Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
Extra ~ Panic


__ADS_3

Siang itu, entah mengapa Bambang merasa sedikit gelisah sejak kemarin. Kenapa ya? Kayak ada yang kelupaan. Tapi apa? Padahal sejak bos Ardi berangkat honeymoon ke Bali kemarin pagi, dirinya seakan mendapatkan kebebasan lahir dan batin.


Lega banget kayak gak ada beban buat berangkat ngantor tadi pagi. Gak harus ketemu pak Ardi nanti di kantor. Dan kebebasan ini akan berlangsung sampai seminggu kedepan, Yeyeye life is free...


"Gimana hasil zoom meeting kemarin, Mbang?" Cindy menghampiri Bambang di meja kerjanya.


Sedang bersama dengan Kresna, sepertinya akan ke kantin berdua. Apa mereka sudah jadian gara-gara kejadian buket bunga di pernikahan Pak Ardi? Kok udah berani keluar berduaan terang-terangan begini?


"Agak alot. Tapi pak Irza sudah menegaskan bahwa masalah Wismail tak akan mempengaruhi keadaan saham Pradana Bisnis Park. Udah diberesin semua sama dia, tinggal nunggu waktu aja," jawab Bambang.


"Time Will heal," Cindy menyimpulkan.


(*Waktu yang akan mengobati).


"Iya untuk skandal sebesar itu, tinggal nunggu waktu saja sampai meredup. Gak bisa diapa-apain lagi." Bambang menyetujui, yang penting semua yang harus dilakukan sudah dilakukan, tinggal nunggu hasilnya.


"Anjing penjaga yang lembur," celetuk Kresna kesal.


"Hahaha, Karna ya? Iya pasti dia yang paling sibuk." Bambang membenarkan ucapan Kresna. Sadar benar untuk mengurusi penyebaran skandal di media sosial dan internet pastilah para hacker yang harus bekerja.


"Aku, aku ditugaskan bantuin juga."


"Oh..." Bambang gak tahu harus ngasih simpati atau selamat kali ini buat Kresna.


Simpati karena pasti sangat merepotkan pekerjaannya. Tapi bisa juga selamat karena bonusan yang diberikan Pak Irza pasti tak akan tanggung-tanggung nantinya.


"Lumayan kan ceperan," goda Cindy dan Kresna hanya mendengus pasrah.


"Iya buat modal nikah kalian," Bambang ikut memberi motivasi pada Kresna.


"Brisik lu," jawab Kresna bersungut-sungut tapi wajahnya sudah memerah. Cindy pun juga ikut bereaksi sedikit janggal mendengar celetukan tentang pernikahan ini.


'Waaah, beneran udah jadian mereka ini kayaknya,' batin Bambang.


"Oiya gimana Pak Ardi dan Bu Ella? Kamu sudah beresin semua kan? Konsep dan time line acara sudah sesuai dengan yang aku bikinin kan?" Cindy memastikan acara honeymoon bosnya berjalan lancar, agak khawatir juga kalau Bambang yang ngurusin.


Kalau kacau pasti nantinya bakal berdampak pada mereka-mereka juga ntar. Bahkan bisa berdampak pada seluruh perusahaan kalau si Bos kumat mode badmood-nya.


"Udah beres kok. Semua sudah aku jelasin secara detail ke hotelnya." Bambang menjawab percaya diri.


"Kamu gak lupa bilang kalau pak Ardi gak bisa makan kelengkeng kan?" tanya Cindy memastikan.


"Haaaah? Kelengkeng? Yaampun aku lupa..." Bambang baru sadar kalau dia lupa bilang ke pihak hotel. Ini dia yang sejak kemarin mengganjal di pikirannya, merasa seperti ada yang kelupaan. Soal kelengkeng!


'Tapi masa iya hotel bintang lima mau ngasih buah kelengkeng pada tamu VVIP?' Bambang mencoba untuk menenangkan diri sendiri.


"Kamu gila?" Cindy tiba-tiba membentak Bambang dengan nada sangat marah. Serius marah dia.


