
"CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM!!"
"CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM!!"
Teriakan untuk menyuruh dan menyemangati Ella dan Ardi untuk berciuman semakin membahana.
Dengan persetujuan dari Ella tadi seakan memberi Ardi keberanian yang membara. Membuatnya sudah mengabaikan segala gengsi dan rasa malu yang menyerang dada. Tidak perlu malu, karena mereka sudah sah menjadi suami istri. Dan lagi ini hanya untuk sebuah formalitas dan prosesi saja.
Ardi tersenyum gemas melihat tingkah Ella, istrinya itu yang masih saja malu-malu. Perlahan Ardi mendekat ke arah Ella. Memeluk tubuh istrinya itu dengan lembut di bagian pinggangnya dan perlahan namun pasti mendekatkan wajahnya ke arah wajah Ella. Dengan satu tujuan pasti yang di depan mata, bibir Ella...
Ardi menatap mata Ella yang tertutup rapat dengan pasrahnya, menikmati wajah cantiknya, dekat dan semakin dekat. Ardi mengangkat wajah Ella perlahan, dan menurunkan wajahnya ke wajah Ella.
Sensasi empuk, manis dan menyenangkan kembali merasuki tubuh Ardi saat bibirnya mendarat dengan mulus di bibir Ella. Perlahan namun pasti Ardi mulai menautkan dan menciumi bibir Ella. Ciuman yang begitu memabukkan. Menghasilkan segala rasa dan sensasi yang menyenangkan di seluruh tubuh. Kebahagiaan...
Ardi dapat mendengar gemuruh teriakan, siulan dan tepuk tangan serta segala keributan semakin ramai membahana di seluruh Ballroom. Ardi dan Ella seakan tak memperdulikannya, tetap bertukar ciuman. Seakan dunia ini hanya milik mereka berdua saat ini.
Setelah beberapa saat Ardi menghentikan ciumannya. Menahan diri untuk tidak terlalu terbawa suasana mengingat banyaknya mata yang memandang mereka berdua...Dipandanginya wajah Ella yang perlahan membuka matanya, wajah Ella nampak tidak rela ciuman mereka berakhir begitu saja.
"Nanti saja lanjutannya di kamar ya," bisik Ardi. Gemes banget asli melihat Ella seperti itu, pengen lanjut...
Ella tak sanggup menjawab ucapan Ardi, hanya bisa mengalihkan wajahnya yang sudah terasa sangat panas dari pandangan Ardi. Maluuuu...
"Wohoooo, bagaimana saudara-saudara? Sekarang sudah terbukti kan kedua mempelai ini saling mencintai satu sama lainnya?" Daniel Martono mengomentari setengah menggoda kedua mempelai. Dan para hadiri langsung menjawab dengan tepuk tangan dan sorakan menggema di seluruh Ballroom.
"Tapi semua prosesi rasanya belum lengkap tanpa adanya First dance. Marilah kita saksikan bersama kedua mempelai pengantin akan berdansa di depan kita semua. Let's dancing on the dance floor." Daniel kembali mempersilahkan kedua mempelai.
(*Ayo kita berdansa di lantai dansa).
Ardi sekali lagi meraih tangan Ella dan membawanya ke tengah lantai dansa. Ratusan pasang mata langsung terarah kepada mereka berdua. Bahkan beberapa pasangan lainnya juga sudah mulai mendekat untuk ikut berdansa bersama.
"Mas, aku gak bisa dansa..." Ella bingung saat sudah berdiri berhadapan dengan Ardi di dancing floor.
"Just follow my lead," jawab Ardi santai.
(*Ikuti saja arahanku).
Tak lama kemudian alunan musik mulai megalun, lagu romantis yang dibawakan oleh band akustik Sephia on Five, A thousand years yang pertama diputar. Dancing floor mulai menampilkan warna-warni lampu disco di bawahnya sesuai nada lagu, dan efek asap-asap romantis berwarna ungu tiba-tiba turut hadir disana.
Ardi membungkuk sopan untuk mengawali dansanya, dan Ella membalas dengan membungkuk dengan anggun pula. Kemudian Ardi menekuk sebelah kakinya, berlutut dan mengulurkan sebelah tangannya pada Ella sebagai ajakan untuk menari bersama.
