Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
238. S2 - Mission Complete


__ADS_3

"Jadi gimana, bro? Kamu sudah puas begitu saja?" Irza menanyai Ardi dengan senyuman terkembang tentang hasil akhir join Force mereka.


"Iya. Mission complete. Makasih ya," Ardi tersenyum puas menjawab pertanyaan Irza. Hasil yang didapat memang sangat memuaskan, sesuai dengan apa yang dikehendakinya.


"Tunggu-tunggu sebenarnya apa yang terjadi?" Mahes mewakili kebingungan semuanya yang hadir untuk bertanya. "Gimana ceritanya tiba-tiba Gengen bisa menyerah dan minta maaf begitu?"


"Iya aku juga penasaran. Beberapa Minggu yang lalu si Ardi masih kebingungan setengah gila gara-gara terancam nikah di penjara. Kok tahu-tahu jadi beres kayak begini?" Tyo ikutan bertanya.


"Bukan setengah gila lagi, pak. Sudah sangat gila dan kacau Pak Ardi gara-gara sindrom sebelum merrid. Ketakutan kronis batal kawen." Bambang ikut menjelaskan kekacauan di perusahaan yang harus dibereskan olehnya karena kegilaan Ardi.


"Bener banget, dia jadi tiba-tiba bego." Linggar ikut menyeletuk mengingat Ardi dengan bebagai tingkah anehnya beberapa Minggu belakangan ini.


Ardi tak mengelak atau memprotes, pasrah saja dikatai bego atau apa. Yang penting sekarang sudah clear semua masalah. Berakhir dengan indah.


'Jadi kaweeen! Hore! Kaween seminggu lagi!'


"Tanyain Irza tu biar jelas." Ardi yang sudah tahu sebagian besar jalan cerita dan prosesnya membiarkan Irza untuk bercerita. Biar sekalian saja jadi tokoh utama dia, kayak Naruto.


"So, let me tell you the story guys..." Irza memulai ceritanya dengan nada sangat dramatis. Dan semua yang hadir langsung memberikan perhatian penuh kepada cerita yang akan disampaikan oleh pewaris Wismail Grup itu.


(*Jadi ceritanya begini...)


Irza berdehem sejenak untuk membuat suasana yang sudah tegang menjadi semakin penuh misteri dan mencekam.


"Untuk Gengen, kami melancarakan dua cara untuk melawannya." Tangan kanan Irza menunjukkan 2 jari terbuka. "Cara yang pertama adalah diversion, mengalihkan perhatiannya. Kami bikin dia sibuk sampai lupa dengan tuntutannya pada Ardi."


"Mengalihkan perhatian dengan apa?" tanya Tyo tak sabar mendengar cerita seru itu.


"Dengan kasus lain yang lebih bikin dia pusing tentunya. For Your Information, aku dengar sebelumnya dari Johanh, Gengen adalah salah satu penyewa yang ikut kena grebek polisi dalam kasus prostitusi selebriti yang melibatkan artis bernama Milena." Irza kembali menjelaskan.


Wajah semua orang yang hadir terkejut bukan kepalang mendengarnya. Berita tentang prostitusi selebriti memang sudah menjadi berita paling panas beberapa minggu terakhir. Sering sekali diberitakan di berbagai media. Ditambah dengan kasus bunuh diri salah seorang yang terlibat. Gengen memang sering berulah dan membuat sensasi, tapi mereka tak menyangka Gengen terlibat kasus ini.


Sebelumnya publik merasa tidak adil karena identitas pelaku wanita diberitakan oleh media. Sementara pelaku laki-laki identitasnya disamarkan dan terhindar dari hukuman sosial. Tentu saja karena Kobolt Group yang mengcover kasus itu. Mencegah nama Gengen menjadi trending topic.


"Jadi maksudnya, semua ini adalah ulah kalian yang membeberkan pada publik kalau salah satu pelaku prostitusi selebriti itu Gengen?" Mahes dapat menangkap apa yang kira-kira telah terjadi. 


"Tapi gimana caranya?" Bambang yang memang tidak ikut dalam operasi ini bertanya kebingungan. 


"Intinya kami mengumpulkan informasi dan bukti-bukti yang sebelumnya tak diungkapkan ke polisi dan publik." Irza menyamarkan tentang pekerjaan hacking duo Kresna dan Karna, tak ingin membuka rahasia perusahaan Pradana dan Wismail sekaligus pada Tyo, Mahes dan Nick.


