
Ardi menggenggam jemari tangan Ella dan membawa gadis itu menyusuri ruang pesta. Berjalan beriringan menuju ke pusat pesta tempat kedua orang tuanya berdiri. Ardi tahu betul gadisnya itu sedang gelisah dan ketakutan yang amat sangat. Tangan Ella yang masih digenggamnya bergetar, dan terasa sangat dingin. Ardi semakin mempererat genggaman tangannya pada Ella, ingin memberikan sedikit kekuatan, kehangatan dan dorongan keberanian kepada gadis itu.
Jantung Ardi juga ikut berdetak sangat kencang tak karuan saat membawa Ella kehadapan kedua orang tuanya. Ada rasa khawatir kalau mereka tidak menyukai gadis pilihannya itu. Tetapi menurut pertimbangan Ardi, seberapa tidak sukanya pun mereka tak akan mengusir dan bertindak kasar pada Ella di tengah keramain pesta. Tidak dihadapan para tamu yang sedang hadir ini.
"Pa, Ma, kenalin ini Amellia. Pacar Ardi" Ardi mengenalkan Ella pada kedua orang tuanya begitu posisi mereka sudah sangat dekat.
Seketika Ella dapat merasakan pandangan-pandangan mata yang sangat menusuk dari orang-orang disekitarnya yang mendengar ucapan Ardi tadi. Terutama pandangan kedua pasang mata orang tua Ardi di hadapan Ella yang seolah dapat menembus tubuh Ella...
'Aduuh Mati aku...gimana ini...aku harus gimana selanjutnya...' Batin Ella menjerit saking bingungnya.
Dengan sedikit canggung dan agak telat Ella mengulurkan tangannya dan menyalimi papa Ardi. "Ella, Om" ujarnya. Kemudian dia beranjak untuk menyalimi mama Ardi yang pandangannya setajam laser padanya daritadi "Ella, Tante"
"Salam kenal nak Ella" sapa papa Ardi ramah.
"Oh kamu yang katanya dokter itu ya?" Ujar mama Ardi dengan nada ketusnya. Membuat nyali Ella semakin menciut. Duh kayaknya mamanya gak suka ama aku ni? batin Ella.
"I, iya tante. Saya dokter interenship di RSUD G," jawab Ella sangat gugup.
"Oh temennya Sari berarti?"
"Iya benar. Saya satu kloter interenship dengan dr. Sari" Ella membenarkan.
"Yaudah. Selamat datang, silahkan nikmati pestanya" Ujar mama Ardi dengan nada datar yang cenderung dingin dan ketus.
"Terima kasih. Selamat ulang tahun tante, semoga panjang umur" Ella mengutuk dirinya sendiri yang dari tadi lupa mengucapkan ucapan selamat sebagai formalitas, saking gugupnya.
Kartika Pradana hanya menangguk menjawab ucapan selamat dari Ella. Dia tak bisa melepaskan pandangannya dari gadis itu, gadis yang berhasil mencuri hati Ardi, putra kesayangannya. Dia terus mengamati gadis itu dengan seksama seakan ingin menilai dan menyelami pikiran gadis yang terlihat sangat anggun, cantik dan cerdas itu. Tipe gadis yang sulit diatur sepertinya.
Ardi kembali menggenggam jemari tangan Ella dengan lembut. Dia meminta undur diri kepada kedua orang tuanya. Dituntun dan diarahkannya gadis itu sedikit menepi dari pusat keramaian pesta. Ke bagian tepi ruang pesta, ke bagian booth makanan.
"El? Ella sayang? Are you ok?" Tanya Ardi sedikit khawatir melihat Ella yang terlihat bengong dan diam saja.
"Eh?...iya iya i'm fine." Jawab Ella gelagapan. Sepertinya daritadi dirinya melamun, terlalu sibuk bermain dengan pikirannya sendiri. Terlalu gelisah dan gugup memikirkan bagaimana kesan yang dibuatnya kepada kedua orang tua Ardi. Apa dirinya tadi memberikan kesan yang baik? Apa mereka mau menerimanya sebagai kekasih putranya?
"Kamu mikir apa si? Kok bengong daritadi?"
"Kira-kira kesanku bagus gak ke papa dan mama Mas Ardi?" tanya Ella sedikit cemas.
"Hmmm gimana ya. Kalau papa si kayaknya Ok aja. Mama yang kayaknya agak susah"
"Kayaknya mama Mas Ardi gak suka ya sama aku?" tanya Ella dengan putus asa.
"Kok gitu si ngomongnya?" Protes Ardi. "Ya karena belum kenal aja. Mama itu hampir sama kayak Laras, kalau sudah kenal baik kok" Ardi mencoba menghibur Ella.
"Ya moga-moga aja."
"Oiya kamu daritadi belum makan apa-apa kan? Gak kepengen-kepengen?" Ardi mencoba mengalihkan perhatian Ella.
__ADS_1
"Apa ni yang enak?"
"Lontong kikil, bakso, kebab, martabak, salad udah kucobain semua enak hehe"
"Duh muat itu perut?" Ella tertawa kecil mendengar menu makanan yang masuk perut Ardi.
