
Sementara itu di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda teman-teman dekat Ardi juga merencanakan Bachelor party untuknya. Dan siapakah pengagas ide pesta kali ini? Tentu saja Linggar, dan Mahes sebagai saudara laki-laki Ardi. Mereka berdua sudah berkoordinasi dengan Laras dan Sari untuk melakukan pesta di hari yang sama dengan acara Bridal Shower Ella.
Bachelor party atau pesta bujang merupakan pesta yang dilakukan orang terdekat calon pengantin laki-laki untuk merayakan atau melepaskan status bujangan si calon pengantin. Perayaan sebelum melepas status perjaka ting-ting Ardi Pradana.
Biasanya pesta bujang sering memiliki stereotip negatif karena pesta bujang yang diadakan biasanya meliputi makan-makan, minum alkohol sepuasnya, menyewa penari striptis bahkan perjudian. Hal negatif tersebut dilakukan sebagai pengingat bahwa nanti setelah menikah, belum tentu bisa sebebas masih bujang. Jadi untuk merayakan status bujang untuk terakhir kalinya, hal demikian dilakukan.
Tapi untuk pesta Ardi kali ini tentu saja Mahes dan Linggar hanya berniat merayakannya dengan hal-hal yang wajar saja. Seperti makan-makan sepuasnya, nonton bareng, ramah tamah dan mengadakan beberapa permainan atau challenge yang harus dituntaskan si calon pengantin.
"Apa-apaan ini?" Ardi kebingungan saat Linggar membawanya ke sebuah kamar penthouse suit di Rotz Carlton Hotel yang sudah dibooking-nya.
Lebih kaget lagi saat mendapati sudah banyak orang yang menunggu mereka disana. Sebut saja Irza, Nick, Tyo, Mahes, Kresna, Karna, Gery, dan Bambang hadir disana. Mau ngapain coba?
"Bujangan Party bro," Celetuk Mahes santai.
Semua yang hadir menyambut, menyalami memberi selamat pada Ardi yang akan melepas status bujangan-nya. Selanjutnya semuanya berkumpul duduk-duduk di sofa melingkar di ruang tengah untuk menikmati hidangan pesta yang telah tersedia sangat melimpah ruah. Alunan musik dari mini home teatre juga ikut meramaikan suasana menemani obrolan mereka.
"Let's drink and drunk high tonight." Nick menyeletuk dengan bersemangat untuk memulai pesta.
(*Ayo kita minum, dan mabuk sepuasnya malam ini).
"Enak aja mabok-mabokan. Elu aja kali." Irza memprotes ajakan Nick untuk mabuk sepuasnya.
"Party is not complete without drinks and wine." Nick sedikit merengek, dasar bule baginya setiap party wajib ada alkohol dan wine.
(*Pesta itu tidak lengkap tanpa minuman dan wine).
"Wine buat kamu udah aku siapin di mini bar, Nick. Abisin deh sampe mabok." Mahes menuruti saja kemauan si bule. Memang Mahes lah yang bertugas mengurusi segala akomodasi pesta malam ini. Untuk kakak ipar tercinta sedikit merogoh kocek gak masalah baginya.
Nick langsung menyerbu ke mini bar dengan kegirangan. Dan kembali lagi dengan membawa dua botol wine beserta dua gelasnya, meletakkannya di meja di hadapan semua orang.
"Terus kita kesini mau ngapain?" tanya Ardi keheranan melihat Gery, Kresna, Linggar dan Karna sedang bermain game Play Station 5, console game terbaru dan paling hits.
Mereka sedang bermain 2 vs 2 combat game dengan wireless joystick. Gery dan Kresna Vs Linggar dan Karna. Sementara Bambang hanya menonton mereka berempat bermain dengan terbengong-bengong antara kagum dan bingung.
"Ah sial, mati deh. Kamu gak ngelindungin aku si, Kres." Gery mengumpat dan mengeluh kesal saat charakter yang dikendalikannya dibunuh Karna.
"Lemah!" Kresna menjawab sadis. Dan Gery hanya bisa mengeram kesal meletakkan joystick-nya.
"Bah! Fvck you Kresna!" Linggar ikutan mengumpat saat charakternya ikutan mati dibabat Kresna.
"Tenang aku balesin dendammu." Ujar Karna semakin bersemangat saat harus berhadapan 1 vs 1 dengan Kresna.
