
Queen berjalan masuk dan mencari nomor tempat duduk miliknya sesuai dengan tiket pesawat yang dimiliki olehnya. Queen menemukan tempat duduknya yang bersebelahan dengan seseorang laki-laki menggunakan topi hitam dengan masker dan sedang memejamkan mata seperti tertidur.
Queen meletakkan barang-barangnya di atas loker tempat duduk. Lalu duduk di sebelah penumpang lainnya. Queen memperhatikan laki-laki yang duduk di sebelahnya tidak ada bergerak dan tidak merespon bahwa ada seseorang yang ada di sampingnya. Queen juga menggunakan kacamata hitam, melibatkan kedua tangannya ke badan lalu memejamkan matanya.
Pramugari memberikan arahan ketika pesawat akan terbang. Hanya beberapa menit mereka sudah diatas awan. Semua penumpang terlihat nyaman saat ini. Ada yang sedang tertawa dan tersenyum menunjukkan awan yang berada di balik kaca tempat duduknya. Ada yang sedang menikmati makanan yang diberikan oleh pramugari. Ada yang sedang tertidur. Dan kegiatan lainnya di dalam pesawat.
"Satu jam lagi kita akan tiba bandara negara Boyalia......" Pramugari memberikan informasi kepada penumpang.
Namun tiba-tiba ada tidak beres dengan pesawat yang tidak terbang secara normal. Kopilot memberikan informasi kepada pramugari bahwa ada mesin yang tidak berfungsi saat akan menurunkan pesawat ke bandara.
Penumpang terkejut dengan guncangan yang diberikan oleh pesawat membuat mereka bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi. Queen yang tidak sengaja kepalanya bersandar ke pundak laki-laki yang berada di sampingnya karena guncangan pesawat tersebut.
Mereka berdua terbangun. Namun guncangan kedua terjadi sehingga Queen mencium bibir lelaki itu namun terhalang dengan masker yang di gunakan lelaki itu. Mata mereka berdua saling menatap. Queen langsung mengangkat kepala dan memalingkannya.
"Aku menemukan mu lagi akhirnya." Jawab Lelaki itu dalam hati.
Lelaki itu adalah Al. Al memang sengaja pergi sendiri untuk mencari tahu tentang Queen namun tidak menemukan identitasnya secara rinci karena ia tidak mengetahui siapa namanya. Dan pengawalnya bahkan detektif handal miliknya tidak menemukan keberadaan Queen. Tanpa sengaja ia bertemu dengan orang yang di cari olehnya.
"Apa yang terjadi?"
"Ada apa ini?"
Semua orang panik, Queen berjalan menuju ruang pramugari untuk bertanya apa yang sedang terjadi. Di ikuti dengan Al dari belakang.
Pilot dan kopilot berusaha untuk memperbaiki sistem mesin pada pesawat, namun karena diburu oleh waktu sang pilot mengalami kepanikan sehingga pingsan. Kopilot meminta seorang pramugari untuk membawa pilot keluar. Kopilot menggantikan posisi pilot.
"Aku akan berusaha sekuat tenaga kalian bangunkan pilot segera. Dan cari seseorang di kursi penumpang yang mengetahui tentang sistem mesin di pesawat." Ucap Kopilot kepada pramugari.
Dua pramugari mengangkat pilot itu keluar dan berusaha untuk membangunkannya. Sedangkan pramugari lainnya berjalan menuju kursi penumpang untuk mencari seseorang yang mungkin bisa memperbaiki sistem mesin yang ada di pesawat.
"Apa yang terjadi?" tanya Queen yang melihat dua pramugari itu sedang menggotong pilot. Dan salah seorang pramugari akan melewati mereka.
"Keadaan darurat karena kita kehilangannya kontak pada sistem. Hal ini mengakibatkan mesin di pesawat terganggu. Jadi aku harus menemukan seseorang yang mengetahui tentang pesawat."
"Aku bisa." Jawab Al dengan cepat.
Queen menoleh ke belakang dengan terkejut bahwa ada seseorang yang berada di belakangnya.
__ADS_1
"Anda yakin?" tanya pramugari kemudian Al mengangguk.
"Mohon bantuannya, ikutin saya." Jawab Pramugari mengantarkan aku masuk ke dalam ruang pengemudi pesawat.
