Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
199. S2 - Tyo & Rena


__ADS_3

I've held others before


But it was never like this


Where my body inhales you


And quivers with bliss


Where my senses are reeling


From the streght of desire,


And if I can't have you soon


I'll be consumed by the fire


(*Aku sering memeluk orang lain sebelumnya


Tapi tidak pernah seperti ini


Dimana tubuhku menghirup aromamu


Dan gemetar dengan kebahagiaan


Dimana seluruh syarafku terguncang


Dari keinginan hasrat gairah yang kuat,


Dan jika aku tidak bisa segera memilikimu


Aku akan dimusnahkan oleh api)


___________________________________


~Paris, Tiga bulan yang lalu~


"Udah selesai semua urusan kita disini?" tanya Tyo pada Yasmin sekretarisnya yang menemani perjalanan bisnisnya ke Paris.


"Sudah pak. Penandatanganan kontrak kerjasama dengan perkebunan anggur Alcase sudah beres. Survey product dan dan uji klinis dari berbagai sample product juga tinggal menunggu hasilnya. Nanti dapat dikirimkan by e-mail secara menyusul," Yasmin menjelaskan.


"Yaudah kamu bebas setelah ini, sampai besok penerbangan kita pulang ke indonesia." Tyo mengakhiri urusan pekerjaannya.


"Baik pak." Kemudian Yasmin pamit meninggalkan kamar Tyo dan beranjak ke kamarnya sendiri di sebelah kamar Tyo.


Beberapa hari ini memang Tyo dan Yasmin harus pergi ke Prancis untuk urusan perusahaan mereka. Kerjasama dengan perkebunan anggur terbesar di Prancis, Alcase. Tyo menginginkan Alcase menjadi produsen untuk memasok anggur segar dengan kualitas super untuk perusahaanya. Sebagai bahan baku dalam industri makanan dan minuman yang sedang dijalankan oleh keluarga Sampoerna, diluar industri rokok yang menjadi andalan mereka.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Tyo memutuskan untuk mendatangi Galeries Lafayette, mall terbesar di kota Paris. Ngapain coba? Belanja? Nggak lah.


Lalu untuk apa malam ini dirinya ke mall? Bahkan sengaja berdandan rapi lengkap dengan long suit jacket andalannya? Hanya untuk menghadiri sebuah private invitation yang diberikan khusus untuknya. Undangan menghadiri acara peragaan busana dari fashion brand kenamaan di dunia.


Dan kenapa pula Tyo tertarik menghadiri acara peragaan busana wanita begini? Tentu saja karena seseorang spesial yang mengundangnya. Renata Sudibyo, yah model internasional asal Indonesia yang merupakan teman lamanya sesama sultan. Anggota grup young bussinesman dan sekaligus mantan pacar dari Ardi Pradana, sahabatnya.


Seperti biasanya para anggota young bussinesman akan memberitahukan posisi mereka setiap mengunjungi kota tertentu. Apalagi kalau sampai ke luar negri. Dan sudah menjadi adat juga di kalangan mereka, bahwa siapa pun yang tinggal di kota yang bersangkutan harus menyempatkan diri melakukan penyambutan. Atau jika sedang sibuk, bisa sekedar menyapa temannya yang berkunjung itu.


Nah disini lah kebetulan Renata yang sedang tinggal di kota Paris ini. Jadinya Rena yang menyempatkan diri untuk menyapa dan menyambut kedatangan Tyo beberapa hari yang lalu. Kemudian selanjutnya selama di Paris beberapa hari ini gadis itu juga yang selalu menemani Tyo di sore dan malam harinya setelah urusan pekerjaannya selesai. Sekedar menemani jalan-jalan, tour keliling kota, kuliner atau mendatangi tempat-tempat wisata di kota ini.


Menyenangkan, kesan pertama yang didapatkan Tyo dari gadis itu. Gadis yang begitu cantik, s*xy, cerdas, bebas dan sangat berpikiran terbuka. Jadi cewek yang kayak begini seleranya Ardi Pradana? Mau tak mau Tyo harus mengakui selera tinggi Ardi dalam memilih cewek.


Pantesan saja setelah putus dari Rena ini, Ardi lama sekali tak terdengar kabar menjalin hubungan dengan wanita manapun. Jelas saja susah kalau mau cari yang kayak gini atau lebih baik lagi kan?