Baik Bambang atau Kresna sangat kaget dan kebingungan demi melihat reaksi Cindy. Kayaknya berlebihan banget rasanya. Emang si bos beneran gak bisa makan kelengkeng ya?


Terus kalau makan emang kenapa? Buah sekecil itu bisa bikin orang kenapa coba? Bambang masih tak percaya saja rasanya dengan cerita tentang kelengkeng ini.


"Pak Ardi itu bahkan bisa kehilangan nyawa kalau sampai makan buah kelengkeng. Dia alergi parah sama kelengkeng." Cindy menjelaskan rahasia dan kelemahan terbesar dari bos mereka itu.


"Haaaaah?" Baik Bambang dan Kresna kompak ternganga. Tak bisa mempercayai apa yang mereka dengar. Fakta yang mengerikan tentang si Bos.


"Separah itu?" Bambang ngeri membayangkan. Masa iya seseorang bisa sampai mati karena kelengkeng?

__ADS_1


Memang Bambang tak pernah sekalipun tahu akan hal ini. Bambang juga tak pernah tahu Ardi pernah memakan kelengkeng, memang itu buah yang jarang dan tidak lazim di konsumsi sehari-hari sih.


Lain halnya dengan Cindy yang sudah lebih lama ikut Ardi. Bahkan dia hadir di pesta ulang tahun Hartanto Grup dan melihat langsung waktu Ardi minum cocktail berisi kelengkeng.


Hampir mati bosnya waktu itu, untung saja ada Mahes di sana. Mahes langsung sigap memberikan perawatan emergency. Benar-benar menghebohkan dunia persilatan pokoknya waktu itu.


"Buruan kamu telpon hotelnya, soalnya aku cek ada menu minuman mereka yang mixed juice. Ada kelengkengnya juga disana, bisa gawat kalau..." Cindy memberikan perintahnya pada Bambang.


Tanpa basa basi lagi Bambang langsung menelpon pihak hotel Karma Kandara tempat Ardi menginap. Belum sempat Bambang berkata apapun, pihak hotel langsung memberitahukan kabar yang membuat tubuh Bambang lemes seketika.


'Pak Ardi pingsan dan dilarikan ke UGD rumah sakit, Syok alergi...Karena kelengkeng? Aduh Mampuuus!'


"Gimana Mbang?" tanya Cindy khawatir melihat reaksi ngeri di wajah Bambang.


"Pak Ardi...Pak Ardi pingsan, Syok karena alergi dan dilarikan ke UGD rumah sakit..." ujar Bambang lemes.


"Whaaaaat?" tanya Cindy dan Kresna bersamaan.


"Gimana...Gimana donk?" Bambang kebingungan.


"Ya kamu harus tanggung jawab. Kasih tahu keluarga Pak Ardi. Berdoa aja Pak Ardi gak pa-pa, lebih jauh lagi doa biar kamu gak dipecat," jawab Cindy geram. Panik juga mendengar kabar bosnya Sampai masuk UGD.


Cindy jadi mikir yang enggak-enggak juga. 'Waduh aku udah dapat banyak disini, gak bakal ada bos lain yang ngasih sebanyak Pak Ardi. Kalau Pak Ardi gak ada pasti goncang juga seluruh Pradana Grup. Mau cari kerja dimana lagi kalo pradana bangkrut?'


"Ini masalah nyawa." Kresna ikutan mengkhawatirkan keadaan Ardi.


'Yah begitu-begitu pak Ardi kan atasan mereka, yang kasih gaji mereka. Kalau gak ada pak Ardi, emang masih ada yang bakal kasih gaji gede? Mana ada yang mau sewa jasa hacker ilegal kalau bukan orang gila kayak pak Ardi?'


"Haduh..." Bambang sudah pasrah dan mau menangis saat menghubungi nomer telpon kediaman Pradana.


Sementara Cindy dan Kresna berlalu meninggalkan Bambang setelah puas ngomelin dia. Membiarkan Bambang untuk menghadapi eksekusi hukuman dari Bu Kartika.


