Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
241. S2 - Wedding Party


__ADS_3

Malam harinya adalah saat dilangsungkan perhelatan Akbar resepsi pernikahan sang pewaris kerajaan bisnis Pradana. Lazuardi Pradana yang bersanding dengan pujaan hatinya Amellia Safitri.


Keadaan ballroom hotel Galbadia sudah disulap sedemikian rupa untuk dekorasi pesta malam ini. Karena pesta malam ini mengusung tema western party, maka tidak disediakan mimbar pengantin tempat para pengantin dan kedua orang tuanya duduk. Hanya ada back drop yang sudah ditata sangat indah dengan berbagai macam bunga hidup dengan nuansa ungu.


Konsep pesta modern ini menghadirkan suasana yang elegan dan romantis. Dengan konsep stary night, dekorasi dipusatkan pada bagian langit-langit yang menghadirkan suasana malam berbintang yang romantis. Juntaian tanaman rambat penuh bunga digabungkan dengan lampu-lampu yang menjulur dan beberapa Candelier mewah tertata apik disana.


Red carpet terhampar memanjang mulai dari luar ballroom sampai ke dancing floor. Dancing floor ditengah ruangan telah didesain dengan lantai hitam mengkilat yang dapat memantulkan segala keindahan di atasnya. Dan nantinya saat musik mengalun lantai itu akan memancarkan cahayanya sendiri yang beraneka warna.


Berbagai bebungaan segar juga telah ditata mengelilingi lantai dansa. Tak lupa juga ditambahi dengan lampu-lampu elegan berukuran besar yang berbentuk kelopak bunga juga sebagai pencahayaan yang romantis di tengah suasana remang-remang. Wedding cake dan wedding sampanye juga sudah siap diatas meja di sudut dancing floor.


Ballroom Galbadia Hotel sudah sangat ramai dengan banyaknya tamu undangan yang hadir. Mereka menduduki kursi-kursi yang telah disediakan di bagian kanan dan kiri dancing floor. Sementara berbagai meja-meja prasmanan telah stand by dengan berbagai macam hidangan dan minuman di sudut-sudut ruangan agar tidak mengganggu jalannya acara.


Kegiatan resepsi dibuka dan dipandu dengan pembawa acara yang membuka prosesi resepsi. MC kondang Daniel Martono dengan diiringi oleh band akustik kenamaan Sephia on Five. Pembawa acara membuka dengan menyampaikan ucapan terima kasih serta memanjatkan rasa syukur karena prosesi akad nikah telah berlangsung dengan lancar. Serta sambutan dan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran para tamu undangan.


Acara selanjutnya adalah penyambutan kedua mempelai untuk memasuki lokasi resepsi. Kedua mempelai akan dipersilahkan untuk menuju pelaminan, dan berdiri di lokasi yang sudah dipersiapkan.


Para hadirin dipersilahkan berdiri dari kursinya masing masing saat iring-iringan pengantin memasuki ballroom dan berjalan menyusuri red carpet. Kedua orang tua dan beberapa Bridesmaids dan groomsmate mengiringi langkah mereka.


Ribuan convety ditembakkan, ribuan kelopak bunga ditaburkan mengiringi setiap langkah kedua mempelai menuju pelaminan. Dan background music pengiring pun mulai mengalun merdu. Lagu cinta yang telah dipilih oleh kedua mempelai sebagai perwakilan perasaan cinta mereka satu sama lainnya. Perasaan mereka yang akan menyerahkan segala yang dimilikinya untuk pasangan tercintanya. All of me by John Legend


You're my downfall, you're my muse


My worst distraction, my rhythm and blues


I can't stop singing, it's ringing in my head for you


(*Kau adalah kelemahanku, kau adalah inspirasiku


Pengalih perhatian terbesarku, ritme dan blues-ku


Aku tak bisa berhenti bernyanyi, selalu bersenandung di kepalaku untukmu).


