Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
75. PPDS Life


__ADS_3

Hampir sebulan berlalu sejak Ella meninggalkan kota Genting dan kembali tinggal bersama orang tuanya di Surabaya. Kegiatan sehari-hari Ella masih sibuk bolak balik ke kampus untuk daftar ulang dan persiapan perkuliahannya.


Perkuliahan juga telah dimulai sejak hari senin. Masih berkutat dengan kegiatan teoritis dan perkuliahan dari para profesor di kampus. Bahkan tak jarang Ella mengikuti kelas besar dengan beberapa jurusan lainnya. Dan siang hari ini juga Ella masih berada di kampus saat seseorang tiba-tiba menyapa dan menghampirinya. "Hai Ella. Long time no see. Lagi ngapain?"


"Eh dok Mahes. Baru selesai kuliah," jawab Ella. "Dok Mahes sendiri ngapain?" Ella balik bertanya sedikit heran melihat Mahes berada di kampus dan tak memakai jas putihnya.


"Eh selamat bergabung ya di PPDS Uner," Mahes memberikan ucapan selamat. "Aku lagi iseng cari cewek cantik PPDS baru."


"Makasih dok. Gak usah nyari pasti bakal banyak yang antri kalau dok Mahes mah." Ella menyeletuk, lucu aja ternyata Mahes bisa bercanda juga, padahal sebelumnya Ella mengira Mahes orangnya serius.


"Oiya kita kan sama-sama residen sekarang. Gak usah panggil dok lah. Mas atau kak aja lebih enak didengar." Mahes memprotes panggilan Ella untuknya. "Kalau cewek sih gampang-gampang susah. Sekalinya nemu dianya udah punya orang."


"Wah agak susah juga tu kalau begitu." Ella jadi bingung harus menjawab apa.


"Emang susah, El. karena kamu udah jadi ceweknya Ardi sekarang."


"Hah?"


"Daritadi cewek cantik yang bisa dilirik disekitar sini itu cuma kamu doank, El."


"Haaa? Apaan si?" Ella jadi salah tingkah mendengar Mahes menggombalinya.


"Hahaha asli lucu banget kamu." Mahes balik ketawa ngakak, sukses godain Ella. "Oiya si Ardi udah pulang belum dari Singapore? kalau udah di Surabaya bilangin suruh mampir ke rumahku ya."


"Belum kayaknya besok lusa baru selesai urusannya disana." Ella menggingat-ingat jadwal acara tour bisnis Ardi.


"Pas banget tu waktunya. Denger-denger budhe Kartika juga lagi di Surabaya lho sekarang. Mungkin sekalian nungguin Ardi buat pulang bareng."


"Mamanya mas Ardi lagi di Surabaya? Ngapain?" Entah mengapa Ella masih ngeri untuk membayangkan mama Ardi.


"Kemarin ada acara amal ama emak-emak sultan dan sosialita yang lain. Mamaku juga ikut kok, tapi udah pulang tadi pagi. Budhe Kartika masih mau jenguk si Linggar katanya."


"Oh iya, si Linggar kan kuliah di Uner juga ya?" Ella baru ingat soal adik laki-laki Ardi itu. "Kost dimana dia sekarang?"


"El, kamu lagi ngomongin Linggarjati Pradana lho. Mana ada ceritanya tuan muda keluarga pradana nge-kost? Si Linggar itu bahkan lebih glamour dari Ardi gaya hidupnya. Mahasiswa baru aja udah bawa mobil mewah dan motor gede dia. Beda banget ama Ardi yang suka pura-pura miskin hehe" Mahes menjelaskan.


"Keluarga Pradana memliki rumah mewah di kawasan ITS. Dulu buat rumahnya Ardi waktu kuliah di ITS. Linggar sepertinya tinggal disana sekarang."


Ella jadi semakin ngeri membayangkan jumlah aset keluarga Pradana. Hampir di setiap kota besar mereka punya rumah mewah? Belum villa, mobil dan lain-lainnya. Benar-benar sultan. Mungkin kalau mereka asli orang Surabaya bisa masuk deretan Crazy Rich Surabaya.

__ADS_1


"Bukannya mas Mahes juga sama aja? Dapet segala fasilitas kan?"