Dan setelah perjumpaan Tyo dengan Renata di malam pertama Paris tour, ternyata keduanya menemukan kecocokan dalam berbagai pola pikir dan sudut pandang akan kehidupan. Kebebasan! Tyo dan Renata adalah penganut faham kebebasan. Free to be happy, tak suka terikat dengan berbagai keruwetan aturan sosial yang mengikat.


Hal ini lah yang membuat pertemuan mereka pun terus berlanjut selama beberapa malam berikutnya. Sampai malam ini yang merupakan malam terkahir Tyo sebelum kembali ke Indonesia. Renata sengaja mengundang Tyo untuk hadir di acara peragaan busana yang diikutinya untuk menjadi model.


Tyo mendatangi Exibition Hall Galeries Lafayette, dan mendapati acara peragaan busana sudah dimulai. Acara peragaan busana musim panas, musim yang akan datang setelah musim semi ini. Musim yang identik dengan pakaian berbahan tipis dan minimalis. Bahkan tak jarang juga menawarkan swimwear dan bikini yang sangat s*xy dan menantang. Pakaian-pakaian yang memamerkan lekukan keindahan tubuh seseorang.


Dalam keadaan biasa Tyo tak akan keberatan bahkan senang-senang saja untuk melihat cewek-cewek cantik dengan pakaian minimnya. Tapi entah mengapa kali ini Tyo tidak bisa menikmati pertunjukan ini. Belasan gadis cantik dan bertubuh indah sama sekali tak ada yang menarik baginya.


Pandangannya hanya bisa tertuju dan terpaku kepada satu sosok tubuh saja, Renata. Jantung Tyo seakan meloncat keluar dari sarangnya saat melihat sosok Rena berjalan berlenggak lenggok di atas catwalk. Memamerkan tubuh s*xy nya dalam balutan bikini yang minim kain. Cantik dan sangat memukau tentu saja.


Tetapi bukan kekaguman atau terpesona yang dirasakan Tyo demi melihat penampilan Rena kali ini. Melainkan Seolah sebuah api dalam tubuhnya tersulut dan terbakar, amarah. Suatu rasa tidak suka, tidak rela ribuan mata orang lain ikut memandang keindahan tubuh Rena. Ribuan pria dengan berbagai macam pikiran mesum di kepalanya saat melihat dan membayangkan keindahan tubuh Rena.


'Shit! I might be crazy!'

__ADS_1


Kenapa ini? Mengapa dirinya tak sanggup untuk terlalu lama menatap Rena dengan bikini-nya? Ingin rasanya Tyo membungkus tubuh gadis itu dengan kain panjang agar tak ada yang bisa melihat tubuhnya lagi. Agar tak ada pria-pria yang berpikiran kotor sambil membayangkan tubuh Rena.


Dan tepat setelah acara peragaan busana berakhir, Tyo sudah tak dapat menahan dirinya lagi. Tyo berjalan dengan langkah cepat mencari Rena di back stage. Mencari-cari sosok Rena diantara belasan gadis lain dengan pakaian renangnya.


Begitu menemukan sosok gadis itu Tyo langsung melepas long suit jacket yang dipakainya dan disampirkan ke tubuh Rena. Membungkus dan menutupi tubuh gadis itu. Tyo tak ingin melihat gadis itu mengumbar auratnya untuk dilihat orang lain lebih lama lagi.


"Tyo? What's wrong?" Rena keheranan melihat wajah Tyo yang sepertinya sudah merah padam. Lebih heran lagi saat mendapati jas panjang Tyo yang tahu-tahu disampirkan begitu saja di bahunya, menutupi tubuhnya.


(*Tyo? Kenapa?)


"Have you finished?"


(*Udah selesai?)


"A little bit more, just need a closing ceremony."


(*Sedikit lagi, cuma butuh upacara penutupan)


"That's not necessary." Tyo menarik tangan Rena dan membawanya menjauh dari back stage. Berjalan cepat ke arah wardrobe room.


(*Gak penting).


"Tyo...wait a minutes...Tyo..."


(*Tyo...tunggu dulu...Tyo...)


"Cepat ganti bajumu." Ujar Tyo sambil menahan rasa geramnya. Dilepaskannya genggaman tangannya pada tangan Rena, dan dipersilahkan gadis itu memasuki ruang gantinya.


"But..." Rena mencoba menolak, karena memang acara peragaan busana belum berakhir.


