
Tepat tanggal 24 Februari ini adalah hari ulang tahun babang Ardi. Asli ngepas-ngepasin ultahnya babang Nicholas Saputra yang asli hahahaha.
Sebagai big fans of him, Author recehan cuma bisa doain semoga makin ganteng aja bang. Makin sukses kariernya dan cepetan merried. Ama mbak Raline Shah kalau bisa (jadi jodoh-jodohin kan) 🤣
__________________________________________
Seharian ini Ella sudah berkutat di dapur dengan dibantu bi Ijah. Ngapain? Tumben banget Nyonya muda Pradana ini mainan di dapur? Ella yang memang tidak hobi untuk masak serta skill memasaknya sangat pas-pasan? Bahkan Ella bela-belain gak masuk kerja hari ini, ambil cuti khusus.
Jawabannya adalah demi bikinin kue ulang tahun buat suami tercinta, babang sultan Lazuardi Pradana.
Karena ini adalah ulang tahun Ardi yang pertama setelah mereka menikah, Ella ingin memberikan surprise sedikit untuk suaminya itu. Memang sengaja tidak mengadakan party atau mengundang kerabat. Hanya ingin merayakan berduaan saja dengan makan malam romantis, menikmati masakan bi Ijah.
Ella bahkan berniat membuat kue ulang tahun dengan tangannya sendiri. Dan ternyata sangat tidak gampang dilakukan. Ella memang bisa masak sedikit-sedikit. Tapi untuk urusan baking, dirinya benar-benar tak ada pengalaman sama sekali. Zero experience.
"Bu, biar saya aja yang bikin ya." Ijah tak tega juga melihat Ella yang sudah membuat adonan kue entah yang keberapa kalinya. Gagal melulu dari tadi.
"Gak mau. Pokoknya aku yang harus buat untuk mas Ardi." Ella yang memang keras kepala tak mau menyerah begitu saja.
"Baiklah, sekali lagi. Sudah sore ini sebentar lagi pak Ardi pulang kerja lho." Ijah mengingatkan Ella.
"Oiya, aduh harus berhasil berarti kali ini." Ella bertekad untuk berhasil di percobaan terakhir.
Dan benar saja dengan konsentrasi tinggi dan ketepatan jumlah serta takaran bahan-bahan yang pas sesuai buku resep, akhirnya Ella berhasil membuat sebuah cake yang lumayan. Gak lembek, gak keras, bantat, serta tidak juga gosong. Not that bad lah meskipun tidak sempurna. Untuk rasanya? Gak tahu sih. Anggap saja enak.
Ella melanjutkan dengan membuat lapisan topping untuk dekorasi. Ijah menyarankan untuk menutup semua bagian permukaan kue dengan buttercream putih saja biar gampang. Lalu tinggal menghias bagian atasnya dengan buttercream pink yang menghiasi di pinggirannya membentuk lekukan-lekukan. Dan bagian tengahnya tinggal diberi bendera dengan tulisan Happy B-day.
Hasilnya?
Taraaaa!
Jadi donk.
Anggap aja bagus hehe. Ini udah usaha maksimal yang bisa Ella berikan. Walaupun bentukan kuenya jadi model benang ruwet.
Ella pun segera mandi dan bersiap-siap untuk menyambut kepulangan suami tercinta. Sengaja berdandan dengan pakaian sexy, menggoda. Memakai make up yang lebih lengkap daripada kesehariannya. Serta tak ketinggalan parfum wangi memabukkan.
Tadi siang Ella sudah mengirimkan pesan agar Ardi pulang cepat. Tapi kayaknya Ardi lagi sibuk dan bahkan pesan dari Ella belum dibaca sampai sekarang.
'Jangan bilang dia lupa hari ulang tahunnya sendiri?'
Sudah lewat isyak, Ella menanti kedatangan Ardi di sofa kamar. Dengan kue yang sudah siap di atas meja. Makin gelisah saja, gak tenang.
Kok belum pulang aja si mas Ardi? Biasanya jam segini kan udah pulang? Masa dia lembur? Kok gak ngasih kabar? Bikin galau saja itu orang! Kok gak datang-datang si? Ditelpon juga gak bisa. Membuat Ella kesal dan dongkol rasanya.
'Apa-apaan si mas Ardi ini? Masa dia lupa sudah punya istri? Pulang telat kok gak ngasih kabar?'
*
*
*
*
*
Ardi keluar dari mobilnya, saat driver sudah menghentikan mobil tepat di pintu masuk Pradana mansion. Penat sekali rasanya setelah rapat direksi yang lumayan alot sampai malam begini.