"Aku? Aku kan mahasisa residen PPDS kere, jangan dibandingkan." Mahes merendah. Dan pembicaraan mereka berhenti saat melihat Roni baru keluar dari ruangan kuliahnya, menghampiri mereka berdua.


"Wah kuliahnya agak molor ni, sorry ya jadi nungguin." Roni menyapa kedua temannya.


"Lho ternyata kamu juga nungguin si Roni toh?" Mahes akhirnya mengerti tujuan Ella tidak langsung pulang setelah jam kuliahnya sendiri berakhir.


"Iya, mau anterin undangan pesta nikahan dr.Intan. Mumpung sama-sama ada kelas pagi," Ella mengeluarkan sebuah undangan cantik berwarna pink pada Roni


"Widih si nenek sihir beneran nikah duluan ni." Celetuk Roni sambil membolak-balik undangannya. "Sabtu besok ya? Kamu mau datang sama sapa, El?"


"Hmm...Liat ntar ya, Ron. Kayaknya mau barengan ama temen kuliah. Jadi nggaknya si belum ada kepastian." Ella mencari alasan untuk menolak ajakan Roni.


"Herdernya datang besok lusa, Ron hahaha." Mahes kegirangan melihat Roni gagal mengajak Ella kondangan bareng.


"Owalah, pantesan..." Roni seperti dapat memaklumi. "By the way, kita mau makan bareng ni. Kamu mau join juga gak, El? Aku yang traktir deh kali ini."


"Boleh. Tumben kamu baik, Ron?"


"Yaiyalah dia abis dapat banyak e-book warisan gratis," ujar Mahes.


"Owalah pantesan. Kalau ada e-book interna boleh di hibahkan juga ke aku ya" Ella ikutan mengharapkan warisan buku dari Mahes.


"Yuk langsung aja. Kamu bawa mobil atau ikut aku, El?" Roni menawarkan tumpangan.


"Aku bawa sendiri aja. Biar bisa langsung pulang ntar." Lagi-lagi Ella menolak tawaran Roni. Memang dirinya selalu bawa mobil sendiri selama di Surabaya. Suasana jalanan ibukota provinsi yang ramai dan sedikit brutal membuatnya sedikit takut untuk naik motor.


"Yaudah kita langsung ketemuan di sushi toi deket kampus aja ya biar gak jauh-jauh." Mahes memutuskan kemana mereka akan janjian makan siang bareng. Dan ketiganya pun melajukan mobilnya masing-masing ke restoran bergaya jepang itu.


Ketiganya sampai hampir bersamaan dan segera memasuki restoran. Mengambil duduk di salah satu chair set yang menghadap ke pintu masuk. Memesan hidangan untuk santap siang mereka.


"Gimana jadi residen? Masih enak ya? Kan masih kuliah-kuliah dan materi." Mahes memulai pembicaraa.


"Iya ampir sama kayak kuliah GP dulu," jawab Ella. (General Pysician \= dokter umum).


"Tapi agak kaget juga si. Udah kelamaan aku gak belajar dan baca buku tebel soalnya." Roni ikut menambahkan.


"Selama belum masuk putaran jaga rodi di rumah sakit sih masih aman kayaknya." Mahes memberi pendapatnya sebagai kakak kelas yang lebih berpengalaman.

__ADS_1


"Kamu kok ambil interna, El? lama lho tiga tahunan kuliahnya." Roni menyuarakan keheranannya dari dulu.


"Masih lamaan kalian kan 10 semester. Itu juga kalau lancar kan hehe," jawab Ella.


"Waduh nyindir aku ni kayaknya. Aku gak bakal selesai 10 semester." Mahes ikut menyeletuk. "Ini tahun ketiga tapi belum separuhnya kelar hahaha ngenes."


"Mas Mahes si sempet ambil cuti" Roni membela kakak kelasnya itu.


"Cuti melahirkan?" tanya Ella penasaran.


"Bener banget. Melahirkan rumah sakit hehe. Papa nyuruh aku bikin rumah sakit mulai dari nol. Mulai dari pembangunan sampai managerialnya aku yang urusin semua. Sampai sekarang pun aku yang jadi direkturnya. Untung aja ada Ardi yang bisa diserahin tender pembangunan fisiknya. Paling nggak aku bisa tenang. Gak bakal nakal si Ardi, dan aku bisa kuliah selama tahap pembangunan," Mahes menjelaskan.


