
~Beberapa hari sebelumnya~
Ardi tidak bisa tenang rasanya dan selalu gelisah, setelah pesta ulang tahun Cecil beberapa hari yang lalu. Masalah utamanya tentu karena sejak kejadian nyaris kebablasan itu, Ardi dan Ella memutuskan untuk tidak saling berjumpa sampai acara pertunangan mereka hari Jumat nanti. Memang cuma semingguan...
Nyatanya...Bagaikan setahun bagi Ardi ... Kangen ...Kangen... Kangen banget pengen ketemu...
Dan kalau mengingat-ingat lagi tragedi kolam renang itu. Ardi masih sangat marah dan mau meledak saja rasanya. Mengingat Gengen dengan bernafsunya memonyongkan bibirnya untuk mencium Ella. Bedebah sialan! Beraninya dia!
Ardi sebenarnya sangat penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya. Tetapi jelas tidak ada yang tahu dengan detail kronologi kejadiannya. Bahkan Kika yang posisinya berdekatan dengan mereka saja tak tahu apa yang terjadi. Kika hanya bisa menceritakan sampai batas Gengen dan Ridley menghina dirinya sebagai anak dari seorang pelacur. Kemudian Gengen menyingkirkan tubuhnya menjauh saat menyadari keberadaan Ella.
Gengen yang sepertinya lebih tertarik dengan Ella mendekati gadis itu dan berbicara dengan sangat dekat padanya. Kika yang saat itu dihalangi oleh Ridley tak dapat mendengar percakapan mereka sampai kejadian Ella jatuh tercebur ke kolam renang.
Tapi usaha Ardi untuk mencari tahu apa yang terjadi tidak berhenti sampai disitu. Yang pertama tentu saja dengan menanyai Ella, tapi sepertinya gadisnya itu masih terlalu syok dan tak ingin mengingat tentang kejadian itu. Yah wajar saja si, siapa yang gak syok dapat perlakuan kayak gitu. Dan selebihnya Ella malah meminta Ardi melupakan saja kejadian itu, tak ingin ada masalah sebelum pernikahan mereka katanya. Mana bisa!
Yang kedua adalah dengan menyuruh Kresna untuk meretas kamera CCTV Balamb Garden Hotel pada saat kejadian perkara. Tentu saja Kresna dapat melakukannya dengan sedikit susah payah. Karena Ciputra Group sepertinya ingin menghapus jejak kejadian tidak menyenangkan ini. Mengubur seolah peristiwa ini tak pernah terjadi.
Dan akhirnya setelah mendapatkan vidionya, Ardi dapat melihat dengan jelas kejadian yang telah terjadi disana. Tetapi bahkan kamera CCTV hotel berbintang lima seperti itu pun tidak dilengkapi dengan audio. Sehingga tetap saja Ardi tak dapat mengetahui apa yang Gengen katakan pada Ella sampai membuat gadis nya itu sangat emosional. Sudah pasti sesuatu yang tidak menyenangkan.
Usaha ketiga yang dilakukan Ardi dengan mengirimkan Gery, pengacaranya ke kantor Gengen untuk menyampaikan pesan darinya. Ardi ingin Gengen meminta maaf secara resmi pada Ella. Setelah itu barulah bisa dianggap impas. Kalau tidak, Ardi akan akan mulai bertindak lebih jauh lagi.
Memang Cecil sudah memberikan teguran keras pada Gengen tentang masalah ini, Gengen juga sudah meminta maaf pada sang putri kesayangan Ciputra itu karena merusak pestanya. Lebih jauh lagi Cecil meminta semua yang hadir untuk tidak memperpanjang persolan ini. Cukup dengan maaf-maafan saja seharusnya sudah beres.
Tapi nyatanya bahkan sampai hari ini, tiga hari sejak kejadian Gengen sama sekali belum meminta maaf pada Ardi. Dan Ardi menganggap Gengen memang tidak ada niatan untuk meminta maaf kepada dirinya, juga pada Ella yang merupakan korbannya.
'Jadi ini akan berlanjut menjadi perang harga diri? Pride battle? Ayo aja!'
Sambil menunggu kedatangan Gery, Ardi membuka tab-nya. Sedikit mencari-cari informasi dari dunia Maya tentang pesta ulang tahun Cecil. Siapa tahu para wartawan ada yang menuliskan sesuatu yang sedikit berhubungan dengan kejadian itu.
