Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
190. S2 - Ardi & Rena


__ADS_3

~ 6 Tahun Sebelumnya ~


Pertemuan awal Ardi dan Rena adalah di sebuah pesta pernikahan salah satu sultan di Jakarta. Pernikahan Kevin Hartono dan Lily Tahir, persatuan dua keluarga konglomerat yang jelas semakin memperkuat dinasti kesultanan mereka.


Seperti biasa sebelum segala prosesi resmi pernikahan dengan segala keruwetannya bersama para tamu undangan dan seluruh keluarga besar, kedua mempelai akan mengadakan bujangan party dan bridal shower.


Bujangan party adalah perayaan untuk si mempelai pria sebelum melepas kebebasan dan keperjakaan (anggap aja masih perjaka). Ditemani beberapa teman dekat yang isinya para sultan pria semua. Ngapain aja isinya? Gak jauh dari clubbing dan party dengan para cewek penghibur yang sexy dan cantik. Permainan bilyard, atau mini casino juga.


Dan di lain tempat mempelai wanita juga sama melakukan bridal shower. Biasanya teman dari wanita yang akan menikah ini akan memberikan kejutan atau hadiah kepada si calon pengantin. Hal-hal yang perlu ada dalam pesta bridal shower ini bisa berupa makanan, minuman, dan beberapa permainan. Pokoknya, momen saat calon pengantin dapat dikelilingi oleh teman-teman tercintanya.


Ardi keluar dari ruangan pesta di sayap kanan lantai teratas hotel bintang lima. Sedikit pusing karena pengaruh alkohol yang diminumnya. Ardi waktu itu memang belum terlaku kuat untuk minum banyak alkohol. Ardi berjalan perlahan dan berakhir di taman yang bersebelahan dengan kolam renang. Ingin mendinginkan dan menjernihkan kepalanya sejenak dengan hembusan angin sepoi-sepoi di malam hari. Tak ingin kebablasan bermain-main dengan teman-temannya bersama para cewek gak jelas.


Perhatian Ardi teralihkan oleh suara riak air kolam renang. Bukannya sudah malam ini? Emangnya ada orang yang berenang jam segini? Gak dingin apa? Saking penasarannya Ardi berjalan semakin dekat ke kolam arah dan didapatinya seorang wanita sedang berenang disana, dengan gerakan sangat lincah.


Jantung Ardi berdebar kencang saat melihat wanita itu akhirnya keluar perlahan dari kolam dengan gerakan dramatis. Diawali dengan wajahnya yang terlihat sangat cantik dengan pantulan cahaya rembulan yang menyinarinya. Selanjutnya lebih mempesona lagi saat tubuh wanita itu perlahan keluar dari kolam. Tubuh tinggi semampai yang sangat indah dan sexy yang mampu membuat pria manapun menahan napas dengan melihatnya.


"Selamat malam," Ardi mendekat dan menyapa wanita itu. Tak ingin dianggap sebagai pengintip yang kurang ajar. Wanita itu menoleh sambil menyeka tubuhnya yang basah dengan handuk. Ternyata dia masih muda, seorang gadis berwajah keturunan indo yang sangat enak untuk dilihat.


"Can I help you?" gadis itu sedikit heran dengan kehadiran Ardi disana. Tapi tidak merasah risih. Bukannya seluruh hotel sudah dibooking untuk pesta pernikahan putra keluarga Hartono? Sebagai tempat menginap tamu undangan, para sultan dan sultanwati undangan pesta ini.


(Bisa aku bantu?)


"Nope. Just passing by. I'm affraid to disturbing you."


(Tidak ada. Aku cuma lewat. Takut ganggu kamu).


"Kabur dari pesta si Kevin Hartono ya?" gadis itu menebak-nebak dari wajah Ardi yang terlihat memerah, sedikit mabuk.


"Kok tahu? Kamu sendiri?" Ardi jadi semakin penasaran dengan gadis di hadapannya.


