
Tak terasa empat bulan sudah berlalu sejak Ella pertama kali menginjakkan kakinya di kota Genting untuk pengabdian interenshipnya. Tak terasa pula sudah tiga bulan dia menjalin hubungan asmara dengan Ardi. Sejauh ini hubungan mereka lancar lancar saja tanpa adanya suatu halangan yang berarti.
Paling hanya ada cekcok ringan yang akan segera berakhir setelah salah satunya minta maaf. Yah memang Ardi sangat dewasa dan mengayomi untuk Ella, dan Ella juga sifat dasarnya mudah memaafkan. Hal itu membuat pertengkaran mereka tak akan lama. Sejauh ini masalah yang belum terselaikan hanya satu. Tinggal meminta restu dari kedua orang tua Ardi saja yang belum mereka lakulan.
Restu dari orang tua Ella sudah mereka dapatkan terlebih dahulu sebelumnya. Saat Ardi nekat ke Surabaya dan menjenguk papa Ella yang sedang dirawat di rumah sakit. Kedua orang tua Ella sepertinya tidak keberatan dengan hubungan mereka.
Oiya setelah satu bulan berlalu, papa Ella sudah sembuh total dan sudah bisa beraktivitas seperti sedia kala. Yah meskipun harus tetap meminum obat diabetes setiap harinya. Karena penyakit diabetes ini adalah penyakit yang tak bisa disembuhkan, jadi penderitanya wajib meminum obat anti diabetes seumur hidupnya. At least mereka dapat menjadi penderita dengan kadar gula yang tetap terkontrol sehingga tidak membahayakan kesehatannya.
Hari ini adalah hari pertukaran stase jaga para dokter interenship. Kelompok Ella yang terdiri dari empat orang, Ella, Intan, Roni dan Jun telah menyelesaikan tugas mereka di bagian UGD. Selanjutnya mereka mendapatkan jaga di bagian poli rawat jalan yang nantinya akan mereka gilir juga untuk masuk poli apa saja. Keuntungan jaga di bagian poli rawat jalan adalah mereka hanya mendapat sift jaga pagi. Tak ada sift siang atau malam, yang artinya lebih enak dan lebih santai untuk dijalani.
Dan siang ini setelah selesai jaga poli mereka, keempat dokter interenship itu kompak mengadakan jamuan perpisahan dengan crew UGD. Mereka bersama-sama berangkat dari RSUD G ke Landung biru dengan mobil Roni, mobil Jun dan beberapa iringan convoi motor para perawat cowok. Bagi dua orang perawat yang sedang apes dan kebagian jaga siang ini akan mereka bungkuskan saja makanan untuk dimakan di UGD.
Suasana Landung Biru disiang hari benar-benar berbeda dengan suasana dimalam hari saat Ella kesana dengan Ardi. Di malam hari susana disana sangat romantis dengan banyaknya lampu-lampu hias yang bersinar terang di kegelapan malam yang temaram di segala penjuru.
Di siang hari susana menjadi lebih segar dengan hembusan angin laut yang kuat, sinar matahari yang terik, suara kicauan burung yang terbang di lautan. Serta deburan ombak yang bergulung-gulung sampai ke tepian pantai atau hancur menabrak bebatuan karang yang tersusun rapi sebagai tembok penahan ombak di sepanjang pesisir pantai.
"Pesen apa ni?" Intan mengawali membuka-buka menu makanan di meja lesehan depan mereka.
"Khasnya si seafood. Bakar-bakar gitu dok yang enak" Yudi tampak bersemangat.
"Yaudah yuk pesen ikan bakar yang banyak hehe. Cumi ada yang mau? Gurame? Phatin? Udang? Nila?" Intan mulai mengabsen pesanan masing-masing orang satu persatu.
"Kayaknya pada doyan semua ya? Yaudah pesen semua aja deh" celetuk Intan lelah mengabsen makanan mereka semua. Dan semuanya langsung setuju dan tertawa mendengar keputusan itu.
"Gak kerasa ya empat bulan sudah berlalu" Agung salah satu perawat memulai pembicaraan. Pasti ntar bakal kangen sama dok Intan yang judes hahaha"
"Kalau aku pasti bakal kangen sama dok Ella yang cantik dan baik hati" Yudi ikut nimbrung menyeletuk.
"Ih apaan si, kok Ella dibilang cantik tapi aku dibilang judes?" Protes Intan sewot.