Ella meraih dan menyambut tangan Ardi, kemudian pria itu mendekat kepadanya, menggenggam erat tangan Ella dengan tangan kirinya dan memeluk erat pula pinggang Ella dengan tangan kanannya.
"Taruh tanganmu di pundakku, dan gerakkan tubuhku mengikuti langkahku." Ardi memberikan arahannya.
"Begini?..." Ella mencoba mengikuti arahan Ardi dengan sedikit canggung.
"Ya benar. Gini aja terus sampai lagu abis hehe." Ardi memeluk Ella dengan semakin erat. Mengarahkan setiap langkah mereka dengan hati-hati saat bergerak kesana kemari, menjaga keseimbangan Ella agar tidak jatuh dan berakhir memalukan. Keduanya berdansa mengikuti alunan lagu yang merdu dan romantis.
Mama Kartika dan Papa Erwin pun beranjak dari kursinya, tak mau ketinggalan untuk turut berdansa. Sementara mama Lilik yang sudah kepengen ikutan ditolak mentah-mentah oleh papa Bowo, malu katanya. Beberapa kerabat, sahabat dan orang terdekat juga turut bergabung bersama di lantai dansa. Menikmati suasana romantis dengan pasangannya masing-masing.
Lalu terakhir adalah acara penutupan yang dipandu oleh MC Daniel Martono. Sang pembawa acara mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu yang telah menghadiri pesta resepsi. Selain itu, tentu saja pembawa acara akan mengucapkan selamat sekali lagi kepada kedua mempelai.
Selanjutnya sang pembawa acara mempersilahkan para tamu untuk menikmati hidangan yang telah tersedia. Saat para tamu menikmati hidangan, alunan music pun mengalir sebagai acara hiburan. Dan beberapa tamu yang masih ingin berdansa pun tetap dipersilahkan meneruskan kegiatannya.
Ardi menghentikan dansanya setelah melewati dua lagu. Mengajak Ella menepi untuk menjamu para tamu yang ingin menyapa mereka. Beramah-tamah untuk menjadi tuan rumah yang baik.
Acara ramah tamah ini juga diselingi dengan special performance dari para tamu, sahabat dan teman terdekat yang menyumbangkan lagu untuk kedua mempelai. Untuk menghibur para tamu juga meski kualitas suara tak seberapa dan pemilihan lagu yang cenderung aneh-aneh.
Sebut saja Irza Wismail yang pe-de menyanyikan salah satu soundtrack Naruto, Wind. Masrur Al Maeri si pangeran Arab yang menyanyikan lagu khas Padang pasir yang mirip sholawat nabi. Sementara Tyo Sampoerna dengan gaya sok kerennya menyanyikan 'Madu tiga' dari Dewa 19. Dan satu lagi yang gak kalah hebohnya Nick yang mengklaim dirinya mirip dengan Nick Carter menyumbang lagu As long As You Love me dari BSB.
Serta yang paling menghebohkan adalah crew elit Pradana, keempat anak buah kesayangan Ardi kompak menyumbangkan lagu sebagai kado untuk atasannya itu. Dimulai dari Cindy yang menyanyikan lagu love song dari Adelle dengan sangat merdunya. As expected dari Cindy yang bisa segalanya.
"However far away, I will always love you
However long I stay, I will always love you
Whatever words I say, I will always love you
I will always love you"
Dilanjutkan dengan Bambang yang dengan pede-nya menyanyikan 'bojo galak' dengan kualitas suaranya yang ancur. Buat bos galak cocok ni, yang sabar aja ya Bu Ella ngadepin suami kayak si bos Ardi.
"Wis nasibe kudu koyo ngene
__ADS_1
Nduwe bojo kok ra tau ngapenake
Seneng muring, omongane sengak
Kudu tak trimo, bojoku pancen galak"
Ella sudah cekikikan mendengar lagu itu, membayangkan Ardi yang suka marah dan ngomelin Bambang. Sementara Ardi sudah memasang muka manyun dan mengumpat Bambang dalam hatinya.
'Brengsek! Maksud lu apa Mbang? Gue galak Ama lu aja kali, ama Ella mah bojo jinak.'
Selanjutnya giliran Gery untuk membawakan lagu lawas dari Elvis Presley yang melegenda can't help falling in love. Gery sebagai Playboy kelas kakap tentunya sudah terbiasa kencan buta dan karaoke, so kualitas suaranya gak malu-maluin banget lah.
