
Setelah makan siang bersama Mahes dan Roni di Hanam*sa Ardi dan Ella kembali pulang ke rumah Ella. Mereka beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga. Sebelum menghadiri acara yang dinanti-nantikan nanti malam. Apalagi kalau bukan konser Cold Play di Tunjungin Plasa Convention Hall.
Bagaimana suasana makan siang Ella tadi bersama ketiga cowok ganteng itu? Jangan tanya lagi, rasanya semua mata yang hadir di restoran melihat Ella semua. Mungkin keheranan dan iri pada Ella. Bagaimana bisa dirinya dapat duduk dan makan siang bersama dengan tiga cowok ganteng sekaligus.
Sementara Ella sendiri sudah gak karuan perasaannya. Deg-degan dan cemas, jantungnya berdetak dengan irama tak karuan. Bukan karena nervous berada di antara para cowok ganteng itu. Tapi lebih kepada takut salah ngomong dan bertindak. Takut Ardi salah persepsi dan kumat gilanya, kumat cemburu butanya. Kan malu-maluin sama Mahes kalau ketahuan Ardi bucin parah kayak gitu. Kalau Roni sih sudah hapal dan kebal dengan sifat Ardi itu, jadi aman aja.
Tapi kekhawatiran Ella ternyata tidak terbukti. Yah meskipun sepanjang acara makan siang Ardi tetap selalu nempel-nempal dan sesekali ngasih daging bakar ke piring Ella. Tapi sejauh itu tindakan Ardi masih normal dan bisa ditolerir. Tidak terlalu membatasi gerakan dan tingkah laku Ella untuk berinteraksi dengan kedua dokter lainnya.
Mahes sepertinya benar memiliki hubungan yang lumayan dekat dengan Ardi. Buktinya sikap Ardi ke Mahes tak sesinis dan sedingin sikapnya ke Roni. Malahan sikap Ardi ke Mahes hampir mirip sikapnya ke Linggar, kayak saudara saja. Pembicaraan mereka juga terdengar santai dan akrab seperti temen lama yang sudah lama gak ketemu.
Dan sore itu selepas magrib Ella dan Ardi sudah siap dengan dandanan casualnya yang trendi. Yaiyalah mau nonton konser band favorit harus keren kan? Keren maksimal malah kalau bisa hehe. Dengan sangat bersemangat mereka berdua meluncur ke arah Convension Hall Tunjungin Plaza.
Sesampai di gedung tentu saja mereka tidak langsung masuk, tidak bisa masuk tepatnya. Tiket belum ditangan mereka soalnya.
Ardi mengeluarkan ponselnya dan buru-buru menelpon seseorang. "Halo Jo?! Where are you? Kita gak bisa masuk ni gak ada tiket." Ujar Ardi tidak sabaran setelah telponnya tersambung dengan seseorang.
(*Halo jo? Kamu dimana?)
"Oh. Ok, gue tungguin di setarbuck depan hall ya." Ardi segera menutup panggilan telponnya dan mengajak Ella ke gerai setarbuck yang ada di depan convension hall. Mereka sengaja mengambil tempat duduk di salah satu meja yang bisa melihat tepat mengarah ke pintu masuk agar mudah terlihat dan melihat.
"Kita tungguin disini dulu, tar si Jo ama temen-temen lain kumpul disini." Ujar Ardi menduduki kursinya. "Pesen apa sayang?" Ardi kembali bertanya saat seorang waiters yang menghampiri mereka dan menanyakan pesanan.
"Caramel frappuccino," jawab Ella.
"Caramel frappucino, dan caffe latte." Ardi membuat pesanan.
"Oiya ati-ati ya ntar sama si Johanh Astin, temenku yang nanti kesini. Dia playboy kelas kakap." Ardi tiba-tiba mengingatkan Ella.
"Hah? playboy kelas kakap gimana?"
"Yah liat aja sendiri deh ntar."
Beberapa lama waktu berlalu, bahkan pesanan mereka sudah diantar. Akhirnya orang yang mereka tunggu datang juga. Dua orang wanita cantik dan bening, dengan penampilan glamour berbalut dress, tas dan sepatu branded yang pastinya dibandrol dengan harga jutaan rupiah. Kedua wanita itu menghampiri meja Ardi dan Ella. Mereka langsung menyapa Ardi.
"Hai Ardi. Long time no see..." Salah seorang gadis tadi yang berambut coklat lurus, berkulit seputih porcelen dan berwajah secantik artis film mandarin menyodorkan tangannya pada Ardi.
(*Hai Ardi. Lama gak ketemu...)
"Hai Luna," Ardi berdiri dari kusinya menyambut uluran tangan Luna. Mereka bersalaman sejenak dan kemudian gadis itu berjinjit dan mencium pipi Ardi kanan dan kiri dengan ringan. Apa-apaan coba? Siapa gadis itu? Ella tiba-tiba merasa marah, diremasnya sedotan minumannya dengan gemas.
