
"Would you be mine?" Ardi melanjutkan ucapannya, mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari sakunya, membukanya dan menyodorkannya pada Ella. Debaran jantungnya yang sudah berpacu sejak Ella memeluknya tadi semakin cepat saja rasanya. Sudah mau copot malahan demi bisa mengucapkan kata-kata sakral itu.
Ella memberikan senyuman indah terbaiknya pada Ardi sebelum akhirnya memutuskan untuk memberikan jawabannya...Sulit sekali untuk sekedar tersenyum dengan dentuman keras yang bertalu-talu di dalam dadanya. Debaran asmara yang manis dan membahagiakan serta membuat melayang-layang di angkasa.
Ella sudah hendak membuka mulutnya untuk berkata-kata saat tiba-tiba lampu kantin menyala terang dengan cahaya berwarna-warni yang indah. Menampakkan pemandangan kantin yang ternyata telah ditata sedemikian rupa dengan berbagai dekorasi bunga-bunga segar, balon, akrilik dan hiasan lainnya yang serba pink. Sangat manis.
Sebuah alunan musik juga tiba-tiba terdengar mengalun lembut, memenuhi seluruh ruangan. Menambahkan suasana malam itu menjadi semakin hangat dan romantis. Lagu tentang cinta yang indah dari Yovie dan Nuno, Janji suci.
Dengarkanlah, wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu...
Ardi berdiri dari posisi duduknya, berjalan ringan mengambil sesuatu di belakang chair set mereka. Sebuah troli yang berisi sebuah buket super duper besar dengan ratusan kelopak bunga mawar segar berwarna merah di dalamnya. Sebuah tulisan I ❤️ U juga yang dibentuk dari mawar putih yang ditata apik di tengahnya.
Mata Ella terbelalak kaget melihat bunga-bunga indah di hadapannya. Ella pun semakin speachless dan tak bisa berkata-kata dibuatnya. Terharu... Butiran bening tanpa terasa semakin deras mengalir dikedua sudut matanya, air mata bahagia.
'Yaampun mas Ardi...Lagi dan lagi, kamu selalu saja bisa bikin hati ini seakan melayang jauh di angkasa. Kamu selalu saja bisa membuatku seolah menjadi seorang wanita yang paling dicintai. Wanita yang paling beruntung di dunia ini.'
Ardi mengambil sebuah surat yang terselip diantara bunga-bunga mawar itu. Diserahkannya secarik kertas berwarna pink dengan tulisan dari tinta emas diatasnya. Surat cinta dari seorang Lazuardi Edwin Pradana yang ditulisnya sendiri dengan jemarinya.
For you the one and only...
Amellia, My honey...
*My love for you is unconditional**ly*
You can not do enough wrongs to lose way
You can not make enough mistakes to push me away
You can not hurt me enough to make me walk away
You will make mistakes
I will make mistakes
We will both hurting each other
In some way
At some point
In our life
But I will still love you
Even if you hit a rebellious streak
And walk away or cut me down
I will still love you
I will always love you
I will never stop loving you
Meleleh...Siapa yang gak melting coba kalau mendapatkan surat cinta semanis itu? Surat yang bahkan ditulis tangan sendiri oleh Ardi dengan tinta emas yang melambangkan kejayaan dan keabadian. Seakan menegaskan bahwa isi surat itu merupakan janji Ardi untuknya selamanya...
Dan lelehan dari sudut mata Ella juga semakin deras saja rasanya mengalir. Sudah tak dapat dikatakan dan dijelaskan lagi bagaimana campur aduknya perasaan Ella saat ini. Bahagia, sangat bahagia yang rasanya mampu membuatnya terbang kelangit ke tujuh...
Lantunan lagu kembali terdengar dengan lembut dan merdunya di segala penjuru. Ardi mengambil kotak cincin yang tadi diletakkannya di meja dan disodorkan kembali cincin itu kepada Ella sambil tersenyum lebar...