"Take my hand
Take my whole life too
For I can't help falling in love with you
For I can't help falling in love with you"
Dan terakhir yang membuat hampir semua tamu mengerutkan kening adalah Kresna dengan penampilan serba hitamnya. Pria yang jarang buka mulut untuk ngomong ini bisa nyanyi?
"Menikah denganku
Menempatkan cinta
Melintasi perjalanan usia
Menikah denganmu
Menetapkan jiwa
Bertahtakan kesetiaan cinta
Selamanya"
Semua yang hadir langsung melongo mendengar suara Kresna yang ternyata cukup enak didengar. Gak kalah deh dari Kahitna saat menyanyikan lagu menikahimu ini.
How can? Kresna yang kayak gitu bisa nyanyi lagu cinta seindah ini? Bahkan Cindy sampai paralized tak sanggup bereaksi demi mendengarnya.
Dan para pria pun sepertinya tak mau ketinggalan turut berbaris di belakang barisan wanita. Malu si sebenarnya, tapi gimana pengen kawen juga hehe.
Ella berdiri membelakangi kerumunan orang yang berharap mendapatkan buket bunganya. Dengan bersemangat dan mengerahkan segenap tenaga melemparkan buket bunga itu ke arah belakang.
Keadaan menjadi gempar dan ramai saat buket itu masih mengambang di udara. Semua mengincarnya sudah bersiap mencari posisi dimana kira-kira buket itu akan jatuh. Tapi ternyata buket itu terus saja terbang jauh dari jangkauan mereka, dan akhirnya mendarat tepat di area pojokan.
Seorang pria dengan pakaian serba hitam reflek menangkap buket bunga yang nyaris menimpuk kepalanya. Keheranan kenapa tiba-tiba ada bunga yang terbang ke arahnya, Kresna. Pria dingin itulah yang mendapatkan buket bunga Ella.
"Wowow buket bunga ternyata jatuh ke tangan pak Kresna dari bagian IT Pradana Group. Selamat ya pak anda mungkin yang akan menikah berikutnya." Daniel menyempatkan untuk mengumumkan siapa si pemenang buket bunga dari mempelai wanita.
Kresna diam saja tak menjawab, bingung mau diapain ini buket bunga. Apalagi dengan banyak sekali mata yang memandang dirinya. Memalukan rasanya bagi seorang pria untuk memegang buket bunga.
Dan kemudian Kresna melihatnya, Cindy dalam balutan cocktail dress warna peach yang manis.
'Pasti bunga ini cocok buat Cindy.' Entah mengapa pikiran itu tiba-tiba hadir di otaknya.
Begitu sadar, Kresna sudah menghampiri gadis itu dan menyerahkan buket Bunga untuknya. Tanpa kata.
Shiiiiiing...diam untuk beberapa saat lamanya...
"Kresna? Apa ini?" tanya Cindy kebingungan. Seneng juga si sebenarnya, tapi maluuu. Lagi banyak orang di sekitar mereka, kedua mempelai, para kerabat dan sahabat dekat bahkan Pradana crew yang lainnya.
"Would you be my partner?" Kresna tiba-tiba bertanya pada Cindy tanpa memperdulikan situasi.
"Partner? In game?" Cindy semakin kebingungan.
"Partner in love..." Jawab Kresna dengan wajah seriusnya. Kalau dalam game ini sudah seperti tembakan headshoot yang langsung membunuh.
Cindy kembali ternganga tak percaya mendengarnya. Dan entah bagaimana dia dapat merasakan wajahnya yang sudah sangat memanas. Merah pastinya.
"Hemmm, partner in game dan partner in chrime juga boleh si." Kresna memperbaiki kata-katanya. Menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jangan-jangan salah tempat dan waktu ni ngomongnya.
Namun tanpa diduga Cindy langsung menyambar buket bunga dari tangan Kresna. Dan menggeret tubuh pria itu menjauh dari keramaian. Sepertinya ingin menyelesaikan pembicaraan mereka berdua dengan lebih serius di tempat lain yang private.
__ADS_1
"Wowowow mau kabur ni?" Celetuk Gery nakal.
"Kaweeen...kaweeen...Minggu depan aku Kaween." Linggar, Tyo dan Gery langsung kompak ber-koor menyanyikan lagu dari projec pop untuk menggoda kedua pasangan itu sebelum kabur.
