Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
Extra ~ Honeymoon (4)


__ADS_3

Ella duduk di kursi santai sambil berjemur di pool side yang menghadap ke lautan. Memandangi pemandangan lautan dan kolam renang di hadapannya yang memanjakan mata.


Terutama pemandangan di dalam kolam. Bagaimana tidak, Ardi sedang berenang disana dengan gerakan lincahnya. Terlihat keren, macho dan sexy sekaligus bagi Ella. Gak pernah bosan rasanya untuk melihat tubuh suaminya itu yang hanya terbalut boxer.


"Kamu beneran gak mau renang, honey?" Ardi bertanya , mengehentikan kegiatan berenangnya. Bersandar pada tepian kolam dan memandangi Ella yang sedang sun bathing.


Istrinya itu mengenakan two piece bikini warna hitam yang dipadu dengan loose Dress off shoulder diatas lutut dari bahan rajut. Bahan yang berkesan menerawang dan menampilkan segala keindahan tubuh Ella.


Penampilan yang sangat enak dilihat dan bikin merinding bulu roma Ardi untuk melihatnya. Bikin panas dingin dan kepengin bawa naik ke ranjang saja rasanya, ketagihan asli.


Ardi sempat keheranan bahkan bertanya pada istrinya itu tentang pakaian-pakaian yang dibawanya selama honeymoon mereka ini. Kok kayaknya banyak yang sexy, berani dan menampilkan lekukan tubuh yang menggoda begitu. Apa Ella sengaja memilih dan memakainya untuk dirinya?


Dan ternyata Ella sendiri bahkan kebingungan kenapa isi kopernya berbeda dari barang-barang yang dipersiapkan olehnya. Hampir semua baju yang dipilih oleh Ella ditukar dengan baju-baju minim kain, sexy dan nerawang begitu. Memang memalukan untuk dipakai, tapi karena gak ada baju lainnya jadi terpaksa Ella mau memakainya. Toh cuma Ardi, suaminya dan beberapa petugas wanita hotel yang melihat.


Siapakah pelaku yang bertanggung jawab atas penukaran isi koper Ella? Tentu saja Laras dan mama Kartika tersangka utamanya. Siapa lagi? Tapi mau tak mau Ardi harus berterima kasih pada mereka berdua. Karena sudah menghadiahi Ardi dengan suguhan pemandangan surgawi yang memanjakan mata.


'Good job Mama dan Laras, hehe.'


"Enggak, badanku masih sakit dan capek semua."


"Sorry honey, aku kelewatan ya tadi?" Ardi sedikit merasa bersalah. Badan Ella capek dan sakit semua sudah jelas karena ulahnya. Karena permainan mereka berdua di beach house tadi pagi. Permainan dua ronde sesuai kemauan Ardi tentunya.


'Mungkin sebaiknya dijeda saja lain kali, jangan langsung dua ronde, biar bisa sedikit istirahat istrinya itu.' Ardi memikirkan strategi dan taktik untuk pergulatan mereka berikutnya.


"Enak aja sorry-sorry. Tadi disuruh stop bentar saja gak bisa direm." Ella mendengus kesal. Memang bagian pangkal paha dan pinggangnya masih terasa nyeri karena hentakan dan terjangan ganas dari Ardi.


"Tapi puas kan? Kamu sampai teriak-teriak gitu tadi, hehehe." Goda Ardi sambil membayangkan dan mengingat tingkah dan ekspresi Ella tadi pagi.


Sangat menggoda dan menggairahkan. Pemandangan indah yang membuat saklar enggine di tubuhnya seakan ON terus, gak ada matinya.


"Iiiih apaan coba? Dasar mas Ardi mesum..." Wajah Ella memanas demi mengingat kejadian tadi pagi. Kejadian panas di beach house. Entah karena dirinya yang sedang sun bathing atau karena rasa malunya.


Ardi beranjak keluar dari kolam renang, duduk selonjor di lantai tepian kolam. Capek juga ternyata abis renang beberapa putaran kolam. Yah ditambah tadi pagi juga abis kerja rodi sih.


