
"Kado? For my birth day party." Cecil bertanya dengan sedikit curiga mendengarnya.
"Dari Irza?" Cecil melanjutkan dengan nada ngeri. Teringat akan kejadian mengerikan di masa lalu yang melibatkan kado Irza untuknya.
"Oh c-mon, Cil. Aku kan sudah berkali-kali minta maaf soal kadoku dua tahun yang lalu." Irza tak berdaya dengan tatapan curiga Cecil padanya.
"Memang apa yang terjadi dua tahun lalu?" Ella bertanya penasaran. Tak ada yang menjawab untuk pertanyaannya. Malah Ardi, Jo dan Kika cekikikan tanpa ditutup-tutupi lagi. Membuat Ella semakin penasaran saja apa yang terjadi dua tahun lalu.
"Jadi dua tahun yang lalu kak Irza memberikan spesial gift untuk kak Cecil." Kika menjelaskan.
"Kado spesial yang sampai membuat pesta ulang tahunku dibatalkan dan aku sampai harus dilarikan ke rumah sakit." Cecil menambahkan kesal.
"Hah? Kok bisa?" Ella makin penasaran.
"Cecil kan punya lactose intolerance, si Irza malah ngasih kado hasil masakan bikinannya. Lasagna." Ardi ikut menjelaskan kejadian yang terjadi.
(lactose intolerance adalah Ketidak mampuan tubuh untuk sepenuhnya mencerna gula (laktosa) yang berasal dari produk susu).
"Tapi yang jahat bukan cuma Irza sendirian. Masih banyak komplotan lainnya yang terlibat. Mereka ikutan menutup mataku, menyuruh make a wish dan meniup lilin. Kemudian salah satu dari mereka menyuapiku dengan sesendok lasagna," Cecil mendelik kesal ke arah Ardi dan Johanh yang ikut terlibat sebagai komplotan Irza bersama teman mereka lainnya.
Ardi dan Johanh semakin cekikikan mengingat ulah mereka dua tahun yang lalu. Tak mengira Irza memasukkan susu ke dalam lasagna-nya. Tak mengira pesta ulang tahun putri kesayangan Ciputra Group yang sudah disiapkan besar-besaran tiga bulan sebelumnya bisa hancur berantakan. Bahkan lebih jauh Cecil sampai dilarikan ke rumah sakit. Benar-benar menghebohkan dunia persilatan.
"Aku kan gak tahu kamu gak bisa makan susu..." ujar Irza dengan nada sangat menyesal.
"Kupikir seorang Ceicillia Tang yang agung pasti dapat memperoleh segalanya dengan uangnya sendiri. Karena itu aku ingin memberikan sesuatu yang tak bisa dibeli dengan uang. Masakan spesial buatan Pewaris Wismail Group." Irza mengutarakan alasannya memberikan kado spesial berupa masakan hasil karyanya sendiri pada Cecil.
"Huh how sweet you are," sindir Cecil.
"Karena itu daripada salah lagi, aku ngasih kadonya. Mending kamu pilih sendiri deh Cil, mau minta apa buat kadomu tahun ini." Lanjut Irza.
"Wah beneran ni?" Cecil yang tadinya nampak sangat kesal menjadi bersemangat dengan mata berbinar mendengar tawaran Irza.
"Iya beneran. Kamu minta apa?" Irza pasrah saja.
"Aku mau minta Frank & Co kalau gitu." tantang Cecil. Menyebutkan nama toko perhiasan mahal.
"Wah kode keras itu. Langsung kasih cincin berlian saja, lamar Za. Masak gak berani?" celetuk Jo nekat menggoda calon kakak iparnya .
"Enak aja main lamar anak orang!" protes Cecil.
"Apa Jo? Mau gak dapat restu dariku?" Irza ikutan mengancam Johanh dengan sadis.
"Aduh, maaf-maaf ya calon kakak iparku yang ganteng dan baik hati. Aku cuma bercanda kok, kidding hehe." Johanh mundur teratur, menyerah.
"Boleh Cil, kamu minta apa saja aku belikan deh." Irza menyanggupi apapun yang akan diminta Cecil.
