Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 202


__ADS_3

Queen yang tiba lebih dahulu di sebuah restoran keluarga khas Tiongkok yang cukup terkenal di Boyalia. Queen turun dari taksi dan ingin membayar namun ternyata sudah di bayar lebih dulu oleh Al.


"Sudah di bayar nona." Jawab Supir yang melihat Queen menyerahkan dua buah lembar uang.


"Sudah di bayar?" tanya Queen.


"Iya Nona, bos besar langsung yang sudah membayarnya." Jawab supir dengan tersenyum.


"Terimakasih." Jawab Queen sedikit terdiam lalu keluar dari taksi.


"Lumayan juga Al bisa berfikir menjemput ku dengan sebuah taksi bukan mobil mewah yang biasa dilakukan olehnya." Jawab Queen dalam hati sambil berjalan memasuki restoran.


"Selamat datang nona, apakah sudah reservasi?" tanya karyawan.


"Atas nama Joy." Jawab Queen.


"Nona Queen? Silahkan ikuti kami, tuan Joy juga belum tiba." Jawab pelayan.


"Jadi aku lebih dulu sampai?" tanya Queen dalam hati mengikuti karyawan itu menuju sebuah ruangan tertutup VIP.


"Silahkan duduk Nona, mau pesan apa?" tanyanya.


"Bawakan saja yang sudah di pesankan oleh Joy." Jawab Queen.


"Baik nona, kami akan segera membawanya. Mohon bersabar menunggu." Jawab Karyawan dengan ramah.


"Iya." Jawab Queen yang tersenyum.

__ADS_1


Sementara di luar restoran, Al dan lainnya sudah tiba. Karyawan tadi juga sudah kembali ke pintu restoran setelah memberikan kabar kepada karyawan lain untuk mengantarkan pesanan di ruangan reservasi Joy. Karyawan itu menyebut kedatangan Joy.


"Selamat pagi tuan, nona Queen sudah menunggu. Silahkan ikuti saya." Jawab karyawan.


"Kakak ipar sudah tiba?" tanya Joy.


"Orang yang tepat waktu juga." Jawab Sam.


"Istri ku." Jawab Al dengan bangga berjalan mengikuti karyawan itu dari belakang. Joy dan Sam saling menatap memberi kode lalu ikut berjalan.


Al dan lainnya sudah di antar karyawan restoran ke dalam ruangan. Mereka berempat sudah di dalam.


"Jadi apa yang sudah di dapat?" tanya Queen kepada Al tanpa basa basi.


Al menyerahkan tabletnya kepada Queen. Queen menerima tablet itu dan mulai melihat apa yang di tunjukan oleh Al kepadanya.


"Aku mendapatkan ini dari komputernya. Melihat metadata dari video itu menunjukkan tanggal dan waktu yang sama saat kejadian ayah dan ibu mu. Dapat di pastikan itu adalah video detik-detik ayah dan ibu kandung mu mengalami kecelakaan di jalan anggrek. Namun seperti yang ada di berita bahwa itu adalah kecelakaan murni, padahal ada sebuah video itu saat ayah dan ibu mu mengalami kecelakaan itu mobil Biel berada di tempat kejadian." Jawab Al.


"Tapi, aku sudah mencari informasi dan mendapat informasi bahwa saat kejadian itu tidak ada CCTV jalanan tentang video itu. Dan juga Kakek mu itu mencari tahu tentang kecelakaan yang terjadi. Kakek mu juga merasa bahwa kecelakaan itu bukan kecelakaan biasa namun terencana." Jawab Al lalu mengambil tabletnya lagi untuk menunjukkan video berikutnya.


Video yang memperlihatkan seseorang sedang menyabotase mobil kedua orangtua Queen di sebuah restoran yang dekat dengan kampus Belta. Video itu di ambil dari sudut CCTV restoran.


"Ini video seseorang sedang menyabotase mobil Ayah dan Ibu?" tanya Queen.


