Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
33. Banyu Harum


__ADS_3

Hari ini adalah hari sabtu siang, hari yang dijanjikan Ardi untuk membawa Ella ke Banyu Harum. Membawanya untuk dikenalkan dengan kedua orang tua dan seluruh keluarganya disana.


Ella meminta ijin untuk pulang lebih awal kepada tim jaganya di poli penyakit dalam RSUD G. Tepat pukul sebelas siang Ardi sudah mengirim pesan padanya. Memberitahunya bahwa dirinya telah menunggu di parkiran di depan rumah sakit. Ella segera pamit dan beranjak keluar dari ruangan jaganya poli penyakit dalam.


Ella berjalan perlahan menyusuri koridor-koridor dan lorong-lorong RSUD yang masih ramai oleh pasien rawat jalan yang sedang mengantri untuk mendapatkan pelayanan di poli tujuan mereka masing-masing. Selanjutnya Ella melewati loby, front office dan lanjut keluar gedung menuju parkiran. Disana telah menantinya Ardi dengan mobil pajero sport hitamnya.


Seperti biasa Ella langsung saja membuka pintu mobil yang sudah dihafalnya itu, memasuki mobil itu dan menyapa si penjemputnya. "Siang mas Ardi" sapanya sambil memasang seat belt di kursinya.


"Sayangnya mana?" protes Ardi sambil melajukan mobilnya keluar dari kompleks rumah sakit itu.


"Eh? Siang...mas Ardi...sayang" ralat Ella dengan sedikit kikuk, malu-malu. Memang dirinya jarang sekali menyebut kata itu untuk memanggil Ardi. Ella merasa belum siap dan sangat malu setiap kali harus menyebutkan kata sayang untuk Ardi. Dia lebih menyukai memanggil pria itu dengan embel-embel mas saja didepan namanya.


"Siang juga Ella sayang" jawab ardi puas.


"Gimana rencana ntar?" Ella mulai membuka topik pembicaraan mereka.


"Rencana?" Ardi sedikit bingung akan rencana yang dimaksud Ella. Rencana apa coba? Masa pulang ke rumah sendiri pakai rencana segala? "Ya sekarang aku antar kamu pulang ke kontrakan dulu buat siap-siap. Abis itu langsung berangkat ke Banyu Harum."


"Terus? Terus disana?"


"Hmm nanti aku bookingin hotel disana. Buat kamu istirahat dan santai dulu. Maleman aku jemput ke pesta ultah mama di rumah. Gimana?" Ardi menawarkan salah satu rencananya. "Atau kamu nginep dirumahku aja? Disana juga banyak kamar nganggur?" Ardi menawarkan second opinion.


"Aku lebih suka pilihan pertama" jawab Ella puas dengan rencana Ardi yang pertama. Yah at least dia tidak harus menginap di rumah Ardi. Tak harus berkumpul dan bergaul terlalu lama dengan keluarga Ardi yang pastinya bakal membuatnya sangat cangung, nervous dan gugup.


"Ya terserah kamu aja sih. Yang penting kamu nyaman aja" Ardi menyetujui pilihan Ella.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di kontrakan Ella. Ella langsung masuk ke rumah itu, cuci muka, berganti pakaian, dan dandan tipis-tipis. Kemudian dia kembali menghampiri Ardi yang masih menunggunya di mobil, sambil menenteng tas ransel yang memang sudah dia siapkan sebelumnya. Persiapan segala perbekalan untuk traveling keluar kota selama dua hari, ke Banyu Harum.


"Yuk berangkat" Sapa Ella saat menghampiri Ardi yang menunggunya di mobil. Mereka berdua pun langsung meluncur bersama diatas jalanan beraspal dan dibawah teriknya matahari siang itu.


Perjalanan ke Banyu Harum dari kota Genting memakan waktu sekitar dua jam. Mereka harus melewati berbagai medan yang cukup mengaduk-aduk isi perut. Dikarenakan jalanan pegunungan penuh hutan dan tanjakan tajam yang meliuk-liuk. Tapi diluar semua itu perjalanan mereka mampu menghadirkan pemandangan alam yang sangat indah dan asri untuk mereka nikmati sepanjang perjalanan sambil bercengkerama.


