
"Hahaha tentu saja, pergilah. Lagi pula aku sudah merasa mengantuk karena baru saja minum obat sebelum kakak ipar datang kemari." Jawab Sella.
"Istirahat lah." Jawab Alex yang membantu Sella untuk membenahi bantal dan menyelimutinya.
Alex dan Al keluar dari kamar VIP pasien Sella Queen Mereka pergi ke kantin rumah sakit untuk lebih banyak bercerita.
Banyak yang melihat mereka duduk di kantin rumah sakit karena kantin itu adalah kantin khusus dokter dan perawat. Yah, tentu saja mereka bisa duduk di tempat itu karena Sam sudah berada di tempat itu menunggu kedatangan mereka.
"Akhirnya kalian tiba juga, siang tuan Alex." Jawab Sam yang memberikan salam kepada Alex untuk menyambutnya.
"Pantas saja Al bisa mengetahui aku dengan cepat, ternyata kau sudah di sini Sam? Aku tidak menyangka bocah ini bisa memiliki orang-orang kepercayaannya seperti kalian berdua. Karena selama ini aku hanya mendengarkan cerita kalian dari email miliknya. Yah, walaupun sebenarnya aku juga sudah mengenal kalian tanpa kalian ketahui." Jawab Alex.
"Hahah anda bisa saja. Lagi pula tidak ada yang bisa di tutupi dari anda bukan? Karena kami mendapatkan pelatihan yang kejam tapi seru itu dari rekomendasi anda juga." Jawab Sam.
"Hahah iya juga." Jawab Alex yang duduk di kursi yang sudah di tarik oleh Al untuk di duduki oleh Alex. Sedangkan Al duduk di kursi yang di tarik oleh Joy kepadanya.
"Kalian sudah aku pesankan makan siang ini, semoga suka." Jawab Sam.
"Sepertinya kita makan dulu baru berbicara." Jawab Joy yang tersenyum.
"Ayo." Jawab Alex.
Setelah mereka selesai makan siang dengan suasana para dokter dan suster yang berasa di kanti rumah sakit pada heran melihat ada 4 cowok tampan yang auranya sungguh menggoda. Beserta ada 1 orang yang sudah tua namun masih terlihat muda di antara mereka. Siapa lagi jika bukan Alex.
"Apakah cukup nyaman tetap di sini?" tanya Al yang tidak nyaman dengan tatapan mereka.
__ADS_1
"Kau masih saja seperti dulu Al. Tenang saja. Tidak apa-apa." Jawab Alex.
"Apa perlu aku mencari tempat lain?" tanya Joy dan Sam bersamaan.
"Apakah ada?" tanya Alex yang paham dengan Al yang tidak nyaman dengan keramaian yang seperti ini.
"Sebentar, aku telepon teman ku untuk izin memakai ruangannya." Jawab Sam.
Sam yang menelpon teman dokter yang bekerja di rumah sakit ini untuk meminta izin memakai ruangan miliknya agar mereka berempat bisa berbicara.
"Bagaimana?" tanya Joy.
"Aku sudah meminta izin kepadanya. Dia juga akan melakukan operasi wajah pasien jadi kita bisa memakai ruangan dengan lama dan tanpa dia. Hahah " Jawab Sam yang tersenyum mengatakan hal itu kepada mereka bertiga.
"Jadi?" tanya Joy.
Mereka akhirnya beranjak dari kantor menuju sebuah ruangan pribadi khusus dokter teman Sam. Mereka mulai berbicara.
"Guru selama ini kemana?" tanya Al.
"Tentu saja bersembunyi untuk menyembunyikan Queen." Jawab Alex dengan singkat.
"Ok aku mengerti, jadi itulah alasannya guru hanya menemui ku 5 kali selama 10 tahun belakangan ini dan ini yang ke 6 kalinya. Oke kita kesampingkan itu. Jadi, yang ingin aku tanyakan adalah mengapa guru membantu Ayah Bram dan Mama Stella?" tanya Al.
"Mereka itu adalah orang yang tidak bersalah. Lagi pula, melindungi mereka juga termasuk melindungi Queen." Jawab Alex.
__ADS_1
"Selama ini anda melindungi mereka?" tanya Al
"Hmmm, begitulah." Jawab Alex.
