Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
89. S2 - Time Flies


__ADS_3

Time flies. Time flies faster every year. Time flies wheter you're having fun or not. Wether you're living your live big or small. Wether you surround yourself with fear or laught _ Claire Cook


(*Waktu berlalu. Waktu berlalu lebih cepat setiap tahunnya. Waktu berlalu entah kau bersenang-senang atau tidak. Apakah kau menjalani hidupmu secara besar atau kecil. Apakah kau mengelilingi dirimu dengan rasa takut atau rasa bahagia - Claire Cook).


__________________________________


"Duh susah bener ya ngasih tahunya pasien disini. Edukasi macam-macam juga gak ngerti bahasa indonesia. Eh dianya ngomong bahasa madura juga kitanya yang gak ngerti." Roni mengeluh sambil menghempaskan tubuhnya ke kursi di depan ruangan rawat inap pasien jantung dan pembuluh darah.


"Kenapa lagi?" Ella tertawa geli melihat kekesalan Roni. Dirinya dari tadi melihat dengan jelas perdebatan dua bahasa itu. Sama sekali gak nyambung. Dimana Roni berusaha menjelaskan tentang diagnosa dan rencana perawatan dengan menggunakan bahasa indonesia. Sementara sang keluarga pasien menjawab dengan bahasa madura.


Ella yang sama sekali tidak mengerti bahasa madura pun sama bingung dan stress-nya dengan Roni. Apalagi ditambah logat serta penekanan orang madura dalam berbahasa dan berbicara yang sangat keras serta kasar. Siapapun mendengarnya bisa menyalah artikan seperti orang yang sedang marah. Padahal ya sebenarnya tidak begitu, tapi dalam keadaan tertentu dan miss komunikasi kayak gini tentu bisa bikin stress.


"Gimana bisa nyambung coba omongan kita. Kalau bahasa yang digunakan dari planet yang berbeda." Roni menuliskan hasil pemeriksaanya di rekam medis pasiennya.


"Hahaha ya begitu deh. Mungkin solusinya kita harus belajar dikit-dikit bahasa madura." Ella sedikit memberikan solusi, dan Roni hanya mendengus saja mendengarnya. Nambah-nambahin kerjaan aja ni harus belajar satu bahasa lainnya.


"Udah selesai? gak perlu ke pasien lainnya?" Ella memastikan jumlah pasien yang masuk dalam tugas luar Roni. Kampus mereka kebetulan bekerja sama dengan RSUD di salah satu kota di pulau Madura. Sehingga apabila terdapat pasien sulit disana maka akan dikirimkan para dokter residen PPDS untuk datang membantu mendiagnosa dan menentukan rencana terapi pasien tersebut. Untuk selanjutnya residen PPDS tersebut akan membuat presentasi tentang pasien-pasien sulit itu untuk dipaparkan dan didiskusikan di kampus bersama profesor dan rekan satu prodi-nya.


"Udah. Pasienku cuma lima orang. Cuma yang agak susah si bapak ini. Susah jelasinnya, susah penanganannya juga kalau gak dioperasi. Arteri sclerosis-nya sudah parah, hampir nyumbat semua lebar pembuluh darah. Harus segera dipasang ring sebelum terlambat." Roni menjawab sambil mencorat-coret catatan di notes booknya. "Kamu sendiri gimana?" Roni balik bertanya pada Ella.


"Beres. Pasienku jumlahnya banyak seperti biasa, tapi yang bisa dijadikan kasus cuma ada tiga orang. Kebanyakan si diabetes semuanya sakitnya gak ada variasi hehe. Lagi ngetrend banget kayaknya ya diabet di Indonesia." Ella menjelaskan tentang hasil visite-nya.


"Ya mau gimana lagi. Orang indonesia makanannya kelas berat semua. Terus kalau gak makan nasi bukan makan namanya hehe."


"Nah itulah. Lucunya kan salah satu tanda pasien Diabet itu poli phagi (doyan makan). Kalau kata orang indonesia doyan makan artinya sembuh. Dan konsep itu susaaah banget buat diluruskan. Mumpung doyan makan, mumpung sehat ya makan aja...Sama sekali gak mau mengontrol dietnya. Capek deh." Ella kali ini mengeluh pasrah.