"Kamu gak papa? Gak mabuk?" Tanya Ardi sedikit khawatir menyadari Ella yang lebih banyak diam daritadi setelah satu jam perjalanan mereka.


"Nggak. Belum"


"Coba tidur aja deh. Aku usahain nyetirnya lebih halus lagi" Ujar Ardi memberi saran. Dia merasa bersalah karena cara menyetirnya yang mungkin terasa kasar dan tidak nyaman bagi Ella. Memang agak susah untuk stabil tanpa guncangan dengan jalanan penuh tanjakan dan tikungan tajam seperti ini.


"Tapi nanti mas Ardi ngantuk kalau ditinggal tidur?" Ella malah mengkhawatirkan Ardi.

__ADS_1


"Yaelah. Aku kan udah biasa pulang pergi Genting-Banyu Harum, nyetir sendirian." Ardi tersenyum gemas mendengar jawaban Ella, entah mengapa gadis itu begitu peka dan perasa banget orangnya. "Kamu tidur dulu ya, nanti aku bangunin kalau sudah sampai" Ardi mengangkat sebelah tangannya ke arah Ella, mengelus lembut kepala gadis itu.


"Aku bobok dulu ya mas" pamit Ella sambil sedikit memundurkan sandaran kursinya ke posisi yang bisa membuatnya nyaman, dan mencoba menutup matanya.


Ardi tersenyum lega melihat Ella yang terlelap tak lama kemudian. Dia tak ingin melihat gadis itu mabuk lagi, tak ingin melihatnya kesakitan dan menderita lagi. Akhirnya selama sisa perjalanan Ardi sendirian harus bertahan dengan menggunyah permen mint banyak-banyak untuk melawan rasa kantuknya selama menyetir. Menyetel musik keras-keras juga tidak bisa soalnya, takut mengganggu dan membangunkan Ella.


Setelah sampai di kota Banyu Harum, Ardi langsung mengarahkan mobilnya ke hotel Santika. Hotel yang berada di pusat kota dan jaraknya paling dekat dengan kediaman utama keluarga Pradana. Ardi segera membangunkan Ella begitu dia memarkirkan mobilnya di parkiran depan hotel.


"El? Ella sayang? Ayo bangun!" Diusapnya dengan lembut dahi dan rambut Ella untuk membangunkan gadis itu.


Tak lama kemudian Ella sudah membuka matanya, dengan sedikit bingung dia menoleh ke kanan dan kekiri, untuk mengembalikan kesadarannya. "Ini dimana mas?"


"Udah nyampe Banyu Harum. Depan hotel tempatmu nginep nanti. Yuk booking kamar sekalian makan siang" ajak Ardi.


Mereka berdua keluar dari mobil dan berjalan beriringan ke loby hotel, memesan satu kamar untuk Ella. Selanjutnya mereka berdua melanjutkan langkah ke arah restoran hotel dan mengambil tempat duduk yang tepat menghadap ke arah taman dan kolam renang. Lumayan untuk cuci mata dan melihat pandangan.


Seorang waiters wanita menghampiri mereka, menyapa dengan sopan dan menyerahkan daftar menu di meja mereka.


"Kamu mau makan apa, sayang?" tanya Ardi sambil menyodorkan buku menu pada Ella.


"Beef black papper sama jus sirsak"


"El, Kamu percaya kan aku sayang sama kamu?" Ardi tiba-tiba berkata serius.


"Kok tiba-tiba? Percaya gak ya?" jawab Ella santai sambil pura-pura berpikir keras, menggoda Ardi.


"Masa belum percaya?!" Sela Ardi tak sabar.


"Hehehe percaya kok percaya" Ella tertawa ringan melihat sifat tak sabaran Ardi.


"Nanti apapun yang kamu liat dan dengar di pesta gak usah kamu perdulikan. Hanya satu yang perlu kamu ingat Aku sayang sama kamu. Gak akan ada wanita lain selain kamu"


Kali ini Ella sedikit kebingungan harus bereaksi bagaimana menanggapi ucapan Ardi. Dirinya sudah tau betul akan perasaan Ardi, untuk apa pria itu seakan ingin menekankan lagi, mengingatkan lagi tentang perasaannya pada Ella?