Sekali lagi Ella dibuat kagum dengan dokter muda ini. Kagum juga pada permainan uang para sultan muda ini. Dia bahkan sudah dapat menjadi direktur di rumah sakitnya sendiri. Hampir sama kondisinya dengan Ardi yang juga mendirikan perusahaannya sendiri. Apa memang begitu ya para sultan mendidik anak-anak mereka? Mereka tidak hanya mencekoki anak-anak mereka dengan gelimang harta, tapi mengajari untuk memulai bisnisnya sendiri mulai dari nol.


Dan para sultan muda ini pun dengan lihainya dapat memanfaatkan segala fasilitas kesultanan mereka untuk membangun kerajaan bisnis yang baru. Sangat mengagumkan melihat bagaimana mereka mau berjuang dan berusaha serta memanfaatkan segala sumber daya yang ada. Juga bagaimana mereka dapat saling memanfaatkan koneksi dan pertemanan mereka untuk mendapat keuntungan di perusahaan masing-masing.


"Tapi untuk managerial, tetap aku harus turun tangan sendiri. Jadinya ambil cuti setahun buat ngurus segalanya. Mundur teratur deh kuliahnya." Mahes menyelesaikan pembicaraan saat waiters mengantarkan pesanan makanan mereka. Dan mereka bertiga pun langsung menyantap menu masakan jepang itu dengan lahap. Mereka pun tak banyak bicara selama proses mengisi perut, menikmati makanan mereka.


"Waduh, ini Prof Joko ngasih kuliah dadakan setengah jam lagi. Aku duluan dulu deh." Pamit Roni sedikit kesal setelah membaca pesan dari grup chat PPDS Jantung dan Pembuluh darah.


"Biasa orang sibuk itu, Ron. Syukur-syukur beliau masih bisa hadir ngasih materi." Mahes membesarkan hati Roni.


"Yoi. Dosen adalah raja, residen mah rakyat jelata nurut aja. Yuk aku duluan" Roni beranjak dari kursinya, berjalan ke arah kasir untuk membayar tagihan makanan mereka.


"Emang sering ya jadwal berubah mendadak begitu?" tanya Ella sedikit ngeri membayangkan jika hal itu terjadi padanya. Bagaimana jadinya kalau dirinya udah terlanjut pulang kerumah baru ada pengumuman? Balik lagi donk?


"Nggak juga si. Biasanya si cancel atau delay kuliah karena ada operasi mendadak. Terus ternyata operasinya selesai lebih cepat daripada yang diperkirakan, jadinya dimajukan lah jadwalnya atau dikembalikan ke jadwal semula," jawab Mahes.


Pembicaraan mereka terhenti saat keduanya melihat dua orang memasuki restoran. Berjalan perlahan ke arah mereka. Seorang pria muda yang tampan dan dengan dandanan kekinian. Dia berjalan bersama dengan wanita setengah baya yang terlihat sangat cantik dan anggun dalam balutan outfit branded mahalnya. Wajah mereka sungguh tidak asing bagi Ella dan Mahes, Linggarjati dan Kartika Pradana.


Seketika wajah Ella memucat demi melihat wanita itu. Ella menundukan kepalanya dalam-dalam berusaha menutupi wajahnya agar tidak dikenali. Tapi sepertinya terlambat, Linggar sudah melihat dan menyadari kehadiran Mahes disitu. "Mas Mahes?" sapa Linggar mengajak mamanya menghampiri meja Ella dan Mahes.


"Linggar, Budhe Kartika." Mahes balik menyapa dan melambaikan tangannya. Mempersilahkan kedua orang itu bergabung untuk duduk di meja mereka.


Aduuuuh mampuuus gimana ini? Ella semakin panik menyadari Kartika Pradana semakin mendekat ke arahnya. Bagaimana bisa ketemu disini? Dari sekian banyak restoran di Surabaya ini bagaimana bisa mereka datang ke restoran yang sama pada waktu yang sama juga? Sungguh merupakan kebetulan yang mengerikan.


~∆∆∆~


For Your Information:

__ADS_1


PPDS interna/ penyakit dalam aslinya harus ditempuh dalam waktu 9 semester. Tapi di novel ini dipersingkat jadi 3 tahunan saja. Harap maklum


🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼


__ADS_2