Jadilah mereka berenam langsung sepakat beranjak dari Holysteak Restoran. Ardi membayar tagihan makanan mereka dengan Ella yang terkaget-kaget melihat nominal jumlahnya. Gila aja ini restoran, masa satu porsi steak yang mereka makan tadi harganya sekitar 450 ribu? Daging apaan yang dipakai? Perasaan sama aja rasanya.
Tiga pasangan itu pun berjalan bersama ke arah toko Frank & Co yang sudah terkenal menjual perhiasan mahal. Para pria ikut saja menemani sambil mengobrol sendiri begitu sampai di toko. Sementara para wanita langsung bersemangat begitu memasuki toko, sibuk melihat-lihat, megagumi dan memilih berbagai macam perhiasan yang ditawarkan di etalase.
Ketiga wanita itu berhenti di salah satu etalase. Memandangi ke arah etalase itu dengan mata berbinar-binar. Sepertinya mereka tertarik dengan sebuah kalung yang ditawarkan disana. Kalung dengan bahan emas putih serta liontin berbentuk anak kunci yang terlihat cute. Liontin yang cukup besar dengan bentukan seperti Clover leaf di bagian handel kuncinya, serta batu permata ditengahnya.
"Kamu mau itu?" Ardi mendekat dan menanyai Ella. Jarang-jarang Ella menunjukkan ketertarikan pada sesuatu terutama sebuah perhiasan. Padahal kalau misalnya Ella mau meminta, Ardi tak akan keberatan memberikan apapun yang diminta gadis itu.
"Nggak usah." Ella menolak karena melihat harga kalung itu yang nyaris sepuluh juta. Gak penting, karena dirinya sudah mendapatkan dua jewelry set untuk seserahan. Buat apa kalung lagi? Mubazir.
Ardi mendengus kesal mendengar jawaban Ella. Kenapa gak mau jujur aja si kalau suka? Hanya karena 10 juta? Jadi gemes kan ngelihatnya. Dalam hati, Ardi tetap bertekad akan membelikan kalung itu untuk Ella meskipun Ella tidak memintanya.
"Kika kepengen itu ya?" Jo ganti menanyai Kika. Diotaknya sudah terbayang tunangannya memakai kalung itu di lehernya, pasti sangat imut.
"Kepengen sih. Tapi kak Cecil kayaknya juga tertarik." Kika terlihat galau antara pengen atau tidaknya.
"Kok aku? Ambil saja kalau Kika mau. Memang sangat bagus si kalungnya... Tapi kurang mahal buat gift dari seorang Irza Wismail." Cecil menjawab dengan sedikit mengedipkan mata nakal ke Irza.
__ADS_1
"Terus kamu mau apa?" tanya Irza pasrah saja.
"Diamond earrings." Cecil menunjuk sepasang anting-anting dari batu Diamond super besar yang ada di etalase sisi lainnya.
"Take it." Irza tak keberatan sama sekali. Pria itu langsung mendatangi etalase, meminta pegawai toko untuk membungkus anting-anting itu. Mengeluarkan kartu saktinya, untuk membayar gift Cecil meskipun harganya nyaris empat puluh juta.
"This is for you," Irza menyerahkan bungkusan berisi kotak perhiasan pada Cecil.
"Thanx a lot Irza. You are the real gentleman." Cecil terharu dan kegirangan menerima hadiah dari Irza untuknya. Kapan lagi bisa morotin tuan muda dari Wismail Grup.
"Kamu udah gak marah lagi kan sama aku? Irza memastikan dirinya telah mendapatkan maaf Cecil.
"Iya...iya." Cecil menganguk mantap.
"Janji lho ya, kamu gak bakal mengungkit-ungkit masalah dua tahun lalu lagi." Irza melanjutkan permintaannya sebagai ganti hadiahnya.
"Tentu saja. Dari dulu juga udah dimaafin kok." Cecil menjawab dengan entengnya.
"Haaah? Jadi kamu gak marah?" Irza benar-benar kaget mendengar jawaban Cecil.
"Marah dan kesel banget si dulu. Tapi yah mau diapakan lagi. Semuanya sudah terjadi, jadi aku udah lama ngelupain masalah itu..."
