
Keesokan harinya Mahes kembali mengajak Laras untuk berkencan. Kali ini dengan konsep yang lebih matang dan tentunya jauh lebih romantis dari pada sebelumnya. Mahes akhirnya meminta bantuan Edo sebagai event organizer. Nyesel juga kenapa gak dari awal aja make jasa si Edo. Mau gak mau Mahes harus memuji kecakapan Ardi dalam menyelesaikan masalah dengan tepat.
Pinter banget ni si Ardi dalam memanfaatkan setiap koneksi dan kenalannya sesuai dengan bidangnya masing-masing. Seolah dia tahu benar harus menyerahkan pekerjaan apa pada siapa, yang pastinya orang-orang yang masih di dalam inner circle nya. Orang-orang terdekat dan tentunya dapat dipercaya olehnya. Kayaknya harus banyak-banyak belajar ni sama calon kakak ipar soal bisnis. Duit memang bukan masalah bagi orang seperti Ardi atau Mahes, tinggal bagaimana cara mereka untuk dapat menggunakan dan memanfaatkannya saja secara tepat.
Kali ini Mahes kembali menjemput Laras di rumahnya. Dia meminta ijin pada Kartika, mama Laras yang kebetulan ada di rumahnya malam itu. Kartika sedikit heran juga dengan penampilan Mahes dalam balutan setelan tuxedo hitamnya. Seperti penampilan mau ke pesta atau acara penting saja.
"Mau ngajakin Laras kemana? Kok ganteng banget gitu, Hes?" tanya Kartika keheranan.
"Romantic dinner, budhe." Jawab Mahes jujur.
"Lho...kalian sejak kapan?" Kartika keheranan mendengar jawaban Mahes. Setahunya Sari yang ada rasa ke Ardi, lhakok ini Mahes ternyata juga juga ada sesuatu ke Laras?
Belum sempat Mahes menjawab, Laras sudah menghampiri mereka berdua di ruang tamu. Kali ini Laras hadir dengan dress simple berlengan pendek warna hijau toska selututnya. Lengkap dengan high heels dan clutch bag-nya yang senada. Penampilan yang jauh lebih formal dan cantik daripada penampilan keseharian Laras biasanya. Kartika makin mengerutkan dahi melihatnya, jangan-jangan dua anak ini mau kencan?
"Ma, Laras keluar dulu ya sama mas Mahes. Yuk, mas!" Laras pamit pada mamanya.
"Kalian mau kemana?" tanya Kartika semakin yakin dengan dugaannya. Yoweslah gak papa, gak dapat mantu Sari dari Ardi tapi malah dapat Mahes dari Laras. Malah situasi yang jauh lebih menguntungkan lagi mengingat Mahes adalah pewaris utama Hartanto Group. Dan yang pasti hubungan kekerabatan antara keluarga mereka masih tetap terjaga dengan baik.
"Ih mama kepo aja deh. Urusan anak muda hehe. Daaah mama, Laras pergi dulu." Laras mengandeng tangan Mahes dengan mesranya keluar rumah. Tidak memperdulikan mamanya yang keheranan menerka-nerka sudah sejauh mana hubungan mereka.
Mahes membawa Laras ke restoran hotel Santika kali ini. Restoran yang telah di-booking-nya untuk beberapa jam kedepan. Mahes langsung saja mengarahkan Laras, mengandeng tangannya dengan lembut ke meja kursi yang yang sudah ditata apik di dekat kolam renang.
Pencahayaan di sekitar situ telah diatur sedikit remang-remang. Berbagai lilin dan lentera ditata apik disekitaran kolam renang, bahkan ada beberapa yang mengambang di atas kolam. Menciptakan suasana hangat yang sangat romantis.
Di atas meja telah tertata apik candelier dan dinning set yang mewah nan elegan. Mahes mempersilahkan Laras duduk di salah satu kursi. Tak lama kemudian alunan musik mengalun dari grup akustik yang telah siap di atas pentas. Mereka membawakan lagu romantis bertemakan cinta.