My head's under water


But I'm breathing fine


You're crazy, and I'm out of my mind


(*Kepalaku berada di dalam air


Tetapi aku masih bisa bernapas lega


Kau sudah gila, dan aku kehilangan kewarasanku)


'Cause all of me loves all of you


Love your curves and all your edges


All your perfect imperfections


Give your all to me, I'll give my all to you


You're my end and my beginnin'


Even when I lose, I'm winnin'


(*Karena segala dariku mencintai segalanya darimu


Mencintai setiap lekukan tubuh dan sisimu

__ADS_1


Semua ketidaksempurnaanmu yang sempurna


Berikan segala milikmu untukku, aku akan memberikan segala milikku untukmu


Kau adalah akhir dan awal hidupku


Bahkan saat aku kalah, aku merasa menang)


'Cause I give you all of me


And you give me all of you, oh-oh


Karena aku memberimu segalanya dariku


Dan kau memberiku segalanya darimu, oh-oh


Kedua mempelai yang berbahagia berjalan beriringan bagaikan raja dan ratu semalam. Ardi menautkan lengan Ella di lengannya seolah tak ingin sedetikpun berpisah dari istrinya yang rupawan. Bergandengan tangan sampai ujung waktu nantinya.


Lazuardi Pradana tampak sangat gagah dengan three layered white tuxedo yang terbuat dari bahan satin kelas atas. Paduan vest, dasi putih dan Krah Shanghai juga menyempurnakan penampilannya. Membuatnya tak kalah tampan dari pangeran negeri dongeng.


Sementara Ella juga tampak sangat memukau dengan high end modern wedding dress. Gaun pengantin yang sopan dengan lengan panjang dan tidak terlalu terbuka sesuai dengan permintaan Ardi. Bahan bruklat kelas sultan dipadukan dengan payet-payet indah semakin menambah kesan glamor-nya.


Gaun pengantin minimalis dengan cutting mermaid yang dilengkapi dengan ekor lebar dan memanjang. Sementara detail bagian atas diperindah dengan Krah Shanghai tinggi dengan potongan dada sedikit rendah yang berakhir dengan deretan kancing.


Sapuan make up minimalis dan penggunaan perhiasan yang tidak berlebihan semakin menambah kesan simple but elegan. Ditambah lagi dengan hairdo cantik dengan sanggul modern minimalis yang dihiasi sebuah tiara kecil bertahtahkan batu permata. Simple, elegan, classy and so stunning.


Kedua mempelai menempati singgasananya di tengah dance floor. Sementara orang tua mempelai dipersilahkan untuk duduk di kursi yang telah disediakan di bagian keluarga di samping dance floor.


Para tamu undangan yang telah menghadiri acara resepsi dipersilahkan untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai. Pada momen ini para tamu akan mengantri untuk bersalaman secara langsung dengan kedua mempelai telah berdiri di tengah pelaminan beserta kedua orang tua dari mempelai yang berbahagia.


Beberapa tamu juga seringkali mengambil beberapa foto bersama kedua mempelai pada momen ini. Memberi selamat dan mendoakan kebahagiaan keduanya.


Prosesi acara dilanjutkan dengan kedua mempelai yang dipersilahkan untuk memotong kue pengantin. Seluruh hadirin dimohon berdiri untuk menyaksikan prosesi ini. Kata-kata pengantar sebelum prosesi disampaikan oleh mama Kartika sebagai ibu dari sang mempelai pria.


"Kue pengantin ini terbuat dari berbagai bahan pilihan yang spesial dan berkualitas tinggi. Seperti kalian berdua dengan segala keunggulan dan kualitas yang tidak diragukan lagi, kalian berdua adalah pasangan yang sangat spesial dan serasi. Lazuardi dan Amellia, putra dan putriku tersayang." Mama Kartika mengambil jeda dan tersenyum menatap kedua mempelai sebelum beralih menatap kue pernikahan yang telah tersedia di atas meja.


"Selain itu juga, diperlukan usaha yang tidak mudah serta waktu yang tidak sedikit sehingga bisa terbentuk kue pernikahan cantik seperti ini."


