Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
193. S2 - Gagal Ngambek


__ADS_3

"Mbang sini kunci mobilnya." ujar Ardi setelah melewati arrival gate di bandara. Akhirnya sudah sampai di Surabaya lagi. Ardi meminta kunci mobil BMW-nya yang mereka tinggalkan begitu saja di parkiran bandara sejak hari kamis pagi.


"Lho mau kemana pak?" Bambang bertanya kebingungan pada bosnya. Mau ngapain lagi ini pak Ardi? Barusan landing di bandara dari penerbangan Jakarta-Surabaya masa mau langsung keluyuran bahkan tanpa pulang terlebih dulu?


"Duh berisik. Sini kuncinya!" Ardi bersikeras.


Akhirnya Bambang pasrah saja tak berani membantah lagi dan menyerahkan kunci mobil itu pada Ardi. Kemudian si bosnya langsung pergi tanpa bilang mau kemana padanya. Meninggalkan Bambang sendirian berdiri bengong dengan dua koper besar, koper Ardi dan kopernya sendiri.


'Parah banget ini pak Ardi, harusnya kan dia masukin dulu koper di mobil baru pergi seenaknya. Kalau udah begini aku gimana pulangnya coba?' Bambang menggerutu sebal menghadapi tingkah bosnya.


Bambang menarik kedua koper besarnya untuk menghampiri bagian pemesanan taxi bandara. Ternyata antrian pesanan taxi sudah mengular, panjang banget. Terpaksa Bambang ikut mengambil nomer antrian disana. Fvck dapat nomer 27, sampai kapan coba baru dapet taxi-nya.


Diambilnya ponsel dari saku jasnya, menimbang untuk menghubungi driver perusahaan atau nggak. Kalau nungguin driver jemput, masih agak lama lagi ni pasti nunggunya. Apalagi hari sabtu siang begini jam pulang kerja, pasti macet-macetnya. Gak efisien banget jelasnya.


Akhirnya Bambang memutuskan untuk duduk ngemper saja, menduduki kopernya sendiri. Mana berani coba dudukin koper punya bos Ardi. Menanti gilirannya untuk mendapatkan taxi bandara. Bambang memutuskan memainkan game online saja sambil menghabiskan waktu penantian.


Betapa kagetnya Bambang saat seorang wanita menyapa dirinya. Wanita muda yang berpakaian formal layaknya seorang sekretaris perusahaan.


"Selamat siang, pak Bambang dari Pradana grup?" Wanita itu memastikan tidak salah orang.


"Iya benar." Bambang mendongakkan kepala dan didapatinya seorang nona sekretaris yang menyapa dengan senyuman manisnya. Siapa ya?


"Saya Yasmin dari Sampoerna grup. Sekretarisnya pak Tyo." Sekretaris itu memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya pada Bambang.


"Bambang, right hand-nya pak Ardi Pradana." Bambang buru-buru memasukkan ponselnya ke saku. Bangkit memperkenalkan diri dan bersalaman dengan Yasmin. Rejeki gak boleh ditolak kan? Jarang-jarang bisa salaman dengan sekretaris cantik. Biasanya bos-bos besar lebih memilih seorang pria sebagai tangan kanannya.


"Ngapain disini?" Yasmin bertanya penasaran.


"Baru landing dari Jakarta. Pak Ardi tiba-tiba ada urusan mendadak jadi mobilnya dibawa. Ni lagi nungguin antrian taxi bandara." Bambang menjelaskan dengan sedikit sok keren. Masa mau bilang ditinggalin pak Ardi?


"Mau kembali di bisnis park? Bisa bareng saya saja." Yasmin menawarkan jasa.


"Boleh-boleh." Bambang kegirangan. Wah kamu beneran penyelamatku yang cantik, ngimpi apa ya semalam kok bisa hoki begini.


"Kamu sendiri ngapain di bandara?" Bambang balik bertanya. Gak mungkin kan sekretarisnya Tyo Sampoerna keluyuran di bandara tanpa tujuan.


"Mau jemput ceweknya pak Tyo dari Jakarta juga. Harusnya sudah landing bareng kamu ya." Yasmin celingukan mencari-cari.


"Itu mungkin." Bambang iseng saja menebak-nebak, menunjuk seorang wanita yang baru keluar dari arrival gate. Wajahnya terlihat sangat cantik meski memakai kaca mata hitam. Dengan tubuh tinggi semampai bak foto model dan berpakaian hi class yang terlihat mahal. Pasti yang kayak begituan kan cewek seleranya Tyo Sampoerna.


Yasmin pun menyetujui dan menghampiri wanita yang ditunjuk Bambang. Dan benar saja tak lama kemudian keduanya menghampiri Bambang lagi dan mengajaknya ikutan nebeng di mobil mereka.


Ternyata wanita yang dijemput Yasmin bernama Renata Sudibyo, putri konglomerat yang berprofesi sebagai foto model luar negeri. Pantesan cantik dan sexy banget, sekali liat aja udah ketauan kalau artis.


