Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
169. S2 - Best Friend


__ADS_3

Roni melajukan mobilnya seperti kesetanan untuk mengejar waktu perjalanannya ke Surabaya. Untung saja jalanan di tol cukup lenggang dan bebas hambatan sehingga dirinya bisa memacu mobilnya dengan kecepatan mendekati batas maksimal kecepatan di jalan tol.


Dan hasilnya tepat tengah hari akhirnya Roni berhasil sampai juga di Surabaya. Keluar dari tol dan langsung menuju ke kampus A UNER. Seharusnya prosesi penyumpahan sudah selesai jam segini, dan tentu saja dirinya terlambat datang. Tapi Roni juga tahu benar susunan acara di setiap penyumpahan.


Pasti bakalan ada sesi ramah tamah setelah acara resmi selesai. Ditambah sesi pemotretan yang berlangsung lama. Pemotretan indoor dan outdoor yang pastinya tidak bakal dilewatkan oleh para dokter yang disumpah hari ini. Dan pastinya Ella juga tak akan rela ketinggalan momen untuk mengabadikan saat-saat terakhirnya dengan teman seperjuangannya para residen penyakit dalam.


Roni memarkirkan mobilnya di parkiran kampus, kemudian berjalan terburu-buru menuju ke gedung serba guna. Berharap dapat menemukan Ella disana. Tapi ternyata sebelum sampai di gedung serba guna Roni sudah dapat menemukan sosok yang dicarinya itu. Di taman kampus yang lokasinya sedikit jauh dari gedung.


Dari kejauhan Roni dapat melihat dan mengenali gadis cantik itu adalah Ella. Gadis itu memakai kebaya berwarna krem dengan embordier bunga-bunganya yang besar. Dipadukan dengan jarik parang dan sanggul minimalis modern. Penampilan yang sederhana tapi terkesan elegan dan menawan. Penampilan yang sangat sesuai untuk Ella, bahkan mampu meningkatkan kadar kecantikan gadis itu berkali-kali lipat.


Sedang apa Ella disana?


Deg! Ternyata Ella sedang bersama dengan seorang pria disana. Seorang pria dengan setelan kerja formalnya. Bahkan dengan wajah membelakanginya pun Roni dapat mengenali pria itu dari postur tubuhnya. Tak salah lagi, pria itu adalah Ardi Pradana. Sedang apa dia bersama Ella?


Dan kemudian entah apa yang telah terjadi disana. Ella tiba-tiba saja mendekat ke arah Ardi dan menjinjitkan badannya untuk mendekati wajah Ardi. Sedang apa dia? Mencium Ardi?...


Seluruh tubuh dan hati Roni serasa tersulut api seketika. Panas, terbakar amarah dan rasa cemburu. Tidak terima! Bagaimana pun Ella masih pacar sah-nya, bagaimana gadis itu bisa sekejam itu mengkhianati dirinya dan berpaling pada Ardi Pradana? Apa Ella sudah benar-benar berpaling pada Ardi? Apa sudah tak ada harapan lagi bagi dirinya untuk dapat bersama dengan Ella?


Tapi tak beberapa lama kemudian dapat dilihatnya Ella meninggalkan Ardi begitu saja dan berjalan kembali ke arah gedung serba guna. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa mereka benar-benar sedang bermain di belakangnya? Roni jadi semakin penasaran. Tapi kenapa Ella meninggalkan Ardi? Bukan malah mengajaknya untuk sesi pemotretan?


Roni berjalan dengan langkah cepat mengikuti tujuan dan langkah kaki Ella mengarah. Mengikuti gadis itu dalam diam. Rasa penasarannya dapat mengalahkan rasa marah dalam dirinya. Tentu juga karena Roni berusaha keras meredam emosinya saat ini. Gak mungkin kan untuk ngamuk gak jelas di acara seramai ini.


Diikutinya terus langkah Ella, dan langkah gadis itu akhirnya berhenti saat mendapati ketiga sahabatnya berkumpul. Menyapa dan bergabung dengan mereka untuk bersenda gurau. Roni menarik napas dan menghembuskan beberapa kali untuk semakin meredakan rasa marahnya. Berusaha memasang senyuman sebelum berjalan menghampiri keempat gadis dihadapannya.


"Lho itu kan Roni? Ron, kok baru datang si?" Putri yang kebetulan melihat Roni menyeletuk.


"Halo semuanya. Selamat atas kelulusannya sebagai bu dokter spesialis ya." Roni menyapa dan menyalami ketiga teman Ella satu persatu.


"Kemana aja Ron kok baru datang?" Shanti menanyai Roni keheranan saat Roni menyalaminya.


"Si Ella udah harap-harap cemas lho daritadi takut kamu gak bisa datang." Yuli menambahkan. Memang ketiga sahabat Ella ini sudah hapal dan akrab dengan Roni yang merupakan pacar Ella.


"Sorry agak telat. Ada sedikit urusan mendadak," jawab Roni. Beralih dari ketiga gadis lainnya untuk menghampiri Ella yang dari tadi hanya terdiam memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Selamat ya, El." Roni menghampiri Ella dan menepuk ringan puncak kepala gadis itu sebagai sapaan sekaligus pelepas rasa rindunya.