Ardi melepaskan dasi dan jas yang dipakainya serta membuka beberapa kancing kemejanya untuk menghilangkan rasa gerah. Berjalan perlahan memasuki rumah dengan membuka ponselnya yang dari tadi terlupakan. Banyak sekali pesan dan missed call disana.
Ella? Kenapa istrinya itu menelponnya berkali-kali? Apa karena dirinya tidak mengabari akan pulang telat? Ardi membaca sekilas pesan-pesan untuknya. Pesan yang banyak sekali jumlahnya dari berbagai macam orang. Ucapan selamat ulang tahun?
'Haaaa? Hari ini aku ulang tahun? Astagaaa...'
"Lho pak Ardi baru pulang?" Ijah bergegas menyapa Ardi, mengambil dasi dan jas yang dipegang Ardi dengan sebelah tangannya.
"Bu Ella sudah mungguin bapak sejak tadi lho. Kasian dia sudah bikin kue sejak pagi, pak Ardi malah gak pulang-pulang." Ujar Ijah memberikan informasi.
__ADS_1
"Ella bikin kue?" tanya Ardi keheranan. Tahu benar bagaimana level kemampuan masak Ella. Masak aja gak pecus, gimana mau bikin kue kamu honey?
"Iya pak. Dari pagi sampai sore."
"Bikin kue kayak gimana itu kok lama bener."
"Gagal terus pak, ngulang bolak-balik jadinya."
"Really?" Ardi dapat membayangkan bagaimana rempongnya Ella dalam proses pembuatan kue tadi. Ella yang pantang menyerah, Ella yang gak sadar diri dengan skill baking yang parah.
"Mana Ella sekarang?" Ardi merasa sangat bersalah pada istrinya itu setelah mendengar ucapan Ijah.
"Di kamar pak."
Ardi langsung bergegas ke arah kamar mereka. Ingin secepatnya menemui Ella, meminta maaf.
'Kayak apa ya ngambeknya? Pasti udah manyun lima centi bibirnya.' Ardi jadi membayangkan tampang ngambek Ella, yang menurutnya sangat menggemaskan.
Begitu memasuki kamar Ardi mendapati Ella sudah ketiduran di sofa dengan sebuah kue ulang tahun di atas meja.
Kue apa itu? Bentuknya aneh banget, kayak benang kusut. Pasti ini yang katanya bikinan Ella.
Ardi semakin merasa bersalah rasanya, Ella pasti sudah berusaha sangat keras untuk membuat kue itu. Sampai kecapekan dan ketiduran di sofa begini pula demi menunggu dirinya. Suami tidak peka.
"Honey..." Ardi mendekati Ella, memberikan kecupan ringan kesebelah pipi untuk membangunkannya.
"Mas Ardi?" Ella terbangun dari tidurnya.
"Honey...maaf banget ya. Aku, aku lupa hari ini..."
"Selamat ulang tahun, hubby. Wish you all the best." Bukannya marah Ella malah memberikan senyuman indahnya untuk Ardi.
Sebel banget si aslinya, tapi hari ini adalah hari ulang tahun Ardi. Ella menahan diri untuk tidak marah, ingin memberikan pelayanan sebagai istri yang baik untuk suaminya hari ini.
Tingkah janggal Ella membuat Ardi feels more and more guilty. Mending dimarahin atau diomelin deh rasanya daripada dia aneh begini.
"Mas Ardi?" tanya Ella kebingungan.
"Maaf ya honey, aku mungkin bukan suami yang baik. Aku sering bikin kamu sedih dan kecewa. Aku sering melupakan segalanya kalau sudah sibuk kerja." Ardi mengakui kesalahannya, kebiasaan buruknya.
"Asal gak lupa aja kalau udah punya istri."
"Mana mungkin bisa lupa kalau istrinya secantik ini." Ardi melepaskan pelukannya, memandangi wajah Ella lekat-lekat. Cantik, cantik sekali.
"Aku bikinin kue buat mas Ardi. Jelek si, mau cobain gak?" Ella mengambil kue bikinannya di meja. Mengirisnya dan menyodorkan pada Ardi.
"Ini namanya kue model apa? Penuh seni begini." Ardi bingung harus bagaimana memuji kue bikinan Ella.
"Model benang ruwet, hehe."
"Hahahaha benang ruwet ya?" Ardi tertawa mendengar nama kue bikinan Ella.
"Sini aku cobain."
"Enak gak?" Ella bertanya penuh harap.
"Huuumm...iya enak."
Ardi cepet-cepet menelan kue di mulutnya. Aneh banget rasanya asli, gak ngalor gak ngidul. Bikin lidah pengen menolak dan memuntahkan dari mulut. Tapi Ardi menahannya, karena ini kue bikinan Ella. Kue rasa cinta.