"Nah itu tugasmu buat edukasi sampai bibir nyonyor ahahaha." Roni malah senang menemukan teman yang senasib deritanya.


"Sialan. Nanti ya edukasinya. Bukan disini, bukan pakai bahasa madura yang aku bahkan gak bisa ngucapinnya. Pakailah bahasa indonesia yang baik dan benar hehe." Ella tetap bersemangat untuk memberikan penjelasan pada pasiennya.


"Hmm...Berarti kita udah bisa pulang ni?"


"Bisa. Tinggal nyerahin copy laporan sama rekam medis hasil visitasi kita ke dokter jaga ruangan. Beres deh." Ella mengiyakan.

__ADS_1


Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ke ruangan dokter jaga di ujung koridor rumah sakit. " Permisi, dok." Roni mengetuk pintu ruangan sebagai sapaan.


"Eh dokter Roni, dokter Ella mari masuk." Seorang dokter pria berusia empat puluhan menyapa dan mempersilahkan mereka berdua memasuki ruangannya. "Mari silahkan duduk. Gimana, dok? Lancar saja kan?"


Ella dan Roni mengambil duduk di kedua kursi yang tersedia di dihadapan meja kerja dokter Burhan. Mereka berdua juga menyodorkan rekam medis pasien visitasi mereka yang sudah mereka isi. "Aman, dok. Kecuali satu, komunikasinya agak alot." Roni menjawab sekaligus mengeluarkan uneg-unegnya.


"Hahaha emang dok. Saya pas pertama disini juga stres gak ngerti sama sekali mereka ngomong apa. Sampai harus pakai translator kalau mau komunikasi sama pasien. Tapi lama kelamaan ya udah biasa." Burhan ikutan menceritakan pengalamannya.


"Yah paling tidak kami sudah berusaha menjelaskan pada mereka dengan bahasa indonesia. Entah dapat mereka cerna dan mengerti atau tidak semua ucapan kami." Ella ikut menambahkan.


"Gak pa-pa dok, nanti biar saya saja yang akan menjelaskan kalau pasien dan keluarganya masih belum mengerti. Terima kasih atas bantuan dan kehadirannya disini." Burhan berdiri dan menyalami kedua dokter muda itu bergantian.


"Kami juga berterima kasih dok karena sudah diterima dengan baik disini," ujar Roni sambil bersalaman dengan Burhan.


"Terima kasih banyak, dok. Kami berdua mohon pamit dulu." Ella juga ikut berterima kasih sambil berpamitan kepada Burhan.


Keduanya kemudian beranjak pergi dari ruangan Burhan dan langsung menuju ke parkiran mobil. Tak lupa mereka melepas jas putih mereka dan mengamankannya ke tas masing-masing. Sebagai tanda pekerjaan sebagai dokter sudah berakhir.


"El, mau anterin aku ke suatu tempat gak?" Tanya Roni setelah mereka berdua memasuki mobil Honda CRV abu-abu milik Roni.


"Surabaya North Quay. Udah lama pengen kesana belum keturutan. Mumpung kita abis ini kan lewat Perak. Mampir yuk." Ujar Roni terlihat sangat bersemangat.


"Hmmm...boleh juga sih." Ella tak tega menolak Roni yang sudah sangat bersemangat. Yah itung-itung pengalaman juga buat dirinya sendiri yang belum pernah kesana juga. Memang wisata itu termasuk baru, wisata bahari dengan menggunakan kapal pesiar untuk mengelilingi selat madura. Menikmati suasana sunset di atas kapal.


"Ok deal. Karena aku yang ajakin semua tagihan ikut aku hari ini." Roni langsung memberikan persyaratan. Ingat betul bahwa Ella adalah cewek yang paling anti dibayarin oleh orang lain.


"Hahaha Ok, rejeki gak boleh ditolak." Kali ini Ella menurut saja tidak membantah.


Roni pun langsung melajukan mobilnya dengan bersemangat ke arah tujuan mereka. Perjalanan yang mereka tempuh cukup jauh mengingat mereka masih harus melewati jembatan Suramadu untuk menyeberangi selat madura. Jembatan itu terlihat sangat indah dan perjalan atas laut mereka terasa menyenangkan dengan tiupan angin laut yang berhembus kencang.