"Demikian juga dalam kehidupan berumah tangga yang akan kalian lalui nanti wahai putra dan putriku. Pasti nanti akan ada berbagai macam masalah, baik dan buruk yang akan bercampur menjadi satu." Mama Kartika mulai menganalogikan proses pembuatan kue dengan kehidupan pernikahan yang akan mereka jalani nantinya.


"Tetapi jika kita pandai dalam menyiasatinya, maka semua akan menjadi sesuatu yang indah seperti kue pengantin ini. Selain indah, kue ini juga dapat dinikmati baik oleh keluarga kita ataupun orang disekitarnya." Kartika mengakhiri nasehatnya pada kedua mempelai.


Baik Ardi dan Ella hanya bisa mengangguk mantap menerima nasehat itu. Terharu karena mama Kartika yang dulunya paling menentang hubungan mereka malah memberikan wejangan yang sangat menyentuh kepada mereka berdua.


Kartika menyerahkan pisau pemotong kue kepada Ardi dan Ella setelah menyelesaikan nasehatnya. Ardi menuntun Ella berjalan mendekati kue dan keduanya memotong kue bersamaan secara simbolis. Kemudian beberapa maid membantu mereka untuk memotong beberapa slices kue.


Irisan kue pertama tentu saja untuk kedua pengantin. Mereka saling menyuapkan kue kepada pasangannya sebagai lambang saling mengasihi dan melayani.


"For my beautiful wife that I love the most." Ujar Ardi sebelum menyuapkan sesendok kue untuk Ella.


(*Untuk istri cantikku yang paling aku cintai).


Ella tersenyum sebelum menerima suapan kue dari Ardi. Menikmati sensasi rasa kue yang manis dan lembut di mulutnya, mengunyahnya perlahan sebelum akhirnya menelannya.


"For my handsome husband that I give my heart to." Ella balas menyuapkan sesendok kue ke mulut Ardi.


(*Untuk suami tampanku yang telah kuberikan hatiku untuknya).


Ardi juga tersenyum indah sebelum menerima suapan kue dari Ella. Menikmati sensasi lembut dan manisnya. Biasanya Ardi tidak begitu menyukai makanan manis tapi entah mengapa kue dari suapan tangan Ella terasa sangat lezat untuk disantap.

__ADS_1


Potongan kue selanjutnya diberikan oleh kedua pengantin kepada orang tua dari mempelai pria dan wanita sekaligus. Sebagai tanda bakti dan melayani kepada mereka. Bergantian Ella dan Ardi menyuapi mama dan papa mereka berdua itu. Prosesi yang membuat keempat orang itu sangat terharu.


Acara selanjutnya adalah wine pouring, yaitu acara menuangkan red wine kedalam gelas gelas yang sudah tertata seperti piramida dengan 13 atau 14 gelas. Penataannya adalah bagian paling atas 1 gelas, kemudian gelas itu ditopang dengan 3 gelas. Sedangkan 3 gelas tadi juga ditopang oleh gelas yang lebih banyak di bawahnya.


Dalam ritual ini Ella dan Ardi masing masing memegang botol red wine (yang isinya sudah diganti dengan soft drink). Kemudian pembawa acara memberikan aba-aba agar keduanya menuangkan minuman ke gelas yang paling atas secara bersamaan. Menuangkan terus sampai tumpahan cairan dari gelas yang paling atas akan mengisi gelas dibawahnya dan demikian seterusnya.


Makna yang terkandung dari ritual ini adalah Saling menopang dan saling berbagi. Saling menopang dilambangkan dengan dengan piramida, 9 gelas dan 3 gelas bergotong royong untuk menopang 1 gelas (yang dalam hal ini merupakan perlambang untuk keluarga baru).


Sedangkan saling berbagi dilambangkan dengan menuangkan minuman dari atas tetapi dibiarkan memenuhi gelas yang dibawahnya dulu. Jadi simbolnya kurang lebih adalah setelah ditopang untuk 'naik', sudah selayaknya yang ditopang itu harus memprioritaskan yang paling bawah dulu baru dirinya sendiri.