"Kamu gak usah repot-repot bikin ginian, honey. Kan bisa beli."
"Bilang aja rasanya ga enak, pake alibi suruh beli segala," protes Ella, meletakkan sisa kuenya di meja.
"Kalau kamu yang bikin, apapun akan kumakan kok. Bahkan seandainya kamu ngasih kelengkeng juga aku makan." Ardi mencoba merayu.
"Ya nanti kalau mas Ardi bandel aku kasih kelengkeng."
__ADS_1
"Gak pa-pa aku ikhlas."
"Dasar bodoh. Gak mungkin kan aku tega ngasihnya."
Ardi tersenyum mendengar jawaban Ella. Tentu saja Ella tak mungkin tega. Setelah kejadian honeymoon mereka seminggu yang lalu yang berakhir dramatis.
"Jadi mana kado buatku?" tagih Ardi.
"Di hadapanmu..." jawab Ella malu-malu.
"Perfect!" Ardi kegirangan memandangi Ella. "Aku mandi dulu ya, abis ini buka kado."
"Gak perlu, hari ini aku yang akan ngelayani mas Ardi."
"Tapi aku masih bau..."
"It's ok..." Ella membantu membuka kancing kemeja Ardi satu persatu.
"Kayaknya kamu udah kecanduan bau kecutku deh." Ardi menggoda Ella jahil.
"Maybe..." Ella terkikik ringan.
Ella mengambil inisiatif duluan untuk memeluk dan mencium Ardi. Bahkan tidak risih meskipun suaminya itu masih bau keringat, justru aroma tubuh Ardi seakan menambah feromon pria itu. Membuat gairah meningkat. Keduanya bergulat cukup lama di sofa sebelum akhirnya berpindah ke ranjang dan melanjutkan disana.
Ella yang bersikap aktif dan agresif melakukan setiap cumbuan di bagian-bagian sensitif tubuh Ardi. Ardi hanya sebagai pihak pasif yang menikmati setiap jamuan intim yang sangat menyenangkan dan menggairahkan dari istrinya itu. Berkali-kali mendesah dan menggelinjang keenakan tak tertahankan.
Ardi merasakan sensasi berbeda daripada yang biasanya. Karena tentu saja biasanya Ardi yang memegang kendali permainan dan mendominasi. Namun kini saat Ella yang memerankan role play, sensasi yang didapatkan begitu halus, indah, memabukkan dan menyenangkan.
Ella menyalurkan segala rasa cinta yang dimilikinya untuk suaminya terkasih. Memberikan segala daya dan upayanya dengan sepenuh hati sampai mereka mencapai kenikmatan bersama yang bagaikan surga dunia.
"Happy B-day, hubby." Ella memberikan kecupan ringan di bibir Ardi setelah mereka mengakhiri ritual cinta.
"Makasih, honey. I love you." Ardi mendekap tubuh Ella semakain erat. Sangat puas dan bahagia dengan pelayanan spesial dari Ella malam ini untuknya. Kemudian keduanya memejamkan mata sambil tersenyum dan berpelukan.
"Gimana rasanya? Maaf ya kalau gak memuaskan. Aku masih canggung." Ella berkata, malu-malu.
"Puas! Puas banget malah!" Ardi menjawab antusias.
"Dasar..."
"Aku gak ngira kamu juga bisa seganas itu," goda Ardi.
"Iiiihhhh apaan sih?"
"Kapan-kapan lagi ya kayak gini."
"Ogah!"
"Honey, please...kayaknya aku udah ketagihan liat kamu kayak tadi, sexy banget."
"Aaaahhhhh udah aku mau tidur!" Ella mengalihkan pandangannya, membenamkan wajahnya ke dada bidang Ardi.
"hahaha, kamu selalu bisa bikin aku makin cinta Ama kamu." Ardi mencium puncak kepala Ella dan mendekap tubuhnya semakin erat. Keduanya pun tertidur dengan berbagi kehangatan, serta berbagi mimpi indah.
~∆∆∆~
Udah dulu ya bonusan chapter untuk novel ini.
Terima kasih sudah setia membaca dan memberikan dukungan, meski harus dengan diancam dikit hahaha.
Udah jangan ditagih update lagi ya, awal bulan nanti aja langsung cek profil authorku. Siapa tahu ada novel baru hehe...Doain aja lancar new projectnya.
Untuk visual dan more updated info bisa check dan follow Ig: die.din2210
Tolong kasih like, komen, gift and vote buat kado ultah babang sultan Lazuardi Pradana.
Seikhlasnya deh, udah buyar juga (pasrah)🤣
__ADS_1
Bubyeeee...see you later 💃💃💃