"Gak pa-pa ni kamu pulang agak maleman?" Roni bertanya khawatir, ingat benar papa Ella termasuk galak pada siapa saja pria yang mengajak anaknya keluar rumah.


"Gak apa-apa kayaknya. Aku udah minta ijin sama mama tadi," jawab Ella.

__ADS_1


"Bagus gak si Surabaya North Quay?" Roni bertanya penasaran.


"Lho aku juga gak tahu. Belum pernah kesana. Katanya si bagus, wajib dikunjungi kalau dari reviewnya." Ella menjelaskan bahwa dirinya juga sama tidak tahunya.


"Wah kebetulan kalau gitu, asik ni sama-sama pengalaman pertama kita hehe."


"Pengalaman pertama apaan si, ada-ada aja kamu ini." Ella tertawa mendengar istilah yang dipakai oleh Roni.


Beberapa saat kemudian mereka sudah memasuki kawasan pelabuhan tanjung perak dan Roni segera membawa mobil mereka ke depan Gedung Gapura Surya Nusantara dan memarkirnya disana. Gedung pelabuhan ini sangat bagus dan bersih jauh dari steriotip sebuah pelabuhan yang kotor dan kumuh. Bahkan bagian dalam gedung ini didesain interior modern seperti layaknya bandara. Seluruh ruangan menggunakan AC dan kursi-kursi tunggunya cukup nyaman dan empuk. Tak mengherankan kalau gedung ini dinobatkan sebagai pelabuhan termegah di Indonesia.


Ella dan Roni berjalan beriringan mengelilingi gedung, melihat-lihat pemandangan dan menikmati suasana. Untungnya sekarang hari efektif sehingga suasana tidak begitu ramai. Roni memesankan tiket untuk mereka menaiki kapal pesiar yang akan berkeliling selat madura, untuk menikmati sun set serta melihat indahnya suasana malam hari di jembatan bawah Suramadu serta suasana pelabuhan sendiri.


Roni dengan sedikit ragu meraih tangan Ella untuk digandengnya. Hatinya langsung merasa berbunga seketika saat Ella tidak menolak ataupun menghindar dari tindakannya itu. Digenggamnya jemari tangan Ella dengan erat sembari mereka berjalan beriringan menaiki kapal pesiar yang akan mereka tumpangi.


Ella sedikit kaget menerima uluran tangan Roni yang meraih dan menggenggam jemarinya. Tak ada rasa dan getaran yang sama seperti dulu ketika Ardi yang menggenggam jemarinya. Tak ada rasa berdebar ataupun berbunga-bunga. Belum, mungkin belum...


Ella tak menolak kali ini. Ingin mencoba menuruti nasehat Intan ataupun mamanya untuk dapat membuka hatinya untuk pria lain. Dan Roni bukanlah kandidat yang buruk. Roni malah sangat lebih dari cukup dan mumpuni untuk dapat menjadi seorang pasangan ideal bagi Ella. Wajahnya yang ganteng, perawakan oke, Kerjaan dan carier jelas, serta sikapnya pada Ella yang sangat baik.


~∆∆∆~


FYI (For Your Information)


*Arteri sclerosis adalah Menumpuknya lemak, kolesterol, dan zat lain di dalam dan di dinding arteri. Timbunan plak kolesterol di dinding arteri ini yang menyebabkan terhalangnya aliran darah. Jika pecah, gumpalan plak menyebabkan penutupan akut arteri. Sehingga akan menghambat aliran darah atau bahkan tidak bisa mengalir sehingga dapat menyebabkan kematian jaringan atau stroke.


*Selain dari pemeriksaan Gula darah, Penderita diabetes biasanya memiliki gejala klinis yang terlihat namun kadang tidak disadari oleh pasien, meliputi:


a. Poli Uri : Banyak buang air kecil


b. Poli Fagi : Banyak makan


c. Poli Dipsi : Banyak minum


So jaga kesehatan ya gaes, Waspada jika ada sedikit saja yang tidak beres dengan badan kita. Keep healty life style and happy life for a long life.

__ADS_1


🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼


__ADS_2