
Zaki yang memasuki sebuah rumah sakit untuk mengambil tes DNA yang diambil olehnya dari sampel air liur Queen dan sampel Almarhumah Princess Abraham.
"Bagaimana dengan hasilnya dok?" tanya Zaki kepada seorang dokter yang memberikan hasil tes DNA.
"99% cocok Tuan Zaki." Jawab dokter.
"Benarkah?" tanyanya lagi.
"Iya." Jawab Zaki.
"Bagaimana mungkin ini bisa cocok? Bukannya anak dari nona Princess sudah meninggal bersamaan dengan kecelakaan itu?" tanya Zaki dalam hati.
"Ada lagi yang ingin di tanyak kan?" tanya dokter.
"Apakah ini benar?" tanya Zaki yang belum mempercayai hasil tes DNA itu.
"Sudah tuan. Saya sudah melakukan 3 kali tahapan pemeriksaan. Seperti yang sudah anda perintahkan untuk melakukan beberapa kali percobaan." Jawab Dokter.
"Baiklah. Terima kasih." Jawab Zaki langsung membawa hasil tes DNA dan pergi meninggalkan rumah sakit.
Zaki langsung menuju ke tempat John. Tiba di kamar John, Zaki langsung melaporkan hal itu.
John yang sedang duduk di kursi roda sambil memandangi pemandangan di luar jendela kaca yang berada di rumahnya. Zaki penutupan pintu kamar John lalu dipersilahkan oleh John untuk masuk.
"Tuan, hasil tes sudah keluar." Jawab Zaki.
"Tes DNA?" tanya John dengan menggerakkan kursi rodanya ke arah Zaki berdiri.
"Iya tuan," jawab Zaki dengan berjalan mendekati John dan memberikan hasil tes DNA itu kepadanya.
"Bagaimana dengan hasilnya?" tanya John.
"99% cocok." Jawab Zaki.
"Benarkah? Jadi dia benar-benar adalah cucu kandungan ku?" tanya John.
"Sepertinya." Jawab Zaki.
"Kenapa wajah mu seperti itu?" tanya John.
"Entahlah tuan, Aku tidak tahu harus menjawab seperti apa." Ucap Zaki yang takut berpendapat.
__ADS_1
"Mengapa?" tanya John.
"Ini semua seperti sebuah kebetulan di saat yang tepat." Jawab Zaki.
"Maksud mu?" tanya John.
"Tuan sudah begitu ingin menyerahkan semua aset kekayaan kepada tuan Biel. Jika memang sejak lama ingin menyerahkan seluruh harta warisan ini untuknya mengapa masih ragu? Aku tahu tuan Biel bukan anak kandung mu. Dan keraguannya selama ini karena melihat tingkah lakunya yang tidak sesuai dengan kriteria yang kamu inginkan. Maaf jika saya berpendapat." Jawab Zaki.
"Aku mengerti apa yang kau katakan. Kau sudah ikut dengan ku selama ini dan wasiat yang telah ditinggalkan oleh ku sejak dulu tidak pernah berubah. Bahwa Biel hanya mendapatkan 30% dari kekayaan ku sedangkan Princess memiliki 70% kekayaan ku. Dan untuk saat ini, Biel hanya ku beri 10% saja." Jawab John.
"Apa kau takut bahwa ini adalah ulah Biel?" tanya John.
"Iya." Jawab Zaki.
"Apakah dia mengetahui tentang hal ini?" tanya John.
"Tidak ada orang yang mengetahui tentang keberadaan Queen selain kita berdua. Tapi aku juga tidak menjamin orang lain tidak mengetahui." Jawab Zaki.
"Begini saja, bukan kah kita berdua mengetahui bahwa kecelakaan yang terjadi waktu itu begitu sangat bersih seperti kecelakaan murni. Tapi semakin bersih sebuah bencana maka semakin banyak hal yang di sembunyikan. Hingga saat ini kita tidak menemukan apapun bukti bahwa kecelakaan itu adalah ulah orang lain." Jawab John.
"Cari tahu semua informasi tentang latar belakang Queen. Setelah itu, laporkan kepada ku." Jawab John lagi.
"Baik tuan. Maaf jika aku berkata seperti itu." Jawab Zaki.
"Baiklah. Saya undur diri." Jawab Zaki.
