Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
Extra ~ Honeymoon


__ADS_3

🌹Hello gaes pada kangen gak sama dokter Ella dan mas Ardi? Tepat hari valentine ini, aku kasih extra part honeymoon mereka yang banyak direquest. Happy valentine everyone, selamat mencurahkan segala kasih sayang kepada seluruh orang terkasih kita. Tapi alangkah baiknya kalau everyday is valentine day. Jadi tiap hari kita cinta-cintaan dan mesra-mesraan sama suami, anak, orang tua dan saudara kita. Happy reading.🌹


Sesuai dengan rencana awal bulan madu Ardi dan Ella hanya dilakukan di Bali saja, tidak jauh-jauh. Bambang sebagai tim sukses yang ditugaskan mengurus jadwal kegiatan dan segala akomodasi yang diperlukan mereka disana. Termasuk membooking hotel, menyediakan mobil sampai berbagai fasilitas yang bisa dinikmati si bos dan nyonya bos.


Kali ini Bambang memilih tempat untuk pasangan pengantin baru itu di Hotel Karma Kandara, Uluwatu Bali. Salah satu hotel bintang lima di pulau dewata. Luxury suite room yang telah dibooking merupakan kamar khusus dengan kolam renang pribadi. Dengan kamar, balkon dan kolam renang yang langsung menghadap kepada birunya lautan.


Meski disebut kamar tapi sudah seluas sebuah villa saja ukurannya dengan empat buat bed rooms. Beserta segala perlengkapan layaknya sebuah rumah super mewah. Tatanan interior ruangan memakai desain minimalis modern dengan dominasi warna putih, warna favorit Ardi. Sisi bangunan yang menghadap ke arah laut seluruhnya terbuat dari kaca. menyuguhkan pemandangan indah yang sangat memanjakan mata.


Beberapa maid dan room service juga sudah siap sedia memenuhi setiap panggilan mereka. Untuk memenuhi semua permintaan dan kebutuhan pasangan tamu VVIP itu. Tetapi mereka tidak akan menampakkan diri, berkeliaran atau mengganggu sang tamu tanpa permisi.


Kenapa harus memesan kamar tipe begini? Dengan kolam renang pribadi bahkan pantai resort pribadi juga? Tak tanggung-tanggung fasilitas hotel ini juga dilengkapi dengan lift yang bisa membawa ke pantai pribadi di bawahnya? Tanpa perlu berjalan menuruni ribuan anak tangga dan tebing terjal dengan berjalan kaki. Kembali lagi Sultan mah bebas. Tinggal lempar duit, beres semua urusan pembookingan.


Dan alasan utama membooking segala fasilitas private begini tentu saja karena Ardi yang tak ingin Ella dilihat orang lain. Saat memakai pakaian renang atau pakaian sexy lainnya. Hanya boleh dilihat dirinya sendiri saja lekukan indah tubuh istrinya. Bucin Kronis.


Hari pertama mereka tiba di Bali saat pagi. Ardi dan Ella menghabiskan waktu dengan jalan-jalan dulu sebelum check in hotel. Dari Bandara Ngurah Rai Denpasar, mereka berkeliling dulu menikmati suasana pulau Dewata. Dengan mobil xpander putih sewaan yang sudah dipersiapkan oleh Bambang.


Mereka berdua mendatangi beberapa obyek wisata budaya yang terkenal dengan keindahannya yang memukau mata. Berbelanja sedikit barang-barang unik yang tidak ditemui di tempat lain. Baru sore harinya mereka berdua check in hotel.


"Mas? Mandi dulu sana biar seger." Ella menghampiri Ardi yang sedang duduk di kursi santai balkon sambil menikmati pemandangan laut biru. Sementara Ella sendiri sudah wangi, baru selesai mandi sore.


Tapi perhatian pria itu tidak pada pemandangan yang terhampar indah di hadapannya. Melainkan ke layar tab di hadapannya. Melihatnya dengan sangat serius.


"Mas Ardi..." Ella mengambil duduk di kursi santai tepat di sebelah Ardi. Meregangkan kaki dan tangannya sejenak untuk melemaskan badannya.


"Sebentar honey," jawab Ardi dengan nada halus, terus membereskan kerjaan di tab-nya.