Tanpa menjawab Tyo membuka pintu ruangan dan mendorong tubuh Rena memasuki ruangan. Tak ingin penolakan lagi. Kemudian ditutupnya pintu ruangan dari depan dan ditahannya dengan tubuhnya.


Rena memasuki ruang ganti dengan kebingungan. Apa-apaan coba si Tyo ini? Kok tiba-tiba jadi aneh begini? Memang acara penutupan tidak penting si, bisa ditinggal juga. Tapi kan tetap saja tidak sopan untuk kabur begitu saja tanpa pamit pada crew dan tim peragaan busana begitu saja.


Rena akhirnya menurut saja berganti pakaian panggungnya menjadi pakaian kasual yang tadi dipakainya sebelum fitting. Sweater dan celana jeans yang dipadukan dengan cardigan panjang. Dandanan semi formal dan santai favorit Rena yang sesuai untuk musim semi ini.


Setelah semua persiapan siap, Rena mengetuk pintu agar Tyo mau membukakan dari luar. Dan tak lama kemudian Tyo membukakan pintu, mengamati penampilan Rena dari atas kebawa. Dan tersenyum sumringah saat mendapati penampilan sopan gadis itu dengan dandanan casualnya.


(*Kamu lebih cocok pakai itu).


"Your Jacket." Rena menyerahkan long suit jacket Tyo yang tadi dipinjamkan kepadanya. Tyo pun segera menerima dan memakainya.


"What's wrong with you?" Rena bertanya pada Tyo.


(*Kamu kenapa sih?)


"I'm hungry..."


(*Aku lapar...)


"What?"


"Let's have a dinner."


(Ayo makan malam)


"Ok, wait here for a minutes." Rena mengalah saja. Melangkah ke arah back stage dimana para model lain dan crew acara telah berkumpul disana. Rena meminta ijin untuk pamit undur diri pada mereka. Kemudian menghampiri lagi Tyo yang setia menantinya di depan ruang ganti.


(Ok, tungguin sebentar disini)


"What do you want for your dinner menu?"


(*Mau makan apa?)


"Any recomendation?"


(*Ada rekomendasi?)


"Ayo deh." Rena menundahului Tyo untuk berjalan menuju ke area food cort mall. Dan mereka berakhir duduk di salah satu restoran masakan Prancis.


"What do you want?" Rena menyodorkan buku menu.


"No idea." Tyo menjawab jujur, asli gak ada bayangan bagaimana rasa masakan dengan nama-nama aneh itu.

__ADS_1


"Let me choose for you." Rena akhirnya mengalah memesankan Confit de Canard, Soupe a l'aignon, dan Ratatouille untuk mereka berdua. Ditambah red wine untuk menemani dinner mereka.


(*Sini aku pilihin buat kamu)


"Kamu kenapa tadi?" Rena bertanya pada Tyo setelah yakin pria itu sudah tidak lapar lagi.


"Aku gak suka liat kamu pakai bikini dan berlenggak-lenggok dilihatin orang banyak."


"Haaaah? C'mon Tyo, that's only a part of my jobs."


(*Ayolah Tyo, itu hanyalah bagian dari pekerjaannku)


"I know...Just, I can't..."


(*Aku tahu...Hanya saja, Aku gak bisa...)


"But...why?..."


(*Tapi...Kenapa?...)


"Maybe I have fall in love with you..."


(*Mungkin karena aku sudah jatuh cinta kepadamu)


"Oh my...Tyo...Are you kidding me?"


(*Astaga...Tyo...Kamu gak bercanda kan?)


"Ren, aku serius...Terserah kamu mau bilang apa. Terserah juga kalau kamu gak percaya karena menganggapku terlalu mudah mengucapkan cinta." Tyo mencoba untuk menjelaskan perasaannya pada Rena. Memang rasa ini datangnya terlalu mendadak dan tiba-tiba tanpa kenal kompromi.


"Tapi aku benar-benar serius. Aku cinta sama kamu, Ren. Beberapa hari kita melewati waktu bersama, aku benar-benar merasa nyaman sama kamu. Gak pernah rasanya senyaman itu sama cewek manapun sebelumnya. Dan tadi aku benar-benar yakin akan perasaanku padamu saat aku tak bisa melihatmu memamerkan tubuhmu begitu. Tak rela rasanya." Tyo melanjutkan penjelasannya.


