Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
227. S2 - Pertunangan


__ADS_3

Beberapa hari pun berlalu begitu saja, hari-hari yang terasa sangat berat bagi Ella dan Ardi, terutama bagi Ardi. Kenapa? Karena mereka memutuskan untuk tidak saling bertemu sejak kejadian di Balamb Garden Hotel. Setelah pesta ulang tahun Cecil.


Untung saja Ardi teralihkan dengan kesibukannya di kantornya. Kejadian heboh di pesta ulang tahun Cecil kemarin cukup membuatnya emosi juga. Sebenarnya Ardi hanya ingin permintaan maaf resmi dari Gengen untuk Ella. Tapi malah si brengsek itu balas melayangkan tuntutan padanya dengan tuduhan penganiayaan. Dasar gak tahu diri.


Untungnya Cecil, sang tuan rumah pesta dengan sigap meng-cover segalanya. Membungkam awak media agar kejadian menghebohkan itu tidak sampai tercium oleh masyarakat luas. Ciputra Group tentu saja dapat melakukan hal itu dengan mudah. Mereka dapat menata apa yang boleh dan tidak boleh untuk disiarkan pada publik.


Selanjutnya tinggallah urusan pribadi antara Ardi dan Gengen. Ardi memerintahkan Gery dan Kresna untuk membereskan masalah yang disebabkan oleh Gengen ini. Gery sudah mengumpat-umpat saat dikasih tahu kronologi kejadiannya. Menyalahkan Ardi yang terlalu sembrono dalam bertindak. Tapi tetap saja dia tak punya pilihan lain selain harus mengurusi masalah bosnya. Merepotkan.


Sementara Ella juga teralihkan dengan kesibukan di rumahnya sendiri untuk persiapan acara pertunangannya. Persiapan undangan untuk kalangan keluarga dekat saja karena acara lumayan mendadak. Catering, dekor dan segala keperluan lainnya Ella sendiri yang mengurus semuanya. Hanya outfit dan hairdo serta MUA yang diurus oleh keluarga Ardi.


Dan hari yang dinanti-nanti pun datang juga. Hari Jumat yang telah ditentukan, sesuai dengan itung-itungan weton dari mama Kartika. Acara akan dilaksanakan nanti malam.


Sore harinya Ella memastikan segala sesuatu sudah beres dan sesuai dengan apa yang diinginkannya. Gadis itu sengaja tidak memakai jasa E.O karena dirinya ingin terlibat sendiri dalam mengurusi setiap proses acaranya. Biar lebih berkesan.


Ella ingin acara hari ini berjalan sakral, private dan sederhana. Oleh karena itu Ella sengaja memilih dekorasi yang simple, tidak berlebihan tapi tetap memberikan kesal manis dan elegan.


Tema rustik modern yang menjadi pilihan Ella untuk acaranya kali ini. Chair set 3 vs 3 putih yang ditata di tengah ruangan. Dengan sebuah karpet tebal berwarna coklat yang sesuai dengan tema di bawahnya. Dua buah Stoll table dengan buket bunga mawar merah, putih dan dedaunan yang indah ikut mempercantik di atasnya. Untuk latar belakang, Ella memilih back drop putih yang dihiasi dengan bunga mawar hidup yang disusun melintang.


Rangakaian bebungaan itu dikombinasi dengan dedaunan kering besar berwarna coklat yang menambahkan kesan rustik-nya. Mawar dan berbagai bunga lainnya yang berwarna merah dan putih menjadi pilihan Ella sebagai pelengkap dekorasi. Ada yang disusun dalam bentukan buket-buket bunga, ada pula yang sekedar ditata dengan apik di bagian dasarnya.


Sementara untuk tamu-tamu undangan disediakan kursi-kursi lain yang telah di tata rapi di belakang keenam kursi utama di tengah ruangan.


Meja-meja prasmanan catering juga telah stand by dengan berbagai macam suguhan di salah satu sisi ruangan. Booth makanan dan minuman pendamping pun tak ketinggalan berjajar di sekitarnya. Ella sengaja memilih katering rumahan langganan mamanya untuk menangani masalah konsumsi. Tak ambil pusing dengan mengambil katering mahal atau dari restoran dan hotel berbintang. Yang penting enak dan sesuai selera lidahnya saja.