"Gak ngira juga si aku bisa dapet diamond earrings karena kisah lama itu hehe." Cecil menyunggingkan senyuman lebarnya pada Irza, angelic smile yang mempu meluluhkan hati pria manapun yang melihatnya. Termasuk Irza yang langsung merasakan ada getaran aneh di dadanya.
"Asyeeem!" Irza mengumpat untuk menyembunyikan wajahnya yang sedikit memanas dan menenangkan debaran aneh di dadanya. Ada apa ini?
Keempat rekan mereka yang hadir kompak tertawa melihat tingkah kedua pewaris grup raksasa itu saling menggoda. Menertawakan tingkah keduanya yang terlihat masih sama-sama tidak menyadari perasaan mereka satu sama lainnya.
Padahal sudah jelas terlihat keduanya saling perhatian, khawatir serta selalu berusaha membantu atau menyenangkan pasangannya. Dasar mereka itu, keduanya terlalu keras kepala, terlalu besar ego, dan harga diri sebagai CEO sampai-sampai seakan menolak gejolak hati mereka sendiri.
Ketiga gadis cantik itu beranjak dari toko perhiasan sambil terus saja asik ngobrol kesana kemari sambil tertawa riang. Entah sejak kapan ketiganya bisa seakrab itu. Sepertinya mereka menemukan suatu kecocokan dalam beberapa hal untuk mereka bahas bersama. Ketiganya melanjutkan perjalanan mereka ke butik baju di sebelah Frank & Co.
Sementara itu diam-diam ketiga babang sultan membelikan kalung dengan liontin berbentuk anak kunci tadi untuk gadisnya masing-masing tanpa sepengetahuan sang gadis. Menyimpannya dalam saku masing-masing tanpa kotaknya, biar gak ketahuan. Bermaksud untuk memberikannya kepada gadis mereka sebagai surprise gift.
Keseruan triple date mereka berlanjut dengan nonton film bersama di bioskop di lantai teratas mall. Dolittle, film fantasy ringan dan menyenangkan dengan babang Iron man yang memerankan tokoh utamanya. Film yang menampilkan banyak sekali hewan-hewan eksotis dengan latar belakang negeri dongeng seperti alice in wonderland.
Film yang sengaja dipilihkan Jo dan disetujui oleh Irza untuk Kika tonton. Karena menurut mereka Kika tidak bisa menonton film bergenre horor, sadis, ada adegan kekerasan ataupun adegan dewasa. Hal yang sedikit aneh kalau mengingat usia Kika yang sudah dewasa sekitar 24 tahunan.
Membuat Ardi, Ella dan Cecil sedikit heran dengan perlakuan overprotectiv kedua pria itu pada Kika. Apa gara-gara Kika pernah sakit? Sakit yang menyebabkan tertundanya pesta pertunangannya dengan Jo cukup lama?
"Sudah ya, kami pamit dulu. Kika kayaknya sudah lelah," pamit Jo setelah mereka menyelesaikan kegiatan nonton bersama.
"Jangan lupa pulangin Kika dengan selamat ke hotel." Irza mengingatkan Jo.
"Ok, kakak ipar. Sampai jumpa besok ya gaes." Jo membimbing Kika berjalan bersamanya. Memang gadis itu seperti terlihat kelelahan.
"Kika kenapa?" Ella bertanya khawatir. Sebagai dokter Ella dapat merasakan ada yang tidak beres dengan gadis itu.
"Gak papa kok. Kika memang belum bisa main terlalu lama. Masih proses penyembuhan." Irza memberitahukan tentang adiknya agar teman-temannya tidak khawatir.
"Yaudah kami pamit juga deh, sudah malam." Ardi ikutan pamit pada Irza dan Cecil, ingin sedikit memberikan kesempatan pada keduanya untuk berduaan. Yah siapa tahu bisa sedikit ada kemajuan untuk hubungan mereka.
"Ok, jangan lupa besok datang lho ya, ajakin Ella juga." Cecil mengingatkan pada Ardi akan pestanya.
"Pasti donk," Ardi menyanggupi dan mengajak Ella beranjak pergi meninggalkan mall dan berakhir di mobil porschenya.
