Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
26. Double date


__ADS_3

Sabtu pagi sebelum berangkat ke poli rawat jalan di RSUD Ella dan Intan menyempatkan diri untuk sarapan dahulu ke kantin. Sekedar untuk mengisi perut sebelum mulai bertugas menghadapi serbuan pasien yang jumlahnya membeludak setiap harinya. Di poli penyakit dalam sendiri setiap harinya Ella harus menangani lebih dari lima puluhan pasien per hari. Padahal dokter yang berjaga disana ada dua orang jumlahnya.


"Apa? Kamu nanti mau nonton sama Roni?" Tanya intan tak percaya sambil menyantap nasi pecelnya.


"Iya. Nonton doank kan gak papa itung-itung bayar utang ke dia" jawab Ella kalem sambil ikut menyantap nasi ramesnya.


"Elaaaaaa...Itu sama aja kaya kencan" Intan benar-benar frustasi menghadapi Ella. "Kan udah aku bilang jangan ngasih harapan ke Roni" Haduh ini Ella kok gak pinter-pinter juga si masalah percintaan.


"Sekali ini doank, Tan. Janji deh kita gak bakal ngapa-ngapain nonton doank terus pulang"


"Gak boleh! Pokoknya gak boleh! Kalian gak boleh berduaan"


"Kalau gak berduaan boleh?" Ella tiba-tiba terpikirkan suatu ide.


"Haaaah?"


"Double date. Kamu ajak Jun juga kita nonton berempat. Aman kan?"


"Haaah? Trus aku harus kencan sama Jun?"


"Ya nggak lah. Anggap aja kita nonton rame-rame berempat. Gak ada yang kencan"


"Hmmmm boleh juga si. Tapi jahat juga ke Roni kalau kayak gitu"


"Mau gak? Tar aku yang traktir semua deh"


"Wah beneran lho ya! Mauuu! Jun urusanku deh. Nanti sore kita go!" Intan akhirnya menyanggupi ajakan Ella dengan bersemangat. The power of gratisan benar-benar ampuh rupanya.


Dan sore harinya sesuai dengan yang dijadwalkan Jun telah tiba di kontrakan Ella dan Intan lima belas menit lebih awal sebelum waktu janjian Ella dengan Roni. Scenarionya si mereka pura-pura gak tahu aja kalau hari ini Ella dan Roni berencana nonton bareng. Ella jadi heran kok mau-maunya Jun menurut saja diajakin doble date sama Intan? Dijanjiin apa coba cowok itu sama Intan?


Tepat pada waktu yang dijanjikan akhirnya Roni datang juga ke kontrakan mereka. Dia keheranan melihat mobil honda brio satya biru milik Jun yang sudah duluan parkir di depan kontrakan. Roni langsung saja masuk ke rumah yang memang tidak tertutup pintunya itu.


"Assalamualaikum" sapanya pada siapa saja yang di dalam rumah. "Lho Jun? Ngapain disini?" Tanya Roni keheranan saat Jun yang membalas salamnya.


"Ada janji sama Intan" Jawab Jun santai. "Kamu sendiri?"


"Ada janji sama Ella" Roni pun menjawab singkat. "Mana ni tuan rumahnya?"


"Tuan rumahnya masih dandan biar cantik" Intan keluar kamarnya sudah siap dengan dandanan rapinya yang sporti. "El, Roni udah datang tu"

__ADS_1


"Iya iya udah siap kok" Ella juga keluar kamarnya dengan dandanan casualnya, lengkap dengan sling bag favoritnya.


"Kalian mau kemana?" tanya Intan pura-pura tidak tahu apa-apa.


"Mau nonton" jawab Ella.


"Nonton apa?" Jun ikutan kepo


"Apaan tadi ya? Bloodshoot ya Ron? Filmnya Bang Vin Diesel itu lho yang baru" Ella meminta persetujuan Roni.


"Iya yang di Fast and Furious itu lo. Yang palanya botak" Roni mengiyakan.