"Kamu cantik sekali hari ini. Pemilihan baju, make up dan hair style yang cocok dan bikin kamu kayak putri keraton." Roni menambahkan sambil mengamati penampilan Ella dari atas ke bawah dengan seksama. Benar-benar cantik.


"Akhirnya kamu datang juga, Ron." Ella memberikan senyuman manisnya. Kemudian Ella juga memberikan pelukan ringan pada Roni. Ada rasa lega dan bahagia juga yang dirasakannya untuk melihat Roni. Akhirnya Roni bisa datang juga menghadiri acara penyumpahannya meskipun terlambat. Roni yang sudah Ella anggap sahabat terbaiknya. Best Friend.


Entah mengapa Ella jadi ingin memeluk tubuh pria itu. Untuk sekedar mengucapkan terima kasih karena telah memenuhi janjinya untuk datang meski harus menempuh jarak ratusan kilometer jauhnya.


"Makasih ya Ron, makasih atas segalanya yang telah kamu lakukan untuk mendukungku selama ini." Ella mengutarakan rasa terima kasihnya atas semua bantuan Roni dalam Study-nya selama tiga tahun ini, jasa yang bahkan tidak terhitung lagi jumlahnya.


"Iya sama-sama. Aku senang kok bisa bantuin kamu." ujar Roni pada Ella setelah melepaskan pelukan ringan mereka. Roni juga mendaratkan sebuah ciuman ringan di kening gadis itu sebagai tambahan.

__ADS_1


Sedikit kaget juga dengan ulah Ella yang tiba-tiba agresif. Tumben-tumbennya Ella bersikap semanis itu padanya? Apa sebahagia itu Ella melihat kedatangannya? Apa murni karena dia ingin berterima kasih dan seolah membalas hutang budi?


"Aduuuh, jiwa jombloku memberontak!" Putri menyeletuk saat melihat kemesraan di depannya.


"Hahahaha bukannya hampir tiap hari kita liat mereka begini?" Yuli menanggapi dengan cueknya.


"Udah-udah, kalian mesra-mesraannya nanti dulu. Ella masih harus menyelesaikan sesi pemotretan ini. Kita sudah ditungguin rombongan." Shanti melerai dan mengingatkan jadwal mereka.


"Aku pergi dulu, ya. Kamu tungguin di gedung saja sambil menikmati jamuan disana." Ella pamit pada Roni. Dan bergabung dengan ketiga temannya untuk melanjutkan prosesi pemotretan outdoor mereka.


Roni kembali melangkahkan kakinya ke arah gedung. Menghampiri meja prasmanan yang telah disediakan panitia untuk menjamu keluarga dokter yang menghadiri prosesi sumpah. Mengambil piring dan mengisinya dengan berbagai hidangan yang tersedia. Kemudian Roni duduk dan menikmati makan siangnya itu.


Ponsel Roni berbunyi tepat saat dirinya menyelesaikan suapan terakhirnya. Segera diletakkan piring itu, meneguk segelas minumannya sebelum akhirnya mengangkat panggilan telpon itu.


"Ya, halo mas Mahes." Roni menyapa si penelpon.


"Ron? Gimana keadaan disana?" Mahes bertanya dengan nada cemas dan tidak sabar.


"Sorry mas, aku balik ke Surabaya. Sari gak mau aku ajak kembali juga tadi pagi. Jadi aku tinggalin dia di Jogja." Roni menjawab pertanyaan Mahes.


"Kamu tinggalin Sari sendirian di Jogja?" Mahes bertanya tidak percaya.


Memang Sari sudah dewasa si dan pasti akan aman untuk bepergian sendirian. Sari juga bisa memanfaatkan status kesultanannya untuk mendapatkan segala fasilitas nyaman dengan mudah. Tapi saat ini emosi adiknya itu sedang tidak stabil, mau tak mau Mahes jadi sangat khawatir juga akan keselamatan adiknya itu.


"Sari sama Jun, mas... Dan aku, aku harus menghadiri penyumpahan Ella hari ini." Roni menjelaskan alasannya kembali ke Surabaya.


"Iya nanti akan aku sampaikan. Sebaiknya mas Mahes yang nanti jemput Sari pulang." Roni memberikan saran.


Roni merasa dirinya tidak bisa kalau harus menjemput Sari lagi ke Jogja. Masih banyak urusan dan pekerjaan yang harus dilakukannya di Surabaya. Mulai dari jadwal residennya, jadwal kerjaannya sampai masalah-masalah pribadinya yang sempat terbengkalai dan harus diselesaikan segera.


"Kamu benar. Nanti aku akan suruh orang jemput dia." Mahes menyetujui usulan Roni.


"Atau sebaiknya kasih waktu dulu buat mereka berdua menyelesaikan masalah mereka. Nanti kalau sudah tenang Sari pasti akan pulang sendiri." Roni memberikan solusi lain.