Apakah mungkin akan terjadi hal-hal yang dapat membuatnya meragukan Ardi di pesta nanti? Apakah akan ada penolakan akan dirinya dari keluarga Ardi? Ella semakin takut membayangkan segala hal yang mungkin terjadi di pesta ulang tahun itu nanti.


"Kalau nanti kamu butuh sesuatu, kalau kamu tidak nyaman atau ada membuatmu tidak suka. Kamu langsung saja cari aku, Linggar atau Laras. Hanya kami bertiga, jangan ke orang lain yang tidak kamu kenal"


"Apaan si mas? kok nakut-nakutin gitu?"

__ADS_1


"Ella, sayang...Aku serius. Aku gak mau kamu terluka atau sakit hati. Aku pasti akan menjagamu..." Ucapan Ardi terhenti saat waiters tadi membawakan semua pesanan mereka, menyajikannya di meja.


"Udah cuman itu aja yang aku mau kamu ingat. Nanti selepas magrib mungkin aku gak bisa jemput kamu. Akan aku suruh Linggar atau supir buat jemput kamu kesini, tergantung situasinya" Ardi mulai menyantap nasi gorengnya.


"Emang mas Ardi kenapa kok ga bisa?"


"Kalau ada pesta kayak gitu biasanya aku akan terjebak dan gak bisa kabur. Dari kewajiban menyapa dan beramah-tamah dengan orang-orang dari dunia bisnis yang membosankan dan menyebalkan"


"Oh..." Ella sedikit banyak dapat memahami bahwa pesta bagi kalangan atas bisa berguna sebagai sarana untuk memperluas koneksi dan menjalin kerjasama.


Setelah itu keduanya melanjutkan prosesi makan mereka dengan hikmad. Kemudian Ardi mengantar Ella sampai ke depan kamar hotelnya. Dia menyerahkan tas ransel Ella yang dibawakannya sebelum pamit pulang. Pria itu juga menyuruh Ella untuk beristirahat sejenak di kamar hotelnya sambil menunggu jemputan nanti sore.


"Aku tinggal dulu ya. Ketemu lagi nanti sore" pamit nya sambil menepuk ringan kepala Ella. Gadis itu hanya mengangguk sebagai jawaban dan hanya bisa memandang tubuh Ardi yang berlalu meninggalkannya sendirian.


Ella segera memasuki kamarnya, kamar yang terlihat sangat mewah dan terlalu besar untuk ditempatinya sendirian. Dari jendela kamar dinlantai tiga ini, dapat dilihatnya kolam renang dan taman hotel di lantai dasar yang ditata dengan apik sebagai pemandangan.


Ella meletakkan tas ranselnya di kasur dan merebahkan dirinya juga dikasur empuk itu. Tak lupa dinyalakannya AC dan TV untuk mengusir rasa kesepiannya. Kemudian tak lama kemudian gadis itu pun terlelap dalam buaian pulau kapuk yang nyaman.


Sore harinya Ella terbangun karena ada getaran dan suara dari ponselnya. Sebuah pesan dari Ardi untuknya.


Lazuardi


Sore sayang, Udah bangun belum? Nanti jam tujuh sopirku yang akan jemput kamu. Terus Linggar akan menyambutmu di depan rumah. Sampai ketemu nanti di pesta ya


Lazuardi


Oiya jangan lupa pakai baju yang kupilihin kemarin. Dandan yang cantik ya, sayang!


Ella


Ok mas Ardi sayang. Siap laksanakan!


Karena hari sudah mulai sore Ella pun segera mandi, membersihkan dirinya dan kemudian bersiap-siap dan berdandan untuk ke pesta ulang tahun mama Ardi. Ada rasa takut yang selalu menghantuinya, rasa minder, rasa gelisah yang dirasakannya berkecamuk di dalam dadanya.


Ella tak dapat membayangkan bagaimana reaksi mama dan papa Ardi saat bertemu dengannya nanti. Dia juga tak dapat membayangkan bagaimaan reaksi keluarga lainnya, dan rekan-rekan bisnis mereka saat mengetahui gadis yang dibawa oleh Ardi Pradana adalah seorang gadis biasa. Bukan seorang putri dari kalangan sultan yang kaya dan berkuasa.


~∆∆∆~


🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼

__ADS_1


__ADS_2