Ardi membuka browser dan mengetikkan sebuah kata kunci dalam situs search engine
'Ceicillia Tang's Latest Birthday Party'
Dan tak lama kemudian muncullah beberapa artikel yang terkait dengan pencarian kata kunci yang dilakukan oleh Ardi. Ardi mengerutkan dahinya demi membaca berita-berita yang kebanyakan tidak penting itu.
'7 Fakta Pesta Mewah Sang Crazy Rich Cecilia Tang di Hotel Balamb Garden, Nomor 5 Membuat Netizen Terpelatuk.'
'Rincian Kasar Biaya Pesta Ulang Tahun Putri Kesayangan Keluarga Ciputra, Yang Punya Jiwa Missqueen Dilarang Baca.'
'Anting Mewah Cecilia Tang Ditengarai Hadiah dari Seorang Laki-laki, Apakah Berikutnya Akan Diberi Cincin Kawin Oleh Orang Yang Sama?'
'5 Hidangan Di Pesta Cecilia Tang Ini Bisa Kamu Bikin Sendiri Di Rumah, Simak Resepnya.'
'10 Tamu Undangan Pesta Ulang Tahun Cecilia Tang Yang Nggak Kalah Mempesona Dari Sang Host.'
'Foto-Foto Eksklusif Kemeriahan Pesta Cecilia Tang Sang Ratu Sosialita.'
'Pasangan-Pasangan Fenomenal Yang Hadir Bersama di Pesta dan Berhasil Tertangkap Kamera, Siapa saja?'
Ardi tertarik dengan tiga Artikel paling bawah. Dipencetnya yang pertama tentang tamu undangan yang nggak kalah mempesona. Deretan foto-foto yang terpampang disana kebanyakan para tamu Cecil dari kalangan Artis dan publik figure. Para wanita dengan penampilan glamour dan mewah serta pakaian yang banyak mengumbar aurat.
Rena sang model internasional tentu masuk dalam list dengan penampilan memukaunya. So stunning. Dari kalangan sultan hanya ada nama dan foto Luna Whey sang ratu fashion dari hongkong. Dan satu lagi yang sedikit mengejutkan, foto Laras dengan penampilan cetarnyanya berdiri disamping mobil Lamborgini Aventador Mahes.
Ardi sedikit kesal karena para wartawan itu tidak cukup sehat matanya untuk bisa melihat pesona Ella. Sehingga Ella tidak masuk dalam list tamu yang mempesona. Padahal sudah jelas penampilan Ella malam itu sangat memukau. Pada buta kali ya?
'Gak percuma kamu dandan heboh kemarin Ras.' Ardi mengambil screenshot artikel itu dan mengirimnya ke Mahes dengan sebuah pesan.
Lazuardi
Caution bro, bini lu abis ini jadi artis kondang. Banyak saingan lu.
Maheswara
Tenang abis ini gue kekepin di rumah biar aman.
Ardi tertawa ngakak melihat reaksi Mahes. Nah gitu donk sekali-kali bininya diatur, jangan ngalah mulu jadi lelaki. Laras itu juga sekali-kali harus ditegur agar jangan terlalu cetar penampilannya. Gak baik juga kan buat wanita yang sudah menikah apalagi sudah punya anak untuk terlalu show off. Tapi ya balik lagi tugas suaminya buat ngingetin.
__ADS_1
Ardi melanjutnkan proses selancarnya ke artikel selanjutnya tentang foto-foto ekslusif. Banyak sekali deretan foto yang terpampang disana. Mulai dari Cecil dan keluarganya di setiap prosesi acara. Foto Cecil sendiri dalam berbagai pose yang terlihat sangat memukau. Foto para undangan dari kalangan Artis dan pejabat serta publik figure lainnya yang memamerkan outfit andalan mereka.
Tak ada foto eksklusif tentang kejadian di poolside area. Padahal Ardi ingin mencari informasi tentang itu, siapa tahu ada wartawan yang kebetulan memotret kejadian Ella dan Gengen malam itu.
Selanjutnya Ardi melanjutkan dengan artikel terakhir tentang pasangan fenomenal. Lagi-lagi Rena dan Tyo menjadi topik hangat disamping pasangan artis lainnya. Memang para netijen lebih tertarik pada kehidupan artis daripada para pengusaha. Sampai di foto terakhir Ardi mendapati foto yang dapat menarik perhatiannya.
