
Kata-kata dan suara nyanyian lembut Ella itu seakan berputar-putar, terngiang dan menggaung di kepala Ardi. Sangat menyesakkan dan sekaligus memilukan, membuat kedua mata Ardi juga ikut memanas dan berkaca-kaca demi mendengar lagu itu. Perih, rasanya hatinya begitu perih seakan teriris oleh sembilu yang tajam. Sakit tapi tidak berdarah, mungkin begitu rasanya.
Ardi berusaha keras bertahan untuk tidak meneteskan air matanya. Dia harus kuat demi Ella juga. Demi Ella yang pastinya juga sedang berusaha keras menahan tangisnya. Ella yang lebih halus dan rapuh darinya saja bisa bertahan sejauh ini. Maka Ardi juga tak akan kalah dari gadis itu.
The hardest word is goodbye. So make it easy, don't cry. Sesuai dengan lirik lagu yang barusan dibawakannya. Rupanya Ella memang bertekad untuk tidak menangis di hadapan Ardi malam ini. Gadis itu sepertinya ingin mengakhiri semuanya tanpa ada air mata diantara mereka. Meskipun rasanya tentu saja semakin menyesakkan dan menyakitkan di dalam dada.
Ella kembali dari pangung dan berjalan perlahan ke meja tampatnya tadi duduk berdua bersama Ardi. Ardi berdiri dari kursinya untuk menyambut kedatangan gadis itu. Ardi menyunggingkan senyuman terindahnnya dan memberikan tepuk tangan dan dua acungan jempol kepada Ella sebagai penghargaan kepadanya.
Selanjutnya saat jarak Ella semakin dekat padanya, Ardi mengulurkan kedua lengannya lebar-lebar. Ingin sekedar menyambut dan memberikan dekapan hangat untuk dapat menenangkan hati Ella yang pastinya sedang gundah gulana.
Ella berjalan semakin mendekat ke arah Ardi. Dengan perasaan campur aduk berbagai rasa yang menyesakkan jiwa dan raganya. Tetapi jauh dilubuk hati, dirinya sedikit lega akhirnya berhasil untuk mengutarakan semua yang ingin dikatakannya pada Ardi. Kata-kata yang tak sanggup untuk terucap dan keluar dari mulutnya dapat terwakili dengan indah oleh nyanyian lagu yang dibawakannya tadi.
Pertahanan Ella sudah nyaris jebol dan air matanya sudah mendesak untuk keluar dengan derasnya. Ella hanya bisa menunduk sambil terus berjalan, menyembunyikan ekspresi wajahnya yang pasti sudah terlihat mewek dengan jeleknya. Ella terus saja berjalan ke arah mejanya dengan Ardi.
Setelah jaraknya cukup dekat dengan meja, Ella sedikit mengangkat wajahnya. Ella dapat melihat Ardi yang sudah berdiri dengan senyuman lebar terkembang di bibirnya. Pria itu juga merentangkan kedua lengannya lebar-lebar untuk menyambutnya. Tanpa sanggup berpikir panjang lagi Ella langsung saja menghambur menghampiri pria itu, menyambut kedua lengan Ardi yang terulur kepadanya.
Ella memeluk tubuh pria itu dengan sangat eratnya. Memeluk dan memeluknya seakan tak ingin untuk melepaskannya lagi. Ella memejamkan kedua matanya erat-erat, untuk kembali menekan gejolak jiwa di dalam dadanya. Dihapusnya setitik air mata yang lolos begitu saja mengalir di sudut matanya. Menikmati aroma khas tubuh Ardi yang wangi dan segar dengan aroma greens- nya yang terkesan alami. Barusaha menyimpannya wangi dan segala tentang Ardi rapat-rapat dalam ingatannya.
Untuk sesaat Ardi sedikit kaget juga mendapatkan pelukan yang sangat erat dari Ella. Membuat tubuh mereka berdua saling berhimpit dan menempel dengan sangat dekatnya. Sangat dekat sehingga mereka berdua dapat merasakan detak jantung dan hembusan napas masing-masing. Detak jantung yang semakin lama semakin cepat dan tidak beraturan.