"Ya karena kamu cerewet tan hehe" ujar Ella dan langsung disetujui oleh semua yang hadir disana.
"Kalo aku sama Jun gimana?" Roni ikutan nimbrung pembicaraan mereka.
"Dok Roni mah tetep ter uwuuu, terganteng dan terbaik" kali ini Rini yang menjawab. Jiwa-jiwa jomblo gadis itu langsung membara melihat dokter Roni yang memang ganteng.
"Kalau dokter Jun. Yang paling diem gak ada suaranya ahahaha" Kali ini David yang memberikan komentar untuk dokter Junaedi yang memang terkenal irit kalau ngomong.
"Ah bisa aja" jawab Jun singkat.
"Tuh kan, tuh kan ahahaha, gitu doank. Garing dokter!" David menambahi komentarnya yang diikuti oleh tawa lepas semua hadirin yang ada disana.
Tak lama kemudian menu makanan pesanan mereka tiba, ikan panggang berbagai jenis. Cumi, udang, gurame asam manis, penyetan tempe tahu, cah kangkung dan berbagai macam minuman yang mereka pesan. Tak ketinggalan nasi putih beberapa bakul juga hadir disana. Jelas saja menu yang banyak dan heboh mengingat mereka yang hadir disana berjumlah sepuluh orang.
"Abis ini yang jaga kloternya dok Sari ya?" Agung penasaran dengan dokter-dokter interenship pengganti keempat dokter ini.
__ADS_1
"Kayaknya Sari dan timnya ke puskesmas dulu. Yang di UGD ntar tim yang dari puskesmas. Timnya dokter Yunita." Ella menjelaskan tentang perputaran tim dan stase tempat jaga mereka.
"Ada yang ganteng gak dok di tim selanjutnya?" celetuk Rini antusias. "Yah buat cuci mata gitu dok, yang bening-bening"
"Ada...ada dokter Dani mbak. Ganteng banget malah" Intan semangat mempromosikan.
"Eh, bukannya Dani udah punya tunangan ya?" Ella ikutan kepo dengan pembicaraan mereka.
"Ya gak papa lah selama janur kuning belum melengkung" jawab Intan antusias.
"Udah melengkung juga gak papa kok dok buat Rini. Dia kan cuma niat cuci mata buat hiburan diliatin di UGD doank ahahha" Lani ikutan berpendapat.
"Oh bener juga ya buat yang seger-seger" Ella akhirnya memahami maksud pembicaraan mereka.
"Eh jangan-jangan kita sering diliatin ni Jun sama mereka. Ngeri kan?" Roni merasa tidak nyaman menyadari hobi para perawatnya itu.
"Hahahaha kok baru sadar si dok?" Agung yang kali ini menjawab sambil ketawa.
"Kalau dok Roni si iyes banget. Kalau dok Jun. ogah. Tampang dok Jun cemberut mulu gak enak diliat ahahhaha" Rini mengakui.
"Ckckck dasar wanita" Jun menggeleng-gelengkan kepalanya keheranan.
"Eh aku nggak ikutan lho dok" Mira salah satu perawat wanita ikut berkomentar.
"Yaiyalah mbak Mira kan udah nikah. Lakinya galak lagi" Lani memprotes ucapan Mira.
Contoh pembicaraan tidak penting mereka adalah kucing dokter Albertus, sp.Pd yang nambah banyak dan dibiarkan berkeliaran di RSUD. Yah memang mereka kucing liar yang selalu dikasih makan sama dokter Albert. Makanan bekas pasien yang tidak habis. Pihak dapur sebenarnya keberatan dengan tindakan beliau karena kucing liar yang berkeliaran semakin banyak dan mengancam keselamatan pihak dapur tapi mana berani mereka memprotes dokter Albert yang merupakan dokter senior itu hehehe.
Setelah sesi makan-makan berakhir mereka melanjutkan dengan sesi foto-foto dan dokumentasi. Beberapa orang saling mengobrol dan bercanda di gazebo, beberapa ke tepian laut untuk lanjut berfoto atau melihat pemandangan. Sementara Intan dan Ella berjalan ke arah kasir untuk membayar tagihan mereka. Memang kedua gadis itu bertindak sebagai bendahara untuk menggalang dana bagi mereka berempat.