'Astagaaa!'
Ardi melihat foto dirinya sendri dengan pakaian yang basah kuyup sedang menggendong tubuh Ella yang sama basahnya ala bridal style.
Dengan sedikit panik Ardi memencet foto itu. Bukannya Cecil sudah membungkam semua media untuk tidak menuliskan tentang peristiwa di poolside? Kenapa masih ada yang lolos?
'Kemesraan Tuan muda Pradana dan Calon Istrinya. Siapa Yang Gak Kepingin Digendong Begitu oleh Pangeran dari Kerajaan Bisnis Pradana?'
Ardi membaca Artikel yang menulis tentang calon nyonya Pradana yang terkilir kakinya dan tak sengaja jatuh ke kolam renang. Tentang penyelaman heroik Ardi pada calon istrinya itu serta kemesraan yang diperlihatkan saat Ardi menggendong tubuh Ella sampai ke loby. Bahkan lebih jauh membawa wanitanya itu ke penthouse suite room hotel.
'Duh kenapa pakai ditulis ke kamar hotel segala si?'
Kan bisa saja ada yang salah paham, ntar dikirain booking kamar buat nginep bareng lagi? Ah bodoh amat nanti juga ketahuan dari check in dan check out log-nya. Mereka kemarin cuma sebentar di kamar hotel. Setelah Bambang mengantarkan baju ganti yang lebih layak untuk Ella, mereka akhirnya pulang. Gak nginep di hotel. Takut ada setan lagi.
Tapi tak apalah artikel ini sekalian bisa jadi publikasi tentang hubungan pertunangan dirinya dengan Ella. Publikasi gratis dan effortless.
Ardi menghentikan kegiatannya berselancar di dunia Maya, saat Gery meminta ijin untuk menemuinya.
"Gimana, Ger?" Ardi menagih laporan.
"Pak Gengen menolak untuk meminta maaf pak."
"Haaaah? Bukannya sudah jelas dia yang bikin Ella kecebur kolam?" Ardi geram.
"Bu Ella itu kecebur sendiri pak, karena berjalan mundur tanpa melihat arah. Dari CCTV juga sudah jelas terlihat begitu." Gery mengungkapkan alibi.
"Tapi jelas dia memprovokasi Ella."
"Tapi gak ada bukti, dan CCTV juga gak kedengaran apa-apa tentang percakapan mereka."
"What the..."
"Dasar Brengsek! Gak tahu diri."
.
..
...
....
.....
~Kembali ke waktu sehari setelah lamaran~
Siang itu kantor Ardi di Bisnis Park dihebohkan oleh kedatangan tiga orang tamu tak diundang. Seorang dengan pakaian rapi berjas didampingi oleh dua orang pria lainnya yang sama-sama memakai working suitnya. Langsung minta ijin untuk menemui Ardi saat berhadapan dengan recepsionis di lantai dasar kantor.
Sang receptionis tentu tak berani memutuskan untuk menerima tamu itu. Kemudian salah satu tamu malah menunjukkan tanda pengenalnya. Seorang detektif polisi. Resepsionis itu sangat kaget dan langsung menghubungi Bambang bagaimana enaknya.
Bambang yang mendapat kabar pun tak kalah kagetnya, ada masalah apa? Perasaan perusahaan sedang tak ada masalah apapun dengan kepolisian? Ada apa ini? Bambang buru-buru menghampiri Ardi di ruangannya untuk meminta petunjuk.
"Permisi pak..." Sapa Bambang ragu-ragu saat memasuki ruangan Ardi.
"Kenapa?"
"Pak di bawah ada tiga tamu, polisi nyari pak Ardi." Bambang menjelaskan maksud kedatangannya.
Deg, jantung Ardi seakan berhenti berdetak untuk sesaat. Polisi? Masalah apa? Pasti Gengen si brengsek itu yang bikin gara-gara lagi. Damn.
__ADS_1
"Suruh masuk. Terus kamu panggilkan Gery suruh ikut kesini juga. Setelah itu panggilkan Kresna untuk nemuin aku setelah mereka pergi nanti." Perintah Ardi pada Bambang.
"Baik, pak." Bambang menurut saja, kemudian mohon ijin beranjak dari ruangan Ardi. Sebenarnya sangat penasaran ada apa tapi tak berani bertanya kalau melihat wajah Ardi yang sangat serius.