Dan kedua Hacker maniak komputer serta game itu melanjutkan permainan mereka dengan saling membantai satu sama lain. Tak ada yang mau mengalah untuk mengerahkan jurus-jurus kombo terhebatnya. Membuat semua orang yang melihat hanya bisa melongo dan berdecak kagum disuguhi permainan profesional tingkat dewa begitu.
"Abaikan saja mereka." Jawab Irza sudah pasrah melihat Karna yang entah kenapa klop banget kalau ketemu Kresna. Soul mate banget mereka.
Ardi menurut saja tak memperdulikan gerombolan maniak game itu. Ikut menikmati berbincang sambil makan dan minum bersama Irza, Tyo, Mahes dan Nick. Membahas berbagai hal yang menyenangkan.
"Eh gimana kasusmu sama Gengen? Kita gak bakal kondangan ke penjara kan?" Tyo tiba-tiba bertanya tentang sesuatu yang absurd pada Ardi.
"Enak aja." Ardi menjawab tidak senang.
"Aku udah kebayang lho, udah dandan ganteng, necis, rambut klimis eh malah harus hadir di Lapas hahaha." Irza menambahi dengan semena-mena.
"Aku malah kebayang dia nikah pakai baju napi pakai songkok. Trus mbak Ellanya udah dandan cantik, trus pas opsir penjaranya jadi saksi huahaha." Linggar malah menjabarkan khayalan liarnya. Ikut bergabung dengan kelompok non gamer.
"Tenang aja bro, kita punya duit. Bisa nyogok kok buat nyediain kamar khusus buat malam pertama kalian di hotel bintang tujuh. Kamar Sipir Penjara." Mahes malah mengutarakan hal yang lebih parah lagi.
Sementara semua yang hadir dan mendengarkan hanya bisa cekikikan tak tertahankan mendengar celetukan-celetukan itu. Apalagi ditambah dengan melihat wajah merengut Ardi. Asli lucu banget. Pengen ketawa ngakak, takut dosa.
"What is penjara?" Nick ikutan nimbrung. Nampak kebingungan dengan pembicaraan yang lainnya.
"Penjara means jail. Ardi gonna held his wedding party in the jail." Irza menjelaskan dengan cekikikan tak tertahankan pada Nick.
(*Penjara adalah jail. Ardi akan menyelenggarakan pesta pernikahannya di penjara.)
__ADS_1
"Wow that greats. Is that a new trend here?" Nick malah terlihat sangat tertarik dan bersemangat.
(*Wow keren. Apa ini trend baru disini?)
"New trend gundulmu!" Ardi langsung mengumpat marah seperti mau meledak.
""Huahahahha""
Semua yang hadir kompak tertawa terbahak-bahak tanpa dapat ditahan lagi. Kecuali Nick tentunya yang masih kebingungan kenapa mereka ketawa.
"Dont't worry, bro. Ini kado dariku buat kamu. Waktu kamu tunangan kan aku gak sempet ngasih kado." Ujar Irza setelah puas tertawa sampai keluar air mata. Dia mengambil sebuah flashdisk dari saku jasnya dan melemparkannya pada Ardi.
"Apa ini?" Tanya Ardi kebingungan.
"Buka aja kamu pasti suka." Irza memberikan devilish smile-nya.
"Minggir-minggir!" Ardi mengusir Karna dan Kresna yang masih asik brduel 1 on 1. Kapan selesainya kalau nungguin salah satu dari mereka mati?
"Nanggung ni," Kresna menolak.
"Sebentar lagi, Pak Ardi." Karna ikutan memohon.
"Matiin gak?" Perintah Ardi dengan nada naik satu oktaf. Dan kedua hacker itu langsung kompak menghentikan permainan mereka, mematikan console game itu dengan berat hati. Mana berani ngelawan kalau Ardi sudah seserius itu?
"Hahahaha karakter game kelas dewa pun akhirnya mati juga, kalah sama big bos Ardi Pradana." Linggar menyeletuk kegirangan, masih dendam gara-gara karakternya dibunuh oleh Kresna tadi.
"Mampvs lu!" Gery ikutan kegirangan.
"Hahahahha" Ngakak lagi semua yang hadir.
Ardi menyerahkan falsdisk-nya kepada Kresna. Dan Kresna menurut saja menghampiri TV, memasukkan Flasdisk pemberian Irza ke USB plug nya. Pasrah dan hanya bisa misuh-misuh dalam hati karena harus mengakhiri permainan yang lagi seru-serunya.