Disisi lain, Queen yang terbangun dari tidurnya ingin pergi ke kamar mandi. Namun saat kakinya menyentuh lantai, terinjak tubuh Al yang berbaring tidur di bawah tempat tidur Queen.
"Auuuuu." Ucap Al yang terbangun kesakitan karena perutnya diinjak oleh kaki.
"Kau!" Jawab Queen yang terkejut sehingga membuat dirinya terjatuh dengan posisi duduk di atas tempat tidur.
"Queen kau menginjak perut ku." Jawab Al.
"Siapa yang menyuruhmu untuk tidur di bawah." Jawab Queen.
"Jadi aku harus tidur bersama dengan mu?" tanya Al dengan berdiri dan mendekati Queen yang sedang duduk.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Queen.
"Hanya ingin membantu mu." Jawab Al dengan membawa dorongan tiang infus dan membantu Queen berjalan.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku bisa sendiri." Jawab Queen yang berdiri dan langsung mengambil tiang infus untuk didorong menuju ke kamar mandi. Menutup pintu kamar mandi dengan begitu kuat.
"Baguslah jika wanita itu telah sadar dan sepertinya baik-baik saja." Jawab Al.
Baru saja ingin menunggu aku ini yang keluar dari kamar mandi, tiba-tiba Al mendapatkan sebuah telepon dari Joy.
"Bos, ada yang ingin aku bicarakan. Segera ke kantor." Jawab Joy lewat telepon.
"Baiklah." Jawab Al yang menutup ponselnya.
Al meninggalkan sebuah pesan dengan memo kertas yang diletakkan di meja dekat lampu tidur. Al buru-buru meninggalkan apartemen Queen dan bergegas pergi menuju ke kantor.
Al yang telah sampai ke kantor langsung menemui Joy.
"Ada apa?" tanya Al.
"Bos harus lihat ini." Jawab Joy.
"Apa itu?" tanya Al.
Joy ya sudah beberapa kali ingin mencari informasi tentang Queen namun tidak mendapatkan indentitas aslinya. Indentitas nya di sembunyikan negara A. Bahkan di kota A dia hanya sebagai murid biasa saja dan tidak menonjol.
"Bagaimana bisa data seorang siswa bisa di blokir oleh negara jika dia bukan orang biasa . Lebih tepatnya identitas miliknya rahasia negara?" tanya Joy.
"Aku kira terjadi kenapa? Ternyata hanya soal ini." Jawab Al.
"Maksud Anda?" tanya Joy.
"Entah sebuah kebetulan atau takdir. Tidak heran jika aku berfirasat bahwa lelaki itu yang melakukannya." Jawab Al.
"Lelaki itu?" tanya Joy.
"Alex, dia sudah merencanakan semua ini. Bisa kemungkinan bahwa ada bahaya yang tidak bisa di lakukan olehnya sendiri sehingga dia meminta bantuan ku." Jawab Al.
"Baik aku persingkat. Queen adalah anak yang di asuh oleh Alex. Alex adalah laki-laki yang tidak bisa aku sebut nama ya begitu saja kepada kalian, seseorang yang selalu aku sebut dengan guru ku." Jawab Al.
"Guru Anda?" tanya Joy.
"Iya. Aku juga tidak tahu mengapa alasannya ia meminta bantuan ku. Tetapi yang pasti aku sudah jatuh hati dengan anak yang di asuh oleh ya sebelum ia mengirimkan email untuk menjaga anaknya itu." Jawab Al.
"Jadi yang harus kau lakukan, fokus saja dengan perusahaan. Untuk masalah itu, berhenti sampai di sini. Dan serahkan semua kepada ku. Aku akan mencari tahu kebenaran nanti." Jawab Al kepada Joy.
__ADS_1
"Yang terpenting aku sudah dapat memastikan bahwa wanita itu adalah benar Queen Aleska bukan Sella Queen. Tebakan ku ternyata benar. Dia hanya berpura-pura menjadi Sella Queen. Dan benang merah ini terlalu panjang. Tapi yang terpenting apapun pertanyaan yang belum aku dapatkan. Perlahan akan aku temukan jawabannya. Yang terpenting bagaimana mendapatkan kepercayaan Queen untuk masuk ke dalam kehidupannya." Jawab Al dalam hati.