Dengarkanlah, wanita impianku
__ADS_1
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci, satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu...
"Ella...Would you be mine?" Ardi mengulangi permintaanya pada Ella tepat saat lirik lagu berakhir. Jelas tak ingin penolakan. Dan jelas juga Ella tak mungkin akan dapat menolaknya.
Ella terdiam sejenak, menata hatinya, menghapus air mata bahagianya yang terus saja mengalir tanpa henti dengan kedua tangannya. Tak ingin momen bahagia mereka diiringi oleh air mata. Ella berusaha keras merekahkan senyuman terindah dari bibirnya sebelum memberikan jawaban untuk Ardi...
"I would..."
'Yeees! Akhirnya kamu jadi milikku, El! Nikah! Kawin! Akhirnya aku dapat menikahimu dan menjadikanmu istriku. Ratu di dalam istana cintaku untukmu.'
Ardi sudah kegirangan dan nyaris saja kehilangan kendali dirinya untuk tidak jingkrak-jingkrak saking senangnya demi mendengar jawaban Ella.
Setelah dapat mengendalikan perasaanya, Ardi mengambil cincin bertabur berlian yang sudah disiapkannya untuk Ella. Diraihnya jemari tangan kiri Ella dan disematkannya cincin itu ke jari manis Ella.
"Cincin ini sangat simpel dan manis yang sesuai sama kamu. Disana telah terukir namaku agar kau selalu ingat bahwa aku telah mengikatmu...Menjadi calon mempelaiku. Belahan jiwaku."
Ella hanya mengangguk mantap sebagai jawaban dan kesanggupannya pada Ardi. Diambilnya cincin yang tersisa dan diraih juga ke jemari tangan kiri Ardi. Dipasangkannya cincin itu di jari manis Ardi.
"Cincin dengan ukiran namaku ini juga sebagai tanda yang akan mengikat dirimu hanya untukku. You will be mine. And I will be yours."
"I do love you Ella..."
"I love you too mas Ardi...very much..."
Ardi sudah tak dapat menahan dirinya lagi untuk tidak memeluk tubuh Ella. Segala gejolak dan gairah membara sudah memenuhi dada dan otaknya saat ini. Ardi meraih tubuh Ella, dipeluknya gadis itu dengan sangat erat sampai kedua tubuh mereka seolah tak berjarak. Seakan tak ingin melepaskan gadis itu lagi untuk selama-lamanya.
"Aku akan bawa orang tuaku untuk ngelamar kamu secara resmi." Ardi mengusap lembut punggung Ella dalam pelukannya. Sayang, sayang banget aku sama kamu, El...
Ardi semakin gemas saja rasanya melihat ulah gadis itu. Duh ini anak masih saja bisa bercanda disaat begini. Asli gemesin banget! Bikin pengen...
Ardi meraih dagu Ella, mendongakkan wajah gadis itu. Jemari Ardi terus diarahkan ke bagian belakang kepala Ella untuk menahannya terus mendongak. Sementara Ardi sendiri menunduk dan menurunkan kepalanya. Menuju ke sasaran empuk yang sudah sangat menggoda dirinya. Bibir Ella yang merekah sangat indah dan merah merona.
Ardi memejamkan matanya saat jarak semakin dekat dan akhirnya wajah mereka sampai bertemu. Kedua kedua bibir mereka saling menempel dan bertautan. Rasanya begitu lembut, halus, empuk, dan nikmat. Rasa yang bahkan jauh lebih memabukkan dari vodka. Keduanya berciuman dengan panas dan membara mengikuti debaran jantung di dada yang semakin berpacu keras.
Saling membalas satu sama lainnya seakan ingin mengungkapkan betapa besar rasa cinta dan kebahagiaan mereka masing-masing. Seakan tak ada yang mau mengalah untuk menyatakan bahwa cinta mereka lebih besar satu sama lainnya.