"Yang terakhir kali juga?" tanya Al lalu di anggukan oleh Alex.
"Apakah Sella dan Queen mengetahui hal ini?" tanya Al.
"Kalau Sella tidak mengetahui karena aku tidak ingin membuatnya khawatir. Sedangkan Queen, aku yakin cepat atau lambat dia akan mengetahui hal itu." Jawab Alex singkat.
"Guru benar, Queen sudah mengetahuinya. Jadi apa rencana guru sebenarnya? Oh ya ada satu hal lagi, siapa sebenarnya orang-orang yang mencari Queen selama ini? Apakah guru juga sudah mengetahui berita website pembunuhan Queen sebagai misi A dengan nilai bayaran yang cukup mengiurkan?" tanya Al yang bertubi-tubi.
"Hahaha, nih anak tetap saja selalu to the poin dalam bertanya dan semua di tanya dengan detail. Baik aku jelaskan, yang mengikuti Queen adalah orang-orang dari anggota gagak hitam tapi hingga saat ini aku tidak mengetahui siapa petinggi mereka. Karena aku dengar petinggi ini adalah anak dari petinggi yang lalu. Lebih tepatnya anak haram yang mengambil paksa kekuasaan ayahnya dengan tangannya sendiri. Tapi untuk mengetahui identitas dia siapa sangat sulit. Aku sudah mengejarnya selama ini, namun tidak menemukannya." Jawab Alex
"Jadi...."
"Dengarkan dulu penjelasan ku sebelum kau bertanya hal lain lagi." Jawab Alex untuk membuat Sam berhenti bertanya. Mereka bertiga mendengarkan penjelasan Alex kembali.
"Oke." Jawab mereka dengan menganggukkan kepala.
"Kedua, berita tentang Queen yang di jadikan sebagai tawaran pembunuhan itu aku mengetahuinya. Dan aku percaya kau mengatasi hal itu dengan baik tanpa aku bertindak. Dan itu sesuai dengan pemikiran ku." Jawab Alex.
"Ketiga, rencana ku sangat sederhana. Karena aku mengetahui bahwa orang yang mengincarnya keluarga Queen selama ini adalah orang yang mengerikan maka aku meminta mu untuk menikahi Queen. Dan aku juga menebak dengan 80% bahwa orang itu adalah dari keluarga Abraham itu sendiri walaupun aku tidak memiliki bukti apapun. Maka aku mempercayai hal itu kepada Queen sepenuhnya, tapi aku tidak menyangka bahwa mereka benar-benar nekat saat itu. Mereka hampir saja membuat Queen mati di acara perkemahan. Saat itu aku mengetahui kau menyelamatkan putri ku dengan baik. Di saat itu aku sudah memutuskan untuk sepenuhnya menyerahkan Queen kepada mu." Jawab Alex tersenyum.
"Aku percaya bahwa Queen dapat menemukan siapa orang itu. Zaki si kaki tangan John, John sendiri, Biel anak John atau Cucu John sendiri, Grace. Aku tidak mengetahui siapa dalang itu sebenarnya." Jawab John.
__ADS_1
"Tapi yang paling aku curigai adalah Zaki si kaki tangan John dan juga Biel. Alasannya sederhana, karena Zaki juga memiliki saham 5% perusahaan Abraham. Sedangkan Biel memiliki saham seperempat namun kenapa tidak semuanya? Zaki yang serakah atau Biel yang serakah. Banyak pertanyaan-pertanyaan muncul dari kepala ku dari hasil pengamatan selama ini tentang mereka. Tapi tetap saja, tidak ada satu bukti pun untuk membuat di antara mereka terbukti pada hipotesis yang ku miliki." Alex jelaskan.
"Aku juga sudah meminta bantuan di berbagai negara untuk menyelidiki tentang organisasi gagak hitam, hanya saja tetap sama. Tidak menemukan informasi hingga di atasnya. Sama seperti yang kau bangun Al. Tidak semua orang mengetahui bahwa kau lah jabatan tertinggi di organisasi. Mereka hanya mengetahui Joy yang memiliki saham besar perhotelan, properti, bisnis mall dan sebagainya. Sedangkan Sam di alur rumah sakit, farmasi dan ladang obat." Jawab Alex tersenyum.