Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
50. English Day


__ADS_3

Untuk bab ini sesuai judulnya bakal banyak kata-kata dalam bahasa inggris. Duh maap ya authornya rada belagu nulis sok-sokan speaking english padahal juga sering salah tulis. Maapkan ya gaes, anggap aja khilaf. Masalah grammer apalagi, jangan diperdebatkan please, jelas banyak yang gak bener hehehe. Untuk arti kata-kata dan kalimat englishnya akan coba diartikan dalam tanda kurung di akhir kalimat yes (seperti biasa). Biar gak ganggu jalan cerita, dan memudahkan membaca.


So let's get the story started...


(*Mari kita mulai ceritanya)


__________________________________


Hari ini hari kamis, dua hari sebelum ujian PPDS tahap kedua dilaksanakan. Seperti yang sudah disepakati oleh Ella dan Roni mereka akan melaksanakan english day mulai hari ini dan besok. Tidak hanya saat mereka berdua bercakap-cakap bahkan saat berbicara dengan rekan kerja yang lainnya pun sebisanya mereka berdua berbicara menggunakan bahasa english.


Dampaknya? banyak protes dari perawat, bidan dan semua crew puskesmas akan aksi kedua dokter interenship ini. Sebagian crew yang berusia muda juga terlihat ikut mendukung speaking english dengan kemampuan english slank seadanya. Sebagian besar lain mah pura-pura gak denger atau asal tebak aja kira-kira mereka berdua lagi ngomongin apa.


Untungnya saat berbicara dengan pasiennya baik Ella maupun Roni masih menggunakan bahasa indonesia. Bisa gila pasien dan perawat yang mengasisteninya kalau dokter mereka menjelaskan dalam bahasa inggris hehe.


Ella juga sudah meminta Ardi untuk bebicara atau berkirim pesan padanya in english juga selama hari ini dan besok. Bukan hal yang sulit sebenarnya bagi Ardi, mengingat kemampuan bahasa inggrisnya yang jempolan. Tapi tetep saja rasanya sering terdengar janggal kalau keseringan ngomong kebule-bulean gini.


Untungnya lagi jumlah pasien hari ini tidak banyak. Membuat Ella dan Roni punya banyak waktu untuk menyendiri belajar, dan membaca-baca buku diktat mereka yang setebal bantal. Roni seperti biasa mendatangi Ella di UGD, entah mengapa UGD ini memang paling nyaman dijadikan base camp untuk kumpul-kumpul.


"So how is your preparation? Are you ready for the battle?" Tanya Roni sambil melihat Ella yang menulis sesuatu di notes booknya. Menyalin beberapa kalimat dari buku besar yang dibacanya.


(*Gimana persiapanmu? Udah siap tempur?)


"Not yet. Internish departement has very wide topics and so many diseases to cover up. You know I have to remember all the diseases included by internal organs, diagnostics, diferential diagnostics, patogenesis, threathments and medications. Seems like I have to know everythings."


(*Belum. Bagian interna memiliki topik bahasan yang luas dan terlalu banyak macam penyakit yang dicovernya. Kau tahu aku harus mengingat semua nama penyakit dalam, diagnosa, diagnosa pembanding, perjalanan penyakit, terapi dan pengobatannya. Seperti aku harus tahu semuanya.)


"Yeah lucky me. I just need to foccus to read and study about hearth and blood vessel only."


(*Yah aku beruntung. Cuma harus fokus membaca dan belajar tentang jantung dan pembuluh darah saja)


"You can just say poor me then." Ujar Ella pasrah sambil membolak-balikkan halaman buku diktatnya.


(*Yah kamu bisa bilang kasian deh gue)


"But I know you can do it, El!" Roni berusaha memberi Ella semangat.


(*Tapi aku tahu kami bisa, El)


"Sure. I'll try my best"


(*Tentu. Akan kulakukan yang terbaik)


Kemudian mereka kembali tenggelam dalam buku diktat tebal mereka masing-masing. Mencoba mencerna, memahami dan menghapal segala yang tertulis disana. Tepat tengah hari Ardi yang rutin mengajak Ella makan siang diluar menghubunginya.


Lazuardi


Hello honey? Do you want to go out or we just enjoy our lunch at your place?


(*Halo sayang? Apa kamu ingin keluar atau kita makan siang di tempatmu?


Ella


Just come here dear. I'm too lazy to go out


(*Kesini saja sayang. Aku lagi malas keluar)


Lazuardi


Do you want somethings? I can bring anythings for you.


(*Apa kamu pengen sesuatu? aku bisa bawain apa aja buat kamu.


Ella


Just bring me something sweets and refreshing.


