Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 69


__ADS_3

John yang sudah mendengarkan penjelasan dari Zaki tentang apa yang telah ia dapatkan dalam kepergiannya kali ini.


"Hanya itu yang kau dapatkan?" tanya John.


"Tidak tuan, setelah kejadian di jalan tol itu. Aku memutuskan untuk kembali ke rumah Bram. Dan saat aku masuk ke dalam rumah Bram. Rumah itu benar-benar rapi. Di tutupi oleh kain putih setiap perabotan. Dan observasi aku dapatkan bahwa rumah itu baru saja ditinggal karena tidak ada debu sedikitpun pada kain putih itu."


"Sinopsis yang aku dapatkan bahwa sepertinya Bram menghindari sesuatu atau memang menghindari orang-orang yang aku temui itu." Jawab Zaki.


"Mengapa kau bisa berbicara seperti itu?" tanya John.


"Entahlah tuan. Untuk saat ini aku belum bisa memastikan apapun karena tidak ada bukti." Jawab Zaki.


"Oh iya, aku mencari sebuah bukti yang mungkin bisa didapatkan dari rumah itu dan aku mendapatkan foto ini." Jawab Zaki yang mengambil foto dari saku jas depan miliknya dan diberikan oleh John.


"Foto apa?" tanya John yang mengambil foto dari meja itu yang masih tertutup.


John membalik foto yang diambilnya dan membukanya. John mengeluarkan ekspresi terkejut ketika melihat gambar yang ada di dalam foto itu.


Yah, sebuah foto kelulusan sekolah menengah atas Queen bersama dengan Stella dan Bram. Foto yang ada di dalam foto itu adalah foto Sella Queen bukan Queen Aleska.


"Wajah ini benar-benar mirip dengan Princess ketika remaja." Jawab John.


"Aku juga berfikir seperti itu. Di dunia ini, tidak mungkin ada orang yang mirip secara kebetulan jika bukan kembaran atau keturunan. Kemungkinan untuk wajah yang dioperasi itu sangatlah kecil." Jawab Zaki.


"Kau benar. Jika ini adalah sebuah operasi plastik, maka untuk apa menggunakan wajah Princess sebagai pengganti wajah aslinya?" tanya John.


"Itulah yang aku fikirkan tuan. Jadi tes DNA yang sudah kita lakukan tidak lah salah. Entah apa yang sebenarnya terjadi sehingga kita melewati hal penting itu. Tapi yang pasti dia adalah cucu mu." Jawab Zaki.


"Lalu apa yang harus aku lakukan Zaki?" tanya John yang benar-benar bingung harus berbuat apa ketika mendapatkan informasi bahwa Queen mau tidak mau harus diakui olehnya sebagai sanak saudara.


"Aku punya cucu dari anak ku?" tanya John yang benar-benar tidak tahu harus berekspresi apa.


"Bagaimana aku harus mengatakan bahwa dia adalah cucu ku?" tanya John.


"Dari mana aku harus mengatakan gak itu kepada ya?" tanya John lagi


"Tuan aku punya ide." Jawab Zaki.


"Apa itu? Cepatlah katakan." Jawab John.


" Bagaimana jika Queen kita undang nanti malam acara ulang tahun. Sekaligus memberikan identitas pengakuan kepadanya." Jawab Zaki.

__ADS_1


"Apakah itu bisa? Bagaimana jika dia bingun tentang apa yang terjadi?" tanya John.


"Semua ini untuk menebus kesalahan mu yang tidak mengetahui bahwa tuan memiliki seorang cucu." Jawab Zaki.


"Apakah dia akan menerima ku?" tanya John yang masih khawatir tidak di terima oleh Queen.


"Anda tenang saja, dia pasti akan sangat senang jika mengetahui hal ini." Jawab Zaki.


"Kau yakin ?" tanya John yang tidak yakin jika mengakui hal ini di depan umum.


"Bagaimana jika aku ingin bertemu dengan dulu untuk membicarakan hal ini." Jawab John.


"Saya akan mengikuti kemauan tuan." Jawab Zaki.


"Baiklah. Kau istirahat dulu, siang kita ke kampus Queen untuk bertemu dengannya." Jawab John.


"Baik tuan." Jawab Zaki.


Zaki pergi meninggalkan Jhon yang duduk di taman.


