Ella.


Tapi senyumnya seketika hilang saat mengetahui Ella tidak sendirian. Ada Roni yang mengikuti Ella di belakangnya. Duh ngapain coba si brengsek ini ngikut aja? Ngeselin banget!


"Gimana keadaanmu, Nggar? Udah enakan?" Ella bertanya sambil memeriksa keadaan umum Linggar dengan cekatan. Mengamati suhu tubuhnya, detak jantung serta luka di dadanya.


"Iya udah lumayan," jawab Linggar singkat. Memang buat ngomong atau napas aja sakit pastinya.


"Masih sesak napas? Masih sakit untuk bergerak?"


"Nggak sesak. Cuma masih sakit kalo gerak."


"Kalau Pleuritis-nya sudah sembuh kamu sudah boleh pulang. Untuk fraktur tulangnya memang agak lama sembuhnya. Sabar aja jangan banyak bergerak dan tingkah untuk satu dua bulan kedepan biar cepet sembuh." Ella menjelaskan.


"Wah lama ya,"


"Karena lokasi frakturnya sebelah situ. Tidak bisa di-gips. Palingan cuma bisa dibebat seperti sekarang untuk meminimalkan pergerakan."


"Owh, Ok deh." Linggar menjawab pasrah.

__ADS_1


Kayaknya beneran lagi apes deh. Biasanya mau nge-cross kayak gimana juga aman saja. Jatuh gulung-gulung dari motocross juga sehat-sehat aja palingan lecet dan luka luar biasa. Eh bisa-bisanya ini cuma kebentur stang bisa bikin retak tulang rusuk ditambah infeksi paru. Disuruh tobat dikit kali ya?


Canggung. Suasana kemudian terasa canggung. Tak ada yang sanggup berkata-kata untuk mencairkan suasana. Sampai Roni yang akhirnya bergerak mendekat ke arah ranjang Linggar.


"Gimana keadaanmu? Semoga lekas sembuh ya," Roni menyapa Linggar dengan sangat canggung. Mengalah untuk bersikap ramah pada pasiennya. Mencoba membuang rasa ego dan gengsinya serta permusuhan terhadap tuan muda Pradana ini. Yang lalu biarlah saja berlalu.


"Baik. Makasih," Linggar juga sedikit heran dengan sikap Roni. Bisa jinak juga ternyata ini orang? Pasti abis dimarahin mbak Ella ya? hehe.


Tak lama kemudian pintu ruangan terbuka lagi dan masuklah Bambang dan Ardi ke dalam ruangan rawat inap VVIP ini. Keduanya sedikit kaget mendapati dua tamu yang mengenakan jas dokternya. Kedua tamu yang sudah mereka kenali wajah dan namanya, dokter Ella dan dokter Roni.


Ardi dan Roni bertatapan mata untuk sesaat tapi keduanya diam saja. Tidak saling menyapa ataupun meneruskan beradu pandangan. Keduanya malah menghindari kontak dan mencoba menerima serta bersabar dengan kehadiran satu sama lainnya.


"Selamat malam," Bambang menyapa semua yang ada di ruangan dengan ramahnya. Sementara Ardi diam saja, lebih memilih kegiatan favoritnya untuk memandangi wajah cantik Ella kalau mereka kebetulan bertemu. Menikmati debaran-debaran menyenangkan di dadanya saat memandang Ella.


Roni dapat menangkap arah pandangan Ardi yang terpaku pada Ella. Dan Ella pun bereaksi seakan tersipu malu merespon tatapan Ardi itu. Keduanya terlihat jelas seperti pasangan lovie dovie yang sedang kasmaran. Apa apa ini? Kenapa mereka berdua bertingkah seperti ini? Roni semakin penasaran dan mau tak mau tersulut juga emosinya.


"Ini udah kami bawakan makanan-makanan pesanan pak Linggar," Bambang menyodorkan tas plastik besar bawaannya yang ternyata berisi makanan. Memberikannya pada bi Inem yang langsung membukanya dan menawarkan pada Linggar mau makan yang mana duluan.