Ardi berjemur untuk mengeringkan tubuhnya secara alami. Pria itu bahkan tanpa repot menyeka tubuhnya dengan handuk. Toh nanti nyebur lagi, basah lagi.


Melihat butiran dan tetesan-tetesan air yang jatuh perlahan di sekujur tubuh Ardi membuat Ella menahan napas untuk sejenak, sexy.


'Duh ganteng dan keren banget si kamu mas?'


Seakan terhipnotis untuk menyeka butiran air itu, Ella beranjak dari posisinya. Ella mengambil handuk tebal di kursi santai, membawanya menghampiri Ardi. Duduk berjongkok tepat dihadapan suaminya itu dan ditutupkan handuk ke kepala Ardi. Digosoknya rambut dan disekanya wajah suaminya itu sampai sedikit kering dan tidak meneteskan air lagi.


'Glek.'


Ardi menelan air ludahnya begitu menyadari Ella sudah sedekat itu dengannya. Membantu mengeringkan kepala dan wajahnya dengan handuk. Perlakuan yang biasa saja sebenarnya, tapi terasa sangat hangat dan menyenangkan.


Dan lebih menyenangkan lagi saat melihat wajah cantik di hadapannya yang begitu dekat. Semakin dekat dan semakin cantik terlihat. Ke bawah sedikit, lebih indah lagi pemandangan dua gunung kembar yang hanya tertutup strapless piece.


Loose dress berbahan rajut yang dipakai diatasnya sama sekali tak mampu menutupi keindahan aset favoritnya itu. Sesuatu yang kenyal dan sangat enak untuk dipegang. Dengan ukurannya yang begitu pas di genggaman tangan. Bahan dari pakaian nerawang Ella semakin memperindah asetnya, menggiurkan untuk segera menerkamnya.


Tapi sedetik kemudian Ardi teringat bahwa baru tadi pagi mereka bergulat. Dan Ella juga masih kesakitan dan kecapekan begitu.


'Sabar dulu deh.'


Akhirnya untuk meredakan rasa dan gairah yang sudah terlanjur membuncah di dada, Ardi memejamkan matanya dan memonyongkan bibirnya. Berharap mendapat sedikit rasa manis dari istrinya tercinta.


"Ngapain tu?" Ella cekikikan melihat Ardi yang sudah memonyongkan bibirnya.


"Kayak ikan louhan hahaha."


"Minta cium istri tercinta," jawab Ardi manja.

__ADS_1


"Dasar nakal dan mesum Paripurna," Ella mendengus pasrah, tapi toh tetap menuruti kemauan suaminya itu.


Ella mendekatkan wajahnya ke arah wajah Ardi dan menempelkan bibirnya ke bibir Ardi yang sudah dimonyongin. Ciuman ringan dan singkat saja.


"Hehe, makasih ya honey." Ardi kegirangan sambil mesam mesem gak jelas. Kayak anak kecil yang abis diturutin kemauannya.


"Ting...tong..."


Keuwuan mereka terhenti karena ada bel panggilan di pintu kamar, sepertinya layanan room service.


"Menu makan siang kayaknya udah datang, aku bukain pintu dulu ya." Pamit Ella segera beranjak dari pool area untuk membukakan pintu. Sementara Ardi hanya mengangguk menjawabnya, sambil kembali meneruskan kegiatannya untuk berjemur.


Ella membukakan pintu kamar dan mempersilahkan masuk dua orang pegawai restoran dengan dua buah troli. Mereka langsung mendorong masuk troli mereka, menghampiri meja makan. Mereka membereskan sisa sarapan di meja dan meletakkan ke troli kosong. Selanjutnya menata menu makan siang di meja.


"Ini jusnya ditaruh mana nyonya?" tanya salah seorang pegawai dengan menunjukkan baki berisi dua gelas jus yang terlihat sangat menyegarkan.


"Jus apa itu?" tanya Ella penasaran.


"Tropical juice khas hotel ini," jawab si pegawai.


"Taruh di meja pool side deh." Ella merasa Ardi yang dari tadi berenang dan berjemur pasti sedang kehausan dan ingin yang segar-segar.