Ardi membalas pelukan gadis itu dengan sangat lembut. Seakan berusaha memberinya kehangatan dan perlindungan untuknya. Sesekali diusapnya dengan lembut punggung Ella untuk menambahkan kehangatan dan semangat bagi gadis itu. Seakan ingin mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Cause Everything gonna be OK.
Cukup lama mereka berdua berpelukan dengan hangatnya. Tak memperdulikan lagi beberapa pengunjung restoran lain yang terus memperhatikan mereka dengan penasaran. Mereka berdua seolah terhanyut dalam dekapan lembut dan kehangatan tubuh masing-masing. Seakan ingin saling mencurahkan segala kesedihan dan kegundahan yang ada di dalam hati mereka.
Selanjutnya mereka berpandangan penuh arti. Pandangan yang seolah ingin menyelami pikiran dan perasaan masing-masing pasangamnya. Sampai beberapa saat kemudian akhirnya mereka berdua saling tersenyum, seolah mencapai sebuah kesepakatan yang tak terkatakan diantara mereka berdua.
Ardi perlahan menurunkan wajahnya ke arah Ella. Dan Ella juga mendongakknya wajahnya sedikit ke arah Ardi. Dekat dan semakin dekat saja wajah Ella dan Ardi dengan tubuh mereka yang masih berpelukan erat. Kedua mata mereka terpejam saat wajah mereka semakin dekat, tak berjarak dan kedua bibir mereka bertemu.
Ella dan Ardi akhirnya saling beradu ciuman dengan ganasnya. Penuh gairah membara dan saling balas, tak ada yang mau mengalah satu sama lainnya. Keduanya saling menumpahkan perasaan, kerinduan dan segala emosi mereka masing-masing dalam bentuk ciuman itu. Seakan ini akan menjadi ciuman yang terakhir bagi mereka berdua.
Ella dan Ardi semakin hanyut dalam kenikmatan dan sensasi manis namun lembut dari masing-masing pasangannya. Mereka berdua memberikan serta menumpahkan segalanya disana, sampai akhirnya keduanya merasa puas dan mengakhiri ciuman mereka dengan perlahan dan manisnya. Ardi menambahkan satu kecupan kecil di bibir Ella sebagai penutup, kemudian tersenyum manis penuh kepuasan pada gadis itu.
__ADS_1
"Terima kasih. Terima kasih atas segalanya mas Ardi...Terima kasih atas malam ini. Malam ini sangat indah." Ujar Ella setelah berhasil menguasai dirinya dan melepaskan tautan bibir Ardi dari bibirnya. Melepaskan pelukan Ardi dari tubuhnya secara perlahan dan sedikit menjauh dari pria itu berdiri.
"Thanx to you too. Makasih telah membuat semuanya berakhir dengan sangat indah." Ardi membalas ucapan Ella dengan sedih dan mata berkaca-kaca, menyadari bahwa waktu mereka berdua sudah semakin habis. It's finally the end of our love story.
"Aku pergi dulu ya mas...Selamat tinggal..." Ella melangkah menjauhi Ardi dengan perlahan dan dengan kepala tertunduk.
"Good bye, Ella. Semoga kamu selalu bahagia. Kamu harus bahagia....Awas saja kalau kamu nangis, aku gak akan terima!" Ardi menjawab dan sekaligus mendoakan kebahagiaan Ella.
"Kamu juga mas, kamu harus bahagia setelah malam ini. Good bye." Ella cepat-cepat berlalu dan berjalan menjauh dari sisi Ardi. Diambilnya clutch bag-nya yang tergeletak di atas meja, lalu Ella pergi dengan langkah cepat meninggalkan restoran. Setengah berlari, ingin cepat-cepat kabur dan menjauh. Meninggalkan Ardi yang masih berdiri mematung memandagi kepergiannya.