"Sama aja, aku juga kabur dari pestanya Lily Tahir hehehe." gadis itu tertawa renyah. Pesta bridal shower untuk para wanita juga diadakan di hotel ini di sayap kiri. Dan besok malam harinya akan dilangsungkan pesta pernikahan keduanya dengan megah di main hall hotel.


"Lazuardi Pradana, Ardi." Ardi mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Kalau gadis ini sampai diundang ke pesta bridal shower-nya Lily pasti dia juga dari golongan sultanwati. Siapa ya? Ardi semakin penasaran dengan gadis unik ini.


"Renata Sudibyo, just call me Rena." Gadis itu menyambut uluran tangan Ardi dengan tersenyum lebar, membuat jantung Ardi semakin berdebar saja demi melihatnya, cantik.


(*Panggil saja)


"Gak dingin renang malam-malam gini?"


"Malah enak, seger banget. Kamu bisa renang? Mau nyobain?" ujar Rena dengan nada menggoda.


"Bisa donk. Tapi aku gak bawa baju renang."


"Yaelah. Gampang tu tinggal beli disono." Rena menunjuk sebuah etalase yang menjual perlengkapan berenang dan berbagai souvernir.


"Buruan beli, aku tungguin ntar kita balapan." Rena melanjutkan dengan nada menantang.


"Balapan? Yakin? Gak bakal nyesel?" Ardi tertawa geli, mana ada coba cewe yang berani nantangin cowok balapan renang? Dari segi power aja udah jelas kalah jauh.


"Enggak lah. Aku pe-de sama kemampuan renangku." Rena menjawab enteng.


"Yang menang dapat apa dulu ni?" Ardi semakin tertarik mengikuti permainan gadis ini, seru.


"Apa aja deh, wajib diturutin satu permintaannya."


"Beneran lho ya!" Ardi kegirangan melihat Rena menganggukkan kepala sebagai jawaban. Lucu banget si ini cewek, begitu bebas dan blak-blakan.


Ardi segera membeli boxer pakaian renang, handuk dan berganti pakaian di ruang ganti, serta menaruh barang-barangnya di locker sebelum menghampiri Rena yang sudah nyebur lagi ke kolam renang.


"Pemanasan dulu bro, biar gak kram kakinya." Rena nyeletuk, mengingatkan tanpa sungkan lagi.

__ADS_1


"Kok aku gak pernah liat kamu sebelumnya?" Ardi bertanya sambil melakukan pemanasan ringan. Beberapa kali ikut pesta para sultan dan bahkan join grup young businessman tapi tak pernah sekalipun mendengar tentang Rena ini.


"Aku baru pulang dari kuliah di New York. Belum sempet kenalan dan greeting sama 'kalian-kalian'." Rena menyebut komunitas para sultan muda ini dengan kalian-kalian.


"Wow jauh bener kuliah aja sampai sono segala."


"Hahaha, iya buat seru-seruan. Ini malah mau lanjut S2 di Paris. Tinggal nunggu ijinnya turun."


"Gak kurang jauh apa?" Entah mengapa Ardi sedikit kecewa juga mengetahui Rena akan keluar negeri lagi untuk melanjutkan kuliah S2-nya.


"Sekalian ada yang pengen aku lalukan disana." Rena tersenyum manis sambil menerawang membayangkan yang menjadi impiannya.


"Mau ngapain di Paris?" Ardi mulai mencelupkan kakinya ke kolam renang sedikit-sedikit. Dingin, bener kata Rena pasti enak renang malam, seger.


"Mau coba-coba peruntungan jadi model."


"Model?" Ardi keheranan. Jarang-jarang ni sultanwati kepikiran untuk berkarir sebagai model. Biasanya paling ikut mengurusi perusahaan keluarganya saja. Pantesan juga ini cewek gak malu-malu lagi pakai baju renang di hadapan pria asing kayak Ardi.


"Iya modeling. Kenapa? Kurang cantik ya? Kurang sexy buat jadi model?"


"Enggak. Kamu cantik dan sexy banget malah." Ardi menceburkan tubuhnya ke dalam kolam setelah cukup beradaptasi dengan suhu airnya.


