Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
91. S2 - Faith


__ADS_3

"El, sekali lagi aku katakan sama kamu...Aku sayang sama kamu, El. Aku cinta sama kamu. Kamu mau gak menjalin hubungan yang serius sama aku?" Roni tiba-tiba saja meraih jemari tangan Ella yang dari tadi dia letakkan di atas meja. Roni menggenggam kedua jemari tangan Ella dengan erat tapi lembut. Pria itu melanjutkan pernyataan cintanya.


"Ron...Maaf...Aku, aku belum siap..." Ella menjawab dengan suara pelan dan lemah, jujur tentang perasaanya sendiri. Entah mengapa dirinya merasa sangat sedih demi memikirkan bahwa dirinya akan mematahkan hati seorang Roni Suherman sekali lagi.


"Mau sampai kapan kamu kayak gitu, El? Kamu masih mau nungguin si brengsek Ardi? Dia yang bahkan sudah menghilang begitu saja tanpa menghubungimu satu tahun ini?" Roni bertanya dengan nada sedih dan getirnya, terlihat sangat kecewa dan tak percaya dengan pendengarannya sendiri.


Roni sedikit tak percaya juga bahwa Ella ternyata masih saja sangat mencintai Ardi. Rupanya dirinya salah mengira Ella yang belakangan ini sudah bisa ceria lagi. Roni mengira Ella sudah bisa move on dari patah hatinya dan dapat melupakan Ardi. Ternyata semuanya salah, Ella hanya menyembunyikan semua perasaannya dalam-dalam. Ella tak mau menampakkan segala kesedihanya dan menutupinya dengan wajah cerianya.


Roni merasa kecewa bahwa dirinya yang selama ini selalu hadir, ada di dekat Ella dan selalu setia menemani gadis itu di sisinya bahkan dapat dikalahkan oleh bayangan Ardi Pradana yang selalu saja menghantui Ella. Bayangan tidak nyata Ardi yang terus saja menyakiti hati gadis itu.


Sosok si brengsek Ardi Pradana itu yang begitu tega memberikan cinta dan perhatiannya yang semanis madu untuk sesaat pada Ella. Hanya untuk beberapa saat, beberapa bulan saja sebelum akhirnya pria itu meninggalkan Ella begitu saja. Mencampakkan gadis itu begitu saja seperti barang habis pakai yang sudah tidak berguna.


Ardi Pradana yang bahkan seenaknya saja seakan menghilang ditelan bumi begitu saja selama setahun ini. Ardi begitu tega dan jahatnya meninggalkan Ella sendirian dalam kesedihan dan keterpurukan.


Lalu kenapa Ella masih saja memikirkan pria brengsek itu? Apakah karena Ardi Pradana adalah seorang konglomerat dengan harta melimpah? Karena Ardi memiliki kekayaan bak seorang sultan? Atau apakah karena cinta dan perhatian yang pernah diberikan Ardi pada Ella begitu menggoda dan bisa membuat nyaman gadis itu?


Roni jadi sangat penasaran. Apa sebenarnya yang dapat diberikan oleh Ardi tapi tak bisa berikan oleh dirinya untuk Ella? Apa Materi? Kekayaan? Cinta dan perhatian? Apakah perhatian dan segala yang telah dilalukannya untuk Ella masih kurang? Kenapa Ella bahkan sama sekali tak melirik atau memalingkan hatinya kepada Roni bahkan setelah setahun perpisahannya dengan Ardi Pradana?


Memang aku bukan berasal dari keluarga konglomerat sekelas sultan seperti Ardi. Tetapi keluargaku juga bukan keluarga miskin dan sederhana. Keluargaku di kota Malang merupakan keluarga dokter dari tiga generasi. Keadaan finansial keluarga kami lebih dari cukup untuk membuat keluarga kami dapat hidup mewah dan berkecukupan selama tujuh turunan. Aku kurang apalagi coba? Bahkan aku seakan sudah memberikan waktu dan segala perhatian kepada Ella. Roni benar-benar kebingungan dan bertanya frustasi dalam hatinya sendiri.

__ADS_1


Dan si brengsek Ardi pradana itu, bagaimana dia dapat seenaknya saja membuat patah hati dan menghancurkan perasaan seorang gadis? Membuangnya begitu saja saat sudah bosan dan puas bermain-main dengan gadis manapun? Apa karena status kesultanannya dia bisa seenaknya begitu? Dan kenapa gadis itu harus Ella? Kenapa harus Ella yang menderita karenanya?


Padahal seandainya saja akhirnya Ella memilih Ardi Pradana dan keduanya dapat tetap bersama dan saling mencintai. Jika saja keduanya dapat berakhir dengan bahagia atau bahkan sampai ke jenjang pernikahan, mungkin Roni akan bisa ikhlas dan menyerah soal perasaanya pada Ella.


Berusaha menerima segala kenyataan dan mungkin dapat mencari cinta yang lain sebagai ganti cintanya pada Ella. Tapi nyatanya? Ardi sialan itu malah membuat hati Ella hancur dan patah hati berkeping-keping seperti ini? Bagaimana mungkin Roni tega dan rela melihat gadis yang dicintainya diperlakukan seperti itu?