"Wah ini baru keren. Gak nyangka mas Mahes bisa juga bikin acara kayak gini." Laras kelihatan sangat kegirangan melihat kesana kemari suasana restoran. Gini donk kan keren dan bisa dikenang sepanjang masa hehe.
"Apa sih yang nggak buat kamu," jawab Mahes ikutan senang. Sekali lagi dirinya harus mengakui kebenaran perkataan Ardi. Cewek itu suka suasana dan berbagai detail tidak penting yang menurut mereka sweet, simpan dalam otak.
Tak lama kemudian beberapa waiters menghidangkan berbagai menu makanan lengkap mulai dari makanan pembuka, main dish, sampai penutup. Lengkap pula dengan sebotol red wine yang kemudian mereka tuangkan ke gelas di hadapan Mahes dan Laras.
"Ras, aku punya satu lagu buat kamu..." Mahes memberikan isyarat kepada grup band akustik untuk menyanyikan lagu khusus permintaannya. Tak lama kemudian musik pun mengalun dengan lembut dan syahdu, mengiringi lagu perfect dari Ed sheran.
I found a love for me
Darling, just dive right in
And follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
I never knew you were the someone waiting for me
'Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
Darling, just kiss me slow, your heart is all I own
__ADS_1
And in your eyes, you're holding mine
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Barefoot on the grass, we're listenin' to our favorite song
When you said you looked a mess,
I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Well, I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
I found a love, to carry more than just my secrets
To carry love, to carry children of our own
We are still kids, but we're so in love
Fightin' against all odds
I know we'll be alright this time
Darling, just hold my hand
I see my future in your eyes
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
Barefoot on the grass, listenin' to our favorite song
When I saw you in that dress, looking so beautiful
I don't deserve this, darling, you look perfect tonight
Oh, no, no
Laras mendengarkan lagu itu dengan sangat seksama, menghayati setiap lirik dan syair lagunya. Entah mengapa matanya terasa berkaca-kaca karena saking terharu dan bahagianya mendengar lagu yang dibawakan dengan sangat merdu dan mendayu-dayu itu.
Bagaimana lagu perfect ini menceritakan bahwa mereka berdua sudah saling mencintai sejak masih kecil. Tetapi mereka bahkan tidak tahu dan menyadari bahwa rasa itu adalah cinta. Dan sekarang setelah mereka sama-sama tumbuh dewasa, akhirnya mereka menyadari apa perasaan mereka itu. Mereka memutuskan tak akan menyerah lagi tentang perasaan mereka. Mereka memutuskan akan mengakui cinta yang telah bersemi didada mereka berdua.
"So, Laras would you be my girl?" Mahes meraih dan menggengam erat jemari Laras.
"Yes...I would. You will be my man." Laras akhirnya menjawab pernyataan cinta Mahes dengan berlinang air mata. Terharu, bahagia, seneng banget akhirnya her dreams come true. Impian egoisnya untuk dapat pernyataan cinta bak seorang putri, memang sangat kekanak-kanakan. Tapi ternyata Mahes mau berusaha untuk mewujudkan impiannya itu, siapa yang gak melting coba?
Tak lama kemudian beberapa waiters kembali menghampiri mereka, membawa sebuah troli berisi buket bunga mawar yang sangat besar. 99 tangkai bunga mawar yang telah dirangkai indah. Mereka mendekatkan bunga itu pada Laras dan menunjukkan surat yang terselip di buket itu sebelum beranjak pergi dari hadapan mereka.
"Apa...Apa lagi ini, Mas?" Laras menatap tidak percaya pada rangkain bunga mawar yang indah itu. Mahes tak menjawab, hanya tersenyum manis melihat reaksi Laras. Gadis itu pun akhirnya mengambil surat yang terselip disana. Terselip diantara bunga-bunga mawar merah yang merekah sangat indah. Surat yang sengaja ditulis sendiri oleh Mahes dengan tulisan tangannya.