"Widih gombalan maut. But thanx lho ya pujiannya."


"Bukan gombal ini, jujur. Kenapa ambil modeling?"


"Bosen aja rasanya idup begini-begini melulu. Pengen berpetualang, keliling dunia, ketemu orang-orang baru. Waktu di New York pernah iseng nyobain jadi model, ternyata asik banget. Jadi ketagihan pengen lagi. Daripada terusan disini, gak berkembang, kebanyakan aturan keluarga lagi." Rena menjelaskan alasan dan cita-citanya.


"Good luck ya, kamu keren banget." Ardi memuji terang-terangan. Jarang-jarang ada sultanwati yang mau bekerja keras meraih mimpinya. Ngapain juga mereka perlu usaha kalau fasilitas dari kelurga sudah sangat mencukupi. Dan setelah menikah dengan para sultan mereka juga bisa hidup enak tanpa perlu usaha dan kerja keras lagi kan?


Semakin kagum saja Ardi melihat Renata Sudibyo ini. Gadis cantik yang terlihat sangat cerdas dan berani. Gadis yang tak ragu mengambil resiko bahkan sampai mengejar impiannya ke luar negeri. Keren, asli keren banget ini cewek. Gadis yang begitu bebas dan blak-blakan dalam bergaul. Begitu jujur dengan keadaanya tanpa kepura-puraan.


"Emangnya keliling indonesia udah semua?" tanya Ardi. Menebak-nebak kalau gadis ini juga hobi traveling dan jalan-jalan.


"Iya emang bagus banget disana."


"Eh jadi gak balapannya?" Rena mengingatkan.


"Jadi donk."


"Kalau kamu menang kamu mau minta apa sama aku?" Rena menanyai Ardi.


"Minta cium boleh gak?" Ardi menggoda nakal. nothing to lose lah, kalau dikasih ya syukur. Kalau gak dikasih bahkan dimarahin ya apes.


"Yaelah...Masa cuma minta itu? Boleh donk. Lagian aku juga gak rugi kok cium cowok ganteng kaya kamu." Rena cekikikan menjawab permintaan Ardi


"Eh serius?" Ardi kaget sekali karena Rena dengan entengnya menyanggupi. Apa karena dia sudah terbiasa dengan pergaulan bebas di luar negeri ya? Disana kan sekedar kissing mah sudah biasa.


"Dua rius malah. Tapi itu kalau kamu bisa menang lho ya..."


"Bisa diusahakan hehehe. Kalau kamu yang menang minta apa?" Ardi malah penasaran apa yang kira-kira diinginkan gadis ini darinya.


"Rahasia..."


"Yaaaah curang..."


"Hahahaha...Ayo deh balapan dulu. Dari sini ke sisi sana terus balik kesini lagi ya." Rena beranjak keluar dari kolam renang dan mengambil posisi.


Ardi ikutan keluar dari kolam dan mengambil posisi di sebelah gadis itu.


"Ready?..." Rena mengambil ancang-ancang dan Ardi pun mengikutinya.

__ADS_1


"Go!!!" Rena meneriakkan aba-aba dan langsung meluncur dan melompat ke dalam kolam renang.


Ardi juga tak mau ketinggalan mengikuti gadis itu. Benar saja Rena dapat berenang dengan sangat baik dan cepat. Namun sebagai seorang pria tentu Ardi menang power dan dapat menyusul dengan mudah. Tapi karena rasa penasarannya akan keinginan apa yang nanti diminta Rena, akhirnya Ardi memutuskan untuk mengalah saja pada gadis itu. Mengurangi tenaganya sehingga Rena dapat memenangkan balapan renang mereka.


"See? I can swim better than you." Ujar Rena senang. Terlihat sangat bangga akan kemenangannya.


(*Liat kan? Aku bisa renang lebih baik daripada kamu).


"Yes you are. So What do you want from me?"


(*Bener. Jadi apa yang kamu inginkan dariku?)


