Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
56. After Party


__ADS_3

Friendship quotes


Friendship is born at that a moment when a person says to another 'What? You too? I though I was the only one' _ C.S Lewis


(* Persahabatan akan lahir saat seseorang mengatakan 'Apa? Kamu juga? Kirain cuma aku saja yang kayak gitu).


Don't make friends who are comfortable to be with. Make friends who will force you to level yourselves up _ Thomas J. Watson


(*Jangan berteman dengan seseorang yang membuatmu nyaman bersamanya. Bertemanlah dengan seseorang yang memaksamu untuk terus mengembangkan dirimu menjadi lebih baik).


Anything is posible when you have the right people there to support you _ Misty Copeland


(*Segala sesuatunya adalah mungkin ketika kamu memiliki seseorang yang tepat untuk mendukungmu).


Ketiga Quotes tersebut sangat sesuai dengan prinsip yang dianut oleh para anggota grup Young Business yang diikuti oleh Ardi dan kawan-kawannya. Tempat berkumpulnya para eksekutif muda yang terkumpul karena kesamaan nasib. Kesamaan nasib mereka yang terlahir sebagai sultan dengan segala fasilitas dan kemewahan yang mereka dapat sejak lahir. Tetapi juga dengan segala beban dan tanggung jawab yang harus mereka emban pula di pundak.


Para pemuda itu berkumpul sebagai teman. Tetapi dilain pihak mereka juga bersaing, untuk mendapatkan keuntungan bagi perusahaan masing-masing. Dengan melihat salah satu teman mereka sukses atau mendapatkan suatu kemajuan maka akan mendorong yang lainnya untuk ikut maju dan bersaing mendapatkan kesuksesan juga. Gengsi mereka akan membuat mereka tak mau kalah dengan temannya yang lain.


Terakhir meskipun usia mereka tergolong masih sangat muda, mereka dapat mencapai segala kesuksesan besar. Hal ini karena pertemanan mereka yang solid dan saling mensuport untuk membantu. Bantuan yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Yang tak merugikan bagi dirinya sendiri dan perusahaannya, malah dapat saling menguntungkan untuk semua pihak.


_____________________________________


Setelah konser berakhir Ardi tidak segera mengajak Ella keluar dari convension hall. Dia berniat untuk beramah tamah sejenak dan bertemu dengan teman-teman young business-nya. Kapan lagi coba bisa ngumpul-ngumpul sama mereka? Mereka kan sama-sama orang super sibuk semua. Sangat susah untuk meluangkan waktu untuk hanya sekedar gathering. Jadi mumpung ngumpul kayak gini sudah selayaknya memanfaatkan waktu mereka dengan sebaik-baiknya.


Sementara Ella sendiri sebenarnya sudah sangat ingin pulang saja karena saat ini sudah lewat tengah malam. Sebagai gadis perawan kan tidak baik untuk pulang malam. Atau seharusnya sekalian pulang pagi?


Ella khawatir kedua orang tuanya akan mencemaskan keadaannya. Tapi kan mereka tahu kalau dirinya sedang bersama Ardi, jadi pasti aman. Atau malah bisa jadi makin mengkhawatirkan karena dia bersama Ardi? Takut kalau diapa-apain sama Ardi? Lebih-lebih kalau keduanya jelas-jelas tidak pulang semalaman, bisa jadi tanda tanya besar kan? Jangan-jangan mereka berdua dikira nginep dihotel berduaan lagi.


Ardi dan Ella sudah berkeliling hall tetapi tetap saja tak dapat menemukan sosok Jo dan kawan-kawannya lainnya. Mungkin karena masih terlalu banyak orang yang berkeliaran dan berkerumun disana. Jadi menyulitkan untuk mencari keberadaan mereka. Bagaikan mencari jarum di jerami.


Ardi sudah kehilangan kesabarannya untuk terus mencari. Dia mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Jo. "Hallo Jo. Kamu dimana?" Ardi bertanya dengan buru-buru sangat tidak sabaran.


"Oh Ok. Aku kesana sekarang." Ardi menutup sambungannya setelah mendengarkan pembicaraan seseorang yang disana.


"Kita ke hotel J.W Melati bentar ya? Mau gak? Mereka mau lanjut nongkrong di J.W Melati Lounge and Bar." Ardi meminta persetujuan Ella. Dengan nada sedikit memohon, mana tega coba Ella untuk menolaknya.