Ardi melajukan mobilnya ke arah rumah Ella. Memang masih siang dan terlalu awal untuk menjemput gadis itu buat acara keluarga nanti sore. Tapi Ardi udah kangen saja rasanya, pengen cepetan ketemu wajah cantik gadisnya itu secara langsung.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Ella Ardi langsung menekan bel rumah dan mama Lilik yang membukakan pintu untuknya. Mempersilahkan masuk dengan sedikit keheranan melihat Ardi. Perasaan Ellanya masih belum siap-siap ini kok Ardi udah datang saja?


"Udah janjian ya nak Ardi sama Ella?" tanya Lilik memyelidik setelah mempersilahkan tamunya duduk di sofa ruang tamu.


"Janjiannya jemput nanti sore sih, te. Tapi rasanya udah kangen aja pengen cepet-cepet ketemu Ella. Jadi dari bandara saya langsung kesini," jawab Ardi mengakui tujuan kedatanganya.


"Owalah..." Lilik cekikikan mendengar jawaban jujur Ardi. Udah mabuk cinta beneran pria ini sepertinya pada Ella. Lilik lalu masuk kembali ke dalam rumahnya untuk memanggil Ella di kamarnya dan memberitahukan padanya akan kedatangan Ardi.


Tak berapa lama kemudian mama Lilik kembali ke ruang tamu dengan membawa segelas minuman dingin dan suguhan untuk Ardi. "Disambi dulu nak Ardi, sambil nungguin Ella siap-siap."


"Iya te, maaf jadi ngerepotin." jawab Ardi sungkan.


"Lain kali kalau janjian sama cewek itu jangan dadakan kayak gini. Resiko ditanggung sendiri kalo sampe nungguin lama." Lilik cekikikan mengingat penampilan Ella yang gak karuan tadi di kamarnya. Biasa anak itu memang hobinya gulung-gulung di kasur sambil nonton drakor kalau lagi gak kerja.


"Gak pa-pa kok te. Ella ini termasuk yang cepet dandannya." Jawab Ardi jadi teringat kerempongan mama dan adik perempuannya sendiri kalau soal berdandan dan penampilan mereka.


"Yaudah monggo disambi, tante kebelakang dulu lanjutin masak belum selesai." Lilik beranjak meninggalkan Ardi sendirian di ruang tamu.


Beberapa menit kemudian Ella akhirnya muncul juga ke ruang tamu. Sudah cantik dengan dandanan semi formalnya kemeja dengan warna cerah dan celana panjang putih. Gadis itu mengambil duduk di kursi tanpa menyapa Ardi. Diam saja.


Ardi cekikikan dalam hati saat melihat raut muka Ella. Gadis ini masih ngambek kayaknya gara-gara kejadian kemarin. Tapi asli muka ngambek Ella itu malah makin gemesin untuk dilihat bagi Ardi. Bibirnya yang dimanyun-manyunin jadi makin s*xy. Pipinya juga jadi terlihat semakin chuby. Bener-bener bikin Ardi pengen ciumin aja rasanya.


"Duh aku udah jauh-jauh terbang dari Jakarta. Terus langsung meluncur kesini malah disambut sama wajah jutek kayak gitu. Apes banget..." Ardi mendengus kesal, pura-pura kecewa melihat Ella.


Dan Ella sudah bertekad untuk melanjutkan aksi ngambeknya. Melanjutkan aksi mogok ngomong biar Ardi jera dan tidak mengulangi lagi kebiasaanya yang terlalu intim dengan cewek lain. Bahkan jika cewek itu seorang sultanwati atau anggota dari grup young bisnisman yang berhubungan baik dengannya.


"Itu bibirmu kenapa manyun gitu? minta dicium ya?" Ardi mencoba sedikit menggoda Ella.


Ella berusaha keras menahan diri untuk tidak bereaksi terhadap godaan Ardi. Tidak tertawa atau bahkan tersenyum. 'Gak mempan sudah rayuan gombalmu mas, udah kebal,' batin Ella.


"Kalau sekarang si gak papa kamu menyambutku yang capek-capek pulang dari luar kota dengan muka jelek begitu. Tapi awas saja ya kalau kita udah nikah nanti...dosa kamu kalau nyambut suami yang pulang kerja capek-capek, pakai muka manyun gitu. Perlu dihukum itu namanya." Ardi mengingatkan Ella sambil tersenyum penuh ancaman.


Ella sedikit bergidik mendengar ucapan Ardi. Nyaris jebol pertahanannya untuk tetap diam membisu. Bisa-bisanya coba Ardi mengungkit masalah kewajiban istri terhadap suami? Kecepetan tahu omongan itu. Belum waktunya dibahas sekarang.


Ardi kembali mendengus pasrah karena Ella tetap memasang aksi mogok ngomong. Diambilnya dan diteguknya air minum yang disuguhkan di atas meja sebelum melanjutkan pembicaraan.


"Yaudah deh kalau mau mogok ngomong gak papa. Tapi apa kamu gak penasaran acara keluarga yang kayak gimana nanti yang bakal kamu hadiri? Yakin kamu gak salah kostum make baju kayak gitu?" Ardi mendapat ide untuk memaksa Ella mau ngomong.