__ADS_1
Laras
I love you
After all this time, I still love you
It's always been you
It was you yesterday
It was you today
It will be you tomorrow
And for the rest of my life it will be you
Will you spend the rest of your life with me?
You will be mine and I will be yours
Sekali lagi Laras tak sanggup berkata-kata demi membaca surat cinta Mahes. Begitu simple, gamblang dan sangat to the point. Sangat sesuai dengan kepribadian Mahes yang tidak suka basa-basi. Tanpa Laras sadari air matanya mengalir semakin deras, air mata bahagia.
Mahes berdiri dari kursinya, menghampiri Laras, menyeka air mata gadis itu dengan jemarinya. Kemudian Mahes mengeluarkan kotak persegi berwarna merah dari saku jasnya. Mahes membuka kotak itu, menampakkan sepasang cincin berlian yang indah dengan detail simple. "Ras, maukah kamu menikah denganku?" Mahes menyodorkan kotak cincin itu kepada Laras.
Mata Laras kembali terbelalak demi melihat cincin itu. Tak mengira Mahes akan seserius itu melamarnya. Sebelumnya Laras hanya mengira bahwa Mahes ingin menjadikanya kekasihnya saja. Laras sama sekali tak mengira bahkan tak berani untuk berkhayal bahwa Mahes akan langsung melamarnya.
Laras hanya sanggup menganggukkan kepalanya sebagai jawaban setelah cukup lama terdiam kebingungan. Dan tak lama kemudian mahes mengambil sebuah cincin berlian itu dan memasangnya di jari manis tangan kiri Laras. Laras pun mengambil cincin yang tersisa dan memasangnya di jari manis Mahes.
Laras bangkit dari kursinya, berdiri berhadapan dan sejajar dengan Mahes. Keduanya berpandangan dalam diam dan haru. Saling menatap dengan pandangan penuh cinta dan kasih, tersenyum.
Setelah beberapa lama puas saling memandang, Mahes memeluk tubuh Laras. Erat dan sangat erat dipeluknya gadis itu seakan tak ingin melepasnya lagi.
"Aku akan bawa orang tuaku untuk ngelamar kamu secara resmi, secepatnya." Mahes mengusap lembur punggung Laras dalam pelukannya.
"Aku akan menunggunya, Mas." Laras menjawab sambil mengalungkan kedua lengannya ke leher Mahes. Mengarahkan kepala Mahes untuk sedikit menunduk dan mendekat padanya. Sementara gadis itu juga mendongakkan wajahnya keatas sambil sedikit menjinjitkan kakinya.
Dekat dan semakin dekat wajah keduanya sampai akhirnya bertemu, dan kedua bibir mereka saling menempel dan bertautan. Keduanya berciuman dengan hangat dan ringan. Saling membalas satu sama lainnya seakan ingin mengungkapkan rasa cinta dan kebahagiaan mereka karena berhasil mengutarakan perasaan masing-masing. Karena mereka juga berhasil mencapai kesepakatan untuk dapat hidup bersama.
It's a beautiful night, we're looking for something dumb to do
Hey baby, I think I wanna marry you
Is it the look in your eyes, or is it this dancing juice
Who cares baby, I think I wanna marry you
Di belakang mereka berdua, tanpa mereka sadari band akustik kembali memainkan musik dan menyanyikan lagu perayaan yang sangat cocok untuk mereka berdua. Marry you dari Bruno Mars. Dan beberapa waiters juga menyalakan kembang api di atas kolam renang sebagai pelengkap suasana bahagia mereka. Menambahkan kebahagiaan kedua pasangan itu. Menciptakan kenangan indah yang tak akan terlupakan bagi mereka berdua.
~∆∆∆~
Horeee akhirnya happy ending untuk pasangan Mahes dan Laras. Tinggal pasangan-pasangan lainnya yang msih galau ni hehehe...Enaknya gimana ya kelanjutan nasib pasangan lainnya?
__ADS_1
🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