Ella terus saja berjalan cepat bahkan setengah berlari dengan matanya yang semakin berkaca-kaca seiring semakin jauhnya dia melangkah. Pandanganya semakin kabur karena air mata yang menutupi pandangannya semakin banyak terkumpul dan tak tertahankan lagi. Cepat-cepat Ella menaiki lift, turun ke lobi hotel di lantai dasar dan segera menaiki taxi yang sudah stand by di sana untuk mengantarkannya pulang.
"Jl.Ketintung Wiyata nomer A17 pak." Ella memberi tahukan alamatnya kepada sang supir taxi. Kemudian tanpa menjawab sang supir taxi segera melajukan mobilnya dengan kencang meninggalkan pelataran hotel bintang lima itu.
Ella terduduk sendirian di pasenger seat taxi-nya. Perlahan namun pasti air mata yang sejak tadi ditahannya dengan sekuat tenaga pun meleleh dengan deras membasahi pipinya. Ella menangis sejadi-jadinya di kursi belakang taxi itu. Tak sanggup lagi membendung dan menahan luapan air matanya yang sudah sederas air bah. Dia seakan tak memperdulikan tatapan supir taxi yang melihatnya dari kaca spion dengan tatapan iba dan kasihan.
Menangis dan menangis lah Ella untuk meluapkan segala emosi, rasa sedih, pilu dan hancurnya hatinya berkeping keping. Menangis sepanjang perjalanannya pulang ke rumanya. Dan pastinya akan dia lanjutkan untuk terus menangis lagi semalaman nanti. Sebagai perayaan hari patah hatinya. Agar dia dapat lebih lega serta dapat menata hatinya untuk dapat kembali melangkah keesokan harinya. My love story might be over. But my life must go on.
Cause even after the most hectic day,
There's always something to make you smile,
To make you happy...
(Karena bahkan setelah hari tersulit,
Karena bahkan setelah hari yang paling gila,
Selalu ada sesuatu yang dapat membuatmu tersenyum,
Untuk membuatmu bahagia...)
__ADS_1
Setelah puas memandangi kepergian Ella, memandangi punggung gadis itu yang kian menjauh darinya, Ardi pun seakan tersadar dari lamunannya. Pria itu menghempaskan tubuhnya ke kursinya keras-keras. Mengambil segelas wine dan meneguknya sekaligus. Ardi juga mengambil wine yang tersisa di botolya. Menuangkannya lagi ke gelasnya dan meminumnya. Lagi dan lagi Ardi terus saja meminum dan menghabiskan red winenya.
Kepalanya terasa begitu penuh. Dadanya terasa begitu sesak dengan segala beban pikiran yang menghimpitnya. Dengan segala kesedihan dan ketidak berdayaannya. Ardi ingin seolah-olah melupakan semua yang terjadi malam ini. Berharap apa yang terjadi malam ini hanyalah mimpi buruknya. Dan keesokan harinya saat terbangun dia berharap semua ini tidak terjadi. Dirinya dan Ella masih tetap bersama saling mencintai dan mengasihi.
Bagaimana aku harus hidup tanpamu, El?
Bagaimana bisa kau menyuruhku untuk berbahagia?
Tanpamu disisiku?
Tak sanggup, rasanya pasti aku tak sanggup.
Ardi mengirimkan pesan dan menghubungi Linggar untuk menjemputnya. Sebelum dia semakin mabuk, sebelum dirinya terlanjur menghabiskan sisa red wine di botolnya. Yah Ardi memang berniat untuk minum sampai mabuk malam ini, dia berharap untuk dapat melupakan kesedihannya hari ini. Melupakan kenangan indah namun sangat pahit malam ini. Jadi beginilah rasanya patah hati...Jadi beginilah rasanya putus asa dan tak berdaya.
~∆∆∆~
So this is good bye...
Cinta memang kadang menyakitkan.
Kadang tak seindah cerita fairy tale.
Dimana cinderela bertemu dengan pangeran dan dapat hidup berbahagia bersama.
Nyatanya tak sedikit kisah cinta yang berakhir duka dan air mata.
Kisah yang memang sejak awal tidak mungkin untuk bersama.
Seperti halnya kisah cinta Ella dan Ardi
🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼
__ADS_1