"Wah kalau filmnya babang Vin mah bagus-bagus. Jadi pengen nonton juga. Kita ikutan juga yuk Jun" Ujar Intan semena-mena dengan rasa tidak bersalah dan tanpa dosa.


"Bentar-bentar emang kamu ama Jun ini mau ngapain sebenernya?" Roni mulai curiga.


"Jun mau minta tolong untuk pilih kado buat mamanya yang ulang tahun" jawab intan asal.


"I, iya. Aku bingung mau beli apa" Jun ikut menimpali, mengcover kebohongan Intan.


"Yaudah yuk sekalian aja. Kita ke R*xy mall buat nonton plus belanja" Ella akhirnya menengahi, memutuskan, dan semuanya menyetujui kecuali Roni tentunya. 'Asem apa-apaan coba Jun dan Intan ini? gangguin kencanku sama Ella aja. Lagian juga sejak kapan Jun dan Intan sedekat itu? Bukannya Intan sudah punya tunangan?' batin Roni.


Akhirnya karena kalah suara Roni pun menurut saja untuk jalan dengan mereka bertiga. Yah itung-itung double date lah. Mereka kemudian pergi ke R*xy mall dengan mengendarai mobil CRV Roni. Jun mengambil duduk disebelah driver sementara kedua gadis tadi duduk di pasenger seat belakang. Mereka sedang asyik mengobrol kesana kemari sepanjang perjalanan dengan cueknya. Seakan tak memperdulikan si empunya mobil yang terus aja manyun dari tadi.


Tepat pukul 17.00 teater 2 yang akan menayangkan film pesanan mereka dibuka. Mereka segera memasuki teater dan sang petugas membantu mereka menunjukkan arah kursi pesana mereka. Akhirnya mereka berempat duduk di deretan nomer tiga dari belakang, agar memudahkan saat melihat layar super besar di hadapan mereka. Kali ini tak ada yang memprotes posisi duduk yang mereka ambil. Bahkan Roni pun tidak keberatan karena dia dapat posisi disamping Ella. Posisi mereka berurutan dimulai dari Roni, Ella, Intan dan Jun. Not that bad pikir Roni.


Selama dua jam lebih kemudia mereka terhanyut dalam cerita film action yang dibitangi oleh Vin Diesel itu. Bloodshoot, memiliki alur cerita yang maju mundur dan penuh dengan adegan action laga yang mendebarkan. Sebenarnya bukan film yang sesuai untuk acara kencan si, tapi karena keempatnya menyukai film bergenre action jadilah keempatnya sangat menikmatinya.


Mungkin hanya Roni sendirian yang tidak dapat menikmati film itu. Bukan karena tidak suka dengan acting sang pemeran utama, tapi lebih karena dia terlalu gugup duduk berdekatan dengan Ella. Dengan suasana gelap dan cahaya remang dari layar bioskop, Roni sama sekali tak bisa mengalihkan pandangannya dari memandang wajah Ella.


Sesekali dia mengalihkan pandangan ke layar saat Ella menoleh padanya, menghindari kecurigaan gadis itu. Ada sensasi aneh yang merasukinya saat tangannya tak sengaja bersentuhan dengan tangan Ella yang sama-sama ingin mengambil popcorn di lengan kursi. Sial, aku pasti sudah gila! pikir Roni sambil berusaha fokus menonton film.


Mungkin karena kasihan atau tidak enak dengan Roni, Jun mengajak Intan untuk memisahkan diri setelah mereka selesai nonton. Jun beralasan ingin mencari kado ibunya yang entah itu beneran atau hanya alibinya saja. Intan awalnya protes tapi tak bisa melawan saat Jun menggiring tubuhnya ke arah departemen store di latai bawah.


"Terus kita kemana?" tanya Roni sedikit lega setelah para penganggu lenyap.


"Kamu gak laper?" Ella bertanya, sebenarnya dirinyalah yang sudah lapar karena memang tadi siang tidak sempat untuk mengisi perut.