Tidak terlalu mewah, bahkan mungkin bisa dikatakan sederhana untuk keluarga sekelas Pradana. Tapi Ella memang ingin menunjukkan bagaimana keadaan asli keluarganya pada keluarga besar Ardi. Ingin menunjukkan tanpa adanya kepura-puraan atau memaksakan biar terlihat mewah. Cukup dengan sesuatu yang sederhana namun layak dan sepantasnya sesuai dengan kemampuan serta adat istiadat di keluarganya.


"El, itu MUA-mu udah datang. Buruan kamu siap-siap, mandi, make up. Udah sore lho." Lilik menghampiri Ella yang masih terlihat sibuk mengurus segala persiapan lainnya.


"Ok, ma." Ella pun menurut saja untuk mandi dan membersihkan dirinya di kamarnya. Setelah selesai mandi Ella mendapati sebuah kebaya merah yang terlihat mewah telah siap tergantung di hanger bajunya. Rupanya itu adalah outfit yang telah dipersiapkan mama Kartika untuknya.


Ella tersenyum bahagia demi melihat kebaya off shoulder merah dari bahan broklat yang dilengkapi dengan emboedier dan Payet-payet indah dengan warna senada. Sebuah kerudung atau veil berwarna merah juga telah siap sebagai pelengkapnya. Dipadukan dengan kain songket dengan warna yang sesuai juga sebagai bawahan. Cantik, sangat cantik.


Membuat Ella terharu dan sangat bersyukur memiliki calon mama mertua yang begitu baik dan perhatiannya padanya. Yah meski kadang agak cerewet juga si, tapi Ella yakin beliau adalah orang yang baik setelah semakin mengenalnya.


Tunggu-tunggu... Ella mengamati baju kebayanya lagi. Off shoulder? Yang artinya akan menampakkan tulang selangkanya?


Dan disana masih...disana masih ada stampel bikinan mas Ardi yang masih kemerahan. Warna yang bahkan tidak hilang juga setelah hampir seminggu sejak Ardi menorehkannya disana. Gimana bikinnya coba kok sampe awet banget gak bisa ilang begitu...


'Arrrghhhhh bisa gila...Mau ditaruh dimana mukaku kalau orang lain tahu?'


Dengan panik dan sedikit emosi, Ella mengambil ponselnya. Berniat meminta pertanggung jawaban dari si pembuat tanda.


"Halo Ella? Kenapa honey?" Ardi bertanya diseberang sana dengan khawatir. Apa ada yang tidak beres? Apa ada sesuatu yang tidak sesuai rencana dan dapat menggangu acara pertunangan mereka nantinya.


"Mas Ardi!" Ella menyapa kesal.


"Iya? Kenapa sayang?" Ardi bertanya dengan cemas.


Beberapa hari ini memang tunangannya ini sering uring-uringan karena stress ngurusin acara mereka. Sudah dibilangin suruh pakai E.O gak mau, terus capek-capek sendiri, terus ngomel-ngomel sendiri. Dan tentunya Ardi lah yang jadi obyek pelampiasan segala uneg-uneg Ella. Sudah biasa...


"Aku, aku gak bisa pakai baju yang dipilihkan mama Kartika." Ella menjawab.


"Gak bisa? Kenapa? Kamu gak suka modelnya? Atau gak muat? Kamu tambah gendut ya?" Goda Ardi.


"Enak aja!"


"Terus kenapa donk?"


"Karena, karena model bajunya kan off shoulder."


"Kalau off shoulder memang kenapa?" Ardi semakin bingung membayangkan baju off shoulder itu yang kayak gimana si? Yang bahunya kebuka?


"Ya karena mas Ardi!" Ella malu, tak sanggup untuk mengatakan tentang stempel cinta itu.


"Kok karena aku? Aku kenapa?"

__ADS_1


"Karena...karena mas Ardi udah bikin tanda di tulang selangka ku, dan sampai sekarang gak ilang-ilang coba? Kan bisa keliatan nanti! Memalukan sekali!" Ella nyerocos mengutarakan kekesalannya.


