Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 102


__ADS_3

Al yang telah menemukan sandal itu langsung menuju ke lemari pakaian menemui Queen. Queen yang masih memakai baju setelah memakai celana terlihat oleh Al. Al melihat dari punggung Queen.


"Maaf. Tidak sengaja." Jawab Al yang langsung membalikkan badannya.


Queen yang tidak mengetahui bahwa Al masuk dan melihatnya mengganti pakaian. Al langsung berjalan kembali dan menunggu di pintu lemari pakaian ganti.


Queen keluar setelah menggunakan pakaian piama berwarna hitam dengan lengan pendek dan celana pendek di atas dengkul.


"Sudah tau datang bulan, tapi tetap saja sembarangan tidak memakai sandal." Jawab Al yang meletakkan sandal di depan Queen.


Queen yang hanya melihat Al lalu memakai sandal yang di berikan kepadanya.


"Bagaimana sakitnya?" tanya Al.


"Hilang timbul. Saat ini sudah tidak sakit hanya keram sikit." Jawab Queen dengan wajah pucat berjalan ke arah tempat tidur.


Pelayan datang membawa minuman jahe madu dan kunyit yang di jadikan satu untuk di minum oleh Queen.


"Nona silahkan di minum, mungkin bisa sedikit meredakan sakit ya." Jawab pelayan.


"Terima kasih." Jawab Al mengambil gelas itu dan mencoba meniupkan agar dingin dan dapat diminum oleh Queen.


"Jangan di tiup. Biarkan saja uap panasnya naik. Letakkan saja di meja itu dulu. Nanti aku akan meminumnya." Jawab Queen yang duduk menyandar tempat tidurnya.


"Oh, oke." Jawab Al yang menuruti kemauan Queen. Dan membantu Queen merapikan bantal untuk sandaran Queen. Dan Al duduk di samping Queen. Merek berhadap-hadapan.


"Bibi bisa aku meminta untuk menyediakan kantong untuk air hangat?" tanya Queen.


"Baik nona akan saya carikan." Jawab Pelayan lalu pergi mencari apa yang diminta oleh Queen.


"Apakah masih sakit?" tanya Al lagi benar-benar terlihat wajahnya sangat menghawatirkan Queen.


"Apa perlu aku mau nelpon Sam untuk data memeriksamu?" tanya Al


Queen tertawa kecil melihat tingkah Al.

__ADS_1


"Kok tertawa? Aku sedang bertanya kepada mu." Jawab Al.


"Terima kasih telah mengkhawatirkan aku. Lihat Aku tidak apa-apa." Ucap Queen kepada Al.


"Tapi...." Al yang belum siap menyelesaikan kalimatnya langsung dipotong oleh Queen dengan memegang tangan Al yang berada di depannya.


"Aku baik-baik saja. Ini adalah gejala normal. Hampir semua perempuan mengalami keram di saat menstruasi. Cukup meminum obat pereda sakit, ramuan, kompres dan istirahat yang cukup akan memulihkan dengan sendirinya." Jawab Queen.


"Jadi maksud mu setiap bulan kau merasakan sakit seperti ini?" tanya Al.


"Iya. Keram perut ini akan hilang timbul atau seterusnya tergantung pola makan dan juga fikiran yang memicunya. Mungkin kali ini sampai seperti ini karena banyak hal yang sedang aku pikirkan." Jawab Queen.


"Jangan memikirkan apapun, cukup memiliki aku saja. Aku tidak akan menjadi beban fikiran, hati dan hidup. Aku akan melindungi dan menyayangi mu dengan baik." Jawab Al yang sempat-sempatnya memberi gombalan kepada Queen.


"Sudahlah." Jawab Queen melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Al. Queen mengambil gelas itu. Perlahan-lahan meminumnya.


"Apakah tidak pahit? Enak atau bagaimana?" tanya Al yang melihat wajah Queen ketika meminum air pada gelas itu wajahnya berubah ubah.


