Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
81. Intan's Wedding Party


__ADS_3

Keesokan harinya sesuai janjinya Ardi datang ke rumah Ella di sore hari. Sudah berdandan lengkap dengan setelan tuxedo hitam, kemeja putih dan dasi abu-abu dengan dua buah garis melintang di bagian bawah. Bukan penampilan yang aneh sebenarnya bagi Ardi. Karena dia sudah sering berpenampilan dengan outfit lengkap begitu untuk urusan bisnisnya.


Outfit lengkap seperti itu tentu saja membuatnya terlihat luwes dan nyaman saja mengenakannya. Tidak kaku seperti kebanyakan orang jarang berpakaian lengkap begitu. Penampilan yang benar-benar dapat menambahkan kadar kegantengan seorang Lazuardi Pradana menjadi beberapa kali lipat.


Lilik yang membukakan pintu rumahnya untuk Ardi, mempersilahkannya masuk, menyuruhnya menunggu sebentar di ruang tamu. Dalam hati mau tidak mau Lilik juga memuji ketampanan Ardi. Emang ganteng ini anak, pantesan Ella juga kayak kesemsem sama dia. "Sebentar ya nak Ardi, Ella masih belum siap. Kamu tunggu disini dulu ya," ujar Lilik beranjak pergi ke kamar Ella, membantu Ella mempersiapkan riasannya.


Ardi menunggu Ella dengan gelisah, seperti kencan pertama saja rasanya. Penasaran akan bagaimana Ella berpenampilan malam ini. Ella yang bisanya selalu cuek dengan penampilannya dan berdandan apa adanya, bagaimana jika gadis itu berdandan maksimal habis-habisan?


Dan rasa penasaran Ardi pun terjawab beberapa menit kemudian. Saat Ella datang menghampirinya dengan menenteng clutch bag warna emasnya dan high heels warna putih. Untuk sesaat Ardi hanya bisa terdiam membatu tanpa sanggup bereaksi demi melihat penampilan Ella kali ini. Ada desiran aneh didadanya yang terasa semakin mekar dan berwarna merah muda. Membuatnya semakin mabuk, tak sanggup mengalihkan pandangannya sedetikpun dari gadisnya itu.


Ella tampak sangat mengagumkan dan jauh berbeda dari penampilan biasanya dalam balutan gaun tanpa lengan panjangnya dari bahan bruklat. Gaun dengan perpaduan bruklat warna silver dan nude brown serta beberapa hiasan batu yang indah berwarna coklat di bagian lehernya. Simpel, manis dan tentu saja tidak terlalu terbuka. Sangat sesuai dengan selera Ardi tentu saja, She's look totally georgeous and stunning.


"Maaf ya mas, jadi nungguin lama. Ni nata rambutnya agak ribet," sapa Ella.


Ardi tak mampu langsung menjawab. Ia kesulitan menyembunyikan kekagumannya melihat keseluruhan penampilan Ella. Terutama ketika Ardi memperhatikan lebih detail wajah gadis itu. Menyadari wajah Ella yang tersapu riasan yang terkesan flawless-nya, sederhana dan tak terlalu berlebihan namun sanggup memberikan efek yang dapat memancarkan kecantikan sejatinya. Rambut panjang Ella juga dijalin rapi diatas kepalnya dengan sebuah head piece simple diselipkan di sisi kiri kepalanya. Cantik, cantik dan cantik.


"Mas? Mas Ardi?" Ella bertanya keheranan, tak bisa menyembunyikan tawanya. Demi melihat Ardi yang tak sanggup bereaksi, hanya memandangnya saja tanpa berkedip.


"Eh, Nggak kok. Aku juga barusan datang," jawab Ardi seolah tersadar dari lamunannya.


Ella duduk di salah satu sofa ruang tamu dan memasang high heels di kakinya. "Yuk aku sudah siap," ujar Ella sambil berdiri. "How do I look?" tanyanya memastikan penampilan.


"Totally georgeous," puji Ardi tanpa menutupi kekagumannya. "How about me?" Ardi balik bertanya, khawatir penampilannya tidak sesuai dengan selera Ella.


"Ganteng 1000%," jawab Ella juga memuji ketampanan Ardi. Ella segera menggandeng lengan Ardi setelah pamit pada mamanya. Papa Ella sedang tidak ada di rumah sore ini, jadi tak perlu berpamitan pada beliau.


