
Mereka berdua pergi menggunakan pesawat pribadi hingga sampai di tempat tujuan dengan selamat. Berbeda dengan rencana mereka berdua. Al dan Queen sudah tiba di bandara tujuan mereka. Queen yang sudah terbangun setengah jam yang lalu duduk di sofa dekat jendela pesawat berhadapan dengan tempat duduk Al.
"Apakah ini waktunya mereka beraksi?" tanya Queen yang melihat jam tangan yang digunakan olehnya setelah berfikir sejenak. Queen memikirkan waktu yang pas sesuai dengan waktu di negara Boyalia.
"Setengah jam lagi. Mereka akan beraksi sesuai dengan rencana kita berdua." Jawab Al.
"Baguslah. Kita juga sudah akan turun. Setidaknya bisa menikmati tindakan mereka." Jawab Queen.
Mereka berdua berjalan keluar dari pintu bandara menuju ke mobil dengan diikuti oleh beberapa bodyguard yang membawa koper. Menggunakan kacamata hitam dan berjalan dengan arogan namun sangat anggun. Mereka juga membicarakan hal tentang pengantin mereka berdua yang sedang menyamar.
Disisi lain, Joy yang sedang menjelaskan kepada para pengganti Queen dan Al yang sudah bersiap untuk masuk ke bandara. Dan beberapa orang yang sudah dipersiapkan untuk menjadi mata-mata lain dalam mengawasi peran pengganti Al dan Queen.
"Kalian berdua sudah mengerti dengan penjelasan ku?" tanya Joy.
"Sudah tuan." Jawab mereka yang mengerti. Topeng kulit yang dipakai oleh dua orang yang menyamar menjadi Queen dan Al sudah dipasang di wajah.
Setelah mereka melakukan briefing atas segala rencana, mereka mulai bertindak sesuai dengan rencana. Al dan Queen palsu sudah berada di mobil masing-masing dan masuk ke Bandara sesuai dengan pintu masuk alamat tujuan.
Queen palsu yang sudah menunggu di lobby setelah menyerahkan paspor perjalanan. Ia ingin pergi ke toilet. Namun ternyata dua orang mengikuti masuk ke dalam toilet. Ia masuk ke dalam pintu toilet dan dua orang yang mengikuti tadi, satu orang masuk dan satu orang di luar. Pintu toilet di tutup dan di pasang dengan tanda masih dalam perbaikan toilet.
Dua orang yang mengikuti Queen palsu menggunakan kursi roda. Seorang yang mendorong memasukkan ke dalam toilet. Sementara yang seorang lagi di luar pintu.
Setelah seorang yang berada di luar pintu toilet itu meletakkan tanda berwarna kuning, ia pergi menjauh dari tempat itu namun tetap mengawasi. Seorang yang berada di dalam toilet mengeluarkan sebuah bom asap yang berisi digelindingkan ke pintu Queen palsu masuk.
Menyadari adanya hal yang dicurigakan, Queen palsu langsung merapikan pakaiannya lalu keluar membuka pintu untuk menghadapi orang yang ada di depan. Namun belum sempat bertindak, tenyata seseorang yang berada di depan dengan mudahnya memberikan sapu tangan yang sudah diisi dengan obat bius tingkat tinggi.
Queen palsu dengan seketika tidak sadarkan diri setelah dibongkar dengan sapu tangan yang diberikan orang itu. Melihat ia pingsan, seseorang itu memapah tubuh Queen palsu.
"Siapkan dengan cepat." Jawab seseorang yang di dalam toilet mengabari seorang yang ada di luar.
__ADS_1
Seseorang itu dengan cepat memapah Queen palsu untuk di dudukan di atas kursi roda. Lelaki itu merapikan posisi Queen palsu di atas kursi roda dan salah satunya adalah meletakkan kerudung kepada Queen palsu untuk menutupi wajahnya.
Setelah menurut lelaki itu sudah selesai, lelaki itu mendorong kursi roda tempat Queen duduk untuk keluar dari toilet. Ia yang sudah mendapatkan kabar bahwa aman di luar untuk mengeluarkan Queen palsu pergi.
