Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
230. S2 - Promise


__ADS_3

I've loved you forever, In lifetimes before


And I promise you never, Will hurt you anymore


I give you my word, I give you my heart


This is a battle we've won


And with this vow, Forever has now begun


(*Aku mencintaimu selamanya, Bahkan dalam kehidupan sebelumnya


Dan aku berjanji tidak akan pernah, Membuat kamu akan terluka lagi


Kuberikan kata-kataku, Kuberikan hatiku


Ini adalah pertarungan yang kita menangkan


Dan dengan sumpah ini, Kebersamaan kita selamanya sekarang akan dimulai.


_N*sync-This I Promise you_


_________________________________


"Honey, aku laper." Ujar Ardi saat melihat muka Ella yang nampak tidak nyaman.


"Haaah?"


"Ayo kita cari makan dulu." Ardi memberi kode pada Ella untuk segera menyingkir dari kerumuman rempong yang tidak menyenangkan ini. Toxic.


"Iya mas ayo kita makan dulu..." Ella menuruti kode dari Ardi untuk meminta ijin.


"Kami duluan ya Om, Tante, Budhe." Ella pamit kepada keluarga besarnya dan mengajak Ardi ke meja prasmanan untuk mengambil piring dan mengisinya dengan berbagai makanan yang tersedia disana.


"Kamu kenapa? Kok merengut gitu?" tanya Ardi karena Ella tetap murung bahkan setelah mereka duduk berduaan di salah satu sudut ruangan.


"Senyum donk, honey...Cantiknya ilang lho kalau manyun kayak gitu." Lanjut Ardi menggoda Ella.


Ella memaksakan sebuah senyuman manis pada Ardi sebelum menjawab. "Maaf ya mas, keluargaku norak dan kampungan. Mereka terlalu melihat materi saja. Sangat memalukan. Mas Ardi pasti merasa risih kan?" Ella mengatakan kegelisahannya.


"Gak masalah. Udah biasa kok." Jawab Ardi santai.


"Udah biasa disirikin orang?"


"Iya hehe. Udah kebal kalau aku. Justru aku khawatir sama kamu...Kamu itu sebentar lagi jadi nyonya Pradana. Pasti kamu akan merasakan juga apa yang biasanya aku dan keluargaku rasakan."


"Aku, apa aku bisa sekuat kalian?" Ella sedikit ragu.


"Kamu pasti bisa. Gak usah takut, ada aku disampingmu." Ardi berusaha menguatkan Ella.


"Aku paling sedih kalau ada yang bilang aku deketin kamu karena hartamu. Sakit sekali rasanya." Ella Kembali menyuarakan kegelisahannya.


"Seperti kasus dengan Gengen waktu itu. Dia, dia bertanya brapa uang yang kamu berikan padaku, mas. Dia bertanya berapa tarifku semalam. Dia bahkan menawarkan seratus atau dua ratus juta untuk aku melayaninya semalam."


"Dia bilang begitu? Fvck him!"


Ardi tak mengira perkataan Gengen sekeji itu pada Ella. Tak mengira si brengsek itu berani menghina calon istrinya seperti itu. Kamu cari mati hah? Tekad Ardi semakin bulat untuk membuat perhitungan dengan duo Kobolt brengsek itu, Gengen dan Ridley.


"Aku marah. Aku mendorong tubuhnya, aku bahkan menampar wajahnya...Karena itu...karena itu dia mau membalas dengan menciumku..." Ella tak kuasa untuk meneruskan cerita memalukan itu.


Ardi tahu kejadian selanjutnya. Dia ada disana waktu itu, saat Gengen berusaha untuk mencium Ella. Saat Ella berusaha menghindar dari pria brengsek itu. Saat Ella melangkah mundur tanpa melihat arah. Sampai-sampai gadisnya itu tercebur kolam renang.


"Kamu sudah benar. Apa yang kamu lakukan sudah sepantasnya. Untuk orang-orang seperti mereka memang kita tak boleh terlihat lemah. Jangan mau ditindas, lawan balik kalau perlu." Ardi membenarkan tindakan Ella pada Gengen.


"Bagaimana dengan perkembangan kasus itu? Gak mempengaruhi perusahaan kan? Aku lihat di koran, tv atau media online sama sekali gak ada yang membahasnya." Ella bertanya penasaran.