"Heran ini orang, sakit-sakit masih saja doyan makan." Bambang lanjut menggerutu saat dilihatnya Linggar memilih sushi box dan langsung menyantap makanan jepang itu dengan lahapnya.


"Gak pa-pa biar cepet sembuh, pelan-pelan makannya biar gak tersedak, Nggar!" Ella menjawab sambil tersenyum gemas melihat Linggar makan dengan lahapnya. Pasti menu makanan rumah sakit kurang baginya, kurang banyak hehe.


"Oiya dokter Ella gimana keadaan pak Linggar, kapan bisa keluar rumah sakit?" Bambang menanyakan keadaan Linggar kepada Ella yang merupakan dokter penanggung jawabnya.


Bambang sedikit heran juga mengapa ada dokter lain disana, dokter itu lagi. Orang yang biasanya bikin bosnya emosi. Yah mungkin dia cuma ingin menjenguk pak Linggar, ambil positifnya saja.


"Kalau Pleuritis-nya sudah sembuh, dia sudah boleh pulang. Untuk fraktur tulangnya bisa sambil rawat jalan saja...Besok akan dijadwalkan cek darah lengkap untuk melihat jumlah leukosit nya. Jika hasilnya bagus mungkin lusa bisa keluar rumah sakit." Ella menjelaskan pada Bambang.


Kerjaan antar jemput Ardi atau Inem ke rumah sakit, balikin ke rumah atau ke kantor juga. Tambah lagi merangkap sebagai kurir makanan pesanan Linggar. Udah mirip anggota rangger ijo saja rasanya, ojek online. Seakan kerjaan sehari-hari Bambang di kantor sebagai sekretaris sekaligus asisten pribadi Ardi kurang banyak aja.


"Kamu pulang saja sama Inem, Mbang. Kalian istirahat saja di rumah. Biar aku yang jagain Linggar malam ini disini." Ardi memberi perintah pada kedua bawahannya.


"Baik pak, besok pagi akan saya jemput kemari sebelum berangkat ke kantor." Bambang menyetujui dan lega akan kebaikan bosnya itu. Dirinya pamit undur diri bareng inem ke luar ruangan.


"Terima kasih ya dokter Roni, sudah menyempatkan datang menjenguk Linggar." Ardi akhirnya menyapa beramah tamah pada Roni. Tersenyum ramah.


"Sama-sama. Aku pulang jaga poli tadi jadi ikut mampir saja nengokin." Roni menjawab datar.


Oh masih inget sama aku? Kirain dia pura-pura gak lihat aku ada disini? Roni semakin dongkol dengan sikap Ardi padanya. Apalagi sikap Ardi pada Ella, pandangan matanya yang tidak bisa lepas dari Ella.


Ardi tersenyum mendengarnya. Padahal dia sudah dapat menebak niat asli Roni yang pasti tidak rela melihat Ella berhubungan lagi dengan dirinya dan Linggar.


"Mari silahkan duduk-duduk dulu, kita bisa ngobrol sebentar." Ardi mempersilahkan.


Ella diam saja tak berani menjawab atau memutuskan. Takut merusak dan memperkeruh suasana. Biarkan para pria ini saja yang berbicara dan mengambil keputusan.


"Terima kasih tawarannya. Dokter Ella ada jadwal jaga UGD jam 8 nanti. Sudah mepet waktunya, kami permisi dulu ya." Roni menolak halus dengan menjadikan jadwal jaga UGD Ella sebagai alibi.


"Oh sayang sekali," Ardi terang-terangan menunjukkan rasa kecewa karena tidak bisa berlama-lama melihat wajah Ella.

__ADS_1


"Baiklah kami permisi dulu. Besok saya akan datang lagi visite pagi." Ella ikutan pamit undur diri.


"Baik dok, terima kasih kunjungannya." Ardi terpaksa merelakan Ella pergi dengan berat hati.


Ella dan Roni pun berlalu keluar dari ruangan rawat inap VVIP itu. Berjalan beriringan ke kantin di lantai empat. Memesan makanan dan mengambil duduk berhadapan di salah satu kursinya. Menikmati hidangan makan malam mereka masing-masing


"Ngeri juga si Ardi Pradana," Roni tiba-tiba menyeletuk setelah menghabiskan makanannya.