Begitu panggilannya diterima dan disambungkan dengan Bu Kartika. Bambang langsung menahan napas, menyiapkan hatinya menghadapi ibu negara.


"Ada apa, Mbang?" Suara tegas Kartika langsung membuat nyali Bambang menciut.


"Maaf Bu, saya barusan dapat kabar dari hotel tempat pak Ardi menginap..." Bambang mencoba menata kalimat sehalus mungkin.


"Ardi? Ardi kenapa?" Kartika langsung memotong pembicaraan Bambang. Merasa tidak tenang.


"Pak Ardi pingsan Bu, dilarikan ke UGD."


"APAAAAAAA? Kamu jangan bercanda, Mbang? Kemarin dia berangkat baik-baik saja kok." Kartika menjawab tidak percaya.


Bambang makin bingung harus jawab apa. Takut bangunin emak singa yang lagi tidur. Bisa ditelan idup-idup ni kalau salah ngomong sedikit saja.


"Pak Ardi...Pak Ardi kena syok karena alergi. Setelah minum jus kelengkeng..."


Dan Reaksi Kartika sudah dapat ditebak oleh Bambang. Bagaikan gunung berapi meletus seketika rasanya. Menyemburkan lahar panas membara habis-habisan saking marah dan meledak-ledak nya.


Bambang sudah nyaris mati berdiri karena diomelin, dimarahin dan disalahkan oleh nyonya besar Pradana itu. Wajar saja si sebenarnya. Ibu mana coba yang gak marah kalau sampai putra kesayangannya bertaruh nyawa hanya karena buah Kelengkeng begitu?


Lebih jauh Bu Kartika bahkan mengatakan akan memikirkan sanksi buat dirinya nanti. Haduh sanksi apaan nih? Jangan-jangan bakalan dipecat? Makin nelongso saja hati Bambang.


'Cicilan apartemen dan mobil masih belum lunas Bu, jangan pecat saya ya.'


Bambang jadi ingat nasib cicilannya. Sejak Ardi menikah dirinya auto jadi gembel. Gak mungkin kan untuk nebeng terus di Pradana mansion sementara pak Bos udah ada yang nemenin. Dan mobil BMW Ardi juga auto dikembalikan ke bosnya, buat dipake nyonya bos. Jadilah Bambang terpaksa harus mengambil apartemen dan mobil untuk dirinya sendiri. Nyicil hiks.

__ADS_1


Seakan teror dari Bu Kartika belum cukup kejam, siang itu Bambang juga menerima berbagai teror lainnya. Gery, Pak Linggar, Bu Laras bahkan sampai Pak Mahes juga ikutan menelpon dan memarahinya.


Mereka memaki, mengumpat bahkan menyumpahi macam-macam tentang kebodohan fatalnya. Kebodohan yang bahkan sampai membahayakan nyawa Lazuardi Pradana sang CEO grup raksasa Pradana. Bahkan mengancam akan memenjarakan Bambang kalau Ardi sampai tewas. Percobaan pembunuhan berencana dengan kelengkeng, apes!


'Jangan mati pak Ardi, kayaknya aku bakal ikutan mati kalau bapak mati...' Bambang sudah nangis beneran sekarang demi memikirkan nasib malangnya.


Menangisi Ardi yang belum jelas kabarnya. Bahkan ditelpon juga gak bisa ponsel bosnya itu. Bu Ella juga sama saja gak bisa dihubungi. Mungkin keadaan di rumah sakit masih sedikit runyam. Mungkin Bu Ella juga masih panik karena harus mengurusi Pak Ardi sendirian.


Bambang pusing, kebingungan apa yang harus dilakukannya lebih dahulu saat ini. Akhirnya Bambang memutuskan untuk koordinasi dengan pihak hotel saja. Menanyakan keadaan pada mereka yang juga sama paniknya.


Bisa jadi skandal besar kalau seorang CEO, tamu VVIP sampai celaka di hotel mereka. Pasti bakal ruwet urusannya, bahkan lebih jauh bisa terjadi tuntutan dan pemboikotan atau pencabutan ijin operasional hotel mereka.