Ardi membukakan pintu mobil sedan hitam yang terlihat sangat mewah, BMW untuk Ella. Benar-benar diperlakukan seperti seorang ratu. "Mobil siapa lagi ini, mas?" Tanya Ella saat Ardi sudah duduk di kursi kemudi dan melajukan mobilnya ke ballroom hotel tempat resepsi pernikahan Intan berlangsung.


"Mobilku," jawab Ardi singkat.


Ella pun tak melanjutkan pertanyaannya. Ingat betul posisi Ardi saat ini yang menjabat sebagai pimpinan utama Pradana Group. Sungguh wajar jika pria itu sekarang memakai mobil yang jauh lebih mewah daripada mobil yang biasa dipakainya. Mobil BMW mewah keluaran terbaru yang pasti dibandrol dengan harga milyaran rupiah.

__ADS_1


Setelah mereka sampai di depan ballroom hotel tempat dilangsungkannya pesta, mereka langsung menuju recepsionis. Mengisi buku tamu dan memberikan angpao pada kotak yang tersedia. Kemudian mereka memasuki ruangan ballroom. Mereka berdua mendapati para tamu yang sedang antri untuk bersalaman sudah tidak terlalu panjang.


Ella dan Ardi langsung berjalan beriringan dan menaiki podium untuk menyalami orang tua Ivan, sang mempelai pria. Kemudian langsung menghampiri kedua mempelai yang berbahagia. Intan dengan wedding dress berwarna pink dan Ivan dengan tuxedo berwarna putihnya. Sesuai dengan tema dan dekorasi pesta yang diambil, pink and white.


"Ella! Akhirnya kamu datang juga." Intan langsung heboh memanggil Ella. "Sini-sini give me hug baby."


"Yaampun mak Intan cantik banget kamu. Selamat ya, say. Semoga SAMAWA until jannah," Ella memeluk dan memberikan cupika cupikinya pada Intan.


"Makasih ya, El," Intan memeluk Ella erat-erat. "Udah jangan banyak-banyak ciumnya, tar make up gue luntur." Lanjut Intan masih saja sotoy bahkan di acara pernikahannya.


"Selamat ya, Van. Yang sabar ya ngedepin Intan yang ceriwis dan galak hehe" Ella juga ikut gantian menyalami Ivan, suami Intan.


"Hahaha tenang aja, El. Udah kebal. Thanx ya."


"Selamat ya, semoga langgeng sampai kakek nenek." Ardi ikut menyalami Intan dan Ivan bergantian.


"Makasih ya udah datang. Kalian juga semoga dapat cepet nyusul kami ya." Intan ikut mendoakan Ella dan Ardi dengan tulus. Sementara kedua orang yang didoakan cuma bisa tersenyum simpul mendengarnya.


Kemudian mereka melanjutkan dengan sesi foto-toto dan terakhir mereka menyalami kedua orang tua Intan yang juga menyambut Ella dengan antusias. Mendoakan Ella dan Ardi segera menyusul anak mereka untuk dapat segera duduk di kursi pelaminan.


"Mau cari makanan?" Ardi menanyai Ella tentang jadwal rencana mereka selanjutnya.


"Cemilan aja. Yuk mampir di tiap booth makanan." Ella bersemangat berkeliling mencari dan berhenti di booth bakso, sementara Ardi memilih lontong kikil di sebelahnya.


"Hei, El. Kamu datang juga. Masa kalah cepet datangnya sama yang dari Genting?" Sari menyapa Ella dengan Jun berdiri di sampingnya. "Eh ada mas Ardi juga, kenalin mas ini Jun. Pacarku." Sari mengenalkan Jun pada Ardi dan kedua pria itu langsung berjabat tangan saling berkenalan.


"Ella kelamaan dandannya tadi, Sar." Ardi yang menjawab pertanyaan Sari. Membuat Ella manyun dan mengerucutkan bibirnya.


"Gak pa-pa lah mas sekali-kali. Tapi worted kan hasilnya? Ella cantik banget malam ini." Sari memuji Ella dan menggoda Ardi sekaligus. Ardi pun mengangguk-anggukkan kepalanya setuju dengan pendapat Sari kali ini. Bahwa Ella benar-benar canti luar biasa malam ini. Membuat hampir semua mata terutama kaum pria tak dapat melepaskan pandangan dari gadis itu. Membuat Ardi seakan-akan ingin membungkus saja tubuh Ella agar tidak dapat dilihat oleh pria lain.