"Hai Ardi, aku Jillia. Anggota grup juga tapi kita belum pernah ketemu." Cewek lain yang berambut kriting kekinian ala-ala koreya menyapa Ardi. Si Jillia ini sepertinya ada keturuan bulenya. Asli cantik banget. Gadis itu Menjabat tangan Ardi dan sama seperti yang dilakukan Luna, memberikan ciuman ringan di pipi Ardi kanan dan kiri.
__ADS_1
Ardi hanya senyam senyum saja mendapat dua ciuman dari cewek-cewek cantik tadi. Sama sekali tidak menolak atau keberatan. Asem banget kan? Ella benar-benar dongkol demi melihatnya. Dirinya semakin penasaran banget dengan siapa kedua cewek itu dan apa hubungan mereka.
"Kenalin ini Ella, cewekku." Ardi mengenalkan Ella pada kedua gadis itu. Oh jadi masih inget ama aku? Cewek buluk bak kucing kampung jika dibandingkan dengan kedua cewek kelas atas keturunan luar negeri bak kucing persia kayak mereka? Batin Ella kesal.
"Oh hello Ella, nice to meet you." Cewek bernama Luna langsung menghampiri Ella. Luna menyalami dan memberinya cupika-cupiki juga dengan ramahnya. Cewek satunya juga melakukan hal yang sama.
(*Hallo Ella, senang berjumpa denganmu)
Eh? Apa ciuman pipi kanan dan kiri ini merupakan sapaan wajar mereka? Kalau sesama cewek si wajar. Tapi kalau sama cowok apa juga begitu? Ella masih dongkol mengingat ciuman yang mereka berikan pada Ardi tadi.
"Have a seat. Do you want something?" Ardi mempersilahkan kedua cewek itu bergabung di meja. Luna memgambil duduk di sebelah Ardi sementara Jillia di sebelah Ella. Ardi memanggil waiters untuk melayani kedua tamunya yang baru datang.
(*Mari duduk. Mau pesen sesuatu?)
"Caramel machiato," jillia memesan.
"Asian Dolce latte," Luna juga ikut menambahkan pesanan pada waiters.
"Tumben kamu ke Indo Lun?" tanya Ardi. Oh si cewek mandarin bisa bahasa indo juga ternyata, batin Ella. "Luna Whei ini General Managernya The Winter Bassic Macau. Perusahaan di bidang fashion, mode dan kosmetik. Yah biasanya dia tinggal di Hongkong." Ardi mengenalkan Luna pada Ella.
Ella jadi ingat tentang The Winter Bassic, brand fashion papan atas yang harga per item-nya sangat fantastis. Teman-teman dokternya biasanya sok-sokan beli dan memamerkan tas mahal merek itu pada Ella dan Intan. Yah Ella dan Intan tentu saja tidak tertarik untuk membeli tas semahal itu, bisa bangkrut perekonomian.
"You gak akan percaya kalau aku bilang ngejar konsernya Cold Play sampai kesini kan?... Tapi asli aku ketinggalan konser yang di Bangkok. Terus kebetulan si Jo nawarin tiket. Sekalian ketemuan ama Jillia, dia mau bikin perusahaan dibidang clothing line dan cosmetic juga disini" Luna menjelaskan.
"Kalian ini kenal darimana? Anggota grup apaan?" Ella bertanya penasaran. Bisa-bisanya Ardi kenal dengan cewek-cewek impor kayak gini.
"Young bussinesman. Isinya para anak muda yang bekerja memegang perusahaan atau usahanya. Anggotanya dari berbagai wilayah indonesia dan sebagian diluar negeri juga. Kami biasa sharing atau bahkan tukeran dan kerjasama job. Untuk meningkatkan koneksi dan kenalan lah intinya, jadi kalau lagi main kemana-mana masih punya temen." Luna menjelaskan.
"Jatim cuma lima orang. Ardi, Mahes, Aku, Tyo putra keluarga Sampoerna grup, sama Cecillia putri dari Ciputra group. Jadi kalau ada acara ke Jatim biasanya salah satu dari kami berlima yang dihubungi."
"Oiya Mahes kok gak diajak juga?" Luna menanyakan pada Ardi. "Lama banget gak ketemu pak dokter cool itu."
"Mahes lagi sibuk mainan jantung orang. Sekolah lagi dia ambil spesialis jantung." Ardi menjawab dengan santainya.
Pembicaraan mereka terhenti saat dua orang pria menghampiri mereka. Seorang pria keturunan Arab berperawakan bongsor, dengan wajahnya yang tampan seperti pangeran padang pasir. Dan satu lagi pria yang sangat tampan seperti artis koreya Lee min Ha.
Keduanya langsung menghampiri Ardi, menjabat tangannya dan memberikan pelukan bro-hug yang hangat. Tak lupa mereka menyapa kedua cewek tadi juga dengan ciuman cupika cupikinya yang tak ketinggalan. Fix, emang cara sapaan mereka kayak gitu. Ella mencoba meredakan dan meredam rasa tidak nyamannya.
"Hi pretty girl, who are you?" Si Pria bongsor tiba-tiba saja menyambar pergelangan tangan Ella dan mencium punggung tangannya ringan. Ella hanya diam mematung, terlalu bingung untuk bereaksi bagaimana. Sementara Ardi yang melihatnya langsung geram dan memukul tangan pria itu dengan tangannya sendiri untuk melepaskan pegangannya dari tangan Ella.
