
Cinta itu bukan tentang kesempurnaan
Bukan betapa sempurnanya hubungan
Tapi bagaimana cara bisa bertahan
Sekalipun kamu pernah bertengkar hebat
Tetap saling tak melepaskan
____________________________
"Lakukan saja apa maumu...Aku kecewa banget sama kamu, Ron." Ella akhirnya menyerah dan mengalah saja membuka kunci ponselnya dan menyodorkannya pada Roni di atas meja.
"Ni punyaku...gak pake password. Karena memang tidak ada yang perlu disembunyikan. Kamu bisa memerikasanya." Roni juga menyodorkan ponselnya ke atas meja di hadapan Ella.
"Password ponselku juga gampang dan kamu pasti tahu, tanggal lahirku. 22 Oktober XX...22 10 XX..." Ella memberitahukan Roni password ponselnya.
Roni mengambil ponsel Ella dari atas meja, beranjak dari tempat duduknya. Pindah posisi duduknya dari kursinya di hadapan Ella ke kursi di sebelah gadis itu. Kursi yang berjarak tak begitu jauh dari Ella. Agar Ella tahu apa saja yang sedang dibuka, diperiksa dan dilihatnya. Sebagai bukti bahwa Roni tak akan membuka terlalu banyak hal apalagi yang mengganggu privasi Ella.
"Aku buka ya..." Roni meminta ijin dahulu sebelum mulai membuka ponsel Ella.
Ella mengangguk ringan saja sebagai jawaban. Pasrah sudah dengan segala tingkah dan kekeras-kepalaan Roni. Ella sudah hafal betul dengan sifat pria itu. Roni gak bakal puas dia sebelum keinginannya dituruti. Sifat bawaannya sebagai anak terakhir yang manja dan selalu mendapatkan apa saja keinginannya.
Roni membuka ponsel Ella yang memakai tema berwarna pastel pink dan biru muda. Tema sederhana dengan gambar mushmallow yang lucu. Tak ada gambar di layar utama. Bahkan gambar fotonya sendiripun tidak. Ella memang bukan tipe yang suka ber-selfie ria dan memamerkan fotonya.
Roni melanjutkan ke bagian daftar kontak telepon, melihat riwayat panggilan dan riwayat pesan yang dilakukan Ella. Tak ada satupun nomer yang mencurigakan baik untuk panggilan keluar atau panggilan masuk. Sedangkan untuk pesan juga tak ada nomer-nomer aneh kecuali spam iklan gak jelas. Dan dari banyaknya jumlah log sepertinya Ella juga bukan tipe yang suka menghapus dan membersihkan catatan riwayat telponnya.
Roni melanjutkan lagi ke daftar kontak Ella. Nomer-nomer yang disimpan oleh gadis itu di ponselnya. Dicarinya kata pradana disana, tidak ada. Ardi, Lazuardi, Linggar, Linggarjati...Tak ada semua.
Roni melanjutkan dengan kata-kata yang lebih jauh untuk menyamarkan suatu nama. Mr.X, sayang, cinta, honey, babang, oppa, bahkan sampai kata CEO pun tak ada. Akhirnya terpaksa Roni men-scroll satu persatu daftar kontak di ponsel Ella. Dan hasilnya tetap saja nihil. Tak ada satu pun nama yang nampak mencurigakan disana.
Ella menamai semua orang dikontaknya dengan jelas, bahkan diberi keterangan juga untuk nama-nama yang sama. Misalnya dr. Shanti Interna'17 berarti Shanti PPDS interna angkatan tahun 2017. Untuk membedakan dengan Mb.Shanti HarMedika, yang artinya Shanti salah satu perawat di RS. Hartanto Medika.
Dengan semakin penasaran Roni melanjutkan pencariannya ke galeri. Membuka galeri vidio dulu karena filenya lebih sedikit. Tak ada vidio aneh disana, palingan cuma vidio tentang materi kedokteran dan penyakit dalam yang tertata rapi berdasarkan subjek yang dibahasnya.
__ADS_1
Selanjutnya Roni membuka galeri foto Ella. Tak ada foto-foto yang mencurigakan juga disana. Foto selfie Ella pun bisa dihitung jari jumlahmya. Bahkan foto-foto terakhir yang diambil ella adalah foto pemandangan. Foto sebuah sungai dengan beberapa angsa berenang, foto boulevard dengan pohon tabebuya yang sedang berbunga bermekaran disepanjang jalannya.