Sementara Queen melihat kedua pramugari lainnya yang sedang berusaha untuk membangunkan sang pilot.
Queen berjalan meminta minta izin kepada dua pramugari untuk memeriksa kondisi pilot.
"Boleh aku memeriksa ya?" tanya Queen.
"Apakah kau Dokter?" tanya salah satu pramugari kepada Queen.
"Tidak. Aku hanya bisa pernah belajar sedikit tentang memeriksa seseorang." Jawab Queen.
"Biarkan saja dia memeriksanya mungkin pilek bisa sadar. Karena sejak tadi kita sudah melakukan pertolongan pertama untuk membangunkannya namun tetap saja bila tidak sadarkan diri." Jawab Pramugari yang lainnya.
"Baiklah." Jawab Pramugari.
Queen yang sudah mendapatkan izin dari 2 pramugari itu segera memeriksa denyut nadi dimulai dari leher dan juga tangannya. Queen pemerintah dua pramugari itu untuk mencari bantal atau benda yang bisa menyokong kepala pilot. Pramugari menggunakan handuk lalu dilipat-lipat untuk dijadikan sebuah bantal.
"Buatkan air madu atau gula." Ucap Queen.
Queen membuka kancing atas baju pilot sebanyak 2 kancing. Lalu salah satu pramugari diperintahkan oleh klien untuk memberikan kipasan kepada pilot.
"Ini." Jawab Pramugari yang memberikan air gula.
Queen memberikan air madu itu menggunakan sendok makan kepada pilot secara perlahan-lahan. Queen juga memberikan sedikit aroma terapi dari minyak kayu putih kepada pilot. Perlahan-lahan kedua mata pilot terbuka dan melihat sekitar.
"Apa yang terjadi?" tanya Pilot.
"Anda pingsan saat akan memperbaiki sistem."
"Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Pilot yang sudah mengingat kejadian mengapa ia pingsan.
Namun, saat ia ingin berdiri, badannya masih lemas dan mengakibatkan terjatuh.
"Anda duduk saja karena anda kekurangan banyak gula darah." Jawab Queen.
__ADS_1
Sementara di ruang pengemudi pesawat, Al duduk di samping kopilot yang berada di tempat duduk pilot.
"Kau bisa?" tanya Kopilot
"Tentu. Apa yang terjadi?." Jawab Al.
Kopilot menjelaskan apa yang sedang terjadi. Al meminta obeng kecil kepada kopilot dan mulai membuka mesin di depannya. Al seakan-akan sudah mengetahui apa yang sedang rusak.
Saat Al sudah membuka alat pengendali yang ada di depannya itu tiba-tiba Al mendapatkan telepon dari Sam. Al mengangkatnya.
"Ada apa?" tanya Al.
"Kau di mana?" tanya Sam.
"Aku sedang memperbaiki pesawat Anbc."
"Jangan bohong kepada ku." Jawab Sam.
Al langsung mengalihkan menjadi video call dan meletakkannya di samping tempat handphone untuk melihat dirinya sedang memperbaiki alat.
"Apa kau gila?" tanya Sam yang melihat kegilaan temannya ini.
Al hanya menggunakan ekspresi dingin tanpa menjawab namun tangannya tetap berusaha memperbaiki pesawat.
"Apakah dia benar?" tanya Sam dalam hati.
Pertanyaan Sam terjawab saat ada sebuah berita tentang hilangnya kontak pesawat yang sedang dinaiki oleh Al.
" Apa kau cari mati?" tanya Sam.
"Aku tidak akan mati karena aku sudah menemukannya dan tidak akan pernah kehilangan nya kembali seperti waktu itu." Jawab Al lalu mematikan ponselnya karena dia sudah selesai memperbaiki sistem yang ada di di mesin pesawat.
"Kita coba pilot." Jawab Al.
"Oke " Jawab Kopilot
Mereka berdua menekan beberapa tombol untuk melakukan Lading ke bandara Negara Boyalia. Dengan pelan-pelan mereka melakukan Lading dengan selamat dan baik.
__ADS_1
Semua penumpang merasa lega. Hal ini juga atas bantuan para pramugari yang memberikan arahan untuk tetap tenang dan untuk tidak panik. Mereka semua selamat dari masalah yang terjadi.