Tak lama kemudian ketiga tamu itu memasuki ruangan Ardi. Ardi langsung menyambut mereka dengan wajah setenang mungkin
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Ardi.
"Apa benar anda saudara Lazuardi Pradana?" tanya salah seorang dari ketiga tamu itu.
"Saya ingin menyampaikan surat panggilan untuk pemeriksaan terkait dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan terhadap bapak Gengen Rajaguguk." Salah seorang tamu yang lain menyerahkan secarik kertas kepada Ardi.
"Baiklah saya terima suratnya. Selanjutnya segalanya nanti akan diurus oleh pengacara saya."
"Kami harap kerjasamanya untuk dapat hadir memenuhi panggilan sesuai dengan jadwal yang ditentukan." Pria yang sepertinya seorang pengacara itu semakin mendesak dan memprovokasi Ardi.
"Anda akan berurusan dengan saya terlebih dahulu sebagai pengacaranya pak Lazuardi." Tiba-tiba dari arah pintu muncullah Gery memasuki ruangan.
Ardi membuang nafas lega melihat kedatangan Gery. Just at the right time, dude.
"Saya pengacaranya pak Gengen." Salah seorang tamu yang memakai setelan jas menyalami Gery. Dia juga menyodorkan sebuah kartu nama pada Gery.
"Baiklah akan saya pelajari dahulu kasus dan tuntutan saudara kepada client saya. Nanti akan saya hubungi anda." Gery memberi isyarat menunjukkan kartu nama itu sebelum memasukkan ke dalam kantongnya.
"Ada hal yang lain yang bisa saya bantu?" Ardi menanyai ketiga tamunya.
'Cepetan minggat Sono kalau gak ada lagi', batin Ardi sengaja tidak mempersilahkan mereka duduk. Males banget rasanya.
"Tidak ada, kalau begitu kami permisi dahulu." Mau tak mau pengacara Gengen pamit undur diri. Tampak sedikit kesal dengan sambutan tidak ramah Ardi. Tapi wajar juga si siapa yang bisa ramah kalau dikasih surat panggilan interogasi begitu?
"Ya, silahkan." Ardi menyunggingkan senyuman dan mengantar para tamunya keluar ruangan.
"Blamb"
Ardi buru-buru menutup pintu ruangannya begitu tamunya keluar. Menghampiri kursinya dan duduk disana, dengan sangat marah memukul mejanya dengan kedua kepalan tangannya.
"Pak?" Tanya Gery sedikit takut.
"Panggil Bambang dan Kresna kesini!" Perintah Ardi sambil menggeretakkan geliginya.
Gery pun menurut dan segera memanggil Babang dan Kresna yang ternyata sudah stand by di depan ruangan. Ketiganya pun segera menghadap kembali ke hadapan Ardi.
"Jelasin masalahnya, Ger." perintah Ardi pada Gery. Dirinya sendiri terlalu emosi untuk sekedar menjelaskan apa yang terjadi pada Bambang dan Kresna.
Gery pun segera menjelaskan permasalahan apa yang sedang menimpa bosnya itu. Bambang hanya bisa ternganga kaget sementara Kresna tidak begitu kaget karena sudah ikut mengurusi masalah CCTV.
"Gery, kamu urusin itu masalah tuntutan dari Gengen. Sebisanya aku gak mau terlibat dengan polisi atau pengadilan."
"Kresna, kamu cari apa saja yang bisa membantu membebaskan aku dari tuduhan. Cari juga kelemahan Gengen dan Ridley. Kita harus bikin perhitungan sama mereka."
"Bambang, kamu yang awasi media. Jangan sampai kasus ini bocor dan tercium awak media."
""Baik, pak""
Ketiga anak buah Ardi kompak menjawab, tak berani membantah perintah bosnya yang sedang emosi itu.
"Aku gak mau ada masalah sebelum pernikahanku."
"Aku gak mau kawinanku ditunda."
'Oalah pak, karena ini to...'
Ketiga anak buahnya jadi meringis mendengar kalimat terakhir dari Ardi, bos mereka yang terlihat sangat marah dan tidak sabaran itu. Takut batal kawin ternyata, Bos?
~∆∆∆~
__ADS_1
🌼Yuuuuks say PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