
"Aku mengerti Ayah, bagaimana pun aku juga ingin kalian selamat. Mendapatkan kabar dari kalian membuat ku khawatir dan ingin sekali menemui kalian dengan segera. Namun, tidak ingin membuat musuh mengetahui hal ini." Jawab Queen yang menjawab Bram dengan memotong percakapannya.
"Ayah, Mama. Perkenalkan dia Altezza Altaric, suami ku." Jawab Queen.
"Apa? Suami? Mama gak salah dengar?" tanya Stella.
"Suami? Kapan kalian menikah?" tanya Bram.
"Dia mengakui aku sebagai suaminya?" tanya Al sambil senyum-senyum dan bahagia sekali di dalam hati sambil melihat Queen yang sedang berbicara.
"Al, ini Ayah dan Mama aku." Jawab Queen yang memperkenalkan Al kepada mereka berdua.
"Ayah, Mama. Perkenalkan saya Altezza Altaric, bisa di panggil Al." Jawab Al kepada mereka dengan memperkenalkan diri sambil membungkuk tubuh ya.
"Mama, Ayah. Kita duduk dulu." Jawab Queen yang membuat mereka berdua untuk duduk terlebih dahulu.
"Baiklah " Jawab Bram yang menganggukkan kepalanya.
"Queen kau harus menjelaskan semua ini dengan jelas." Jawab Stella.
Al juga di gandeng oleh Queen untu berjalan dan duduk di sofa. Mereka berdua duduk di sofa dengan menghadap Stella dan Bram.
"Aku memutuskan untuk menikah dengan Al karena beberapa kejadian yang terjadi selama di sana. Al selalu menjadi pelindung untuk ku." Jawab Queen.
"Maksud Queen dengan kejadian?" tanya Bram yang langsung memotong pembicaraan.
"Penculikan, penyebaran hoax untuk mencoreng nama baik ku, penembakan dan juga terakhir adalah saat aku jatuh ke jurang." Jawab Queen.
__ADS_1
"Apa? Siapa yang telah melakukan hal ini?" tanya Stella.
"Inilah yang paling aku takutkan ketika kau pergi ke sana." Jawab Bram.
"Ayah dan Mama juga sudah mengetahui bahwa aku bukan anak kandung kalian. Dan keluarga asli ku adalah keluarga Abraham. Aku sudah bertemu dengan Kakek kandung ku, John Abraham dan Paman ku, Biel Abraham." Jawab Queen yang menjelaskannya.
"Kau bertemu dengan mereka? Bagaimana mungkin secepat itu?" tanya Bram.
"Yang telah lama hilang tidak akan selama ya hilang. Jika pada akhirnya akan di pertemukan maka akan bertemu. Saat itu aku ikut dengan teman satu kampus untuk makan siang bersama dengan keluarga ya. Dan keluarga ya sedang makan siang bersama John."
"Saat itu, John diam-diam untuk menyelidiki ku dengan mencoba tes DNA. Dan semuanya terjadi begitu saja. Hingga akhirnya dia mengumumkan bahwa aku adalah cucunya di pesta ulang tahun John." Jelas Queen kepada Bram dan Stella.
"Jadi karena alasan itu juga anak kesayangan ayah harus mengalami hal-hal seperti itu. Kenapa tidak langsung kembali dan bergabung bersama kami." Jawab Stella.
"Ma, Ayah, biarkan aku menghadapi apa yang seharusnya aku hadapi. Aku juga ingin mengetahui dengan jelas tentang kematian orangtua kandung ku. Dan juga aku tidak ingin kalian berdua seumur hidup harus lari dari mereka. Sudah cukup penderita kalian selama ini." Jawab Queen.
"Iya. Semua ini kami lakukan untuk mu. Tapi kenapa kau harus menanggung beban semua ini bahkan harus menikah di usia muda?" tanya Bram.
"Ini adalah keputusan Queen sendiri tanpa paksaan. Lagi pula dengan aku menikah, aku bisa memiliki perlindungan dan juga bisa melindungi kalian." Jawab Queen.
"Jelaskan lebih detail tentang hal itu, bagaimana bisa memutuskan untuk menikah?" tanya Stella kembali.