"Hahahaha."
Semua yang hadir ikutan tertawa geli melihat tingkah mereka. Kaget banget dan tak bisa membayangkan ternyata Cindy dan Kresna sedekat itu. Gak kebayang gimana mereka kalau kencan. Si cerewet perfecsionis dan si hacker misterius.
"Wih gak ngira seleranya Cindy yang begitu." Celetuk Irza dengan nada sedikit kecewa.
"Lha elu naksir Cindy?" Luna bertanya kepo.
"Nggak si, kagum aja dia sekretaris yang cakap. Coba dia jadi sekretarisku pasti asik." Jawab Irza.
"Wani piro?" tantang Ardi. Sedikit tidak tenang mendengar Irza mengincar Cindy sebagai sekretaris.
"Tenang bro, gak jadi kalau dia sudah punya cowok." Irza meredakan ketegangan yang terjadi.
"Eh betewe gimana rasanya jadi manten? Enak gak?" Tyo mencoba mencairkan suasana.
"Capek," Ella yang mewakili menjawab.
"Lho ini masih setengah jalan mbak. Besok masih ada acara lagi lho." Laras mengingatkan.
"Nanti malem pasti sembuh kok capeknya." Celetuk Tyo tanpa rasa berdosa, Rena yang berdiri di sebelah pria itu langsung mencubit perutnya. Bisa-bisanya ini orang ngomong beginian di depan umum.
"Wah pembicaraan off side ini." Mahes menengahi.
"Hahahaha," Semua yang hadir tertawa apalagi saat melihat wajah Ardi dan Ella yang sudah memerah.
"Eh tapi waktu akad gimana rasanya? Nervous?" Tyo kembali bertanya penasaran.
"Mules," jawab Ardi jujur.
"Hahahah," ngakak lagi para pendengar.
"Gara-gara ada si brengsek yang bilang kalau bakal ditanyai ijab dalam lima bahasa. Aku jadi ngapalin semalaman. Ternyata cuma pake bahasa Indonesia. Fvck banget kan?" Gerutu Ardi kesal.
"Dan begonya kamu percaya aja hahhaha." Mahes 'si brengsek' tertawa ngakak.
"Kan kamu ngancem bakal bilang 'Tidak Sah' kalau aku gak apal."
"Bahasa apa aja bro?" Irza sudah cekikikan.
"Indonesia, Inggris, Jawa, Arab, sama satu lagi aku masih bingung belum apal."
"Huahahaha."
Tak tertahankan lagi semuanya ngakak mendengar pengakuan polos Ardi. Pantesan aja dia gak bisa tidur sebelum akad, gara-gara ngapalin lima bahasa to?
"Bahasa Arab hapal? Ayo coba Test," tantang Masrur
"Boleh siapa takut," jawab Ardi.
"Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka Binti .... alal Mahri …." Masrur mulai bertanya.
(*Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu puteriku ..... dengan mahar …..)
"Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur." Ardi menjawab dengan mantap dan fasih dalam satu tarikan nafas.
(*Aku terima nikahnya dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan).
"Masyaallah...sah!" Masrur betepuk tangan senang.
Semuanya yang hadir kembali terbengong-bengong mendengarnya. Tak mengira Ardi bisa berbahasa Arab dengan selancar itu.
"Lho jangan salah mas Ardi dan mas Mahes ini dulunya lulusan SMA Islam lho, jadi mereka tentu bisa membaca dan bicara bahasa Arab." Laras sedikit membanggakan suami dan kakaknya.
"Wow really? Pantesan kalian berdua ini terkenal paling lurus diantara sultan lainnya," celetuk Tyo.
"At least gak sebejat kamu lah." Jawab Mahes sadis, yang langsung disambut dengan tawa riang semuanya sebagai persetujuan.
Ella hanya terdiam mendengar kenyataan ini, seneng banget. Ella tak mengira kalau mas Ardi ternyata memiliki bekal ilmu agama yang lumayan mantap juga. Berarti dirinya tak salah dalam memilih seorang imam. Semoga mas Ardi dapat menjadi imam yang baik baginya dan keluarga kecil mereka kelak.
__ADS_1
~∆∆∆~
🌼Yuuuuks PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