"Hmmmm...Bisa juga sih." Mahes sedikit ragu untuk membuat keputusan. Mungkin memang baik sari atau Jun membutuhkan sedikit waktu bersama.


"Makasih banyak ya Ron atas bantuanmu. Dan sorry banget udah ngerepotin kamu." Mahes mengakhiri pembicaraan mereka berdua.


"Iya sama-sama." Roni menutup pangilan mereka.


Kemudian Roni duduk-duduk menanti Ella menyelesaikan kegiatan foto-fotonya. Mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah karena habis nyetir maraton dari Jogja-Surabaya. Demi apa coba? Hanya demi datang ke acara penyumpahan Ella meskipun terlambat.


Setelah menyelesaikan seluruh prosesi pemotretannya dan luar biasa ribet, Ella akhirnya meminta undur diri untuk berpisah dari teman-temannya. Bersalaman, berpelukan dan dan bercupika cupiki sebagai salam perpisahan dengan teman-teman seperjuangannya itu.


Yah setelah hari ini pasti tak akan semudah itu bagi mereka untuk berjumpa dan berkumpul bersama lagi. Sebagian akan kembali ke kampung halaman masing-masing. Bahkan sebagian lainnya yang tinggal di Surabaya pasti juga akan disibukkan dengan kegiatan dan kesibukannya sendiri-sendiri.

__ADS_1


Ella menghampiri Roni yang duduk sendirian di tenda sambil terkantuk-kantuk. Kasian sekali, pasti tadi dia berangkat dari Jogja subuh-subuh. Belum lagi harus nyetir maraton sendirian selama itu. Pasti sangat melelahkan. Demi apa coba? Hanya untuk dirinya, hanya untuk memenuhi janji menghadiri acara penyumpahannya.


"Ron...?" Ella menyapa Roni, mengambil duduk di kursi tepat di sebelah pria itu.


"Eh? Iya Kenapa, El?" Roni kaget seakan baru terbangun dari tidur siangnya yang singkat.


"Aku udah selesai," Ella menjawab. "Kamu masih ngantuk? Capek banget ya?" lanjutnya khawatir.


"Iya lumayan," Roni menguap dan menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengembalikan kesadarannya.


"Ni minum dulu," Ella menyodorkan sebotol air mineral pada Roni.


Roni menerimanya dan langsung meneguknya. Mengembalikan sebagian kesegaran tubuhnya dan kesadarannya. "Kemarin katanya ada yang mau kamu omongin?" tanya Roni.


"Hmmm iya banyak yang harus kita bicarakan..."


"Apa? Kamu mau ngomong apa?..." Roni penasaran. Tapi dirinya sudah dapat sedikit menebak, pasti Ella ingin membicarakan hubungan mereka. Apa Ella akhirnya akan memutuskan hubungan mereka? Apa Ella akan kembali ke pelukan Ardi Pradana?


"Kamu kayaknya capek banget. Kita bicarakan lain waktu saja deh." Ella memutuskan untuk menunda. Tak tega untuk membicarakan hal menyedihkan ini di hari bahagianya. Tak sampai hati untuk memutuskan hubungan mereka bahkan setelah dirinya mengungkapkan rasa terima kasihnya.


"Yasudah terserah kamu saja..." Roni merasa lega juga Ella masih mau memberinya sedikit waktu.


"Kamu sebenarnya ngapain ke Jogja? Nemuin Jun?" Ella bertanya menyelidik.


"Intinya si begitu. Aku cuma nganterin Sari untuk menemui Jun disana. Sekaligus jadi mediator mereka berdua." Roni menjawab.


"Tapi untuk detailnya aku gak bisa dan gak berhak untuk mengatakannya kepada siapapun. Karena hal itu menyangkut masalah pribadi Sari dan Jun."


"Iya, aku tahu..." Ternyata benar dugaan Ella dan Ardi bahwa Roni dan Sari ke Jogja untuk menemui Jun.


"Oiya besok rencananya mbak Reni dan mas Wildan silaturahminya pagi atau agak siangan. Gak pa-pa kan?" Roni menjelaskan tentang rencana kedatangan kakaknya ke rumah Ella besok.


"Iya gak pa-pa. Mama dan papa ada di rumah kok." Ella menjawab. "Nisa sama Aish ikut gak? Aku kangen banget sama kecomelan mereka." Ella menambahkan harapannya untuk bertemu kedua keponakan Roni yang lucu.


"Jelas ikut. Justru mereka berdua yang pasti bikin acara kedatangan molor nantinya. Yah kamu tahu sendiri kan betapa ribetnya mereka hehehe."


"Hehehe iya lucu banget asli mereka itu."


"Acaranya udah selesai? Aku anterin kamu pulang ya." Roni menawarkan diri.


"Gak usah deh, kamu kayaknya capek banget. Kamu langsung ke kontrakan aja, aku pulang naik taxi."


"Ok." Roni menurut saja, karena beneran capek.


~∆∆∆~

__ADS_1


🌼Gak pernah bosen buat ngingetin LIKE, VOTE dan pliiiiissss kasih KOMEN. 🌼


__ADS_2