"Boleh," jawab Ella singkat. Dan dia mengutuk dirinya sendiri yang tak bisa bilang tidak untuk permintaan Ardi. Seharusnya kan dia bisa menolak dan minta dipulangkan saja. Dirinya bisa beralasan bahwa hari sudah semakin malam. Tapi nyatanya Ella tetap tak sanggup menolak permintaan Ardi.


Ardi dan Ella meninggalkan Tunjungin Plasa dan beralih ke J.W Melati Hotel. Hotel bintang 5 yang jaraknya tidak jauh dari plasa tempat diadakannya konser. Menurut Ardi hotel itu sudah dibooking oleh Johanh sebagai tempat menginapnya. Johanh dan seluruh crew VOA entertainment, tamu kehormatan serta segenap panitia penyelenggara konser dan member band serta para artis menginap disini semuanya.

__ADS_1


Setelah sampai di hotel mereka bedua langsung menuju lounge and bar hotel yang terlihat cukup lenggang. Hanya berisi beberapa orang yang sedang mengobrol atau sekedar minum-minum disana. Mungkin karena hari sudah sangat larut saat ini.


Johanh langsung melambaikan tangannya menyambut Ardi dan Ella yang baru saja memasuki ruangan. Ruangan dengan nuansa hitam putih yang elegan. Dengan meja bartender panjang di salah satu sudut ruangan. Deretan sofa empuk juga berjajar di sisi lainnya dengan apik. Tempat yang menyenangkan untuk sekedar mengobrol dan bersenang-senang dengan teman.


Duduk di salah satu sofa itu Luna dan Jillia, sementara Johanh dan Masrur lebih memilih untuk duduk di hadapan bartender. Keduanya terlihat memesan sesuatu kepada bartender. Ardi segera mengantar Ella untuk duduk diantara para gadis, sementara dirinya menghampiri kedua teman prianya.


"Selamat ya Jo. Sukses besar konsernya. Asli keren banget" Ardi menepuk pundak Johanh untuk memberi selamat.


"Hahahaha tentu saja. Ayo lu mau pesen apa? Gua traktir semua dah." Johanh menjawab sambil meneguk segelas cocktail di tangannya.


"Kalau si Jo yang turun tangan sendiri pasti sukses besar lah" Masrur ikut memuji dan membanggakan temannya itu.


"Event internasional sebesar tadi mana berani kasih ke orang lain." Celetuk Johanh. "Gini-gini gue juga profesional kalau nyangkut kerjaan hehe" Johanh membawa dua gelas cocktail pesanannya untuk bergabung di sofa. Masrur juga mengikuti dengan membawa dua gelas juga di tangannya. Mungkin minuman itu akan mereka berikan ke Luna dan Jillia.


Ardi yang terakhir menyusul mereka ke sofa dengan membawa segelas cocktail untuknya dan segelas lagi mocktail blueberry tanpa alkohol untuk Ella. Ardi tidak tahu Ella kuat atau nggak dengan alkohol, tapi untuk amannya dia tak berani memesan minuman berlkohol untuk gadisnya itu. Bisa gawat kan kalau Ella sampai mabuk.


Ardi mengambil duduk di sebelah Ella dan menyerahkan segelas minuman berwarna pink yang segar untuk gadis itu.


"Eh kapan ni pesta pertunangan resmimu, Jo? Udah agak lama kan setelah kalian mengumumkan pertunangan. Tapi pestanya belum ada aja." Luna bertanya dengan kepo.


"Ssshhhh," ujar Masrur menaruh jari telunjukkanya ke depan mulutnya. Memberi isyarat pada luna untuk berhenti menanyakan soal itu pada Johanh.


"What? Don't tell me Kika mergokin kamu main cewek lain?" Jillia ikutan kepo.


(*Apa? Jangan bilang...)


"Kika sakit," jawab Johanh singkat. Seakan menegaskan dirinya tak ingin membahas lagi masalah pertunangannya. Johanh meneguk habis segelas minumannya dan memesan segelas lagi pada bartender. Jillia merasa tidak enak juga melihat Johanh yang terlihat sangat sedih.Cewek keturuan USA itu pun langsung diam menutup mulutnya rapat-rapat.


"Apa kamu suka produk-ku Ella?" Luna mencoba mencairkan suasana dengan mengalihkan perhatian dari Johanh ke Ella.


"Aku? Maaf aku tak begitu tahu soal fashion dan mode." Ella kaget namanya tiba-tiba disebut dalam pembicaraan.