(*Bawain yang manis-manis dan seger-seger)

__ADS_1


Lazuardi


Ok. I got it


(*Ok. Aku ngerti)


Ella


By the way I'm not alone. Roni and Tatang are stay here with me too.


(*Oiya aku gak sendirian. Ada Roni dan Tatang disini juga)


Lazuardi


Take it easy. I just need to bring nasi bungkus and iced tea for them , right?


(*Gampang. Aku cuma perlu bawa nasi bungkus dan es teh kan buat mereka?


Ella


LOL you know them so well


(*hahahha kamu tau aja)


"Dok, pada laper gak?" Ujar Tatang menyelutuk setelah menyelesaikan entrian kartu status pasiennya secara online. Pekerjaan harian para perawat, setelah semua pelayanan selesai mereka masih harus mengentri kartu status setiap pasiennya ke link E-Puskesmas yang akan diproses secara online dan dilaporkan ke dinas kesehatan.


"Nope. Thanx," jawab Roni


(*Gak usah. Makasih)


"Just wait, Ardi will bring some foods for us."


(*Tunggu aja, Ardi mau bawain makanan buat kita)


"Apaan? Pak Ardi mau bawain kita makanan?" Tatang coba menerka-nerka perkataan Ella.


Dan benar saja tak lama kemudian mobil merah Ardi sudah terparkir di depan UGD puskesmas. Ardi turun dan memasuki UGD dengan beberapa kantong plastik di tangannya. "Hello, good afternoon," sapanya pada semua yang ada di ruangan.


(*Halo selamat siang)


"Hello," Ella, Roni dan Tatang kompak menjawab sapaan Ardi.


"Hi honey, I missed you" Ardi menyapa khusus pada Ella dan menyerahkan bungkusn kecil plastik berisi kotal kecil pada gadis itu. Dia juga menambahkan dengan segelas besar thay tea favorit Ella.


(*Hi sayang, Aku kangen kamu).


"You said that you want something sweets and refreshing. So Here they are"


(*Katanya kamu pengen yang manis-manis dan yang menyegarkan. Ini pesenanmu).


Ella buru-buru membuka kotak kecil dalam kantong plastiknya dan didapatinya seiris stawberry cheese cake yang terlihat sangat lezat dan menggiurkan.


Sementara untuk Roni, Tatang dan dirinya sendiri, Ardi membawa tiga bungkus nasi padang dan tiga es teh plastikan. Ardi membagikan pada kedua pria itu masing-masing menu makan siangnya.


"Makjang, bedanya kayak langit dan bumi makanan princess ama rakyat jelata ya." celetuk Tatang yang langsung dibalas dengan tertawa ngakak oleh semuanya.


"Kirain bakal ditraktir apaan ama bos Ardi Pradana. Gak tahunya diajak makan nasi padang." Tatang terus saja mengeluh. Asli dirinya udah berharap dibelikan makanan yang agak mewah sama Ardi. Eh gak tahunya malah si bos yang ngikutin makan nasi padang bungkus ala rakyat jelata gini.


"At least, you did not spend any money on it." Ujar Ardi sambil mengambil tempat duduk di hadapan Ella. Tatang pun ikut duduk bersama tapi di mejanya sendiri.


(*Paling nggak kan kamu gak bayar)


Mereka berempat menikmati makan siang bersama. Banyak diamnya karena saking kikuk dan canggungnya. Ya bayangkan aja gimana Roni dan Ardi dapat makan siang bersama dengan damai. Gimana Tatang yang sebenernya pingin ngomong tapi bingung harus ngomong apa dalam bahasa inggris. Sementara Ella sepertinya santai saja menikmati suasana senyum-senyum jahil menikmati suasana kikuk ini.


"There will be Cold Play consert at Surabaya next Saturday. Tunjungin Plaza Convention Hall. Do you Interested?" Celetuk Ardi tiba-tiba.


(*Akan ada konsernya Cold Play di Surabaya sabtu depan. Tunjungin Plaza Convention Hall. Tertarik?)

__ADS_1


"What? Cold Play? The real one?" Roni kaget denger ucapan Ardi.


(*Apa Cold Play? Beneran?)


"Cold Play the international artist?" Ella ikutan gak percaya dengan berita dari Ardi. Bagaimana pun dia sangat suka dengan lagu-lagu dari band itu sejak dulu. Tapi tetap saja Ella tak berani untuk berkhayal dan bermimpi ketemu seorang artis. Apalagi artis internasional dari Inggris kayak gitu.


(*Cold Play yang artis internasional?)


"Do you want to attending the consert?" Ardi menawarkan pada Ella.