"Iya. Metadata yang ada pada berkas video itu menunjukkan waktu sebelum kecelakaan terjadi. Dan aku mencocok waktu yang ada di metadata video pada mading. Foto Mading yang sayang ambil itu terdapat nomor-nomor aneh di setiap bagiannya pada gambar yang di tempel. Ternyata angka itu adalah tentang waktu kejadian mulai dari pukul dan tanggal. Lihat ini, 220022022000. 22.00 adalah pukul lalu di ikuti tanggal 22 bulan 2 tahun 2000." Jawab Al mengambil foto yang telah di print kepada Queen. Foto yang di maksud adalah foto Mading.


"Ini orang dengan cepatnya mendapatkan informasi pada plat mobil dan juga siapa yang ada di video. Walaupun CCTV yang ada di video masih CCTV hitam putih, dan orang yang ada di dalamnya tidak terlihat dengan jelas juga. Tapi Al bisa mengetahuinya." Jawab Queen dalam hati.

__ADS_1


"Jadi kita sudah mendapatkan barang bukti yang kuat bahwa kecelakaan yang terjadi pada Ayah dan Ibu adalah ulah paman Biel?" tanya Queen.


"Bisa di katakan seperti itu. Tapi sebenarnya ada video yang lain. Jika sayang lihat video-video lainnya, Biel sudah sering melakukan rencana pembunuhan ayah atau ibu mu. Hanya saja dia selalu gagal. Baik rencana ayah atau ibu mu yang sedang sendirian atau sedang bersama-sama. Hanya saja dia tetap gagal." Jawab Al yang menggeserkan layar di tablet untuk melihat video lainnya.


"Dan ini sudah terbukti bahwa Biel adalah dalang dari semua yang terjadi pada Ayah dan Ibu. Sedangkan Kakek tidak ada kaitannya?" tanya Queen.


"Kakek memang tidak ada kaitannya tapi tidak dengan Zaki." Jawab Al.


"Paman Zaki yang sering bersama dengan Kakek?" tanya Queen.


"Iya. Dia pernah melakukan tindakan pelecehan kepada Ibu mu dan itu ketahuan oleh Biel. Biel menyimpan itu di dalam komputernya juga. Bisa lihat ini ....." Al yang menunjukkan video lain kepada Queen.


Di dalam video itu ternyata Zaki mengatakan perasaannya kepada Ibu Queen namun mendapatkan penolakan. Ibu Zaki hampir saja di lecehkan oleh Zaki namun di tolong oleh Ayah mu yang datang dengan cepat. Mereka juga mengalami baku hantam saling bertinju." Jawab Al.


"Hipotesis yang aku dapatkan dari video itu adalah Zaki di ancam oleh Biel untuk melakukan sesuatu yang buruk kepada Ayah mu. Lihatkan dokumen-dokumen ini dan juga foto yang di dapat di dalam komputer. Di mulai dari merusak karir ayah mu namun mereka gagal. Dan itu juga campur tangan Zaki." Jawab Al.


"Mereka benar-benar gila. Paman Zaki? Karena ia mencintai Ibu membuatnya menjadi tidak waras seperti itu. Tapi kenapa dia tetap berada di pihak Kakek hingga sekarang? Kakek mengatakan bahwa dia adalah orang kepercayaannya." Jawab Queen.


"Semuanya bisa dilakukan jika memang sudah demikian. Tapi ada hal yang lebih menarik dari semua itu yang aku dapatkan di dalamnya." Jawab Al.


"Apa?" tanya Queen.


"Alasan yang kuat Biel melakukan semua itu karena harta warisan dari kakek mu John. Aku menemukan sebuah foto wasiat dalam komputer itu yang berisi ibu mu mendapatkan warisan yang lebih banyak dari Biel. Dan lebih menarik dalam wasiat itu Zaki mendapatkan 5% kekayaaan John." Jawab Al.


"Jadi dia melakukan semua ini karena harta warisan?" tanya Queen.


"Bukan hanya itu faktor utamanya. Biel bukan darah daging Kakek mu. Dia hanyalah anak panti asuhan yang di rawat oleh Kakek dan Nenek mu saat itu sejak usianya 2 tahun. Hal ini dilakukan karena Nenek mu sudah tidak dapat lagi hamil." Jawab Al yang memberikan berkas arsip dari Sam tentang hasil kesehatan rahim nenek Queen.

__ADS_1


__ADS_2