Roni dapat melihat tanggal foto itu diambil, minggu kemarin pada sore hari. Jadi benar Ella keluar jalan-jalan hari minggu itu? Sama siapa? Apa benar dia jalan-jalan sendiri? Me time seperti yang dikatakannya?... Roni tidak percaya. Roni masih merasa curiga bahwa Ella keluar bersama Ardi hari itu. Tapi tak ada bukti atas kecurigaannya...
Roni mulai cemas karena tidak dapat menemukan apa-apa di galeri. Tapi dirinya pantang menyerah dan mulai merambah ke folder sosial media Ella. Dibukanya DM Instagram Ella yang jelas kosong. Karena Ella jarang bermain IG. Bahkan untuk messager lainnya pun tak ada chat log yang mencurigakan. Semua yang dihubungi Ella adalah teman lamanya dan waktu chatingnya juga sudah lama terjadinya.
Terkahir Roni juga membuka aplikasi WA yang umum digunakan untuk chatting. Roni mencari dari semua chat list. Tak ada nama yang berhubungan dengan Pradana disana. Roni sengaja tidak membuka chat hanya melihat nama-nama orang yang berhubungan dengan Ella.
Bahkan lebih jauh Roni juga mencari di kontak list WA Ella. Tetap tak ada apa pun disana. Call list WA juga tak ada satupun dari nomer tak dikenal atau mencurigakan. Roni mendengus frustasi dan meletakkan kembali ponsel Ella ke meja.
"Done? Udah puas? Kamu nemuin sesuatu disana?" Ella bertanya geram melihat tingkah Roni. Ada rasa kecewa dan sakit hati juga melihat Roni mencurigai dirinya sampai sebegitunya.
Padahal Ella sudah sangat bersabar dan menahan diri dalam hubungannya dengan Ardi. Ella sadar bahwa dirinya memang bersalah karena seolah memiliki hubungan terlarang dengan pria lain. Memang dirinya dan Ardi sempat bertemu tidak sengaja beberapa hari yang lalu. Bahkan sempat kencan untuk satu hari.
Tetapi baik Ella dan Ardi masih tahu diri, batasan dan status masing-masing. Ella dan Ardi tidak pernah berniat memaksakan untuk pertemuan kembali kecuali ketidak-sengajaan. Kecuali takdir yang membuat jalan mereka kembali berpapasan. Membuat mereka kembali berjumpa dan bertatap muka walau hanya sesaat.
Ella dan Ardi bahkan sama-sama tidak meminta atau menyimpan nomer kontak masing-masing. Mereka saling menjaga diri dan perasaan agar tidak terlalu terikat dan berhubungan satu sama lain. Tak ada panggilan telpon, tak ada pesan singkat maupun chating bagi mereka.
Mereka berdua seakan percaya bahwa tanpa mereka membuat janji bertemu pun pasti akan ada jalan bagi mereka untuk berjumpa. Jika memang masih ada rasa yang menyatukan mereka. Jika memang takdir berkata bahwa mereka harus kembali hidup bersama.
Apa firasatnya salah? Kenapa perasaanya selalu tidak tenang selama ini? Apa benar Ella dan Ardi tidak pernah bertemu dan berhubungan lagi sejak pertemuan di Imperial restoran?
Kenapa perasaan Roni masih saja mengatakan bahwa Ella menghilang minggu kemarin adalah untuk bersama dengan Ardi?... Tapi semua percuma tanpa adanya bukti yang bisa dia utarakan. Bahkan dari ponsel Ella pun tak didapatkannya apa-apa. Tak ada tanda bahwa gadis itu menduakannya dan bermain hati dengan pria lain.
Ella diam saja tak menjawab permintaan maaf Roni. Terlalu sedih dan kecewa karena ketidak percayaan, kecurigaan Roni padanya. Dua kali, sudah dua kali ini Roni mengecewakan Ella. Melakukan sesuatu yang sangat fatal dan menyakiti hati Ella.
Padahal sejauh ini Ella masih berusaha mempertahankan hubungan mereka berdua sebagai sepasang kekasih. Ella masih berusaha menghargai waktu-waktu kebersamaan mereka sebelumnya. Tapi kenapa Roni terus saja menyakiti hatinya, membuatnya tidak nyaman bahkan kecewa? Apakah Ella harus terus bertahan? Sampai kapan?