Doa melewati jalanan dengan mudah hingga sampai di depan sebuah mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua.
"Awal yang bagus. Cepat masuk!" jawaban supir yang mengemudi mobil.
"Oke." Jawab lelaki itu.
Lelaki itu mengangkat tubuh Queen dari kursi roda ke kursi mobil belakang. Mereka pergi membawa Queen dengan menggunakan mobil Fortuner berwarna hitam.
Sementara di tempat lain, Al palsu ya sudah masuk ke dalam pesawat dengan sesuai nomor kursi. Al palsu berjalan dari pintu masuk pesawat dan mencari nomor kursi yang sesuai dengan tiket penerbangan yang telah di pesan.
Satu persatu, kursi yang berada di dalam pesawat terisi dengan para penumpang. Setelah beberapa menit, akhirnya pesawat sudah sampai di atas awan.
Seseorang dengan wajah yang cukup seram berjalan dari lorong kursi penumpang ke arah Al palsu duduk.
"Tuan kami meminta berbicara dengan Anda." Ucap lelaki itu.
"Aku?" tanya Al palsu.
"Iya " Jawabnya.
"Siapa tuan kali?" tanya Al palsu untuk memastikan siapa yang telah memanggil dirinya.
"Apakah ini adalah kenalan dari tuan besar?" tanya Al palsu dalam hati.
"Anda mengenalnya, setelah masuk juga tidak mungkin akan terkejut." Jawab lelaki itu.
__ADS_1
"Ada perlu apa sampai saya harus memenuhi permintaan Tuan kalian untuk bertemu denganku?" tanya Al palsu yang seolah-olah telah menjadi Al asli dengan bersikap dingin.
"Karena ini membahas tentang pribadi a
Anda? Ini adalah hal penting, jika anda tidak ingin mungkin ada sesuatu yang terjadi. "Jawab seseorang itu.
"Dimana tuan mu?" tanya Al palsu.
"Silahkan ikut dengan saya." Jawab seseorang dengan mempersilahkan tangannya memberikan penghormatan kepada Al palsu.
"Oke aku akan ikut." Jawab Al dalam hati.
Al yang tidak mengatakan apapun namun mengikuti seseorang itu dari belakang langkahnya. Mereka berdua berjalan dari dua orang kursi pesawat.
Al palsu di bawah pergi dari pusing tempat duduknya menuju ke depan pesawat. Lebih tempatnya adalah ruangan yang berada dari belakang ruangan pilot dan asistennya.
"Untuk apa lagi lelaki ini mengajakku berjalan menuju ke tempat yang seperti ini?" tanya Al palsu dalam hati.
"Silahkan masuk nona, Tuan Saya sudah menunggu lama di dalam ruangan." Ucap seseorang itu.
"Aku tidak menyangka bahwa bisa bertemu dengan mu lelaki brengsek! yang ternyata adalah seorang anak dari direktur utama yang berada di dalam perusahaan Altaric yang sebenarnya." tanya seseorang itu dengan memberikan salam pertama dengan penuh dengan candaan yang sedang di kode untuk selesai acara, selesai acara segera untuk istirahat.
"Duduk lah." Jawab seseorang orang itu yang masih membalik.
"Terimakasih.," Jawab Al palsu yang mengucapkan terimakasih kepada seseorang yang telah menyakitinhay Jadi kami tidak begitu memaksanya untuk ikut bersama dengan lingkungan.
Al palsu yang melihat ada ruangan di dalam pesawat yang begitu mewah seperti hotel bintang 5. Lelaki lainnya yang berangkat kerja atau sedang tidak ada biaya dengan orang lain sudah selesai.
Al palsu yang tiba-tiba meninggalkan makanan merasa bahwa apa yang dikawatirkan olehnya terbukti bahwa seseorang tidak selamanya bisa mendapatkan apa yang di inginkan
__ADS_1
s