
Minal 'Aidin wal-Faizin Readers ❤️
Jangan Lupa THR Author Cukup Baca Novel Author dengan memberikan like, komentar, vote dan hadiah point' ya. Heheheh.
Sam yang mencabut infus dengan sendirinya pada tangannya dan berjalan mengambil ponselnya.
"Bibi tolong siapkan makan siang sekarang juga. Minta bantuan chef dapur rumah sakit membantu. Siapkan sekitar 6 orang untuk makan siang." Jawab Sam dalam panggilan.
"Kau mencabut infus itu dengan mudahnya." Jawab Queen yang takut dengan jarum suntik.
"Kau takut?" tanya Al yang melihat Queen sedikit berkeringat.
"Bukan takut, hanya saja melihat kamu itu dengan mudah dilakukan oleh Sam walaupun dia adalah seorang dokter." Jawab Queen.
"Benarkah?" tanya Al.
"Jika aku takut dengan jarum tidak mungkin bisa menyelamatkan mu waktu itu " Jawab Queen.
"Iya juga." Jawab Al kepada Queen.
"Sudah kalian jangan bermesraan lagi di hadapan kami." Jawab Sam kepada Al yang mengajak keluar dari ruangan.
"Ayo." Jawab Joy yang juga mengikuti mereka.
"Kau juga belum makan siang, ayo ke sana." Jawab Al yang melingkarkan tangannya di pinggang Queen dan berjalan bersama.
"Tangan mu?" Jawab Queen yang menoleh ke samping namun tetap melangkahkan kaki dengan Al.
"Jangan marah-marah. Bagaimana aku harus berhadapan dengan kakek mu jika tidak membiasakan seperti ini. Atau seperti ini?" tanya Al yang menarik tangannya dari pinggang dan menggenggam tangan Queen sambil tersenyum.
"Terserah mu." Jawab Queen yang malas berpendapat.
Mereka semua masuk ke dalam apartemen Sam yang berada di samping ruangan pribadi Sam tadi. Karena memang di lantai atas rumah sakit adalah tempat pribadi Sam. Dari apartemen Sam, laboratorium, ruang istirahat pasien VIP, Yoga dan sebagainya.
"Temui mereka di bawah Joy." Ucap Al.
__ADS_1
"Oke." Jawab Joy kepada Al.
Mereka duduk bersama di meja makan dan menunggu kedatangan John datang. John yang sudah sampai di rumah sakit bersama dengan Zaki.
Pintu utama rumah sakit terbuka, John yang duduk di kursi roda di dorong oleh Zaki untuk masuk kerumah sakit.
"Kemana kita Zaki?" tanya John.
" Lantai atas tuan." Jawab Zaki.
"Kalian akhirnya sampai. Iku dengan ku, aku akan mengantar ke tempat Queen." Jawab Joy.
"Kau?" Ucap Zaki yang mengenal Joy.
"CEO perusahaan Altaric?" tanya John.
"Hy tuan John, tuan Zaki." Jawab Joy yang membungkukkan badannya sedikit memberikan salam kepada mereka.
"Ayo silahkan ikut dengan ku." Jawab Joy.
"Baiklah " Jawab Zaki yang mendorong kembali kursi roda John.
"Kalian pasti banyak pertanyaan. Tapi nanti aku akan menjelaskannya." Jawab Joy di dalam lift melihat ketegangan wajah John dan juga Zaki.
Saat mereka sampai di lantai atas, Joy tetap memandu mereka keluar dari lift dan masuk ke dalam apartemen Sam. Bersamaan dengan keadaan di dalam dimana makanan-makanan telah siap di sajikan di atas meja.
"Sudah sampai?" tanya Sam yang melihat John, Zaki dan Joy masuk ke dalam rumahnya.
Semuanya berdiri dan memberikan salam kepada John dan Zaki.
"Queen mendekatlah." Ucap John yang berdiri dari kursi rodanya dan mengulurkan tangannya untuk memeluk Queen. Queen hanya berdiri dan berjalan pelan dengan ragu.