Ardi kembali duduk, memusatkan perhatian pada layar TV dengan penasaran. Apa kira-kira yang diberikan Irza untuknya? Ardi tak akan heran lagi kalau isinya Vidio absurd, mengingat kejahilan Irza.
'Dasar Irza, penggemar berat Naruto.'
"Kita mau nonton film Naruto?" Bambang menyeletuk saking penasarannya.
"Berisik!" Ardi langsung menyuruh Bambang diam. Dan Bambang langsung auto mingkem rapet.
"Lebih seru dari dari Naruto the movie. This film is produced by Irza and Karna." Irza yang menjawab dengan nada congkak tingkat super.
(*Film ini diproduksi oleh Irza dan Karna).
Tak lama kemudian dilayar TV, gambar kemudian beralih kepada sebuah wajah yang sangat mereka kenal semua. Sebuah wajah menyebalkan yang melihatnya saja bisa membuat amarah Ardi meledak. Siapa lagi kalau bukan Gengen.
"Halo, salam sejahtera," Gengen menyapa dan memulai pembicaraan.
"Saya Gengen Rajaguguk dari Kobolt Group. Dengan ini saya secara resmi menyampaikan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada Ardi Pradana dan Calon istrinya dari Pradana Group."
"Whaaaat? Dia minta maaf?" Celetuk Tyo keheranan.
"Shttttt." Semua yang hadir langsung menyuruhnya diam. Biar tidak menganggung jalannya Vidio seru, Gengen the movie yang sedang diputar.
"Pada pesta ulang tahun Ceicillia Tang dari Ciputra Grup, saya terlalu banyak minum. Sehingga saya mabuk dan tidak bisa berpikir dengan jernih. Hal ini mengakibatkan saya menabrak calon nyonya Pradana dan menodai pakaiannya. Saya tahu seharusnya saya minta maaf kepadanya waktu itu."
"Tetapi pengaruh alkohol membuat saya menjadi marah dan akhirnya berakhir dengan beradu mulut dengan calon nyonya Pradana. Dan seperti yang kita ketahui bersama, sampai berakhir dengan insiden memalukan di kolam renang."
"Brengsek lu!" Linggar yang tak tahu kejadian lengkapnya saja ikut emosi mendengarnya.
"Shhttttt" Lagi-lagi diperingatkan untuk diam.
Ardi menatap dengan mata berkilat-kilat pada layar TV. Pria itu sudah mengepalkan erat kedua jemarinya dan menggeretakkan geliginya karena sangat kesal dan marahnya mengingat perlakuan Gengen pada Ella malam itu.
"Meskipun sedikit terlambat, sekali lagi saya ucapkan permintaan maaf resmi saya kepada Lazuardi Pradana dan Calon Nyonya Pradana. Saya juga akan mencabut tuntutan saya kepada Ardi tentang tuduhan penganiayaan dan tindak kekerasan yang dilakukannya kepada saya."
__ADS_1
"Demikian pernyataan resmi dari saya. Pernyataan ini saya buat dengan kesadaran saya sendiri tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Atas perhatian dan kurang lebih-nya saya ucapkan terima kasih."
Wajah Gengen menghilang dari layar. Tetapi semua hadirin yang menonton masih tertegun menatap layar TV. Sibuk bermain dengan pikirannya masing-masing. Bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi sampai si brengsek Gengen itu akhirnya mau membuat pernyataan maaf begini.
"Habata itara modoranai to itte
Mezashita no wa aoi aoi ano sora
(Kau mengepakkan sayap dan bilang takkan kembali
Tujuanmu adalah langit biru itu)
Kanashimi' wa mada oboerarezu
'Setsunasa' wa ima tsukami hajimeta
Anata e to idaku kono kanjou mo
Ima 'kotoba' ni kawatte iku..."
(Kau masih belum faham akan kesedihan
Tapi kini kau mulai faham akan kepiluaan
Perasaanku padamu yang ku dekap ini pun
Kini berubah menjadi kata-kata).
Sebuah alunan lagu berbahasa Jepang tiba-tiba membuyarkan kesunyian yang tiba-tiba terjadi. Lagu Blue Bird dari Ikimono Gakari, lagi-lagi sound track dari anime Naruto mengalun merdu diikuti dengan vidio clipnya yang diputar di layar TV. Cocok juga si lagunya buat Gengen yang akhirnya ngerti arti dari kata 'kalah'.