Cukup lama keduanya terhanyut dalam kenikmatan duniawi yang memabukkan. Sensasi ciuman panas membara mereka yang bisa membuat ketagihan. Bahagia karena mereka akhirnya berhasil mencapai kesepakatan untuk dapat melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih jauh lagi. Pertunangan.
Di belakang mereka berdua, tanpa mereka sadari alunan musik kembali memainkan musik dan menyanyikan lagu perayaan yang sangat cocok untuk mereka berdua. Sesuai pula untuk suasana malam hari ini. Lagu Akad dari Payung Teduh.
Bila nanti saatnya telah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian ke sana kemari dan tertawa
Ribuan convety tiba-tiba ditembakkan entah dari mana. Beterbangan melayang-layang disekitar mereka berdua yang masih berpelukan setelah mengakhiri ciuman panas mereka. Kembang api super besar dan indah juga ditembakkan ke angkasa sebagai pelengkap suasana bahagia mereka. Semakin menambahkan kebahagiaan kedua pasangan itu. Menciptakan kenangan indah yang tak akan terlupakan bagi mereka berdua seumur hidup.
Tepuk tangan pun kemudian ramai membahana dan dari kegelapan malam muncullah sosok-sosok tubuh yang entah sejak kapan ada disana, bersembunyi di dalam kegelapan. Sosok-sosok yang memperhatikan Ardi dan Ella dari tadi. Mereka bertepuk tangan sambil tertawa-tawa bahagia melihat kemesraan dan keromantisan kedua pasangan itu. Menyuarakan ucapan selamat mereka kepada keduanya.
Ella buru-buru melepaskan tubuhnya dari pelukan Ardi karena menyadari ternyata dirinya dan Ardi tidak sendirian di kantin. Maluuuu! Berapa banyak yang sudah mereka lihat tadi? Aaaaaarrhhh bisa gila!!! Ella buru-buru menutup wajahnya yang sudah semerah tomat dengan kedua telapak tangannya untuk menyembunyikan wajah malunya.
Ardi tidak membiarkan Ella pergi terlalu jauh dari tubuhnya. Didekapnya tubuh gadis itu rapat-rapat ke tubuhnya dengan sebelah lengannya.
Ardi sudah tak tahan untuk menyunggingkan senyuman puas dan tawa gelinya. Kegirangan karena telah berhasil memberikan surprize party yang tidak akan pernah sekalipun terbayangkan oleh Ella. I got you, honey! Gak percuma deh persiapan seharian tadi hehe.
"Udah gak usah ditutupin lagi mukamu, mereka udah liat semuanya kok dari awal sampai akhir." Ardi memberi tahukan kenyataan yang membuat Ella semakin melongo. Dan semua yang hadir kembali tertawa melihat tingkah dan ekspresi kaget Ella.
Apa-apaan coba semua ini? Katanya cuma mau ngelamar secara private dan tidak mencolok sesuai permintaanku? Kenapa malah ada banyak orang begini yang menonton mereka? Ella semakin panik dan gregetan saja dibuatnya. Pasti ini ulah Ardi, pasti Ardi yang sudah sengaja mempersiapkan acara heboh dan mengundang banyak orang begini.
Dengan paniknya Ella mengedarkan pandangannya ke segala penjuruh. Penasaran dengan siapa saja orang yang hadir mengelilingi mereka, rame banget. Ada Bambang, Cindy, Kresna, Gery, Linggar, Ditha, Tyo, Rena, Mahes dan Laras. Bahkan lebih jauh hadir juga Roni, Sari, Intan dan Ivan juga. Benar-benar gila! Banyak banget saksi yang melihat mereka berdua... Melihat apa yang mereka berdua lakukan tadi...
__ADS_1
'Tidaaaaaakkkk!' Ella menjerit histeris dalam hati.
"Wah sepertinya calon mempelai wanita masih malu-malu ini." Tyo menyeletuk sambil tertawa lepas.
"Selamat ya. Semoga lancar sampai pelaminan." Rena ikutan menambahi ucapan Tyo.