"Kamu sudah gila ya?" Rena menjawab dengan tidak percaya. Memang dirinya juga merasa nyaman dengan kehadiran Tyo beberapa hari ini. Tapi untuk menjalin hubungan lagi? Dengan jarak dan waktu yang memisahkan mereka berdua rasanya akan sulit. Hampir sama dengan hubungannya dengan Ardi dulu yang berakhir begitu saja. Berakhir bahkan tanpa ada kata-kata yang mengakhiri.


"Ayo pulang ke Indonesia. Kamu boleh tetap kerja sebagai model, aku gak keberatan. Tapi satu, jangan model pakaian renang dan sejenisnya. Jangan yang terlalu terbuka." Tyo menawarkan ajakannya.


"Aku gak bisa. Masih banyak kontrak kerjaku sampai beberapa bulan kedepan. Melanggar kontrak pasti akan kena denda."


"Batalkan semua, aku bayar semua ganti ruginya."


"Tyo...gak bisa kayak gitu. Aku harus bertanggung jawab sendiri dengan semua pekerjaanku."


"Aku akan menunggumu. Selesaikan semua urusanmu disini. Lalu kembalilah ke Indonesia jika kamu mau menerimaku." Tyo tetap bersikeras.


"Aku...aku dengan duniaku yang begini, dengan berbagai orang yang telah melihat tubuhku. Rasanya aku terlalu kotor dan tidak cocok untukmu." Rena mengakui kekurangannya sendiri.


Memang untuk orang Indonesia, pekerjaan sebagai model masih sering dianggap miring dan tabu. Apalagi untuk model internasional dengan pakaian minim kain yang sering dipakainya, pasti akan dicap negatif.


"Kamu kira aku pria suci? Nggak Ren, aku juga pria brengsek yang sudah banyak berbuat hal buruk. Kau tahu sendiri kan reputasiku seperti apa, dan aku tak akan memungkiri semuanya. That's a part of my past." Tyo juga membongkar kebobrokannya sendiri sebagai seorang pria.


(*Itu adalah bagian masa laluku).


"Aku sebenarnya juga merasa nyaman sama kamu. Aku merasa kita banyak kesamaan. Tapi apa benar kita bisa bersama cuma karena alasan itu saja..." Rena masih merasa ragu.


"Kita berdua sama-sama bukan orang sempurna Ren. Tapi kita bisa memulainya, kita bisa berjuang bersama untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Kalau kamu mau nerima aku, aku janji bakal berubah. Tapi kamu juga harus penuhi juga syarat dariku tadi."


Tyo sampai heran pada dirinya sendiri, kok bisa-bisanya sepasrah itu hanya untuk mengharapkan cinta dari seorang wanita. Dirinya yang bisa dengan mudah mendapatkan banyak wanita manapun yang diinginkannya.


"Ok, kita coba pendekatan dulu. Nanti kita lihat perkembangannya, dan kuberikan jawabanku menyusul." Rena akhirnya mau juga untuk mencoba membuka hatinya untuk Tyo.


Dan malam itu mereka menghabiskan waktu bersama di kamar hotel Tyo untuk melanjutkan obrolan dan saling mengenal satu sama lainnya. Bertukar pikiran, pendapat dan gagasan tentang masa depan yang menjadi harapan dan impian masing-masing.


Tentang hubungan pria dan wanita ideal yang mereka harapkan, tentang keluarga, tentang kebahagiaan. Serta membahas pula rencana kepulangan Rena ke Indonesia.


Sampai larut malam keduanya masih melanjutkan pembicaraan sambil tiduran bersama diatas kasur hotel yang empuk. Tyo memeluk tubuh Rena dari belakang untuk berbagi kehangatan. Pillow talk pun terus berlanjut sampai akhirnya keduanya ketiduran berdua dengan nyenyaknya.


Love is unconditional commitment to imperfect person. To love somebody is not just a strong feeling, it's a decision, a judgement and a promise.


(*Cinta adalah komitmen tanpa syarat untuk orang yang tidak sempurna. Mencintai seseorang bukan hanya perasaan yang kuat, ini adalah keputusan, penilaian, dan janji).


~∆∆∆~


🌼Gak pernah bosen ngingetin LIKE, VOTE dan pliiiiissss donk kasih KOMEN buat penyemangat author. 🌼

__ADS_1


__ADS_2