Pegawai itu mengangguk sebagai jawaban. Menuruti perintah Ella meletakkan dua gelas jus itu di meja disamping kursi pool side. Kemudian kembali ke meja makan, membantu menata menu makan siang.


Ardi yang melihat gelas jus menggiurkan itu segera menghampiri meja dan mengambil satu gelasnya. Meneguk dan meminum sampai habis jus yang menyegarkan itu. Enak banget rasanya, campuran dari berbagai macam buah yang saking banyaknya sampai gak bisa disebutkan satu-satu.


Tapi beberapa saat kemudian, Ardi merasakan ada sesuatu yang aneh terjadi pada tubuhnya.


"Uuuuhhhg."


Tiba-tiba rasa mual yang amat sangat menyerangnya. Pusing, berputar-putar dan seluruh tubuhnya terasa dingin, lemah, lemas tak bertulang. Serta yang paling parah adalah mendadak dirinya merasa sangat sesak, tak bisa bernapas.


Keadaan itu membuat Ardi seketika kehilangan keseimbangan tubuhnya, oleng dan jatuh terduduk di lantai. Bahkan gelas yang dipengangnya pun lepas dari ganggaman, jatuh dan hancur menghantam lantai.


Ella kaget sekali saat mendengar suara keras suatu benda pecah dari arah balkon pool side. Diedarkannya pandangan ke arah situ. Betapa kagetnya Ella saat mendapati Ardi sudah terduduk di lantai dengan keadaannya tidak wajar.


Dengan sangat amat panik Ella berlari menghampiri suaminya itu. Kenapa dia? Tadi perasaan gak pa-pa? Apa gara-gara minum jus barusan? Jangan-jangan...


"Mas? Mas Ardi?" Ella berlutut di sebelah Ardi.


Diamatinya keadaan Ardi yang sepertinya tidak baik-baik saja. Ardi sudah membungkuk dan muntah beberapa kali disana. Wajah dan tubuhnya mendadak pucat pasi, terlihat sesak serta kesulitan bernapas.


Kedua pegawai hotel yang menyadari ada yang tidak beres segera mendekat dengan ketakutan ke arah Ella dan Ardi. Takut kalau tamu VVIP mereka kenapa-napa setelah meminum jus spesial hotel mereka.


"Jus itu ada kelengkengnya?" tanya Ella panik pada kedua pegawai itu. Merasa bodoh sekali tadi tidak menanyakan dengan detail buah apa saja di jus itu.


"Iya ada. Dan lumayan banyak." jawab salah satu dari pegawai itu ketakutan.


"Astaga..." Benar seperti dugaan Ella. Gawat ini, bisa jadi syok mas Ardi karena alerginya kambuh. Syok anakfilaktik.


Syok anafilaktik adalah syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat. Reaksi ini akan mengakibatkan penurunan tekanan darah secara drastis sehingga aliran darah ke seluruh jaringan tubuh terganggu. Akibatnya, muncul gejala berupa sulit bernapas, bahkan penurunan kesadaran.


"Tolong panggil Ambulans secepatnya. Panggilkan dokter klinik juga dengan emergency kit dan Oksigen." Ella memberikan perintah pada salah satu pegawai hotel yang langsung berlari pergi.


"Mbak tolong ambilkan emergency kit di kamar paling kanan." Ella memberikan perintah lainnya pada pegawai satunya yang langsung menuruti juga.


"Mas? Mas Ardi?" Ella menanyai Ardi dengan kepanikan menjadi-jadi.


Tak ada jawaban, Ardi terlihat sangat kesakitan serta menderita dengan kesulitan pernapasannya.


Ella melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan tanda-tanda vital suaminya itu. Meraba arteri radialis di tangan Ardi untuk mengukur tekanan darah dan denyut nadi.

__ADS_1


Ella juga mengamati frekuensi napas Ardi yang tidak teratur dan terlihat sangat sesak. Meletakkan telapak tangannya di dahi untuk memeriksa suhu, dan mengajaknya berbicara untuk mengetahui tingkat kesadaran Ardi.