Setelah itu Intan ikut gabung bersama Lani, Rini, Mira, Agung dan David untuk bermain-main dan berfoto ria di tepi pantai. Sementar Ella kembali ke gazebo menghampiri Roni, Jun dan Yudi yang sedang santai mengobrol. Cahaya matahari terasa sangat menyengat dan panas, membuat Ella malas untuk ikut berjemur bersama para grup maniak foto itu.
"Besok jaga poli apa El? gak kerasa ya udah Empat bulan berlalu" Roni memulai pembicaraan saat Ella duduk didekatnya.
"Penyakit dalam. Akhirnya bisa sedikit santai hehe" jawab Ella. "Oiya Ron, aku masih punya utang jaga dua kali sama kamu. Sampai abis ni jadwal UGD nya kamu ga minta-minta digantiin" Ella mengingatkan Roni akan hutang jaganya.
"Udah gak usah dibahas lagi. Aku ikhlas kok bantuin kamu" Jawab Roni menolak.
"Apa aku bayar pakai cara lain aja ya? pake uang jaga? pakai traktir makan?" Ella tetap bersihkeras. Dalam prinsipnya dia memang tak suka untuk berhutang.
"Gak usah El. Anggap aja impas"
"Ajak aja dia nonton ke bioskop, El. Pasti Roni gak bakal nolak" kali ini Jun yang menyeletuk memberikan solusi. Nada bicaranya terdengar datar dan biasa aja tetapi mampu membuat Roni salah tingkah. Ella pun jadi sedikit kepikiran apa Jun juga sudah tahu perasaan Roni padanya?
"Boleh si. Nanti aku yang bayarin semua biaya nontonnya" Jawab Ella santai menyetujui. Sedikit senang karena menemukan cara untuk membayar hutangnya pada Roni.
__ADS_1
Pembicaraan kembali terhenti saat dua orang pelayan restoran datang membawakan sepuluh mangkuk es campur yang sangat mengiurkan di cuaca panas itu.
"Lho mbak, saya nggak pesan ini" Protes Ella pada slaah satu pelayan itu. Seingatnya dia sudah membayar semua tagihan makanan mereka. Dan tidak ada menu es campur dalam tagihan itu.
"Tadi ada mas-mas ganteng yang memesan dan membayarnya. Dia menyuruh kami untuk mengirimkan ke gazebo ini" jawab sang pelayan sebelum undur diri.
"Wow ada donatur ni. Muka kita melas banget kali ya sampai disumbang" celetuk Roni.
"Rejeki dok. Gak boleh ditolak" Yudi cekikikan, bersemangat mengambil salah satu mangkuk es dan langsung menyantapnya.
Ella, Roni dan Jun akhirnya mengikuti Yudi untuk ikut menyantap es campur itu. Rasa dingin dan manis bersatu memberikan kenikmatan tersendiri di tengorokan mereka. Tiba-tiba Ella merasakan ponselnya bergetar dan didapatinya sebuah pesan disana.
Lazuardi
Gimana es campurnya? Enak kan? Cocok banget buat siang-siang yang panas sambil ngeliatin ombak di laut.
Ella kaget sekali demi membaca pesan itu. Ardi? Bagaimana dia tahu dirinya sedang ada di Landung biru? Bagaimana dia bisa sampai membelikannya es campur itu?
Ella
Mas Ardi kok tahu?
Lazuardi
Tadi aku ada meeting sama klien disana. Aku liat kamu sama temen-temenmu tadi. Lagi asik banget kayaknya?
Ella
Iya, farewell party tim UGD.
Kok ga nyapa si tadi kalau ketemu?
Lazuardi
Takut gangguin kamu yang lagi asik sama temenmu. Lagian masa aku tinggalin klienku? Kan gak etis juga.
Ella
Yaudah deh gak papa. Makasih banyak ya esnya enak banget.
Lazuardi
Ok sama-sama Ella sayang
Ella tersenyum-senyum sendiri setelah membaca pesan Ardi. Yah paling tidak asal usul es campur misterius ini sudah terpecahkan dari mana datangnya. Ella segera memanggil keenam temannya yang sedang asik bermain di tepi pantai. Dengan iming-iming es campur yang sangat menggiurkan keenam orang itu pun langsung serempak kembali ke gazebo tanpa banyak membantah.
__ADS_1
~∆∆∆~
🌼Tolong klik RATE (⭐⭐⭐⭐⭐), JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR and GIFTS Makasih 😘🌼