Menyembunyikan kenyataan kedua hacker mereka meretas CCTV hotel tempat kejadian prostitusi itu. Menyimpan rapat pula informasi tentang Kresna yang melacak transaksi dari lima rekening Gengen. Bukti-bukti konkret yang tak terbantahkan.


"Selanjutnya kami manfaatkan masyarakat yang sangat kepo dengan kasus prostitusi selebriti ini. Kalau berita tersebut diketahui publik, Gengen akan menerima banyak ujaran kebencian. Dia akan sibuk dan lupa urusannya dengan Ardi" Irza kembali menjelaskan.


"Media bukannya bisa ditekan ya oleh grup sebesar Kobolt?" Tyo masih tak percaya.


Irza melanjutkan lagi, "Kalau medianya tepat bisa-bisa aja kok. Di era digital ini ada banyak cara untuk menyampaikan informasi. Salah satunya bisa dengan media sosial. Dan kami memanfaatkan Lambe Taman"


"Lambe...apaan?" Mahes ikut bertanya bingung. 


"Lambe Taman. Itu adalah semacam akun yang isinya tentang gosip selebriti yang sedang panas. Karena adminnya bukan orang yang murni jurnalis jadi mereka menerima informasi dari amatiran seperti paparazi atau orang awam yang kebetulan dapat foto atau gambar di TKP." Karna membantu Irza menjelaskan tentang situs itu.


"Bingo! Kalau beritanya sudah tersebar dan heboh di internet. Media nasional pasti akan gatal juga untuk memberitakan. Setelahnya…Kalian tahu sendiri akhir ceritanya!" Irza mengakhiri cerita penuh penekanan. 


"Strategi melawan Gengen ini kami jalankan di waktu yang sama dengan strategi untuk membalas Ridley. Dengan membongkar kasus pembakaran lahan yang menyeret namanya. Aku mencari semua bukti tentang keterlibatannya dalam kasus itu. Semua bukti yang sudah kukumpulkan, kuserahkan pada KPK dan instansi lingkungan hidup setempat." Irza melanjutkan menjelaskan.


"Dengan adanya dua kasus besar itu, membuat pusing team kuasa hukum Kobold grup. Skandal sebesar itu jelas membuat berang para petinggi Kobold Group. Nah di sini langkah kedua di mulai."


"Aku mendekati orang tua Gengen, memberinya simpati sekaligus memanas-manasi supaya mereka memblokir kartu kredit dan rekening Gengen sebagai alasan untuk menghambat penyelidikan. Dengan begitu Gengen akan panik karena kehilangan segala fasilitasnya dan kemudahan. Dia akan kalang kabut mencari bantuan pihak lain."


"Pada akhirnya Gengen akan dipaksa orang tuanya untuk pergi ke luar negri untuk menghindari media dan tidak membuat masalah lagi. Menunggu sampai suasana aman baru kembali pulang. Mereka akan mencari siapa yang punya lapangan terbang pribadi. Dan yang paling dekat tentu saja di sini, di Pradana Bussiness Park."

__ADS_1


"Sementara untuk Ridley, akan kupastikan si brengsek itu akan mendekam di penjara." Irza mengakhiri ceritanya dengan senyuman licik bak iblis.


Semua yang mendengar penjelasan Irza langsung terkagum-kagum sekaligus ngeri. Dalam hati bertekad jangan sampai deh membuat masalah dengan pria satu ini. Atau mereka akan berakhir mengenaskan seperti Gengen dan Ridley.


"Jadi yang dimaksud ayah Gengen punya satu permohonan padaku tentang itu ya?" Ardi bertanya. Mulai mengerti maksud dari ayah Gengen yang sampai rela merendahkan diri padanya.


"Benar. Jelas si Gengen gak bisa kabur ke luar negeri dengan penerbangan biasa. Pasti mereka ingin mencari pesawat pribadi. Dan yang punya siapa di sekitaran sini? Kamu lah, bro!" Irza memberikan senyumannya pada Ardi yang langsung dibalas senyuman juga oleh sahabatnya itu.


"Demi pinjem pesawat pribadi dan lapangan terbang milik Pradana Bisnis Park, mereka rela mencabut tuntutan? Gila jenius banget!" Tyo berdecak kagum mendengar akhir dari perang Mahabarata ini.


"Gak percuma kamu beli pesawat mahal-mahal mas," Linggar cekikikan. "Mas Ardi yang gak hobi beli mobil mewah malah belinya pesawat pribadi. Honda HA-420 Jet."