"Oh belum hilang ya?" Ardi tersenyum membayangkan tanda cinta yang dibuatnya di tubuh Ella. Sensitif banget ya kulitmu, El? Masa hampir seminggu gak ilang-ilang? Jadi semangat kapan-kapan bikin lagi yang banyak di berbagai tempat lainnya. Nanti kalau sudah sah tentunya.


"Beluuum! Duh bibirmu beracun kayaknya mas!"


"Hahahaha iya racun cinta yang mematikan." Ardi tertawa ngakak mendengar celetukan Ella, lucu.


"Duh malah ketawa lagi..."


"Iya maaf. Udah kamu pake aja baju pilihan mama. Bisa ngomel nanti si mama kalau kamu gak make baju yang disiapkannya." Ardi masih cekikikan.


"Terus ketahuan donk? Ketahuan kalau seseorang udah nyosor sampai kesana?"


"Palingan juga pada tahu kalau aku yang bikin." Ardi kembali ngakak keasikan menggoda Ella.


"Aaaarrhh dasar mas Ardi mesum!" Ella semakin panik saja dibuatnya. Pasti yang melihat akan berpikir macam-macam. Berpikir kalau dirinya dan Ardi sudah melakukan... Aaarrrhhhh


"Honey... kamu itu kan punya MUA profesional yang dikirim Laras. Kan bisa nyuruh mereka menyamarkan tanda itu. Pakek apa itu namanya? Pondasi? dempul?" Ardi sebenarnya masih ingin menggoda Ella tapi kasian juga nanti tambah stress calon istrinya itu. Gak jadi cantik ntar pas acara.


"Hmmmm Pondasi? Foundation?" Ella jadi ingat salah satu make up yang memang bisa dipakai untuk menyamarkan noda.


"Iya ya, bisa pakai itu. Tapi kok mas Ardi tahu?" Ella bertanya curiga pada Ardi.


"Ya siapa lagi? Laras itu sering ngomel-ngomel karena ulah Mahes. Jadi sering nyuruh MUA-nya untuk menutupi kalau dirinya memakai gaun yang sedikit menampakkan bagian situ."


"Haaah? Mas Mahes begitu?" Ella syok mendengar jawaban Ardi. Tak mengira Mahes yang terlihat lempeng dan alim bisa begitu juga.


"Lho Mahes kan juga laki-laki? Kan aku sudah bilang semua lelaki itu seperti hewan buas hehe."


"Nggak! Pasti cuma mas Ardi aja!"


"Hahahaha awas ya nanti kamu pasti aku terkam."


"Iiiihh dasar mesum"


"Enak aja!" Ella menjawab sebelum mengakhiri panggilannya dengan Ardi yang daritadi cekikikan tanpa bisa berhenti di seberang sana.


Dan jadilah Ella mempersilahkan MUA-nya untuk masuk ke kamar. Untuk mulai mendandani wajahnya. Mengoleskan bebagai macam bahan dan bentukan make up yang Ella tak tahu namanya satu persatu. Rasanya banyak sekali bahan make up yang ditempelkan di wajahnya.


Pada akhirnya setelah beberapa jam berlalu selesai juga riasan wajah Ella beserta hairdo-nya. Tinggal memakai kebayanya dan veil menutupi sanggulnya.


"Ayo mbak cyin buruan ganti baju. Itu diluar para tamu sudah rame Lo. Pengen liat mbak Ella katanya." Jony salah satu dari dua MUA langganan Laras memberikan sarannya pada Ella.


"Ehmmm begini..." Ella masih ragu untuk berganti pakaian dengan kebaya off shoulder-nya.


"Boleh aku minta tolong sesuatu?"


"Apaan sih say? Ayo bilang pasti akikah bantuin." Eric crew MUA lainnya ikut menambahkan.


"Aku...sebenarnya ada yang pengen aku tutupin."


"Haaaah? Apaan cyin?" tanya Jony kepo.


"Tanda...Tanda merah di bagian atas dadaku..." Ella menjawab dengan menahan rasa malunya. Ella membuka kemejanya dan menunjukkan tanda yang dibuat Ardi pada kedua periasnya.


"Wow! Cup*ang? Merah banget? hehehe." Eric tertawa kegirangan mendengar permintaan Ella.


"Duh big bos Ardi Pradana yang terkenal cool, ganas juga ya ternyata." Jony cekikikan menggoda Ella.