"Baiklah karena semua gelas sudah terisi, sekarang saatnya untuk ritual selanjutnya. Wine Toast." Sang pembawa acara memberikan aba-aba kepada seluruh tamu yang hadir. "Please have your glasses everyone."


(*Tolong ambil gelas masing-masing ya).


Ardi mengambilkan sebuah gelas dan memberikannya untuk Ella, "Ini bukan wine kok, soft drink." bisiknya pada Ella yang terlihat sedikit ragu menerimanya.


Barulah setelah yakin akan keamanan minumannya, Ella mau menerima gelas itu.


Ardi mengambil satu gelas minuman lagi untuk dirinya sendiri kemudian mengajak Ella untuk saling mendentingkan gelas mereka masing masing.


"Thank you everyone for coming to our wedding party. Hope you can enjoy and have a great time... And for our new little family, I hope we can love each other and life happily ever after." Ardi memberikan sambutan dan harapannya dengan lantang. Sengaja menggunakan bahasa Inggris karena sebagian tamunya ada yang berasal dari negara asing.


(*Terima kasih semuanya yang sudah hadir di pesta pernikahan kami ini. Semoga kalian dapat menikmati dan mendapatkan saat yang menyenangkan...Dan untuk keluarga baru kami, saya berharap kami dapat saling mencintai dan hidup bersama dalam kebahagiaan untuk selamanya).


"Cheeers everyone!" Ardi mengangkat gelas winenya dan mendahului untuk meminum habis isinya. Ella juga tak mau ketinggalan untuk meminum isi gelasnya mengikuti apa yang Ardi lakukan.


""Cheeeeeers!""


Seluruh hadirin yang sedari tadi sudah memegang gelas minumannya ikut mengangkat gelas dan meneguk habis isinya. Seakan ikut merayakan kebahagiaan dan ikut mendoakan harapan yang diucapkan oleh mempelai pria agar dapat terwujud.


"Naaah sekarang kita tiba pada saat yang dinanti-nanti oleh semua orang." Sang pembawa acara kembali berkata setelah hampir seluruh hadirin meletakkan gelasnya kembali ke meja.


"Ciuman pertama bagi kedua mempelai pengantin di hadapan khalayak ramai. Ini untuk membuktikan bahwa keduanya saling mencintai satu sama lainnya." Lanjutnya yang langsung disambut dengan heboh oleh seluruh hadirin.


"Mas...aku...aku malu..." Ella kebingungan untuk menolak acara ini. Gila aja masa harus ciuman dihadapan ratusan tamu yang hadir begini coba?


"Lebih malu kalau kita nolak," Ardi tak menerima penolakan dari Ella. Pokoknya aku mau cium hehe.


"Tapi kan..."


"Udah kamu merem aja, biar aku yang bertindak." Ardi memberi penawaran sekaligus solusi pada Ella.


"Ayo mas Ardi dan mbak Ella, jangan malu-malu. Kalian kan sudah menjadi pasangan suami istri yang sah." Sang MC kembali mengompori.


""Ayo...ayo...ayo.. ayoooo!!""


""Cium...cium...cium...ciuuuuuum!!""


Para hadirin yang hadir sudah heboh memberikan semangat. Penasaran ingin melihat adegan ciuman pertama dari kedua mempelai pengantin ini.


"Kita sudah gak bisa mundur lagi, honey." Ardi mengingatkan Ella. Akan memalukan pastinya kalau Ella menolak prosesi ini.


"...Baiklah." Ella akhirnya pasrah saja. Menutup rapat-rapat matanya, memilih bersikap pasif.


Ardi tersenyum gemas melihat tingkah istrinya itu yang masih saja malu-malu. Perlahan Ardi mendekatkan tubuhnya ke arah Ella. Memeluknya dengan lembut dan perlahan namun pasti mendekatkan wajahnya ke arah wajah Ella. Dengan satu tujuan pasti yang di depan mata, bibir Ella...


~∆∆∆~


🌼Yuuuuks PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼

__ADS_1


__ADS_2