"Aku gak bisa bohongin kamu, Ron. Aku juga gak bisa bohongin perasaanku sendiri. Kamu terlalu baik, Ron. Kamu layak mendapatkan cinta yang lebih tulus daripada apa yang dapat kuberikan padamu..." ujar Ella lemah.


"Aku bisa menunggumu, El. Aku akan sabar menunggumu, sampai kamu siap. Sampai kamu bisa membuka hatimu untukku. Tapi kumohon, tolong, ijinkan aku untuk dapat mencintaimu. Ijinkan aku untuk dapat terus disisimu. Mungkin dengan begitu kamu akan perlahan dapat melupakan dia dan beralih padaku, membuka hatimu untukku dengan berjalannya waktu." Roni memotong pembicaraan Ella. Ingin menunjukkan tekad, kesungguhan dan keseriusannya.


"Aku takut tak bisa mencintaimu sepenuhnya walau dipaksakan...Aku takut menyakitimu nantinya." Ella menjelaskan ketakutannya, ketakutannya untuk menjalin hubungan asmara dengan pria lain sementara hati dan jiwanya masih saja seakan terpaku kepada sosok Ardi Pradana.


"Ron...Gak bisa gitu...Kamu gak bisa membuatku menjadi penjahat. Jahat banget kalau semua itu kulakukan padamu. Hubungan tanpa status kayak gitu, pasti ujung-ujungnya juga akan bikin kamu sakit, Ron. Kamu berhak untuk mendapatkan cinta, kamu berhak untuk bahagia...Gak usah nungguin aku yang belum jelas dan belum bisa menerimamu." Ella berusaha menjelelaskan pada Roni.


"Kamu juga berhak bahagia, El. Mari kita cari kebahagiaan bersama-sama. Akan kubantu kamu lupain si brengsek itu. Dan kita akan jalani hidup kita dengan bahagia bersama, El."


Ella terdiam, terlalu bingung untuk menjawab apa. Tak bisa dipungkiri memang Roni merupakan salah satu alasan Ella dapat bangkit dan tersenyum lagi. Tapi Ella hanya murni menganggap Roni sebagai sahabat baiknya, bukan sebagai seorang pria yang akan menjalin hubungan asmara dengannya.


"Kamu gak perlu menjawab sekarang... Aku mau kok nungguin kamu...Sampai kamu siap...Apapun jawabanmu nantinya aku akan menerimanya dengan lapang dada..." Roni seakan ingin mengakhiri pembicaraan mereka. Merasa lega karena telah menyampaikan perasaannya, lega juga karena mengetahui perasaan Ella yang sebenarnya.

__ADS_1


Mungkin Ella masih membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka di hatinya. Untuk menghapus nama Ardi Pradana yang terlanjur terpahat disana. Mungkin dirinya harus lebih bisa membuktikan kesungguhannya pada Ella. Membuktikan pada Ella bahwa dirinya juga dapat diandalkan untuk menggantikan sosok Ardi. Bahkan mungkin membuktikan bahwa dirinya bisa lebih baik dari Ardi.


"Makasih ya, Ron...Makasih atas segalanya... Dan maafkan aku yang terlalu egois..."


"Aku mau nerima kamu apa adanya kok, El. Aku mencintaimu tanpa syarat...Kamu hanya perlu mengijinkanku untuk mencintaimu, menjagamu, dan selalu ada di sampingmu." Roni menekankan perkataannya kali ini.


"Baiklah...Tapi kalau kamu sudah merasa lelah dengan sikapku yang terlalu egois kamu boleh pergi, Ron. Temukan gadis yang lebih baik dariku..."


"Ssshhhhtt...Jangan ngomong kayak gitu, El. Kamu hanya perlu mencoba membuka hatimu untukku, mencoba menerima aku. Jangan mikirin macem-macem...Tapi misalnya nanti kamu juga lelah dengan sikapku, kamu juga boleh memintaku untuk berhenti. Memintaku untuk pergi menjauh darimu"


Fix, keputusan Roni sudah bulat sepertinya dan tak bisa diganggu gugat. Apapun jawaban yang diberikan Ella pria itu akan tetap nekat untuk mencintainya. Walaupun cintanya hanya sepihak, sebelah tangan, walaupun mereka harus melewati hubungan tanpa status yang jelas.


"Ok, let's try..." Ella akhirnya menyerah saja. Membiarkan dan memberikan ijin pada Roni untuk memperlakukannya selayaknya kekasih tetapi tetap saja tanpa sebuah status. Ella sebenarnya juga berharap dirinya tidak sekeras kepala itu. Berharap dirinya dapat melupakan Ardi dengan mudah dan mungkin juga dapat menerima cinta Roni yang begitu besar untuknya.


Tapi tetap saja ini soal rasa...Perasaan yang tak bisa dipaksa dan diarahkan oleh pikiran dan akal sehat. Rasa cinta yang tak ada logika.


~∆∆∆~


🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼

__ADS_1


__ADS_2