"Haaa?" Mau tak mau Ella kaget juga mendengar ucapan Ardi. Dirinya memang lupa nanya ke acara keluarga macam apa Ardi mau mengajaknya.


"Kamu cantik si pakai baju itu...Tapi kalau nanti kita dinner di J.W Melati hotel kira-kira kamu bakal salah kostum gak?" Ardi semakin menggoda Ella dengan sesekali cekikikan.


"J.W Melati? Mau ngapain kesana?" Ella sudah lupa acara ngambeknya. Gagal Ngambek. Diamatinya penampilannya sendiri dari atas sampai bawah. Terlalu kasual, sederhana untuk acara di hotel berbintang lima kayak gitu. Bisa-bisa diusir satpam saking gak cocoknya ikut acara. Dikira gembel.


Ella beneran kebingungan dan panik memikirkan acara keluarga macam apa yang harus didatanginya nanti. Bagaimana pun juga, acara keluarga Pradana masih menorehkan kenangan tak terlupakan baginya. Pesta ulang tahun mama Ardi dengan segala kenangannya.

__ADS_1


Oleh karena itu Ella tentu saja ingin tampil yang terbaik pada acara hari ini. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak inginkan kembali terjadi. Apalagi kalau sampai salah kostum, bisa gawat banget kan. Seolah sudah kalah sebelum berperang.


"Kita mau makan malam sekalian menyambut tamu besar. Keluarga Sampoerna dari Kedori. Kalau lancar si sekalian acara perjodohan." Ardi menjelaskan dengan senyum-senyum melihat kepanikan Ella.


"Perjodohan?" Ella makin bingung saja.


"Linggar sama Ditha rencananya mau dijodohin. Hahaha lucu kan? Ada-ada aja para orang tua itu."


"Linggar? Sama Ditha? Bukannya mereka masih muda ya?"


"Biasalah perjodohan politik. Tapi misal keduanya gak keberatan ya bagus juga sih. Seperti Mahes dan Laras itu. Bagus banget dampaknya pernikahan mereka bagi kedua grup." Ardi kembali menjelaskan tentang perjodohan politik.


"Jadi? Ini acaranya model gimana? Aku harus pake baju kayak gimana?" Ella bener-bener kebingungan gak tahu harus make baju apa untuk menghadiri acara keluarga sultan gini.


"Kamu kan punya empat kebaya yang aku beliin kapan hari. Pakai saja yang paling santai, yang warna light blue kayaknya cocok dipadukan sama celana putih yang kamu pakai." Ardi mengingat-ingat outfit apa yang sekiranya cocok dikenakan Ella nanti.


"Make up dan hairdo nya gimana coba?"


"Makanya aku jemput kamu lebih awal. Dandan di rumahku aja nanti, mama udah manggil MUA."


"What sampai pakai MUA segala?" Makin panik saja Ella. Beneran bisa kayak gembel kalau maksain datang dengan dandanannya sekarang.


"El, jangan kaget ya kalau nanti ada wartawan. Kalau ada yang meliput. Jelek-jeleknya kamu bakal masuk koran atau tv besok."


"Serius?"


"Terserah aja kamu mau percaya atau nggak." Ardi makin cekikikan melihat Ella yang makin panik.


Ella buru-buru bangkit dari duduknya. Berlari kembali masuk rumahnya ke dalam kamarnya. Cukup lama Ella disana sebelum akhirnya keluar lagi sambil membawa sebuah kebaya berwarna light blue. Salah satu dari empat kebaya yang dulu dibelikan oleh Ardi untuk penyumpahannya. Ella juga membawa high heels dan clutch bag warna putih juga sebagai pelengkap.


"Gabungan ini semua cocok gak kira-kira?" Ella menanyai Ardi tentang barang-barang pilihannya.


"Cocok. Bungkus semua deh, nanti make up dan dandannya di rumahku aja." Ardi tersenyum puas melihat barang-barang pilihan Ella tadi. Benar-benar pilihan yang bagus dan sangat cocok untuk suasana semi formal acara keluarga nanti malam.


Ella buru-buru membungkus semua barang pilihannya dan menghampiri Ardi yang cekikikan terus di ruang tamu. Ardi merasa sangat puas, keasikan menjahili Ella. Membuat gadis itu gagal ngambek padanya.


Padahal seharusnya ya kalau pun Ella salah kostum, di kediaman Pradana banyak kok baju pestanya Laras yang bisa dipinjam oleh Ella. Ukuran tubuh keduanya sepertinya tak jauh berbeda. Tapi nyatanya Ardi merasa lucu saja bikin gadis ini panik kayak gini. Salahnya sendiri daritadi manyun mulu, jadi pengen jahilin kan? hehe.


"Udah siap? Yuk berangkat." Ardi menanyai Ella.


"Udah." Ella kembali masuk ke rumahnya untuk pamit pada mamanya berangkat ke rumah Ardi. Tak lama kemudian mereka sudah melaju dengan mobil Ardi ke Pradana Mansion di daerah ITS.


~∆∆∆~


🌼Gak pernah bosen buat ngingetin LIKE, VOTE dan pliiiiissss donk kasih KOMEN buat penyemangat author. 🌼

__ADS_1


__ADS_2