Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 130


__ADS_3

**Selamat Membaca Readers Tersayang 🔥🔥🔥


Jangan lupa like, komentar, vote and hadiah❤️❤️❤️


Terima kasih atas segala dukungannya❤️***


Elena yang berada di samping tenda Queen dan Fiona tidak mendengarkan apapun yang ingin dia dengarkan karena suara mikrofon dari pemandu telah terdengar ke seluruh area camping bahwa mereka harus berkumpul segera agar diadakan acara permainan.


Semua orang bergegas mendatangi suara itu dan berbaris. Para pendamping dan pemandu sudah berdiri menunggu kedatangan para mahasiswa-mahasiswi yang mengikuti acara camping. Termasuk Queen dan Fiona yang bergegas pergi menuju ke arena.


Saat ini, mereka semua sudah berbaris rapi di hadapan para pemandu dan pendamping mereka masing-masing. Pemandu mulai memberikan sebuah perintah yang akan dilakukan oleh mereka dalam acara permainan hari ini.


"Baiklah, kami semua sudah memutuskan sebuah permainan yang akan dilakukan oleh 10 orang di setiap grup yang akan dibagikan menurut pendamping masing-masing." Ucap pemandu.


"Grup? 10 orang?"


"Iya. Kalian akan diberikan sebuah permainan yang akan berpetualang di hutan mencari beberapa hal yang dapat kalian dapatkan secara tidak sengaja. Contoh tumbuhan yang dapat dimakan atau dikonsumsi oleh manusia. Dan kalian akan diberikan pelajaran untuk hidup di dalam hutan. Masing-masing akan diberikan 1 orang pemandu yang sudah berpengalaman dalam rute hutan ini." Jawab Pemandu menjelaskan.


"Belajar bertahan hidup?" tanya mereka lagi.


"Iya. Kalian akan berada di dalam hutan tanpa makanan dan minuman selama 3 jam kedepan." Jawab Pemandu.


"Kalian hanya perlu membawa sebuah notebook dan juga pulpen untuk mencatat segala sesuatu yang kalian temukan di dalam hutan sesuai dengan penjelasan dari pemandu kalian masing-masing. Jadi setiap kelompok akan memiliki perbedaan dalam buku catatannya selama 3 jam di dalam hutan." Jelas pemandu lagi.


"Baiklah, tidak untuk mengurangi waktu maka saya persilahkan kepada para pendamping untuk segera membuat kelompok yang masing-masing terdiri dari 10 orang." Jawab pemandu.


Semua pendamping mulai membacakan satu persatu kelompok mereka termasuk Grace. Grace yang mendampingi 30 orang mahasiswa sehingga terdapat tiga grup. Queen, Fiona, Elena, Arya Yosi memiliki kesempatan menjadi satu tim yang telah ditentukan oleh Grace sendiri.

__ADS_1


Mereka yang mendengarkan namanya dipanggil oleh Grace dalam satu grup langsung saling pandang memandang karena tidak setuju dengan apa yang telah dibacakan oleh Grace.


"Apa?" tanya Yosi yang langsung heboh mendengarkan hal itu.


"Ha?" tanya Fiona yang tidak setuju dengan keputusan itu.


Namun, Queen dan Elena hanya diam dan saling memandang lalu membalikkan padangannya lagi.


"Ini sebuah kesempatan untuk membuat mu celaka. Sesuai rencana." Jawab Elena dalam hati.


"Elena bagaimana ini? Apakah kau mau satu kelompok dengan Queen?" tanya Yosi.


"Tidak apa? Sudah menjadi keputusan Ibu Grace, mau tidak mau kita harus menerimanya." Jawab Elena dengan sangat baik.


"Jangan sampai mereka mencari gara-gara." Jawab Fiona yang sedang berbisik kepada Queen.


Pemandu mulai memberikan komando untuk berbaris sesuai dengan kelompok mereka masing-masing lalu membagikan 1 pemandu kepada setiap kelompok.


Pemandu kelompok Queen sebenarnya adalah seorang pemandu yang dibayar oleh Eldon, ayah Elena. Mereka sudah merencanakan hal yang tidak baik sejak seminggu yang lalu. Namun, keberuntungan di tangan mereka. Tanpa harus melakukan kan sesuai rencana agar Queen mendapatkan pemandu yang sudah mereka bayar. Tapi pemandu itu sudah menjadi pemandu Queen dengan sendirinya.