"Jangan peluk-peluk sembarangan. Lihatlah Queen baik-baik saja." Jawab Al yang tidak mengizinkan Queen untuk lebih mendekati John. Karena John sangat ingin memeluk cucunya itu.
"Kau siapa? Mengapa aku tidak boleh memeluk cucu ku sendiri?" tanya John yang melotot ingin marah.
__ADS_1
"Tentu saja..." Queen langsung menutup mulut Al untuk tidak mengatakan bahwa mereka adalah pasangan suami istri.
"Duduklah." Jawab Queen yang membalikkan badannya dan menarik tangan Al untuk melangkah duduk kembali di kursi mereka. Sam, Zaki dan Joy hanya menjadi menonton yang ingin sekali berkomentar namun tidak bisa.
"Dia masih belum menerima ku sebagai kakeknya? Bahkan untuk memanggil ku dengan sebutan kakek saja sesulit itu." Jawab John dalam hati lalu duduk kembali ke kursi rodanya. Memberikan kode kepada Zaki untuk mendorongnya dan duduk di depan meja makan.
"Syukurlah Queen baik-baik saja. Aku sangat khawatir ketika mendapat kabar tentang diri mu yang jatuh ke dalam jurang." Jawab John.
"Terima kasih atas perhatiannya." Jawab Queen.
"Sudah drama rindunya? Bisa kita mulai makan dulu?" tanya Sam yang memecahkan keheningan yang ada di ruangan. Al yang tadinya diam saja sejak mulutnya di tutupi tangan Queen. Dan Queen yang bersikap ringan kepada John. Serta John yang tidak tahu harus berkata apa lagi.
"Menjadi kehormatan bagi saya mendapat tamu dari tuan John Abraham. Silahkan di nikmati makan siangnya." Ucap Sam.
Mereka menikmati makan siang dengan tanpa berbicara. Queen yang ingin mengambil makanan di suguhkan oleh Al.
"Jangan makanan yang gatal-gatal dulu. Perbanyak makan sayur untuk menambah daya tahan tubuh. Dan makan ikan tuna ini untuk menambah kekebalan tubuh." Jawab Al kepada Queen dengan mengambilkan semua makanan yang di ucapkan olehnya tadi ke dalam piring Queen.
"Dimana SOP daging untuk Queen?" tanya Al yang meminta kepada pelayang. Dan pelayan langsung datang.
"Habiskan sayang." Jawab Al kepada Queen dengan tersenyum.
Queen yang tidak ingin berdebat di hadapan banyak orang hanya berdiam saja dan menerima perlakuan yang di berikan oleh Al.
Zaki, John, Sam Dan Joy hanya menjadi penonton mereka berdua. Dan mereka tidak ada mengeluarkan kata-kata. Hanya melihat dan menikmati makanan.
"Jadi inilah alasannya?" tanya John dalam hati.
"Tunggu aku akan membuatkan minuman lemon tea madu untuk mu." Jawab Al yang berdiri dari kursi. Al berjalan ke dapur Sam dan membuatkan minuman itu sendiri tanpa menyuruh pelayan.
Mereka yang melihat hanya terdiam melihat perlakukan Al yang begitu penuh dengan kasih sayang. Tidak ada yang bisa di tutupi dari Al yang tidak mementingkan kepentingan Queen.
"Lagi-lagi dia melakukan itu Joy." Ucap Sam.
"Yang jomblo harap maklum saja." Jawab Joy.
__ADS_1
"Oh pasti ada sejak awal sudah banyak pertanyaan. Tanyakan saja apa yang ingin di tanyakan. Atau Queen yang ingin memperkenalkan kami semua?" tanya Sam yang membuka pembicaraan di saat Al masih sibuk membuat minuman untuk Queen.
Sebenarnya Al pergi juga untuk membuat perhatian menunjukkan kepada John bahwa Queen benar-benar di perlakukan dengan baik olehnya. Dan memberikan kode kepada Sam dan Joy untuk membuka topik. Queen yang dingin dan cuek tidak akan berbicara terlebih dahulu kepada John dan Zaki. Queen hanya diam saja sejak tadi, begitu pula dengan John yang di perlakukan oleh Queen dengan dingin. John takut salah berbicara sehingga memilih diam.