"Penting banget ya?" Ella bertanya penasaran.


"Ehmm, biasa daily dokumen yang harus ditandatangani." Jawab Ardi bahkan tanpa menoleh pada istrinya. Konsentrasi penuh sepertinya.


"Terus gimana mau tanda tangannya?"


"Pakai tanda tangan digital, bisa pakai QR Code juga yang sudah dibikinin khusus sama Kresna."


"Yaudah, kalau sudah beres mas Ardi lanjut mandi ya."


"Ok..." jawab Ardi singkat.


Ella menghembuskan napasnya kesal. Ternyata setelah menjadi suami istri tidak selalu manis seperti saat masih pacaran rasanya. Kalau masih pacaran memang yang manis-manis dan baik-baik saja yang selalu diperlihatkan. Meluangkan beberapa waktu dalam sehari untuk sepenuhnya bersama pasangan.


Kalau sudah jadi suami? Harus kumpul 24 jam dalam sehari. Keliahatan semuanya deh sifat aslinya. Mulai dari kebiasaan tidur, ngorok, atau hal-hal kecil yang tak pernah disadari sebelumnya. Dan yang hal pertama yang mengusik Ella adalah kebiasaan workaholic Ardi. Ini orang jam kerjanya dalam sehari berapa jam coba? Bahkan saat liburan pun gak bisa lepas dari kerjaan.


"Aku mau pesen sesuatu buat makan malam kita, mas Ardi pengen apa?" Ella menawarkan.


"We'll have candle light dinner after this." Jawab Ardi.


(Kita abis ini candle light dinner).

__ADS_1


"Oh...yaudah aku ngemil aja sambil nungguin mas Ardi. Mau diambilin sesuatu?"


"Gak usah."


Jawaban singkat lagi, Ella tahu benar itu artinya Ardi tak ingin melanjutkan pembicaraan. Bahkan lebih jauh tak ingin diganggu dulu. Akhirnya Ella memutuskan meninggalkan Ardi untuk mengambil beberapa cemilan ringan dan minuman di kulkas. Lalu kembali duduk di kursi santai sebelah Ardi dalam diam. Menyibukkan dirinya dengan ponselnya sendiri.


Sekitar tiga puluh menitan kemudian Ella dikagetkan dengan kecupan ringan di pipinya. Ternyata Ardi sudah menyelesaikan pekerjaannya dan bangkit dari kursinya.


"Wah istriku cantik dan wangi bener," celetuk Ardi tersenyum nakal, duduk disebelah Ella.


"Suamiku yang bau kecut," Ella balik memberikan ciuman ringan di pipi Ardi. Kemudian memberikan wajah seolah mencium bau yang tidak sedap.


"Hehehe, aku mandi dulu kalau gitu. Jangan ngintip lho ya." Ujar Ardi sambil menggoda Ella sebelum masuk ke ruangan dan berlalu ke kamar mandi.


"Gak bakal," jawab Ella.


"Kalau iya juga gak papa kok, hahaha." Ardi meneruskan langkah sambil terus tertawa.


Tepat pukul tujuh malam kedua pengantin baru itu keluar dari kamar mereka. Berjalan beriringan ke arah sayap kanan hotel, tempat restoran berada. Untuk mereka berdua sudah dibooking-kan bagian outdoor. Dengan balkon yang berlantai kayu dihiasi interior dan gaya arsitektur tradisional khas Bali yang eksotis dan memanjakan mata. Sebuah kolam renang mini juga terdapat di balkon itu, kolam berendam atau sekedar bermain air sepertinya.


Balkon dan kolam renang langsung menghadap kepada pemandangan laut lepas maha luas yang indah. Laut biru yang terhampar sepanjang mata memandang. Menghadirkan suasana tepi laut yang hangat dan romantis dengan hembusan angin yang menyenangkan. Semakin romantis di suasana senja kali ini dengan lilin-lilin yang ditata ditepian kolam.


Candle light dinner sudah tersedia di meja bertaplak putih. Dengan Ardi dan Ella yang duduk bersebelahan menghadap kepada samudra luas dengan ombaknya yang bergulung-gulung dan berakhir di tepi pantai. Segala hidangan bertema sea food telah terhidang di atas meja ditemani oleh sebotol red wine.