"Mas? tolong jawab mas..."


"Ha...Honey..." Ardi berusaha menjawab ditengah kesadarannya yang semakin menurun, sudah nyaris pingsan.


Dengan makin panik Ella kembali memeriksa tensi Ardi yang sepertinya langsung ngedrop. Tentu saja karena Ardi dasarnya cenderung hypotensi.


Ella membantu membaringkan Ardi di permukaan yang rata sehingga kepala dan tungkai menjadi satu garis lurus. Mengangkat tungkai ke kursi santai sehingga posisi kepala lebih rendah dari tungkai. Untuk memperlancar aliran darah ke otaknya.


"Calm down Ella, Don't be panic...Take a deep breath." Ella menarik napas dalam-dalam. Berusaha memotivasi dirinya sendiri untuk tidak panik sehingga masih bisa berpikir logis.


Memang hal paling menakutkan bagi seorang dokter adalah menangani orang terdekatnya sendiri. Faktor panik dan emosi selalu menjadi momok mengerikan yang menghantui.


"Ini..ini kotaknya..." tepat pada waktunya si pegawai tadi kembali dengan kotak yang diminta Ella.


Ella bergegas membuka kotak emergency kit, kotak yang sudah dipesan secara khusus olehnya untuk disediakan pihak hotel sebagai special service.


Entah mengapa Ella merasa tidak tenang sejak Mahes, dokter pribadi Ardi mengatakan bahwa reaksi alergi Ardi pada kelengkeng semakin parah. Bisa gawat serta mengancam nyawa kalau sampai kambuh dan telat ditangani.


'Gila aja masa baru nikah udah jadi janda? Dan gara-gara kelengkeng? Aduh nggak banget kan?'


Ella mengambil dan memberikan Suntikan adrenaline auto-injector (epipen) dan antihistamin di lengan atas Ardi. Ella juga memasang ambubag di mulut dan hidung Ardi. Memompa dan memfiksasi alat itu untuk membantu pernapasan Ardi, menaikkan kadar oksigen dalam darahnya.


Benar saja keadaan Ardi terlihat lebih tenang beberapa saat kemudian. Membuat Ella sedikit bisa bernapas lega. Tinggal menunggu sampai bantuan medis datang untuk membawa Ardi ke rumah sakit. Masih perlu diobservasi lagi lebih lanjut, jaga-jaga kalau masih berlanjut efek alerginya setelah pengaruh obatnya habis.


__________________________________


FYI (For Your Information)


• Syok anafilaktik disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas atau reaksi alergi yang parah. Sehingga sistem imun (sistem kekebalan) bereaksi tidak normal atau berlebihan terhadap bahan atau zat tertentu (alergen).


•Reaksi sistem imun yang berlebihan pada syok anakfilaksis akan menyebabkan gangguan aliran darah dan penyerapan oksigen pada organ tubuh.


•Gejala syok anafilaktik meliput:


Seluruh tubuh: kepala terasa ringan, pingsan, tekanan darah rendah, kulit memerah atau pusing


Pernapasan: bernapas dengan cepat, napas pendek, sesak atau sulit bernapas


Kulit: bengkak di balik kulit, gatal-gatal, kulit membiru karena sirkulasi yang buruk atau ruam


Gastrointestinal: mual atau muntah


Juga umum: denyut jantung cepat, gatal, merasa akan terkena musibah, pembengkakan lidah, hidung tersumbat, kebingungan mental, kesulitan menelan, pembengkakan wajah atau suara terganggu


•Syok anafilaksis bisa dipicu oleh berbagai macam alergen. Misalnya:


-Obat-obatan tertentu


-Makanan, seperti makanan laut, telur, susu, gandum, kacang, atau buah


-Sengatan serangga, seperti semut merah, lebah, lipan, atau tawon


-Bahan pengawet makanan


-Tanaman, seperti rumput atau serbuk sari bunga


~∆∆∆~


🌹Gimana nasib Ardi selanjutnya? Apa babang sultan bisa selamat?🌹

__ADS_1


Like, Komen dan vote-nya dulu donk (malak🤭)


__ADS_2