Pemandu itu dipanggil sebagai Eza. Mereka berkenalan dengan 1 kelompok dan juga dengan pemandu mereka. Mereka mulai membawa catatan dan bergerak masuk ke dalam hutan untuk melaksanakan game yang telah di tentukan.


"Baiklah, kita ambil ke arah barat saja." Jawab Eza kepada kelompok mereka.


"Yang pertama kita akan masuk ke dalam hutan dan ingat apa yang telah aku katakan tadi bahwa yang terpenting adalah keselamatan kalian. Kita tidak perlu terlalu jauh untuk masuk ke dalam hutan jika apa yang kita temukan sudah cukup untuk membuat kita kembali lagi ke camping."


"Dan kalian yang satu kelompok harus saling menjaga satu sama lain. Jangan ada sampai tertinggal." Jawabnya dengan sangat ramah karena sering tersenyum dihadapan semua orang sehingga menutupi bahwa dia sebenarnya adalah seorang pembunuh.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam hutan dan bertemu tanaman jamur yang tidak berbahaya untuk di konsumsi.


"Berhenti." Ucap Eza kepada mereka.


"Ada apa pak?" tanya Arya yang berada di belakang meja yang telah memimpin mereka berjalan menelusuri hutan.


"Lihat, kita menemukan sebuah tumpukan jamur yang dapat dikonsumsi oleh manusia." Jawab Eza yang menunjukkan ke arah kanan terdapat sebuah jamur yang tumbuh.


" Jenis jamur sulphur shelf atau jamur ayam hutan berwarna oranye terang atau kekuningan. Rasanya unik menyerupai daging ayam. Jamur Laetiporus sulphureus ini tumbuh dalam kelompok dengan susunan seperti laci."


"Namun hati-hati sebelum mengonsumsi jamur ayam hutan sebab ada jenis jamur berbahaya dengan bentuk serupa. Biasanya, jamur pemicu alergi yang mirip sulphur shelf ini tumbuh di tumbuhan runjung atau konifer."


"Sama seperti sebagian besar jamur lainnya, jamur ayam hutan mengandung nutrisi berupa serat, vitamin C, potasium, seng, fosfor, dan magnesium. Senyawa lain seperti polysaccharides, asam eburikoat, dan asam sinamat."


Eza yang telah menjelaskan tentang jamur yang mereka temui di dalam hutan. Dia menjelaskan dengan begitu baik dan juga sangat berpengalaman. Seluruh mahasiswa mahasiswi yang berada di dalam kelompok itu sangat menyukai Eza.


Dengan wajah tampan, ramah dan juga pintar. Itulah yang menjadi penilaian mereka terhadap Eza yang begitu baik dalam menyembunyikan identitas dirinya.


"Kalian bisa mengambil satu orang satu jamur untuk sebagai bahan pembuktian ketika penilaian camping nanti. Aku mau kalian nanti yang akan menjadi pemenangnya sebuah yang saya katakan tadi." Jawab Eza dengan tersenyum kepada mereka.


"Bapak sudah tampan, ramah, pintar juga. Saya suka bapak." Ucap Yosi.


"Benarkah seperti itu?" tanya Eza dengan tertawa kecil sambil bertanya dengan tatapan kepada mereka. Semuanya menganggukan kepalanya karena menyetujui apa yang di katakan oleh Yosi. Kecuali Queen yang tetap dengan ekspresi dinginnya.


"Saat tadi makan siang bersama dengan Fiona jadi teringat dengan si Bobo ( Serigala peliharaan Queen di hutan, lihat episode 2). Ah aku rindu bermain bersama dengannya di dalam hutan." Jawab Queen yang sedang memikirkan hal lain. Sedangkan yang lain sedang sibuk mengagumi Eza


"Queen!" panggil Fiona yang melihat Queen sejak tadi melamun saja. Queen lebih fokus dengan melihat pemandangan sekitar. Sejak tadi tidak seperti sedang mendengarkan penjelasan dari Eza. Queen sejak tadi hanya fokus terhadap kerinduannya pada kampung halaman yang bisa bermain bersama dengan Bobo di hutan.

__ADS_1


__ADS_2