"Bagus banget pemandangan dan suasananya." Ella tak dapat menyembunyikan kekagumannya.


"Iya donk, siapa dulu yang siapin." Jawab Ardi menyombongkan diri, haus pujian dari Ella.


"Duh kok Bambang si yang dipuji," protes Ardi.


"Emang siapa lagi?"


"Aku...aku yang ngasih konsep detailnya. Aku juga yang bayar semuanya," Ardi tak mau kalah.


"Iya, iya makasih ya suamiku sayang." Ella cekikikan.


"Gitu doank?"


"Emang mau gimana lagi?"


"Kamu harus bayar...nanti di ranjang. Aku mau 'makan' kamu sampai puas nanti." Ardi mengiris salmon steak-nya dan langsung menggigitnya dengan lahap sebagai isyarat pada Ella.


"Iihhhhh apaan si..." Ella mengalihkan wajahnya yang sudah memanas untuk menatap lautan.


"Ayo bikin temen mainnya Rangga," ajak Ardi.


"Temen mainnya Rangga?" Ella masih pura-pura bodoh. Padahal sudah dapat menebak keinginan Ardi, tentu saja anak laki-laki kan?

__ADS_1


"Baby boy, Nick Said that I have to make you Scream to make it."


(*Anak laki-laki, Kata Nick aku harus bikin kamu berteriak kalau ingin membuatnya).


"Haaaaah? Scream?" Ella kebingungan, apa hubungannya dengan teriak coba?


"Katanya si nunggu kamu teriak dulu baru boleh ditembakin pelurunya." Ardi menjelaskan sambil menggaruk kepalnya yang tidak gatal. Kebingungan.


Ella sudah sangat malu demi mendengarnya, entah mengapa masih sangat memalukan rasanya membahas hal se-vulgar ini dengan Ardi. Padahal pembicaraan seperti ini adalah normal untuk pasangan suami istri seperti mereka.


"Yah gak harus teriak-teriak juga kali," Ella menjelaskan dengan wajah semerah kepiting rebus.


"Intinya bikin suasana 'asetku' menjadi basah."


"Bilang aja kamu mau dipuaskan," Ardi mengedip nakal sambil menahan ketawanya melihat reaksi Ella.


"Apaan coba? Katanya mas Ardi yang mau baby boy?"


"Iya aku mau. Aku mau bikin kamu puas juga, honey."


"Aaaahhhh, udah deh gak usah dibahas lagi. Makan dulu yang banyak buat tenaga nanti." Ella mencoba mengalihkan pembicaraan memalukan mereka.


"Hahaha tenang aja, kamu mau berapa ronde juga aku siap kok."


"Mas...makan dulu..."


"Kita bikin yang banyak ya, honey."


"Ayo Makan..."


"Ini makan ronde pertama, sebelum makan kamu."


"Mas Ardi..."


"Aku serius, El. Aku pengennya punya anak yang banyak. Entah laki-laki atau perempuan sama saja." Ardi mengatakan keinginan terpendamnya pada Ella.


"Aku juga," Ella menjawab dengan menunduk malu. Dirinya yang anak tunggal juga tentu menginginkan anak yang banyak biar ramai.


"Bagus, nanti kita bikin!" Ardi semakin bersemangat memakan makan malam mereka. Persiapan energi buat pertempuran nanti malam.


"Nih makan yang banyak," Ella memberikan beberapa udang bakar ke piring Ardi. Tersenyum melihat betapa lahapnya Ardi makan, buat cadangan energi nanti?


"Kamu juga makan yang banyak," Ardi ganti mengambilkan dan menyuapi Ella dengan cumi asam manis dengan garpunya.


Keduanya tersenyum, berbagi tawa dan kebahagiaan serta kehangatan dalam suasana malam yang romantis. Saling memandang, mengagumi keindahan wajah pasangan masing-masing yang tak kalah indahnya dengan pemandangan di sekitar mereka. Menghabiskan menu makan malam mereka yang terasa jauh lebih nikmat rasanya. Rasa cinta.


~∆∆∆~

__ADS_1


🌹Gimana gaes? Udah puas? Mau lanjut?🌹


Like, Komen dan vote-nya dulu donk (malak🤭)


__ADS_2