"Tidak apa-apa. Ini jauh lebih baik di konsumsi dibandingkan dengan obat-obatan. Aku tidak suka meminum obat. Sama seperti botol kemasan yang aku suruh beli tadi. Tapi buatan bibi jauh lebih sehat di bandingkan dengan yang lainnya." Jawab Queen yang sudah menghabiskan air pada gelas itu.


Queen tersenyum kecil dan menerima madu itu .


"Istirahatlah." Jawab Al setelah melihat Queen sudah meminum madu. Queen menerima perlakuan Al yang memerintah ia untuk istirahat dan tubuhnya di selimuti.


"Apakah mau makan dulu sebelum tidur?" tanya Al.


"Tidak." Jawab Queen.


"Baiklah, istirahat saja. Aku akan menunggu disini mengawasi." Jawab Al yang menarik selimut untuk Queen.


"Tidak perlu, biarkan aku istirahat saja." Jawab Queen.


"Tidak, aku tetap di sini." Jawab Al.


"Auhhh, keram ya kembali." Jawab Queen yang memegang perut ya yang sakit.

__ADS_1


"Tuan ini banyak kompres." Jawab Pelayan.


"Bawa kemari Bibi." Jawab Al.


"Bibi kembali saja istirahat." Jawab Al.


"Baik tuan, jika anda memerlukan aku silahkan segera beri tahu." Jawab Pelayan.


"Iya." Jawab Al.


"Al bawa kemari bantal kompres itu." Jawab Queen sambil memegang bantal kompres itu.


"Biar aku yang melakukan. Aku berbaring saja." Jawab Al.


"Apakah di sini?" tanya Al yang meletakkan ke atas perut Queen.


"Di buka dulu agar menyerap panasnya." Jawab Queen yang sudah tidak berdaya karena rasa sakit itu semakin sakit


"Hmm... seperti ini?" tanya Al yang takut-takut untuk membuka baju Queen. Queen sendiri yang menaikkan baju dan Al langsung meletakkan kompres itu.


Queen tanpa berpikir untuk menahan rasa sakit memegang tangan Al dan menekannya. Al yang menahan cengkraman Queen yang begitu kuat hanya terdiam melihat Queen yang benar-benar seperti orang yang sedang kesakitan.


"Apakah ini di ganti lagi?" tanya Al yang bertanya bahwa air yang ada di dalam bantal kompres itu sudah tidak hangat lagi. Queen hanya mengangguk dengan meminjamkan matanya sambil mencengkram tangan Al.


"Tunggu sebentar di sini " Jawab Al yang melepaskan cengkraman Queen dan membawa kompres bantal ke toilet. Air dari bantal kompres itu dibuang lalu diganti dengan air hangat yang ada di dalam kamar mandi. Al melihat bekas cengkraman Queen pada tangan yang merah.


Al melihat Queen mencengkeram bantal untuk menahan sakitnya. Al berjalan mendekati dan meletakkannya bantal kompres itu ke atas perut Queen kembali. Al terus mengulangi hal itu hingga membuat Queen tertidur pulas.


"Sepertinya sudah tidak sakit lagi sehingga ia sudah tertidur dengan pulas. Obat herbal itu telah bekerja walaupun sedikit lama." Jawab Al kepada Queen yang tertidur.


Al yang kelelahan, meletakkan bantal kompres itu di atas meja di samping tempat tidur. Al merapikan kaki Queen untuk di luruskan dan selimut yang berantakan tadi dirapikan oleh Al dan menariknya untuk menutupi tubuh Queen.


Al yang menguap karena telah kelelahan sehingga membuatnya juga ngantuk. Al berjalan ke arah depan untuk tidur di samping Queen tanpa berfikir hal ini akan membawa bencana mendatang.


Al hanya memikirkan bahwa dirinya harus istirahat dan tetap dekat dengan Queen. Ia tidak ingin ada sesuatu yang akan terjadi pada Queen. Sehingga, saat Queen membutuhkan bantuan, Al akan siap dengan sedia dan cepat karena berada di dekat Queen.

__ADS_1


Al membaringkan tubuhnya dan memeluk Queen dalam tidurnya sambil melihat Queen yang sudah tertidur pulas tanpa terbangun.


__ADS_2