(*Kamu pengen hadir di konser gak)


"How much money is the ticket cost?" Roni semakin kepo, sepertinya ikutan tertarik.


(*Tiketnya berapaan?)


"I'm not inviting you!" Tukas Ardi tajam pada Roni. Malas kan masa Roni mau ikut juga.


(*Aku gak ngajak kamu)


"Ouch Why do you always so cruel at me?." Keluh Roni. Jelas aja si sebenernya Ardi gak mungkin nawarin dia. Tapi ini konsernya Cold Play gaes. Roni juga pengen nonton, kapan lagi coba bisa nonton grub band legendaris asal inggris itu. Ardi tetap tak perduli, males nanggepin Roni seperti biasa.


(*Ouch kenapa sih kamu selalu menyebalkan padaku)


"Can you get the tickets?" Ella sepertinya tertarik untuk nonton konser itu juga. Tapi tentu saja tak semudah itu untuk mendapatkan tiket konser artis internasional begitu. Apalagi konsernya tinggal dua hari lagi. Mana mungkin bisa beli tiket konser semendadak itu. Kayak beli gorengan di pasar aja.


(*Kamu bisa dapet tiketnya?)


"No problems. I have a friend that can get the tickets for us." Ardi memamerkan koneksinya. Busyet kayak apa coba temennya yang bisa dapetin tiket konser semegah itu dadakan?


(*Gak masalah. Aku punya temen yang bisa dapetin tiketnya buat kita.)


"Can you get the ticket for me too? Please." Roni bertanya dan sedikit memohon. Membuang gengsinya kali ini untuk meminta bantuan dari Ardi. Demi nonton konser Cold Play. Kesempatan seumur hidup sekali ini soalnya. Kapan lagi artis internasional dan berkualitas kayak gitu manggung di indonesia, Surabaya lagi. Rugi banget kalau sampai gak lihat.


(*Bisakan kamu dapetin tiket buatku juga?)


"Of course No. Devinetely no!"


(*Tentu tidak. Pasti No!)


"Damn. Fvck You!" Roni misuh-misuh pada Ardi kecewa karna gagal dapat kesempatan nonton konser band favoritnya.


Ella dan Tatang langsung ketawa ngakak mendengar perdebatan dan pertengkaran dua pria dihadapan mereka. Benar-bemar deh kayak anjing dan kucing. Bahkan Tatang yang tidak terlalu mengerti bahasa inggris pun tahu kalau Roni akhirnya kalah berdebat dan misuh-misuh karena kesal dengan Ardi.


"But, how about the ticket's price? It will be very expensive." Ella jadi kepikiran berapa ya kira-kira harga tiket konser untuk pertunjukan artis internasional gitu? pastinya jutaan kan?


(*Tapi gimana biaya tiketny? pasti sangat mahal kan?)


"Nothing is expensive for you, honey." Jawab Ardi dengan santainya. Pria itu meraih dan menggenggam sebelah jari tangan Ella. Memandang gadis itu penuh arti.


(*Gak ada yang mahal buat kamu,sayang)


"Thanx you're always so sweet for me." Ella benar-benar terharu Ardi bisa mendapatkan tiket nonton Cold Play untuknya. Ella balas memandang Ardi dengn tatapan lembut penuh rasa kasih dan sayang, gadis itu juga menyunggingkan senyuman manisnya untuk mengucapkan terima kasih pada Ardi.


(*Makasih, kamu selalu manis banget)


Sepertinya mereka berdua lupa kalau masih ada dua orang lain yang duduk berdekatan dengan mereka berdua. Serasa dunia milik berdua saja dan yang lainnya ngontrak. Tentu saja Roni dan Tatang yang ngontrak hehe.


"Aaarrrrgghhhh! Haduh jiwa jombloku bergejolak." Tatang tiba-tiba berteriak histeris kayak orang kesurupan demi melihat pemandangan lovy dovie Ella dan Ardi. "Hentikan. Tolong hentikan sebelum aku dan dok Roni meleleh karena pancaran cahaya cinta kalian yang membakar jiwa kami bagaikan obat nyamuk bakar."


"Hahahahahaha" Baik Ella, Ardi maupun Roni mau tak mau jadi ikut tertawa ngakak bersamaan mendengar ucapan merana Tatang yang menyayat hati tapi terdengar sangat menggelikan di telinga.


~∆∆∆~


Episode selingan cuma ingin menjelaskan betapa nervous-nya Ella dan Roni dalam persiapan ujiannya. Bagaimana mereka berusaha dapat ngomong bahasa inggris dengan lancar saat tes wawancara nantinya. Dan satu lagi, authornya pengen nonton konser Cold Play jugaaa


🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼

__ADS_1


__ADS_2