"Ya aku beli kan awalnya cuma buat papa, kasian kalau harus bolak balik Surabaya - Banyu Harum dengan perjalanan darat selama 7 jam." Ardi mejelaskan alasannya membeli pesawat pribadi.


"Sampai maksa bikin landasan pesawat di Bisnis park dan Kediaman Pradana sekaligus." Mahes ikut cekikikan mengingat cara Ardi menghabiskan uang. 60 M dia habiskan hanya untuk pesawat, parah.


"Jadi gimana? Kamu mau kasih pinjam?" Irza memastikan keputusan Ardi.


"Boleh lah, karena yang meminta om Sugiono langsung. Gak enak juga kalau menolak pemintaan beliau yang sudah tulus minta maaf begitu." Ardi tak keberatan untuk meminjamkan pesawatnya pada Gengen. Yang penting Kaweeen!


"Ok, nanti aku kabarin Om Sugiono kalau kamu setuju. Sambil bahas lagi sekalian jadwal pinjemnya kapan." Irza menghormati keputusan Ardi.


'Sudah kuduga kamu pasti gak bakal nolak. Memang kamu terlalu baik jadi orang, Di.'


Acara selanjutnya dilanjutkan dengan games dan permainan. Seakan balas dendam karena permainan mereka yang tertunda tadi, Kresna dan Karna meneruskan peperangan 1 on 1 mereka dengan pemainan combat batlle di PS5. Linggar dan Bambang sudah bersemangat menonton permainan mereka berdua yang layaknya kejuaraan dunia. Kapan lagi bisa ngelihat pertandingan keren gini.


Sementara para pria dewasa lainnya melanjutkan dengan sesi wejangan dan nasehat kepada si calon mempelai pria.


"Nah ayo sekarang waktunya wejangan buat calon mempelai pria, Hes giliran kamu tampil." Tyo memerintahkan Mahes dengan semena-mena.


"Kok aku? Aku kan adik iparnya. Dia kakak iparku lho." Mahes sedikit sungkan juga untuk menggurui Ardi yang lebih tinggi silsilahnya.


"Brengsek lu!" Irza bersungut-sungut. "Ngapain nama gue dibawa-bawa?"


"Abis elu yang paling awet jomblonya hahaha." Ardi ikutan memanasi Irza, biar cepet cari cewek. Biar gak mikirin Naruto melulu kerjanya.


"Cih, jadi gini balas jasamu? Air susu dibalas air selokan?" Irza memasang wajah ngambeknya. Dan semua kontan menertawakannya.


"Ok deh aku coba kasih saran ya berdasarkan pengalaman jadi suami dari Larasati Pradana." Mahes akhirnya mengalah untuk berbicara.


"Bu Laras, the hot mommy," celetuk Gery iseng.


"Apa Ger? Cari mati?" Mahes gak terima ada yang bilang Laras hot mommy terang-terangan begitu. Padahal ya memang hot banget penampilan Laras.


"Ampun pak Mahes, saya nyerah." Gery langsung tak berani berkomentar, bisa garang juga pak Mahes.


"Jadi laki laki itu, terutama suami harus punya stok sabar yang banyak. Kuping dobel yang tebal. Bahu yang lebar dan dada yang bidang buat sandaran." Mahes memulai berbicara.


"Itu si pengalaman pribadimu, Laras memang hobi ngomel si. Kalau Ella kan beda, dia manis banget." Ardi tak terima Ella disamakan dengan Laras.


"Ntar kalau udah nikah, semanis apapun istrimu akan berubah menjadi radio rusak hahaha. Mau taruhan?" Mahes menantang Ardi.


"Boleh, liat aja nanti." Ardi percaya diri.


"Hoi lanjut nasehatnya." Irza mengingatkan.


"Aturan dalam rumah tangga itu cuma ada dua, pasal satu istri selalu benar. Pasal dua kalau istri salah kembali ke pasal satu." Mahes melanjutkan.


"Ngenes bener idup lu, Hes?" Tyo ikutan prihatin dengan kehidupan Mahes yang sepertinya ikut ikatan suami takut istri ini.


"Ya intinya kita gak bisa pelihara ego. Lelaki yang baik itu adalah lelaki yang paling lemah lembut kepada istrinya. Terserah di tempat lain kita garangnya kayak apa. Kerjaan kita yang nuntut kita buat garang, aku tahu itu. Tapi kalau sama istri... Ganti mode, mode Hello Kitty."