"Iya sudah diberesin sama Cecil masalah media. Tinggal masalah aku sama Gengen saja."


"Masalah apa lagi?"


"Aku gak terima kamu diperlakukan begitu, El. Apalagi setelah mendengar cerita lengkap dari mulutmu barusan. Rasanya gak cukup kalau cuma ditonjokin aja si brengsek itu. Harus diberi pelajaran biar dia kapok." Ardi menjawab dengan geram.


"Terus mas Ardi mau ngapain? Mendingan jangan memperbesar masalah deh. Aku gak pa-pa kok." Ella jadi khawatir. Aduh masalah apa lagi ini? Ella takut masalah ini bisa mempengaruhi pernikahan mereka yang sudah tinggal hitungan hari saja.


"Aku kemarin cuma nyuruh dia minta maaf secara resmi sama kamu. Tapi kayaknya tidak cukup hanya begitu saja. Nanti aku urus lagi enaknya gimana."


"Aku gak mau calon istriku ditindas seperti itu. Aku gak terima! Mau ditaruh dimana mukaku? Harga diriku rasanya diinjak-injak sama dia." Ardi emosi.


"Sudahlah mas. Dalam posisiku yang masih belum sah menjadi istrimu seperti kemarin, memang susah untuk tidak tertindas?" Ella berusaha menenangkan calon suaminya itu.

__ADS_1


"El, kamu itu calon istriku. Sebentar lagi kita sudah sah menjadi suami istri. Sekali-kali kamu boleh pake namaku, nama Pradana Group. Buat bikin orang yang melawanmu takut dan segan. Atau sekedar buat pamer juga gak papa. Kamu berhak untuk itu."


"Kamu boleh pake uangku. Hartaku. Pakai saja semuanya. Habiskan. Jangan sungkan-sungkan lagi. Tunjukin kamu itu wanitaku. Jangan kayak orang susah yang teraniaya, sedih aku kalau melihat kamu begitu." Ardi ingin bisa menjadi kekuatan untuk Ella. Ardi berharap pada Ella agar Ella bisa menjadi nyonya Pradana yang tangguh nantinya.


I'll be your strength


I'll give you hope


Keeping your faith when it's gone


The one you should call


Was standing there all along


(*Aku akan menjadi kekuatanmu


Aku akan memberimu harapan


Menjaga tekadmu saat menghilang


Menjadi seseorang yang harus kamu hubungi


Selalu siap di sana untukmu)


And I will take you in my arms


And hold you right where you belong


'Til the day my life is through


This I promise you


(*Dan aku akan memelukmu di lenganku


Dan menahanmu tepat di tempatmu berada


Sampai hari dimana kehidupanku berakhir


Ini aku janjikan padamu)


"Hemmm boleh ya kayak gitu?" Ella masih ragu.


"Boleh. Kamu pantas bangga dan sombong kok. Kamu adalah next in line nyonya Pradana. Tak boleh ada yang meremehkanmu. And I promise you that I Will always by your side."


"I'll take that promise." Ella tersenyum menanggapi.


(*Akan kupegang janjimu).


"Kamu harus bangga, kamu harus berdiri tegak dengan dada membusung. Karena kamu adalah Nyonya Ardi Pradana. Karena kamu punya suami keren kayak aku hehehe."


"Keren tapi kalah sama si kecil kelengkeng hahaha."


"Asyem." Ardi mengumpat terang-terangan.


Keduanya pun tertawa ringan sambil menikmati makanan di piring masing-masing. Mengobrol ringan menikmati kebersamaan serta melepas kerinduan setelah hampir seminggu tak berjumpa.


Kedamaian kedua insan itu buyar seketika saat para pengganggu menghampiri mereka dengan semena-mena. Dimulai dari Hendry dan Agnes istrinya, sepupu dekat Ella. Mereka menyapa dan berkenalan dengan Ardi. Kemudian mengambil duduk di dekat kedua calon mempelai itu.


"Masih ingat sama aku?" Hendry menyapa Ardi.


"Masih. Yang tiga tahun lalu di rumah sakit sengaja pegang-pegang Ella kan?" Jawab Ardi to the point.


"Hei apa ini?" Agnes sedikit terusik dengan jawaban Ardi tentang kedekatan suaminya dengan Ella.