"Seriuosly Irza? Naruto lagi?" Ardi mendengus pasrah dengan ketertarikan berlebihan Irza pada Naruto. Bisa-bisanya coba Vidio resmi yang serius begini diselingi dengan lagu dari soundtrack Naruto?
"Hahahahahaha," semua yang hadir juga ikutan ngakak. Tak ada yang menyangka bos dingin Wismail Grup sebegitu gilanya tentang Naruto.
"Sabar bro, masih ada lanjutannya. Liat lagi." Irza malah nampak bangga ingin menunjukkan kelanjutan dari Vidio bikinannya.
Selanjutnya setelah sabar mendengarkan lagu dari Naruto, muncullah sebuah wajah lain di layar TV. Wajah pria separuh baya dengan wajah berwibawa yang terlihat sedikit mirip dengan Gengen. Dia adalah Sugiono Rajaguguk, ayah dari Gengen yang sekaligus menjabat sebagai komisaris tertinggi dari Kobolt Group. Mungkin beliau belum bisa pensiun karena kelakuan Gengen yang seperti itu sehingga tidak bisa dilimpahi kekuasaan.
"Salam sejahtera, saya Sugiono Rajaguguk dari Kobolt Group. Dengan segala kerendahan hati saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada Lazuardi Pradana atas insiden yang terjadi pada acara ulang tahun Ceicillia Tang dari Ciputra Grup."
"Saya merasa gagal dalam mendidik putra saya. Gengen itu terlalu dimanja, dituruti kemauan dan diberikan segala fasilitas serta kemudahan. Oleh karena itu saya memohon pengampunan dari pimpinan Pradana Group untuknya. Tolong lihatlah jalinan persahabatan antara Pradana dan Kobolt sebelumnya. Semoga anda bersedia berlapang dada untuk memaafkan putra saya."
"Selanjutnya saya juga memiliki suatu permohonan kepada Ardi, pimpinan Pradana Group yang nantinya akan disampaikan oleh Irza Wismail. Demikian pernyataan dari saya, atas kurang lebihnya saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya."
Setelah wajah Sugiono menghilang dari layar muncullah wajah Naruto di layar TV. Naruto memberikan tanda V dengan kedua jarinya, 'Victory'. Selain itu di bawah layar juga diikuti dengan tulisan MISSION COMPLETED.
Suasana kembali sunyi...Mikir. Semua yang hadir terdiam memikirkan perkataan dari sesepuh Kobolt Group itu. Apa yang telah terjadi sampai pimpinan tertinggi, komisaris sebuah grup raksasa sampai merendahkan dirinya begitu kepada Ardi? Seperti seorang ayah yang rela membuang harga dirinya demi menyelamatkan putra kesayangannya.
"Nah itu tadi film epic hasil karya saya dengan Karna sang 'karyawan kesayangan' saya." Irza kembali memecah kesunyian dengan nada congkaknya.
"Maaf ya film-nya sedikit norak karena pak Irza memaksa memasukkan lagu dan Vidio clip Naruto di dalamnya." Karna sebagai pembuat Vidio tak ingin disalahkan atas kenorakan Vidio itu.
"Asli ngeselin banget dengan banyolan Naruto sialan itu. Merusak suasana tegang menjadi absurd." Tyo menggerutu menyuarakan kekesalan semua orang.
"Lho justru itu yang bikin seru hahhahah." Linggar sebagai sesama penggemar Naruto malah membela Irza. "You nail it, Bro!"
"Memang cuma kamu Nggar, yang ngerti serunya. Yang lain mah gak asik." Irza terharu mendapat dukungan dari Linggar. Dan semua yang mendengarnya hanya bisa tertawa garing menanggapi kedua Naruto freak itu.
"Jadi gimana, bro? Kamu sudah puas begitu saja?" Irza tersenyum licik, menanyai Ardi tentang hasil join Force mereka.
~∆∆∆~
Penasaran dengan tokoh Irza Wismail dan Karna? Mereka ada di novelnya temenku ASTARI berjudul YOUNG MISS. Jangan lupa dikepoin juga ya dijamin gak kalah serunya 🥰
🌼Yuuuuks say PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼
__ADS_1