"Seperti yang sudah aku katakan kepada mama dan ayah bahwa aku menikahi Al karena dia telah menyelamatkan aku beberapa kali." Jawab Queen.
"Tepatnya saat ada yang menyerang ku di apartemen. Aku memutuskan hal itu karena pertimbangan Al yang jatuh cinta kepada ku dan mampu menjaga ku dengan baik." Jawab Queen.
Al sejak tadi sudah bahagia sekali hanya melihat Queen menjelaskan tentang dirinya kepada kedua orangtua asuh Queen dengan begitu bangganya.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa jatuh cinta dengan anak ku? Apa kau memiliki maksud tujuan yang tidak baik?" tanya Bram langsung karena khawatir bahwa Al itu adalah orang jahat.
"Bagaimana pertama kali kalian bertemu." Jawab Stella yang memberikan pertanyaan juga.
"Mama, ayah. Satu-satu bertanya ya. Jangan membuat Al menjadi canggung." Jawab Queen.
"Tidak apa-apa. Aku akan menjawab semua pertanyaan dari orangtua mu. Sudah sewajarnya mereka khawatir jika anaknya jatuh ke tangan orang yang salah." Jawab Al yang tersenyum dengan mengelus kepala Queen.
"Aku bertemu Queen ketika di pesawat. Jika dalam novel, dongeng maupun drama romantis mengatakan bahwa cinta pandangan pertama. Saat itulah yang aku rasakan kepada Queen. Saat itu juga aku mencari tahu tentang Queen dan juga memutuskan untuk mendapatkannya." Jawab Al kepada Stella menjawab dari pertanyaan dirinya.
"Soal tentang maksud tujuan yang tidak baik terhadap Queen itu apa? Jika aku menikahinya karena nafsuku, kenapa harus repot-repot berusaha mendapatkan Queen yang bahkan sampai saat ini saya tidak tahu apakah dia mencintai saya dengan tulus atau tidak. Tapi mendengar dia mengakui saya di depan kalian dan juga dengan bangga dengan memperkenalkan saya kepada kalian sudah membuat ku benar-benar di terima olehnya. Kalian juga sudah paham bahwa Queen mengatakan menikah dengan ku karena aku menyelamatkan nyawanya beberapa kali. Dan jika hanya sebagai nafsu semata, aku bisa mendapatkan gadis seperti apapun yang aku mau." Jawab Al yang memberikan logika kepada Bram dan Stella.
"Maksud dari kalimat terakhir mu?" tanya Bram yang tegas dengan memberikan aura seram kepada Al.
"Tentu saja karena aku memiliki uang. Jika aku menikahi Queen karena harta, aku lebih kaya dari pada Queen." Jawab Al lagi.
"Atau mungkin, Ayah dan Mama berfikir bahwa aku adalah orang suruhan dari keluarga Abraham untuk mendekati Queen lalu membunuh ya? Jika aku ingin membunuh ya tidak perlu repot-repot untuk menyelamatkan ya. Lagi pula aku tidak terbiasa di perintahkan orang kecil." Jawab Al dengan tegasnya.
"Aku berjanji di hadapan kalian berdua untuk melindungi dan menyayangi Queen seumur hidup ku. Maka aku memohon doa restu kalian berdua." Jawab Al dengan memberikan penghormatan sambil duduk dan bersujud kepada Bram dan Stella.
"Ini orang memang susah di tebak. Tapi tidak seharusnya dia melakukan hal itu." Jawab Queen dalam hati melihat Al yang bersujud di hadapan orangtua asuhnya.
Bram dan Stella saling menatap satu sama lain melihat Al yang bersujud memohon doa restu kepada mereka berdua. Walaupun kalimat yang di ucapkan oleh Al itu terdengar sombong namun menyakinkan bahwa dia tidak memiliki maksud jahat. Dia berkata jujur dengan mimik wajah yang terlihat dari dirinya itu.
"Queen bisa ikut dengan kami. Kami ingin berbicara dengan mu." Jawab Bram yang berdiri dan di ikuti oleh Stella yang juga berdiri
Mereka bertiga berjalan meninggalkan Al yang masih bersujud.
__ADS_1