"Ngeri gimana?" Ella bingung apa maksud dari Roni. Meletakkan sendok dan garpunya juga di piringnya.


"Dia bisa memasang muka poker face yang tanpa ekspresi kayak gitu. Dia bisa menutupi emosinya sampai kayak gitu. Perasaan dulu Ardi itu emosian juga, bagaimana dia bisa berubah kayak gitu."


"Banyak yang dia lalui selama tiga tahun ini."


"Kamu kok kayak tahu banget soal dia? Kalian masih sering ketemu? Kalian masih berhubungan ya?..."


"Apaan si Ron? Kamu ngomong apa lagi si?"


"Ya tadi kelihatan banget kalian masih kontak-kontakan mata. Kalian saling senyum, saling pandang kayak gitu! Liat cara dia mandangin kamu tadi? Kayak pengen bawa pulang kamu aja!"


"Haaa?" Ella benar-benar kehabisan kata-kata.


Apaan coba Roni bisa-bisanya cemburu pada hal konyol kayak gini? Padahal jelas-jelas Ella dan Ardi gak ngapa-ngapain tadi. Ardi bahkan adem ayem banget tadi tanpa emosi.


"Sini aku lihat ponsel kamu! Aku mau lihat isinya. Ada nggak kamu hubungan sama dia?"


"Ron! Ini udah keterlaluan!" Ella benar-benar marah sekarang. Merasa privasinya dilanggar. Ngapain coba pakai ngecekin ponselnya? Ponsel kan sesuatu yang sangat pribadi untuk orang jaman sekarang.


"Gak berani? Takut ketahuan kalau kalian masih berhubungan di belakangku?" Nada suara Roni mulai naik satu oktav.


"Kenapa sih kamu sebegitu tidak percayanya sama aku? Apa aku pernah terang-terangan main curang di belakangmu? Kapan?"


Ella berusaha menahan emosinya. Untung saja suasana kantin sedang sepi sekarang. Hanya ada beberapa orang disana dan sepertinya tidak begitu memperhatikan pertengkaran mereka. Gak lucu kalau sampai ketahuan para crew rumah sakit bahwa mereka sedang bertengkat, bisa jadi gosip.


"Katanya pasangan itu harus jujur. Gak boleh ada yang disembunyikan. Aku gak keberatan kamu ngecekin punyaku. Tapi aku juga mau lihat dan ngecekin punya kamu." Roni semakin mendesak.


Entah mengapa Roni merasa kalau Ella dan Ardi pernah berhubungan dibelakangnya. Pandangan mata keduanya saat bertemu tadi menunjukkan saling merindu. Tapi bukan kerinduan yang mendalam seperti saat mereka bertemu di private room imperial restoran. Pandangan mereka lebih seperti kerinduan sepasang kekasih yang baru berpisah selama beberapa hari saja.


"Lakukan saja apa maumu...Aku kecewa banget sama kamu, Ron." Ella akhirnya menyerah dan mengalah saja membuka kunci ponselnya dan menyodorkannya pada Roni di atas meja. Pasrah saja dengan apa yang akan dilakukan Roni dengan ponselnya.


~∆∆∆~


FYI ( For Your Information)


* Pemeriksaan darah lengkap adalah tes darah yang dilakukan untuk mengetahui jumlah sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan trombosit (kepingan darah) di dalam tubuh.


*Jumlah sel darah dapat menggambarkan kondisi kesehatan sehingga bisa membantu dokter dalam menentukan diagnosis dan rencana pengobatan.


*Tingginya kadar leukosit bisa menjadi tanda ada masalah dengan kondisi tubuh. Secara umum, peningkatkan produksi leukosit bisa terjadi saat tubuh berusaha melawan infeksi, efek samping konsumsi obat tertentu, gangguan pada sistem kekebalan tubuh, hingga kemungkinan penyakit pada sumsum tulang. 

__ADS_1


🌼Gak pernah bosen ngingetin LIKE, VOTE dan pliiiiissss kasih KOMEN. 🤭🌼


__ADS_2