"Mbang, siapin jet pribadi. Kita berangkat ke Bali." Linggar menelpon Bambang setelah bahkan sore hari, baik Ardi dan Ella masih tidak bisa dihubungi. Belum jelas kabarnya.


"Baik, Pak. Jam berapa berangkatnya?" tanya Bambang memastikan.


"Ya sekarang lah bego, masa taun depan? Keburu mokat mas Ardi, kamu tak jeblosin ke penjara beneran lho ya!" Jawab Linggar sewot.


"Cepetan gak pake lama, mama udah khawatir banget pengen liat Ardi." Suara Kartika ikut terdengar.


"Kita sekarang dalam perjalanan ke bisnis park dari Pradana Mansion. Kita nyampe pesawat harus sudah ready!" Perintah Linggar semena-mena.


"Tapi gak bisa dadakan nyiapin pesawat pak, loading avturnya juga lama kan?" Bambang sedikit meminta keringanan yang masuk akal.


"Brengsek, otakmu itu isinya apa si? Aku gak mau tau gimana caranya, mau pke avtur atau pke air kencingmu yang penting pesawatnya bisa terbang." Linggar sudah benar-benar tidak sabaran.


"Iya...Iya pak saya siapkan segera. Tapi pesawat jet kita cuma bisa dinaikin empat orang." Bambang mengingatkan kapasitas pesawat.


"Sudah pas. Aku sama Mas Mahes saja yang berangkat nganterin mama. Dan kamu...Kamu harus ikut!" Linggar menekankan kalimat terakhirnya.


"Ba, baik pak." Bambang sedikit merinding mendengar ucapan Linggar yang seolah meminta dirinya untuk bertanggung jawab atas semua kejadian ini.


Bambang pun segera menghubungi pilot jet plane pribadi mereka. Meminta pula teknisi pesawat untuk segera mempersiapkan keberangkatan darurat ke Bali sekarang juga. Secepatnya, gak pakek lama sebelum kena amukan para Sultan.


Dan waktu ketiga sultan sampai di landasan pesawat pribadi, Bambang sudah siap menyambut mereka disana. Loading avtur sudah selesai, tapi masih butuh sedikit maintenance sebelum pesawat dinyatakan layak terbang.


"Telpon pihak hotel lagi, Mbang. Tanyain keadaan Ardi. Dipindahin ke ruangan mana." Kartika memerintahkan dengan tidak sabar. Bambang langsung nurut saja menelpon pihak hotel yang sepertinya masih stay di rumah sakit.


"Masih belum dipindahin ke ruangan Bu. Masih diobservasi di UGD terus. Kondisi pak Ardi masih naik turun. Tekanan darahnya sering drop."


"Astaga Ardi..." Jantung Kartika seakan melorot beberapa centi mendengarnya, makin khawatir saja. "Mana aku mau ngomong sama Ella."


"Gak bisa. Bu Ella masih menemani pak Ardi di UGD tapi petugas hotel tidak diijinkan masuk." Bambang kembali menyampaikan ucapan pegawai hotel.


"Udah deh, mama gak usah cemas. Mas Ardi itu kuat." Linggar meraih mamanya ke pelukannya.


"Iya kita kesana sebentar lagi, ma." Mahes ikutan menenangkan.


"Cepetan persiapannya! Aku mau lihat Ardi!" Kartika sudah tak ingin apa-apa lagi cuma ingin secepatnya melihat keadaan putranya.


'Ardi kamu harus sembuh nak! Jangan pergi duluin mama!' Ratap Kartika.


~∆∆∆~


🌹Waduh kayaknya makin kritis kondisi babang sultan. Apa dia bisa selamat?


Jet pribadi dikeluarkan buat nyusul ke Bali. Keluarga Sultan mah bebas🌹

__ADS_1


LIKE, KOMEN dan GIFTS-nya dulu donk (malak🤭)


__ADS_2