"Makasih lo ya telah menyuguhkan tontonan yang jauh lebih bagus dari drama koreya." Intan ikutan menyeletuk genit.
"Iya gak ngira kalian bisa semanis itu. Gemes banget ngelihatnya." Linggar ikutan menimpali.
"Gemes apa baper dan kepengen?" Mahes yang kali ini ikutan nimbrung.
"Asli buat para jomblo hanya bisa meronta-ronta pasrah dalam hati." Bambang yang kali ini menyuarakan suara hatinya mewakili para jomblo.
Celetukan jujur dari lubuk hati terdalam yang langsung disambut oleh ledakan tawa dari semua yang hadir disana. Menertawakan Bambang, serta menertawakan diri mereka sendiri bagi yang senasib masih jomblo.
Bahkan mereka juga menertawakan Ella dan Ardi, tak menyangka keduanya bisa berlaku semanis itu. Ardi yang cenderung dingin dalam bergaul, Ella yang lugu dan tidak peka. Entah bagaimana bisa se-sweet itu saat mereka bersama.
Semua yang hadir kemudian bergantian menyalami Ardi dan Ella satu persatu. Memberikan ucapan selamat serta doa mereka kepada keduanya. Memberikan pelukan hangat dan cupika cupiki sebagai bentuk keakraban mereka.
Dan mereka melanjutkan menghabiskan malam bersama dengan berbagai suguhan hidangan yang telah tersedia juga disana. Berkumpul, bercanda, bersenda gurau dan berbahagia untuk merayakan pesta pertunangan kecil-kecilan Ardi dan Ella.
"Mas Ardi jahat banget..." Ella mengeluh. Saat keduanya akhirnya bisa mojok memisahkan diri.
"Jahat gimana?"
"Jahat banget udah ngerjain aku seharian ini!"
"Ngerjain gimana?" Ardi masih berlagak bodoh.
"Ini semuanya mas Ardi yang atur kan? Nyebelin! Aku malu banget tahu tadi. Apanya yang ngelamar secara private dan tidak mencolok coba?" Ella mengutarakan protesnya pada Ardi.
"Lho ini bisa dibilang private dan tidak mencolok bagiku. Kalau mau terang-terangan itu bisa nyewa gedung dan konferensi pers segala lho."
"Duh kalian para sultan memang otaknya gak bisa disamain dengan orang biasa."
"Sorry... Sorry honey. Sini kamu bisa balas dendam dengan cium aku deh. Aku rela."
"Ogah! Rugi buat aku! Kamu yang dapat untung banyak" Ella memprotes.
"Hahahaha, iya untung banyak." Ardi dengan jahilnya mendaratkan ciuman ringan di sebelah pipi Ella. Membuat Ella terdiam membatu tak sangup memprotes lagi.
~∆∆∆~
Terjemahan dari surat cinta Ardi untuk Ella agar tidak menganggu susunan cerita. Biar semakin menjiwai apa yang ingin dikatakan Ardi kepada Ella.
'Untukmu satu-satunya ...
Amellia, sayangku ...
Cintaku padamu tidak bersyarat
Kau tidak bisa melakukan cukup banyak kesalahan untuk kehilanganya
Kau tidak bisa membuat cukup kesalahan untuk mendorongku menjauh
Kau tidak bisa cukup menyakitiku untuk membuat aku pergi darimu
Kau akan membuat kesalahan
Aku akan membuat kesalahan
Kita berdua akan saling menyakiti
Dalam beberapa hal
Dalam beberapa kasus
Dalam menjalani kehidupan kita
Tapi aku akan tetap mencintaimu
Bahkan jika kau melakukan pemberontakan
Dan pergi atau menghancurkan aku
Aku akan tetap mencintaimu
Aku akan selalu mencintaimu
__ADS_1
Aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu'
🌼Yuuuuks say jangan lupa LIKE, VOTE dan pliiiiissss kasih KOMEN yaaaa 🌼