Disisi lain, gorden kamar dibuka oleh pelayan villa sehingga membuat cahaya matahari mengenai wajah Queen yang masih tertidur pulas. Queen membuka matanya dan melihat pelayan itu berdiri di depan jendela.


"Sudah jam berapa?" tanya Queen yang sedang duduk diatas tempat tidur sambil memeluk selimut.


"Sudah pukul 7 pagi." Jawab Pelayan.


"Kenapa tidak membangunkan?" tanya Queen.


"Maaf nona saya tidak tahu. Tuan mengatakan kepada kami untuk tidak mengganggu Anda. Dan mengatakan untuk melayani anda." Jawab Pelayan.


"Di mana dia?" tanya Queen.


"Tuan sudah pergi 10 menit yang lalu ke kantor." Jawab Pelayan.


"Oh." Jawab pelayan.


"Anda ingin mandi air hangat atau dingin?" tanya pelayan.


"Hangat saja." Jawab Queen


"Saya akan menyiapkannya." Jawab pelayan.

__ADS_1


Pelayan itu masuk ke dalam kamar mandi dan mengisi bathub dengan air hangat.


"Nona saya sudah menyiapkan air hangat sesuai dengan permintaan anda. Saya akan bersiap-siap menyediakan makanan anda. Apakah ada yang ingin anda makan untuk hari ini agar koki bisa membuatnya?" tanya pelayan.


"Masak saja apa yang ingin kalian masak." Jawab Queen yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


30 menit kemudian Queen keluar dari kamar mandi dan memakai baju untuk pergi ke kampus. Saat masuk ke pintu lemari, Queen berjalan dari ujung ke ujung untuk mencari baju yang pas dengan melihat baju yang sederhana saja namun terlihat jelas bahwa jajaran baju yang tergantung tidak ada baju yang biasa-biasa saja. Semuanya adalah baju mewah dengan kualitas bahan yang sangat bagus.


"Apa ini? Sudahlah asal saja " Jawab Queen yang mengambil dress baju hitam dengan model tangan panjang dan panjang baju dibawah lutut. Queen juga mengambil celana hitam.


"Sepertinya tidak perlu pakai celana tapi aku tidak nyaman. Lebih baik pakai celana saja " Jawab Queen.


Setelah ia selesai berdandan, Queen keluar dari kamar dan melihat pelayan sudah berjajar di depan pintu.


"Selamat pagi nona." Sapa mereka semua.


"Nona, tuan ini yang akan mengantarkan Anda ke kampus. Dan koki ini sudah menyiapkan sarapan Anda." Jawab pelayan yang tadi di kamar Queen.


"Ada-ada saja, pagi-pagi sudah dicapai oleh banyak pelayan. Sepertinya aku harus terbiasa." Jawab Queen dengan bergumam.


"Apa yang anda katakan?" tanya mereka.


"Tidak apa-apa." Jawab Queen yang berjalan menuju meja makan.


Queen yang duduk di kursi dengan hidangan di atas meja begitu banyak macam-macam makanan yang memenuhi meja. Para pelayan yang berdiri di samping Queen melihat dirinya menikmati makanan. Queen yang baru saja meminum susu dan melihat dirinya yang sedang dipantau oleh banyak mata membuatnya tidak nyaman.


"Kalian kenapa berdiri saja. Duduk lah, makan bersama ku." Jawab Queen.


Para pelayan yang mendengarkan perkataanku yang saling memandang satu sama lainnya karena kaget.


"Maaf nona, kami tidak pantas duduk makan bersama dengan mu." Jawab pelayan.


" Iya nona. Kami hanyalah pelayan."


"Kalau kalian tidak ingin aku adukan kepada Al maka turutin perintah ku. Kalian duudk lah dan makan saja bersama ku. Kalian pasti belum sarapan kan?" tanya Queen.


"Tapi nona..."


"Tidak ada tapi-tapi, kalian duduk dan makan saja. Al tidak akan mengetahui hal ini, di sini hanya ada kita. Jadi kalian duduk bersama dengan ku dan nikmati hidangan yang ada di meja. Aku juga tidak mungkin menghabiskan semuanya sendiri." Jawab Queen.


"Baik nona." Mereka mengikuti kemauan Queen dengan duduk dan sarapan bersama dengan Queen.

__ADS_1


__ADS_2