"Roni dan anak interenship lainya kumpul di daerah sana. Kalian makan-makan dulu deh nanti kumpul kesana ya. Terus kita foto-foto." Sari menunjukkan suatu arah, kemudian pamit mengajak Jun berlalu meninggalkan Ella dan Ardi berduaan.

__ADS_1


"Aku boleh bergabung sama teman-teman interenshipku?" Ella bertanya dengan sedikit cemas. Takut Ardi tidak senang karena pastinya akan ada Roni disana.


"Boleh, sayang," Ardi menjawab santai. "Tapi kita makan-makan dulu yuk keliling." Ardi mengajak Ella mengelilingi beberapa stand makanan dan mereka berdua pun mengisi perut mereka sampai puas.


Karena ini adalah pesta pernikahan teman Ella, tentu saja banyak tamu yang hadir juga merupakan kenalan Ella. Membuat Ella sedikit sibuk untuk menyapa atau sekedar bercupika-cupiki dengan teman sejawatnya dari jaman kuliah, koas atau interenship.


Ardi sama sekali tak keberatan akan hal itu, dia dengan setia menemani Ella kemanapun gadis itu melangkahkan kakinya. Berjalan beriringan dan sesekali menggenggam tangan gadis itu. Seakan ingin menegaskan kepada semua orang bahwa gadis cantik itu adalah miliknya malam ini.


"Wah Ella cantik banget malem ini. Coba gak bawa herder pasti banyak yang deketin ini." Dani teman interenship Ella menyeletuk. Saat Ella dan Ardi akhirnya bergabung dengan kerumunan para member interenship putaran kota Genting. Celetukan yang mampu membuat gadis di sampingnya cemberut. Sepertinya gadis itu adalah tunangan Dani.


"Dan eling Dan, nyonya lagi disebelah." Verdi tertawa menyindir Dani. Padahal dirinya saja daritadi sudah menahan diri untuk tidak terpanah oleh pesona Ella. Inget ceweknya sendiri yang ada disebelah, jaga perasaan.


"Parah kalian emang ya. Gak kayak Jun itu lho yang setia sama Sari." Roni ikut berkomentar. Sedikit risih juga dengan banyaknya tatapan pria yang melihat Ella dengan tatapan laparny. Tapi Roni sedikit lega juga karena Ardi setia menemani gadis itu dengan sedikit posesif sehingga tak ada yang berani mendekati Ella terang-terangan.


Jun yang dikatai begitu cuma senyam-senyum gak jelas. Sementara Sari semakin mempererat tautan tangannya pada Jun dengan manja. Kalau pasangan ini kayaknya kebalik deh, Jun pasif banget sementara Sari yang harus sedikit agresif padanya agar tetap terlihat mesra.


"Kamu tu buruan cari gandengan juga, Ron. Sebelum botak kebanyakan baca buku tebel soal perjantungan." Dani tak mau kalah ikut menyindir Roni.


"Gampang itu mah. Kalau Roni si tinggal woro-wowo bentar juga udah sold out." Verdi ikutan membela Roni.


"Bener banget. Cuma waktunya aja yang belun tepat. Dan ceweknya belum nongol hehe." Roni berusaha membela diri.


"Udah percaya aja deh we will find the right person at the right time. Santai saja yang masih jomblo." Sari mencoba menengahi pembicaraan teman-temannya.


"Iya iya yang udah nemu babang Jun tersayang." Roni menimpali dan seluruh temannya yang hadir ikut tertawa bersama dengan dengan terbahak-bahak.


Selanjutnya mereka para member interenship yang sudah lengkap berkumpul segera melanjutkan sesi foto-foto dengan kedua mempelai pengantin. Mulai dari foto formal, foto gaya bebas sampai foto gaya absurb yang penting happy dan menunjukkan kebersamaan mereka. Sebagai perayaan pernikahan pertama member mereka.


~∆∆∆~


We will find the right person at the right time. Jadi jangan takut gak kebagian jodoh ya gaes. Percayalah bahwa sudah ada seseorang yang diciptakan dan ditakdirkan untuk kita. Cuma waktunya aja yang belum tepat makanya gak nongol-nongol. So stop galau ya bagi yang sering ditanyain kapan nikah hehe

__ADS_1


🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼


__ADS_2