"Muat donk. Kamu mau yang mana? Aku ambilin" Ardi menawarkan diri.
"Martabak deh. Sama lontong kikil aku ambil sendiri" Jawab Ella sebelum mereka berpisah menuju makanan incaran masing-masing.
Tak lama kemudian mereka berkumpul lagi dan menikmati makanan mereka bersama. Sambil sesekali bercengkerama membahas hal-hal ringan yang menyenangkan.
Linggar menghampiri mereka beberapa saat kemudian dan meminta Ardi untuk ikut denganya karena acara utama akan segera dimulai.
"Duluan, Nggar. Aku ntar nyusul sama Ella" perintah Ardi pada Linggar.
Linggar pun segera berlalu dari mereka. Sementara Ardi masih menunggui Ella menghabiskan lontong kikilnya dengan sabar.
"Pelan-pelan aja makannya. Palingan cuma prosesi nyanyi-nyanyi, tiup lilin sama potong kue doank." Ardi tersenyum melihat Ella makan dengan terburu-buru sampai pipinya terlihat mengembung besar.
Tepat setelah Ella menyelesaikan makannya, Ardi menyodorkan segelas orange juice yang langsung diteguk habis oleh Ella. "Makasih ya, Mas," ujar Ella. Diletakkannya piring dan gelasnya di atas meja tempat piring dan gelas bekas dikumpulkan.
"Ayo kita kesana, gak enak kan kalo ditungguin orang banyak" Sekali lagi Ella merasa gelisah, dia takut orang lain mengira dirinya memonopoli Ardi, menghalangi Ardi untuk berkumpul dengan keluarganya.
"Aman, baru nyanyi-nyanyi kan. Paling mereka butuh aku juga kalau udah potong kue. Terus sesi pemotretan" Jawab Ardi santai.
Saat Ardi dan Ella sudah mencapai pusat kerumunan pesta, mama Ardi sudah meniup lilin yang berbentuk angka 55 di atas kue besarnya. Tepuk tangan dan sorakan membahana di seluruh ruangan untuk sang nyonya Kartika Pradana yang sedang merayakan ulang tahunnya ke lima puluh tahun ini.
Prosesi selanjutnya adalah potong kue. Mama Ardi dengan dibantu oleh seorang maid memotong seiris kue dan diletakkan di piring kecil.
"Potongan pertama untuk siapa nyonya?" tanya seorang Pria yang bertugas sebagai pembawa acara hari ini pada mama Ardi.
"Untuk papa Erwin Pradana tentunya." Ujar mama Ardi memberikan piring kuenya kepada suaminya. Menyuapi suaminya dengan sesendok kue itu. Sang suami tersenyum lebar dan memberikan balasan manis berupa kecupan ringan di kening wanita itu. Benar-benar pasangan yang so sweet meski sudah berusia lima puluhan tahun.
"Potongan kedua untuk siapa?" sang MC kembali menanyakan begitu Kartika Pradana menyelesaikan potongan kue keduanya dan meletakkan kuenya di piring.
"Untuk anak lelakiku yang paling nakal....Linggarjati... Sini sayang" Kartika menyerahkan piring keduanya kepada Linggar yang sudah maju berdiri di samping mamanya. Disuapinya putranya itu dan diberikan piring kue padanya. Linggar pun membalas dengan memberikan ciuman hangat disebelah pipi mamanya.
"Potongan ketiga untuk siapa nyonya?" sang MC kembali menanyakan begitu maid menyelesaikan potongan kue ketiganya, meletakkan kuenya di piring dan menyerahkannya kepada Kartika.
"Untuk anak gadisku yang paling cantik...Larasati... come to mama" Kartika menyerahkan piring ketiganya kepada Laras yang sudah melangkah mendekati mamanya. Disuapinya putrinya itu dan diberikan piring kue padanya. Laras pun tak mau ketinggalan membalas dengan memberikan ciuman hangat dikedua pipi mamanya.
"Potongan keempat dan terakhir hari ini untuk siapa Nyonya?" sang MC kembali menanyakan dengan lebih dramatis. Maid tadi kembali memotong kue menjadi potongan keempat, meletakkan potongan kue itu di piring dan menyerahkannya kepada sang nyonya Kartika Pradana.
"Untuk putra pertamaku yang luar biasa hebat...Lazuardi... Kesini nak" Kartika memanggil Ardi. Ardi pun melepaskan genggaman tangannya dari Ella dan meminta izin Ella untuk meninggalkan gadis itu sejenak. Ella memgangguk menjawabnya. Ardi melangkah menghampiri mamanya di tengah kerumunan orang.
"Tapi malam ini Ardi Pradana tidak datang sendirian, sepertinya sudah ada seorang gadis yang mendampingi putraku ini..." Kartika menambahkan. Ardi merasa sedikit janggal dengan pengumuman ini. Masa iya mamanya mau mengumumkan hubungannya dengan Ella didepan umum?