Melaju ke rumah Ella untuk mengantarkan gadis itu pulang. Ardi sudah bertekad tidak akan mengantarkan Ella kemalaman lagi, tak ingin membuat papa Ella marah lagi sebelum akhirnya keduanya sah nanti.
"Besok kayaknya aku gak bisa jemput kamu pulang kerja. Langsung aku jemput malam aja ke pesta Cecil." Ardi memberitahukan jadwalnya yang padat saat keduanya telah sampai di depan rumah Ella.
"Gak pa-pa, besok aku bisa bawa mobil sendiri."
"Iya hati-hati besok nyetirnya."
__ADS_1
"Apaan si mas? Kayak aku baru bisa nyetir mobil saja." Ella tertawa ringan mendengar Ardi yang terlalu mencemaskan dirinya.
"Aku beneran gak ingin terjadi sesuatu sama kamu. Aku gak mau ada sesuatu apapun yang menghalangi kita untuk bersatu...Katanya sih bakal banyak cobaan untuk orang yang mau nikah."
"Iya, iya...Mas Ardi juga jaga diri baik-baik ya." Ella jadi ikutan cemas juga memikirkan ucapan Ardi.
"El, You will always be the key to my heart." Ardi merogoh kantong kemejanya dan mengeluarkan kalung dengan liontin berbentuk kunci yang tadi dilihat dan dikagumi Ella di toko Frank & Co. Menyodorkannya pada Ella beserta secarik kertas.
Ella bingung demi menerimanya, tak mengira Ardi tetap membelikan kalung itu untuknya meski dirinya sudah menolak mentah-mentah. Dasar sultan mega bucin kebanyakan duit. Dibacanya tulisan yang ada di kertas, tulisan tangan Ardi.
...The first time I saw you, You stole my heart....
...You have the key to my heart....
...If someday you lose the key, don't be worry...
...Just knock, and I will let you in...
...You are the key to my heart...
...The light of my soul...
...My loyality and trust...
...My love, Forever...
(*Pertama kali aku melihatmu, kau mencuri hatiku. Kau memiliki kunci hatiku.
Jika suatu saat kau kehilangan kuncinya, jangan khawatir
Ketuk saja, dan aku akan membiarkanmu masuk
Kamu adalah kunci hatiku
Penerang dari jiwaku
Kesetiaan dan kepercayaanku
Cintaku, Selamanya)
Sekali lagi Ella hanya bisa tertegun, melting. Meleleh sepenuhnya karena tulisan manis dari Ardi. Kapan coba bikinnya? Yaampun mas Ardi kamu jadi orang kok uwuuu banget si...Mana tahan coba...
"Sini aku pasangin." Pinta Ardi.
Ella menyerahkan kalungnya ke tangan Ardi. Kemudian mendekatkan tubuhnya ke arah Ardi dan menjulurkan lehernya kepada pria itu. Ardi pun mengalungkan kalung dengan liontin kunci di leher Ella, kemudian tersenyum memandangi keindahan kalung yang tergantung di leher jenjang itu.
"Makasih ya mas Ardi..."
"Kamu cantik pakai itu..." Ardi masih terkesima, tak dapat melepaskan pandangannya dari Ella.
Ella tersenyum melihat reaksi Ardi, didekatinya pria itu dan dikecupnya ringan kening Ardi sebagai ucapaan terima kasihnya.
"Udah dulu, ya. Sampai jumpa besok." Ella buru-buru keluar mobil meninggalkan Ardi yang masih bengong setelah mendapatkan ciuman manis dari Ella.
"I love you," ujar Ella sebelum pamit dan menutup pintu mobil.
"I love you too honey...more and more." Ujar Ardi nyengir kegirangan sebelum pamit pulang dan melajukan kembali mobilnya.
~∆∆∆~
Penasaran dengan tokoh Johanh, Kika dan Irza? Mereka ada di novelnya temenku ASTARI berjudul YOUNG MISS. Jangan lupa dikepoin juga ya dijamin gak kalah serunya 🥰
🌼Yuuuuks say jangan lupa LIKE, VOTE dan pliiiiissss kasih KOMEN yaaaa 🌼
__ADS_1