__ADS_1


"Wanita itu tercipta dari tulang rusuk lelaki yang bengkok. Karena memang dasarnya sudah bengkok harus dimaklumi kalau sering bikin kita darah tinggi. Kalau dipaksa diluruskan dengan kekerasan pasti akan patah." Mahes melanjutkan nasehatnya.


"Contoh gampangnya kita harus sering mengalah. Harus minta maaf duluan walaupun kita gak salah. Harus super peka, kalo istri bilang terserah berarti dia itu aslinya gak setuju. Kalo dia bilang nggak tapi aslinya iya atau sebaliknya...Intinya saling mengalah untuk keutuhan bahtera rumah tangga."


Ucapan Mahes kali ini cukup mengena di hati semua yang mendengarnya. Tak ada yang menyelah atau menyangkal lagi ucapannya. Bahkan Ardi pun setuju, dia pasti juga tak akan keberatan untuk mengalah kalau untuk Ella.


"Who Will give the speach next? Me?" Nick kali ini menawarkan diri memberikan wejangan. Karena dirinya yang paling tua diantara gerombolan itu. Paling lama menikah dan sudah punya dua anak, sepasang putra dan putri.


(*Siapa yang akan ngasih saran selanjutnya? Aku?)


"You? You can give the speach?" Tyo tak percaya dengan omongan si bule. Ngasih saran apaan coba? Adat barat dan timur aja beda banget.


(*Kamu? Kamu bisa ngasih saran?)


"Sure, at least I can teach you how to make her 'Scream', hehe." Nick mengedip jahil.


(*Tentu saja, paling tidak aku bisa ngajarin kamu cara bikin istrimu 'berteriak', hehe).


"Wow Scream!" Gery bersemangat mendengarnya.


(*Wow berteriak).


"If you can make her Scream, she will give you a baby boy. If no she will give you a baby girl." Nick melanjutkan penjelasannya.


(* Kalau kamu bisa bikin istrimu berteriak, dia akan memberikan anak laki-laki. Kalau tidak dia akan memberimu anak perempuan).


"What? What do you mean?" Tyo ikutan tertarik.


(*Maksudnya apa ini?)


"Mahes, can you explain in scientic details?" Nick meminta bantuan Mahes untuk menjelaskan.


(*Mahes, bantuin jelasin secara ilmiah).


"You right, Nick. Ini memang masalah penting untuk kita para penerus kerajaan bisnis. Kita dituntut untuk dapat memberikan seorang putra sebagai keturunan. Dan ini ada hubungannya dengan 'scream' seperti kata Nick tadi." Mahes menjelaskan.


"Hah? Seriusan?" Ardi ikutan kepo, karena sudah terbukti Mahes dan Nick memiliki anak laki-laki sebagai anak pertama mereka. Kali aja ada resepnya.


"Laki-laki itu terbentuk dari kromosom X dan Y. sedangkan wanita X dan X. Nah kromosom Y ini hanya bisa hidup dalam suasana basah. Dia akan mati jika berada dalam suasana asam." Mahes menjelaskan secara ilmiah.


"Sementara 'aset istri kita' memiliki PH normal asam kan. Pasti mati itu kromosom Y kalau masuk dalam keadaan biasa, maka jadilah anak perempuan. Nah jika seorang wanita sampai mencapai klimaks, maka suasana 'aset miliknya' akan berubah jadi PH basah. Maka kalau dibuahi akan jadilah anak laki-laki. Jadi intinya kalau ingin anak laki-laki, kita harus bisa memuaskan istri kita."


"Thats right, makes her Scream!" celetuk Nick.


(*Nah bener, bikin istrimu berteriak).


"Wah kado dariku bisa dipakai pak, dijamin teriak." Gery mengingatkan Ardi pada tisue magicnya


"Jangan lupa kado dariku lebih sakti. Bisa bikin teriak-teriak tiga hari berturut-turut." Tyo mengingatkan obat kuatnya.


"Fvck you!" Ardi langsung mengumpat mengingat kado absurd dari mereka berdua. Masa dirinya harus pakai begituan?


"Kalian ngado apa?" Irza penasaran.


"Hahahaha," Tyo, Gery dan Mahes kompak ngakak tanpa sanggup menjawab pertanyaan Irza.


~∆∆∆~


Penasaran dengan tokoh Irza Wismail dan Karna? Mereka ada di novelnya temenku ASTARI berjudul YOUNG MISS. Jangan lupa dikepoin juga ya dijamin gak kalah serunya 🥰


🌼Yuuuuks say PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼

__ADS_1


__ADS_2