"Kamu bisa gantian memeriksa ponselku, El." Roni menyodorkan ponselnya dengan mantap pada Ella. Ingin berbuat adil padanya, biarkan saja Ella juga memeriksa semua isi ponselnya.
"Gak usah. Gak perlu. Aku percaya sepenuhnya sama kamu..." jawab Ella menolak ponsel yang disodorkan Roni diatas meja. Terlalu malas untuk melakukan hal sama dengan yang dilakukan Roni.
"Tapi kamu harus lihat! Liat bahwa aku juga setia sama kamu. Biar tidak ada lagi keraguan dan kecurigaan diantara kita." Roni menunjukkan ponselnya sendiri pada Ella. Menunjukkan isi kontaknya, men-scroll satu persatu, menunjukkan call log dan sms-nya. Bahkan menunjukkan chating dan call log nya di media sosialnya.
Ella melihat dan mengamati saja penjelasan Roni dengan sedikit malas. Masih kesal pada pria itu. Tapi perhatian Ella sedikit tersita juga dengan banyaknya panggilan, dan chat log Roni yang berasal dari satu nama. Jumlah yang bahkan mengalahkan nama Ella sebagai pacar resmi Roni. Memang Ella bukanlah tipe yang suka banyak berhubungan dengan ponsel.
__ADS_1
Sari? Ada apa dengan Sari? Kenapa dia sering kali menghubungi Roni? Bukannya Ella cemburu tapi ada rasa tak nyaman saja menggelitiknya. Kenapa dua orang yang sama-sama memiliki pasangan masih sering berhubungan begitu? Ella penasaran, tapi entah kenapa malas bertanya pada Roni untuk saat ini. Yah biarkan saja, mungkin masalah kerjaan. Ella lebih memilih untuk positif thinking saja.
"Udah jam 8, Ron. Aku harus jaga UGD." Ella ingin mengakhiri pertemuan mereka. Daripada diterus-teruskan pasti suasananya akan semakin tidak nyaman.
"Ok, aku anterin sampai UGD ya. Sekalian aku ke parkiran mobil." Roni menawarkan diri.
Ella mengangguk saja menjawabnya. Beranjak dari duduknya dan berjalan mendahului Roni. Roni pun mempercepat langkahnya untuk mensejajari langkah Ella. Berjalan bersamanya ke lift.
Tepat di depan lift mereka berpapasan dengan Sari yang juga sedang menunggu lift disana.
"Met malam, dokter Sari." Roni menyapa Sari.
"Eh? Dok Roni dan dok Ella?" Sari terlihat memaksakan tersenyum pada kedua temannya.
"Tumben sampai malem disini, Sar?" Ella berusaha berbasa-basi. Heran juga ngapain ibu direktur ada di rumah sakit sampai semalam ini.
"Biasa masih banyak yang harus diurusi untuk rumah sakit baru, El. Ribet dan ruwet di awal." Sari menjelaskan. "Kalian sendiri? Dari kantin ya?"
"Kencan hehe," Roni menjawab enteng. Dan Ella hanya tertawa garing menanggapinya. Lift pun tiba dan mereka bertiga memasukinya bersama-sama.
"Hmmmm dok Roni ada acara setelah ini?" Sari bertanya ragu-ragu, merasa tidak enak pada Ella.
"Kosong si. Kenapa, Sar?" Roni menjawab penasaran. Kayaknya si Sari mau curhat lagi ini kalau dari ekspresi wajahnya yang sedih.
"Kalau bisa aku ingin minta waktunya sebentar." Sari menyatakan keinginannya. "El, Boleh pinjem Roni sebentar?" Sari menanyakan pada Ella juga. Tak ingin dianggap teman makan teman.
"Boleh saja kalau Roninya tidak keberatan." Ella menjawab, kembali ada yang menggelitik hatinya. Ada apa antara Roni dan Sari?
"Aku sih ayo aja. Mana berani menolak bu direktur hehe." Roni berusaha mencairkan suasana yang terasa sedikit canggung. Waduh jadi kayak drama koreya aja ni diantara dua cewek.
"Kalau gitu aku duluan ya," Ella pamit saat lift mereka sudah sampai ke lantai satu. Ella berjalan sendirian ke arah UGD sementara Roni dan Sari berjalan ke arah yang berlawanan dengannya ke parkiran mobil.
~∆∆∆~
🌼Gak pernah bosen ngingetin LIKE, VOTE dan pliiiiissss kasih KOMEN. ðŸ¤ðŸŒ¼
__ADS_1