(*Hallo cewek cantik, kamu siapa?)
__ADS_1
"Damn you Mashrur. She's my girl." Ardi bersungut marah pada si bongsor keturunan Arab yang ternyata bernama Mashrur itu.
(*Sialan kau Mashrur. Dia cewekku)
"Cantik dan terlihat sangat cerdas. Ternyata yang kayak gini selera Ardi Pradana." cowok satunya berceletuk. "Hallo namaku Johanh Astin, just call me Jo." Jo menyodorkan tangannya pada Ella untuk berjabatan. Wah ini ternyata temen Ardi yang bisa dapetin tiket, temen yang katanya playboy kelas kakap. Tapi sepertinya sikapnya sopan juga.
(*Panggil aja jo)
"Amellia, Ella." Ella menerima jabatan tangan Johanh dan Ardi buru-buru memisahkan mereka berdua. Seakan takut Johanh akan menggoda dan merayu Ella.
"Santai saja, si Jo udah jinak sekarang. Dia sudah tunangan ama Kika dari Wismail Group." Luna tertawa melihat tingkah mengelikan para pria di hadapannya.
" Really? Wah selamat ya Jo. Akhirnya kamu tobat juga." Celetukan Ardi langsung disambut dengan tawaan teman-temannya.
"Dasar elu ni yang paling gila, Di. Udah gue tawarin tiket dari kapan hari tapi lu tolak. Eh H-2 minta tiket. VIP lagi! Gila gak tu!" Johanh mengumpat dan memaki-maki Ardi.
"Ya kan aku nyesuain jadwalnya si Ella. Pas kebetulan bisa ya langsung aja. Sekalian biar tahu powernya pewaris VOA entertainment kayak apa." Jawab Ardi santai.
"Makanya kan gue dah bilang keep aja tiketnya. Elu gak mau! Nyusahin orang aja. Masa yang dari Banyu Harum, sesama Jatim ngalah-ngalahin yang datang dari Hongkong dan Abu Dhabi aja ribetnya"
"Udah-udah ntar aku bayar dua kali lipat harga tiketku. Susah amat." Ardi berusaha menenangkan Johanh.
"Cih! Aku gak butuh duitmu!" Johanh menolak, merasa gak terima usahanya hanya dihargai dengan duit. "Mending bayar pakek yang lain." Lanjutnya mulai bernegosiasi.
"Sudah kuduga, kamu pasti ada maunya." Ardi mendengus kesal. "Apaan kali ini?"
"Biasa sponsorship lah. Aku mau ngadain konser lagi di Bali. Christian Bautista, butuh banyak dana. Pradana Group kan cukup besar di pulau Dewata."
"Bikin aja proposal resminya. Kirim ke emailku yang biasa." Ardi menyetujui saja malas berdebat dengan Johanh. Toh kerjasama dengan VOA entertainment biasanya pasti menguntungkan. Mengingat artis-artis yang mereka datangkan selalu berkualitas dan papan atas.
"Wah kayaknya gue juga bisa mengajukan proposal ni? Perusahaanmu gak butuh bahan bakar minyak juga? Harga persahabatan deh." Mashrur ikut menawarkan produk dari perusahaanya yang sepertinya bergerak dibidang pertambangan minyak.
"Just send me an email." Ardi sedikit ragu kali ini. Ella mau tidak mau hanya bisa terbengong-bengong demi melihat dan mendengar pergaulan dan percakapan para sultan muda ini. Bagaimana mereka dapat memanfaatkan pertemanan dan koneksi mereka untuk dapat memajukan bisnis perusahaannya masing-masing.
Bagaimana mereka dapat membuat hang out with friends bisa menjadi business meeting. Bagaimana mereka dapat membuat keputusan cepat yang menyangkut perputaran uang yang tidak sedikit jumlahnya. Para pemuda dan pemudi ini benar-benar mengerikan. Level mereka benar-benar tak terjangkau oleh pikiran Ella. Dunia mereka benar-berbeda, dunia para sultan.
"Kayaknya udah mau mulai ni. Ayo kita ke tempat konser dulu. Sorry lho tempat lu dan Ella kepisah dari yang lain. Gara-gara telat daftar." Johanh membagikan tiket kepada masing-masing orang.
"Nope. Thanx for this." Jawab Ardi sambil melambaikan tiketnya. Kemudian mereka berenam saling perpamitan dan berpisah untuk memasuki Convension Hall sesuai dengan tiket yang mereka bawa. Ardi pun membawa Ella dan menggandengnya ke aula konser yang sudah sangat ramai. Seakan tak ingin terpisah diantara banyaknya lautan manusia yang berjubel ini.
~∆∆∆~
__ADS_1
Buat yang penasaran sama Johanh, Kika, Masrur, dan Luna, bisa langsung mampir dan kepoin di novel berjudul YOUNG MISS karya author teman saya ASTARI. Dijamin gak kalah serunya.
🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