"Aduh, nggak dulu aku cuma niat manasin dia aja yang katanya cowoknya Ella. Lagian waktu itu aku belum sama kamu kok." Hendry kelabakan memberikan alasan pada istrinya. Yah wajar saja si, wanita mana yang gak cemburu coba kalau denger suaminya sedekat itu dengan wanita secantik Ella.


"Iya mas Hendry jahil banget waktu itu. Mas Ardi sampai ngambek selama perjalanan ke Banyu Harum." Ella ikutan mengeluh.


"Hehehe Sorry-sorry. Tapi aku gak ngira cowok nekat tiga tahun yang lalu akhirnya jadi juga sama Ella." Celetuk Hendry pada Ardi.


"Nekat gimana?" Agnes semakin kepo.


"Dia datang dari Banyu Harum ke Surabaya gak bawa apa-apa coba? Udah gitu langsung nekat mau nemuin orang tua Ella padahal baru beberapa hari jadian." Hendry menceritakan kenekatan Ardi.


"Wah keren donk kalau gitu. Gentlemen banget." Agnes malah kagum dengan sifat Ardi.


"Lagian aku bukan gak bawa apa-apa. Aku bawa badan dan kartu sakti." Ardi membela diri.


"Yaelah bawa badan diitung ama dia hahaha." Hendry ngakak mendengar jawaban Ardi dengan muka seriusnya. Ini orang becanda apa nggak sama aja mukanya. Serem bener.

__ADS_1


"Kartu saktinya yang lebih penting, kayak kantong Doraemon mas. Bisa mewujudkan apa saja keinginan." Ella ikut cekikikan mengingat kejadian tiga tahun yang lalu. Saat Ardi nekat naik bis 7 jam dari Banyu Harum ke Surabaya tanpa persiapan apapun. Hanya karena ingin mencari dirinya.


"Percaya deh. Sultan mah bebas." Hendry pasrah saja dengan gaya hidup sultan satu ini. Bikin pusing aja kalau dibayangkan, gak nurut.


Ketentraman mereka kembali terusik oleh gerombolan pengacau season dua. Siapa lagi kalau bukan Mahes, Laras, Linggar, dan Ditha. Para saudara Ardi ini ikut nimbrung mengambil duduk di sekitar kedua calon mempelai.


Dan setelah acara perkenalan singkat, entah bagaimana para tim pengganggu ini mencapai sebuah sepakat. Kesepakatan untuk membuka aib calon mempelai di depan pasangannya masing-masing. Biar tahu jelek-jeleknya, bukan bagus-bagusnya doank. Biar ilfill sekalian.


"Ella itu kalau ngambek suka manyun dan bibirnya jadi monyong kayak bebek. Makin panjang monyongnya berarti makin parah ngembeknya. Hati-hati aja ya." Hendry memulai membuka aib Ella dengan kebiasaan ngambeknya.


"Wah tenang aja. Kalau soal ini aku udah tahu." Ardi menjawab Santai.


"Jelas aja, dia sering diomelin dan diambekin mbak Ella hahaha." Linggar membenarkan.


"Wah gak ngira kamu bisa ngambek juga sama cowokmu, El." Hendry sedikit tak percaya, biasanya Ella ini termasuk cewek sabar dan jarang marah.


"Tapi kayaknya mas Ardi udah punya penangkalnya deh, kok keliatan santai aja." Laras ikutan penasaran. Biasanya Ardi memang cool tapi kalau menyangkut Ella bisa berubah 180 derajat. Apalagi kalau Sampai Ella ngambek, bisa setengah gila kakaknya itu.


"Gampang tinggal dicium aja bibir monyongnya. Habis perkara." Lagi-lagi Ardi menjawab dengan santainya tanpa rasa berdosa.


"Iiiiiihhh apaan si mas Ardi!" Wajah Ella yang berubah menjadi merah padam mendengar jawaban Ardi.


Dan semua yang hadir menjadi cekikikan melihat kedua pasangan itu. Bisa membayangkan bahwa Ardi benar-benar melakukan apa yang telah dikatakannya dari reaksi malu-malu Ella.


"Terus si Ella ini kalau lagi gak ada acara biasanya paling males mandi. Sehari bisa mandi cuma sekali dia." Hendry membuka aib Ella yang lainya. Aib yang ditertawakan oleh semua orang saking joroknya.