"I want you to be my travelling partner." Rena akhirnya mengutarakan keinginannya.


(*Aku ingin kamu menjadi temen travellingku).


"Travelling partner?" Ardi keheranan.


"Iya. Kita jalan-jalan keliling indonesia. Ajakin aku ke pantai-pantai yang indah di daerah timur. Kita bisa swimming and diving all day long." Rena menejelaskan dengan antusias.


(*Berenang dan menyelam seharian)


"Hmmm not that bad..." Ardi tidak keberatan. Kegirangan malah. Lumayan lah gak dapat ciuman tapi malah bisa jalan-jalan travelling bareng Rena. Pasti jauh lebih seru dan berkesan nantinya.


(*Boleh juga)


"Nanti aku sesuaikan jadwalku sama jadwalmu."


"Gampang bisa diatur." Ardi menyanggupi.


"And one more..." Rena tiba-tiba saja menarik tubuh Ardi mendekat pada tubuhnya. Membuat mereka saling berpandangan dengan tubuh masih di dalam kolam dan disinari cahaya rembulan yang indah.


"What?" Ardi bertanya kelabakan. Asli deg-degan banget melihat wajah cantik Rena sedekat itu dengan wajahnya. Bahkan dinginnya air kolam pun tak mampu menahan debaran di dadanya.


"You can take your reward."


(*Kamu bisa mengambil hadiahmu)


"My reward?" Ardi kebingungan.


"Apa kamu pikir aku gak tahu kalau kamu ngalah tadi? Keliatan banget tahu that you slowing down your speed before finish line."


(*Kalau kamu mengurangi kecepatanmu sebelum garis finis)


"Oh ketahuan ya..." Ardi semakin kagum saja dengan gadis ini, sangat cerdas dan tak kenal kompromi.


"Jadi mau atau nggak ni?" Rena semakin menggoda.


"Mau donk, rejeki gak boleh ditolak..."


"Kamu atau aku yang lakuin?" Tantang Rena.


"Aku lah!" Ardi semakin bersemangat mendekat dan memeluk dan meraih tubuh Rena. Mengangkatnya keluar kolam renang dan mendudukkannya di atas kursi santai di sebelah kolam. Ardi mengambil posisi di sebelah tubuh gadis itu. Memandang wajah Rena yang sepertinya sudah pasrah saja padanya.


Ardi memiringkan kepala gadis itu ke arahnya dan langsung mendaratkan bibirnya tepat di bibir Rena. Segala getaran aneh yang menyenangkan langsung menyerbu seluruh tubuh, rasa manis bercampur dengan rasa tawar dan dingin dari air kolam yang menempel di bibir mereka. Keduanya bercumbu dan bertukar saliva, saling gigit, saling hisap dengan ganas, panas membara dan sama-sama tak ada yang mau mengalah satu sama lainnya.


Cukup lama mereka berciuman bahkan sampai berganti posisi beberapa kali. Baru akhirnya keduanya mau berhenti setelah sama-sama hampir kehabisan napasnya. Berpandangan dan saling melemparkan senyuman kepuasan.


Setelah kejadian malam itu Ardi dan Rena melanjutkan hubungan mereka secara intens lewat media telekomunikasi. Beberapa minggu sekali mereka travelling berdua keliling indonesia timur. Mengunjungi laut dan pantai-pantai yang indah. Menikmati kebersamaan dan hobi serta kecintaan mereka pada lautan. Untuk sekedar berenang, menyelam, naik perahu dan wahana pantai lainnya.


Seiring berjalannya waktu keduanya menjadi semakin akrab, akhirnya menjadi sepasang kekasih. Mereka berhubungan selama setahunan sampai Rena pergi ke Paris. Tapi hubungan mereka menggantung karena jarak dan kesibukan yang memisahkan mereka.

__ADS_1


~∆∆∆~


🌼Gak pernah bosen buat ngingetin LIKE, VOTE dan pliiiiissss donk kasih KOMEN buat penyemangat author. 🌼


__ADS_2