__ADS_1
"Mayang Sari Hartanto. Kemarilah sayang" Ucapan mama Ardi kali ini sanggup membisukan seluruh ruangan untuk sejenak, saking kagetnya. Beberapa saat kemudian barulah seisi ruangan menjadi gaduh untuk saling berguman dan berkomentar.
Seakan ada petir yang menggelegar dan menyambar tubuh Ella begitu mendengar bukan namanya yang disebut oleh mama Ardi. Bukan dirinya yang disebut sebagai pendamping Ardi. Jadi benar mama Ardi tidak menyetujui hubungannya dengan putranya?
Jadi mama Ardi lebih memilih Sari sebagai pendamping putranya. Dan kenapa harus Sari? Bukankkah Sari sendiri yang mengenalkan Ella kepada Ardi. Sakit, perih, sesak dan pahit, segala rasa yang tidak nyaman seakan bergabung menjadi satu menghujam kedalam hati Ella sekaligus.
Ella merasa sesak, sulit untuk bernapas dan tiba-tiba pandangannya mulai kabur dan tak jelas, terhalangi oleh lapisan tipis air. Mata Ella sudah berkaca-kaca saat ini, air matanya seperti bisa meleleh kapan saja. Gadis itu menggigit bibirnya dan mengepalkan kedua buku-buku jarinya untuk menahan air matanya yang mendesak jatuh sekuat mungkin.
Sari tiba-tiba muncul ketengah sorotan pesta dengan gaun mini dress berwana toskanya yang terlihat segar. Gadis itu nampak sedikit kebingungan juga dengan namanya yang tiba-tiba dipanggil.
Kartika menyerahkan piring kue ditangannya kepada Sari yang sudah berdiri di depannya.
"Untuk kue terakhir ini sebaiknya Sari yang menyuapi Ardi" ujarnya yang langsung disambut antusias oleh semua tamu yang hadir.
"Tapi ma!..."
"Tapi Budhe!"
Ardi dan Sari memprotes ucapan Kartika hampir bersamaan. Tetapi suasana seuruh ruangan pesta sudah terlalu gaduh dan ribut. Tak ada seorangpun yang mendengarkan dan menggubris protes mereka berdua.
"Bagaimana dek Tina, dek Gatot Hartanto? Kalian tak keberatan kan kalau Ardi sama Sari? Mereka kan sudah akrab sejak masih kecil" mama Ardi mengalihlan pembicaraan kepada sepasang suami istri yang tengah berdiri tak jauh darinya. Sepertinya keduanya adalah orang tua dari Sari.
"Saya sih terserah anak-anak saja" Jawab wanita yang dipanggil Tina tadi. Dan suaminya pun mengangguk menyetujui.
Ardi mengutuk dan memaki-maki dalam hati perbuatan mamanya ini. Mamanya sudah sangat keterlaluan! Tetapi saat ini dirinya tak berdaya, posisinya benar-benar terjebak, tak mungkin untuk menolak atau mengelak dari situasi ini. Harga diri terlalu banyak orang yang harus dipertaruhkan jika dirinya berani menolak perintah mamanya ini. Bisa-bisa besok dirinya dan keluarganya akan masuk headline news Radar Banyu Harum.
Sari pun sepertinya berpikiran yang sama dengan Ardi. Dia tentu tak berani mengambil resiko yang dapat mempermalukan keluarganya dan keluarga Pradana sekaligus. Dengan gestur tubuh sangat kikuk dan terpaksa Sari akhirnya melangkah mendekat kepada Ardi. Gadis itu menyuapi Ardi dengan sesendok kue di tangannya yang sedikit gemetar.
"Balas balas balas balas!!"
"Balas Balas Balas Balas!!"
"Cium cium cium cium!!"
Para hadirin yang melihat pertunjukan yang selayaknya drama ini semakin bersemangat menuntut Ardi untuk bereaksi atas tindakan Sari. Membuat Ardi mau tidak mau harus bereaksi memberikan responsnya.
Dengan sedikit menggertakkan geliginya dan mengepalkan kedua tangannya erat-erat Ardi mendekati Sari. Kemudian Ardi memberikan ciuman ringan yang singkat di kening gadis itu.
Suasana ruangan kontan menjadi heboh dibuatnya. Tepuk tangan, gumaman, pekikan, pujian dan segala macam keributan membahana meramaikan suasana.
Hancur...Seakan ada yang patah dan hancur berkeping keping dalam diri Ella demi menyaksikan adegan mesrah dua sejoli itu. Adegan yang bahkan semanis adegan romantis di drama-drama koreya. Air mata Ella sudah tak terbendung lagi, meleleh dan tumpah membasahi seluruh wajahnya.
Lari...Aku Harus pergi dari sini...Hanya itu yang ada dipikiran Ella saat ini. Otakknya terasa begitu kosong tak bisa memikirkan apapun lagi. Akal sehatnya terkalahkan oleh rasa sakit yang menghujam dalam dilubuk hatinya...Satu hal yang disadarinya adalah dirinya sudah berlari meninggalkan ruangan pesta itu. Berlari dan terus berlari keluar dari rumah besar itu dengan air mata yang semakin deras berlinang dari kedua matanya.
~∆∆∆~
🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼
__ADS_1