"Bagaimana, bagaimana kalian tahu kalau itu dari mas Ardi?" Ella panik menyadari kedua periasnya itu bisa tahu si pelaku kejahatan adalah Ardi.


"Masa nyamuk cyin? hahaaha jelas dari bos ganteng lah. Siapa lagi?" Eric ikutan cekikikan.


'Astaga! jadi benar apa yang dikatakan Ardi? Skinship seperti ini adalah lumrah dilakukan oleh pasangan? Untuk pasangan yang sudah atau belum menikah sekalipun?' Pikiran Ella semakin panik menyadari kenyataan itu.

__ADS_1


Akhirnya Ella tak keberatan untuk memakai kebaya merah pilihan mama Kartika itu. Dengan malu-malu menunjukkan bagian atas dadanya yang sudah di tandai oleh Ardi. Kedua periasnya pun dengan sigap langsung membantu menutupi bagian itu dengan foundation dengan cekikikan terang-terangan. Membuat Ella semakin malu, sampai rasanya ingin melesakkan tubuhnya ke dalam tanah.


Setelah semua proses make-up selesai masih dilanjutkan dengan pemasangan Tiara dan veil di puncak kepala Ella. Untuk menyempurnakan kecantikan dan keanggunan Ella yang jelas terpancar bagaikan ratu Keraton Jogja.


Ella menyempatkan diri untuk menerima tamu saudara-saudaranya yang mampir ke kamarnya untuk melihat penampilannya. Menyempatkan untuk beramah tamah dan sesekali melayani ajakan berfoto, selfie bersama. Berbasa-basi dengan banyak orang yang memuji penampilan menakjubkannya dalam busana yang jelas terlihat sangat mahal.


Bahkan tak sedikit yang berkomentar betapa beruntungnya Ella yang akan dipersunting oleh seorang tuan muda dari kerajaan bisnis Pradana. Bagaikan seorang rakyat jelata yang dipersunting oleh seorang pangeran.


Tepat pada waktu yang dijanjikan rombongan pengiring dari keluarga Pradana pun tiba. Tidak terlalu banyak, mungkin hanya empat atau lima mobil saja. Yang hadir meliputi keluarga inti Pradana beserta Ditha, Keluarga Hartanto serta beberapa kerabat dekat lainnya yang tidak banyak.


Sementara untuk barang serah-serahananya, mereka membawa satu mobil box beserta semobil Pradana crew untuk membawa barang-barang itu dan meletakkannya di tempat yang telah disediakan.


Para tamu keluarga besar Pradana segera mengambil duduk di kursi yang telah disediakan untuk mereka. Tepat berhadapan dengan keluarga besar Ella yang duduk di kursi-kursi di sisi lainnya.


Dan terakhir berjalan masuk ke dalam ruangan dari kedua sisi yang berbeda adalah Ardi yang berjalan diapit Erwin dan Kartika Pradana, sementara di sisi lain Ella yang diapit oleh Bowo dan Lilik.


Keenam orang itu berjalan beriringan dengan diiringi oleh lagu cinta penuh makna yang dipilih oleh Ella. Bryan Adams - I finally found someone. Lagu yang menceritakan tentang seseorang yang akhirnya berhasil menemukan seseorang yang sangat dicintainya. Seseorang untuk hidup bersama hingga akhir waktu.


I finally found someone


That knocks me off my feet


I finally found the one


That makes me feel complete


(*Aku akhirnya menemukan seseorang


Yang membuatku bertekuk lutut


Aku akhirnya menemukan dirimu


Yang membuatku merasa lengkap)


This is it, oh I finally found someone


Someone to share my life


I finally found the one


To be with every night


(*Ini dia, oh akhirnya aku menemukan seseorang Seseorang untuk berbagi hidupku


Aku akhirnya menemukan dirimu


Untuk bersama di setiap malam)


'Cause whatever I do


It's just got to be you


My life has just begun


I finally found someone


(*Karena apapun yang aku lakukan


Itu pasti hanyalah untukmu


Hidupku baru saja dimulai


Aku akhirnya menemukan seseorang).


~∆∆∆~

__ADS_1


🌼Yuuuuks PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼


__ADS_2