"Laper juga. Yuk ke food cort aja mumpung masih dinlantai tiga" Ajak Roni

__ADS_1


Keduanya berjalan beriringan sambil sesekali mengobrol santai membahas tentang kehidupan internship mereka atau sesekali bercanda. Hal sederhana yang cukup membuat hati berbunga-bunga bagi Roni. Sementara Ella yang memang tidak memiliki perasaa lebih pada Roni merasa santai saja, hanya ada sedikit rasa bersalah dan tidak nyaman yang merasukinya karena berduaan dengan pria selain Ardi.


Mereka memutuskan untuk makan di kedai mie Apong, mie khas dan paling terkenal di wilayah sana. Keduanya mengambil duduk di salah satu meja dan membuat pesanan. "Nanti aku yang traktir" Ella memulai pembicaraan.


"Kan tadi udah ditraktir nonton" Roni sedikit tidak senang dengan ide ditraktir cewek.


"Tadi ganti jaga sehari. Ini seharinya lagi. Baru deh impas" jawab Ella santai.


"Hahaha kamu kok susah amat si di baik-baikin? Aku kan gak butuh balasan. Cuma pingin nolongin kamu" Roni sedikit gemas melihat sifat Ella yang terlalu kaku dan sungkan kepadanya.


"Yah kan aku punya utang jaga. Utang harus dibayar. Aku gak mau ditagih diakhirat"


Pembicaraan terhenti saat makanan dan minuman pesanan mereka tiba. Keduanya segera saja melahap mie itu yang memang sangat nikamat dimakan selagi hangat.


"El, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ujar Roni dengan nada serius setelah menghabiskan semangkuk mie nya dan menyeruput setengah gelas teh botolnya.


"Hmmm apaan?" tanya Ella pura-pura tidak peka. Dimainkan dan diputar-putarnya sedotan di gelas minumannya untuk mengurangi kegelisahan. Jauh didalam hatinya sudah berkecamuk kegundahan. Aduuuh jangan-jangan dia mau nembak ni? Mati aku! harus gimana coba aku menanggapinya?


"Aku...Sebenernya aku suka sama kamu, El" Ujar Roni dengan wajah merah padam.


Ella terdiam, suhu wajahnya serasa naik beberapa derajat. Bagaimana gak deg-deg an coba, cowo seganteng dan seperfect Roni menyatakan perasaan pada padanya. Mengatakan bahwa Roni mencintainya. Tetapi tetap saja Ella tak bisa menyambut perasaan Roni. Di hatinya sudah terukir nama Lazuardi, tak akan ada nama yang lain disana. Setidaknya untuk saat ini Ardi-lah satu-satu nya pria yang mengisi hatinya.


"Ron...Kamu adalah pria yang baik. Ganteng, keren dan nyaris sempurna. Pasti tidak sedikit wanita yang juga menyukaimu" Ella sedikit kebingungan merangkai kata-kata.


"Terus? Gimana dengan kamu?" Roni semakin mendesak, tak suka dengan balasan ambigu Ella yang berbeli-belit.


"Maaf...aku belum bisa menerima perasaanmu"


"Kamu udah punya pacar ya?"


"Iya..."


Roni terdiam. Ella menundukkan kepalanya dalam-dalam, tak berani menatap wajah Roni. Entah bagaimana wajah Roni saat ini? Pasti wajahnya begitu sedih dan kecewa saat ini. Pasti hati pria itu hancur karena dirinya.


"Maaf ya, Ron..."


"Gak papa kok, El. Sebenarnya aku juga sudah merasa kalau kamu sudah punya pacar akhir-akhir ini." Ujar Roni dengan nada setegar mungkin. "Aku cuma ingin kamu tahu aja perasaanku padamu. Terlepas dari kamu bisa menerimanya atau tidak"


Sakit, entah mengapa Ella juga dapat merasakan betapa sakitnya dan pahitnya hati Roni saat ini. Tak henti-hentinya Ella mengutuk dirinya sendiri. Dirinya yang begitu jahat pada pria itu. Dirinya yang begitu tega mematahkan hati seorang dr.Roni Suherman.

__ADS_1


~∆∆∆~


🌼Tolong klik RATE (⭐⭐⭐⭐⭐), JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR and GIFTS Makasih 😘🌼


__ADS_2