"Itu kan kalau gak ada acara, di rumah aja. Dan kalau keluar rumah jelas mandi lah." Ella membela diri.


"Waduh honey, nanti aku mandiin ya, kalau kamu males. Biar wangi dan enak dipeluk-peluk." Ardi malah gemes mengetahui sisi lain Ella ini. Padahal biasanya cewek ini kalau ketemu dirinya selalu wangi dan cantik. Bisa dekil juga ternyata...


"Terus kalau tidur Ella itu gak bisa diem. Yang sabar aja kalau ditendang-tendang, ditonjok bahkan dijatuhkan dari kasur nantinya." Hendry semakin membuka aib Ella yang lain.


"Wah cocok itu, mas Ardi gak bakal keganggu tidurnya walau ada gempa bumi. Kalau cuma ditendang, ditonjok, dijatuhkan dari kasur kayaknya masih aman." Linggar menyeletuk cekikikan. Dan langsung dibenarkan oleh Laras.


"Tapi jangan salah, kadang dia ngorok lho. Bahkan ngelindur juga kalau tidur." Laras menambahkan.


"Eh? Seriusan?" Ditha kaget mendengarnya. Tak mengira mas Ardi yang dikiranya sempurna mempunyai sisi memalukan juga.


"Itu kalau pas lagi kecapekan atau banyak pikiran aja kok." Ardi membela diri. "Kalau keadaan normal anteng aku tidurnya."


"Kayak orang mati," tambah Mahes. yang langsung di sambut dengan tawaan keras semua orang. Mahes ini memang selalu ces pleng kalau ngomong.


"Terus lucunya kalau ngelindur dan ditanyain dia bisa jawab lho. Dan jawabannya bisa nyambung sama yang ditanyain. Kayaknya malah jadi lebih cerdas waktu tidur deh hahaha." Laras semakin menjadi-jadi membuka aib Ardi.


"Inget gak mbak? Mas Ardi pernah ngerlindur tentang presentasi proyek hahaha asli kocak dan ngagetin." Linggar ingat kejadian tidur absurd Ardi.


"Iya, terus kita tanya-tanyain eh dijawab ama dia dengan detail. Jadi kayak meeting beneran hahaha." Laras menambahkan.


"Duh kayaknya kalian sengaja bikin Ella ilfill ini ama aku." Ardi mendengus pasrah saja menghadapi gerombolan usil yang terus cekikikan menertawakan aib dirinya dan Ella.


"Tapi kamu masih cinta kan sama aku honey? Tadi katanya mau nerima apa adanya?" Ardi bertanya dengan sedikit memelas pada Ella.


"Hmmm bisa tukar tambah gak ya?" Ella malah menjawab dengan nada tidak punya dosa.


"Mampvs lu!" Linggar langsung mengumpat.


"Hahahaha rasakan!" Mahes ikutan girang.


"Bisa mbak di loakan hahaaha." Laras menyeletuk.


"Kalau dia sih di pelelangan barang antik." Hendry tak mau kalah ikut mencaci.


"Ampun honey, masa suami sendiri mau dituker tambah si? Tega bener." Ardi merengek dan semua yang hadir kompak tertawa ngakak.


"Ya kali aja bisa dapet gantinya yang seganteng Chris Hemsworth." Lagi-lagi Ella menjawab dengan nada dan wajah polosnya.


"Siapa lagi itu?" tanya Agnes penasaran.


"Babang Thor yang ganteng, dan gagah." Ella menjawab sambil membayangkan wajah ganteng si pemeran Thor.


"Gantengan aku kali!" Ardi gak terima. Dan semua yang hadir semakin ngakak mendengarnya.


"Ya berhubung Ra Ono liyane, yawes gantengan mas Ardi jadinya." Ella akhirnya menambahkan untuk sedikit menghibur Ardi. Kasian dihina terus dia.


"Huuuuuuu" Sebuah koor dari para hadirin kompak memprotes ke uwuan kedua pasangan itu.


"Iri bilang bos!" Jawab Ardi congkak.


"Hahahahahaha." Dan semakin ngakak semua yang hadir demi mendengarnya.

__ADS_1


~∆∆∆~


🌼Yuuuuks say PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼


__ADS_2