"I can give you something. What do you want? bag? dress? shoes?" Luna menawarkan. Eh? Beneran mau dikasih? Ella kebingungan tapi juga girang kalau beneran dikasih. Secara brand keluaran perusahaan Luna bisanya dibandrol dengan harga yang fantastis.


(*Aku bisa kasih kamu sesuatu. Mau apa? tas? baju? sepatu?).


"Gak papa ni mas?" Ella berbisik lirih ke Ardi.


"Terima aja. Toh dikasih gratisan," jawab Ardi santai banget seakan barang yang akan diberikan Luna ke Ella adalah pisang goreng.

__ADS_1


"Gak papa ni? Duh ntar ngerepotin kamu." Ella beneran merasa sungkan pada Luna.


"No problem. Aku udah lama kenal ama Ardi tapi gak pernah ngasih apa-apa ke dia. So mumpung dia bawa cewek kasiin ke ceweknya aja hehe. Maklum lah produk-ku khusus untuk wanita semua." Luna menjelaskan, terlihat sama sekali tak keberatan.


"Aku gak dikasih juga ni?" Jillia tak mau kalah ingin mendapat hadiah dari Luna.


"Boleh. Nanti aku kirim ya tas limited edision yang cuma ada tiga biji produksinya. Buat Ella, Jillia sama Kika. You bisa tolong kasihkan ke Kika kan, Jo? Salamin dari aku" Luna akhirnya memutuskan akan memberi apa. Johanh mengangguk dan tersenyum menerima pemberian Luna. What? Tas limited edision yang cuma ada tiga biji di dunia? Berapa dolar itu? Ella benar-benar tak dapat memperkirakan harga tas itu berapa.


"Kirim ke perusahaanku aja punya Ella." Ardi memberi tahu alamat pengirimannya.


"Gampang bisa diatur. Oiya Jil? Kapan launching brand fashion barumu?" Luna kembali bertanya pada Jillia.


"Kalau lancar si tiga bulanan lagi. Nanti aku kirim invitation ya. Ella mau datang juga? Gimana, Di? Mau sekalian join sponsorship dan investasi juga?" Jillia bertanya ke pada Ardi dan Ella sekaligus.


Ella yang ditanya malah kebingungan. Acara apaan coba? Launching brand fashion dan kosmetik? Ngapain itu? Pameran? Peragaan busana? Duuh seumur hidup Ella gak pernah yang namanya hadir di acara begituan.


"Liat ntar aja, Jil. Nyesuaikan jadwalku dulu. Agak padat sekarang. Kalau sponsor si boleh aja. Kirim proposalnya ya ke emailku." Ardi menjawab menggantikan Ella.


"Kayaknya bakalan banyak yang naik tahta abis ini ya. Temen-temen kita udah banyak yang menggantikan generasi tua sekarang." Masrur menyeletuk mengalihkan pembicaraan dari fashion ke persoalan perusahaan.


"Tu Ardi salah satunya," celetuk Johanh.


"Pantesan dari tadi main suruh kirim proposal semua. Dah jadi CEO nya Pradana Group ya ternyata?" Masrur sedikit kaget.


"Belum. Masih proses, agak ribet pengalihannya." Ardi menjelaskan.


"Wismail Group juga dipegang Irza sekarang. Calon kakak ipar hehe" Johanh ikut menambahkan.


"Wah kayaknya cuma kita aja ni Jo yang gak naik-naik tahta." ujar Masrur sedih.


"Elu aja kali. Kalau udah nikah sama Kika kayaknya papa juga mau ngasih perusahan ke gue." Johanh menjelaskan. "Makanya lu, jangan main-main mulu. Mentang-mentang raja minyak dari Arab, kerja yang bener sono! Keburu minyak lu kering ntar"


"Sejak tunangan kamu jadi menyebalkan, Jo. Kemana coba perginya Johanh Astin si play boy kelas kakap yang dulu demen nyari cewek bareng gue?" Percakapan Johanh dan Masrur itu langsung disambut dengan tawa ngakak semua yang hadir. Sepertinya kedua pria itu cocok sekali dalam berpetualang mencari wanita, ntah untuk cinta atau untuk sekedar bersenang-senang saja.


~∆∆∆~


Buat yang penasaran sama karakter-karakter Johanh, Kika, Masrur, dan Luna, bisa langsung mampir dan kepoin di novel berjudul YOUNG MISS karya author teman saya ASTARI. Dijamin gak kalah serunya.


🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author. Makasih 😘🌼

__ADS_1


__ADS_2