
Queen yang masuk ke dalam ruangan itu diperintahkan oleh mereka untuk duduk di sebuah kursi yang sudah disediakan oleh mereka. Di pasangkan sebuah handuk di sekeliling tubuh Queen. Mereka langsung buka rambut Queen yang di kuncir satu. Mereka langsung menekan tombol otomatis kursi tersebut untuk meregangkan tubuh menjadi di seperti terlentang.
Mereka langsung mengeksekusi rambut Queen untuk menjadi lebih baik. Queen yang tidak bisa menolak hanya mengikuti dengan sabar. Walaupun ingin sekali ia bertindak kasar kepada mereka karena telah melakukan sesuatu untuk rambutnya. Proses demi proses terlewati hingga selesai.
Rambut Queen yang memang pada dasarnya lurus dan juga hitam tidak perlu terlalu banyak diubah oleh mereka.
"Rambut anda benar-benar bagus."
"Apakah anda pernah melakukan hal seperti ini?" tanya mereka yang sedang menyisir rambut Queen sebagai tahap terakhir setelah banyak proses yang sudah di lakukan.
"Tidak. Ini pertama kali." Jawab Queen.
"Benarkah? Jadi bagaimana anda merawat ya selama ini?"
"Iya bagaimana?"
"Tidak ada yang istimewa. Hanya mengunakan sedikit shampo untuk keramas. Dan keramas ketika merasa sudah kotor." Jawab Queen dengan jujur dan polos sambil bersabar menahan emosi.
Mereka kembali melakukan hal lainnya setelah menata rambut. Mereka melakukan sedikit makeup tipis kepada Queen. Setelah itu membawa beberapa gaun putih kepada Queen. Mereka menempelkan satu persatu gaun di depan tubuh Queen. Lalu memilih satu yang paling cocok. Setelah menemukan, mereka langsung memerintahkan Queen untuk membuka bajunya.
"Kalian mau apa?" tanya Queen.
"Tentu saja ingin memakai pakaian untuk Nona Queen."
"Apa? Biar aku yang melakukan sendiri." Jawab Queen dengan mengambil gaun yang dipegang oleh karyawan itu lalu masuk ke dalam ruang ganti.
"Lihat pembalasan ku Al." Jawab Queen dengan mencampakkan baju yang digunakan olehnya di lantai lalu memakai gaun putih itu.
"Anda sangat cantik menggunakan gaun ini." saat Queen keluar membuka gorden kain sebagai penutup ruang ganti.
Karya itu langsung memerintahkan kembali membawa beberapa sepatu heels kepada Queen.
__ADS_1
"Aku harus memakainya?" tanya Queen.
"Iya nona."
"Carikan aku heel tahu dan hanya 5 cm saja tidak boleh lebih. Dengan ukuran panjang kaki 24 inch." Jawab Queen.
"Baik nona."
"Merepotkan saja menggunakan gaun ini sepatu tinggi lagi." Jawab Queen dengan mengomel dan tidak tahan lagi.
Saat karyawan sedang sibuk mencari sepatu heels sesuai permintaan Queen. Queen keluar dari ruangan itu untuk mengeluarkan semua emosinya dengan Al.
"Altezza Alaric!" panggil Queen dengan tidak memakai alas kaki dan keluar dari ruangan dengan mengangkat gaunnya. Queen mendatangi Al yang masih duduk di sofa.
Al yang mendengar namanya di sebut langsung mengalihkan pandangan mencari suara yang yang didengar olehnya. Queen yang berlari ke arah Al dengan cepat tanpa memikirkan gaunnya yang di pakai tidak begitu fleksibel bergerak sehingga membuatnya tersandung dengan gaunnya sendiri.
Al yang ingin menampung tubuh Queen ini yang terjatuh ke depan tubuhnya tidak sempat karena Queen langsung menabrak tubuh Al yang ingin berdiri.
Queen tidak berhasil mengangkat tubuhnya karena gaun yang di pakai olehnya. Queen mencium kembali Al dan melepaskan lalu memukulkan tangannya ke dada Al. Al yang tersenyum mencoba menenangkan Queen dengan mengangkat Queen lalu membuat Queen duduk di sebelah kanan dan duduk di sofa.
"Kau sudah tidak sabar untuk malam pertama?" tanya Al saat meletakkan Queen di sampingnya.
"Apa yang kau katakan?" tanya Queen.
"Tuan maaf." Jawab karyawan yang membawa sepatu yang sesuai dengan permintaan Queen. Mereka datang di waktu yang tepat untuk menghilangkan suasana yang canggung antara mereka berdua terkhususnya Queen yang bingung harus berkata apa.
Mereka juga menundukkan kepalanya karena takut jika mengamuk untuk memarahi mereka yang mengganggu kemesraan antara Al dan Queen. Keringat yang hampir menetes karena ketakutan atas tindakan yang akan terjadi.
"Sini." Ucap Al yang meminta sepatu yang di bawa oleh pelayan kepadanya. Dengan takut-takut, seperti manajer salon itu memberikan sepatu itu kepada Al dengan tubuh yang bergemetaran karena ketakutan atas tindakan mereka yang telah melakukan kesalahan. Queen kabur dari ruangan sebelum mereka selesai melaksanakan tugas yang di perintahkan oleh Al.
Al mengambil sepatu itu dari karyawan lalu memakaikannya di kedua kaki Queen.
__ADS_1
"Aku sungguh takut." Jawab masing-masing karyawan dalam hati saat Al mengambil sepatu dari tangan manajer.
Al berjongkok di depan Queen dengan menggeserkan meja yang ada di depan sofa ke arah kanan agar ia dapat mendekati kaki Queen.
"Seperti pepatah yang mengatakan bahwa sepatu yang bagus akan membawamu ke tempat yang bagus." Jawab Al saat memakaikan sepatu untuk Queen.
Queen hanya memperhatikan Al memasangkan sepatu di kakinya. Al melakukan hal romantis tanpa disadari oleh dirinya sendiri setelah memasangkan sepatu di kedua kaki Queen.
"Lain kali jangan berlari seperti itu jika tidak ingin terjadi yang seperti tadi." Jawab Al setelah selesai memakai sepatu.
"Kau!" Ucap Queen dengan menunjuk Al.
"Kalian semua sudah bekerja dengan baik." Jawab Al kepada mereka dan berdiri.
Al melirik Queen dan berjalan dekat ke arah Queen dan langsung menggendong Queen. Menekan tombol pintu mobil sport agar naik ke atas lalu memasukkan Queen ke dalam mobil.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Queen dengan menepuk pundak Al. Al dengan santai tidak menghiraukan dan hanya mengendong Queen dari sofa menuju ke mobil yang di parkir di depan pintu salon.
Al yang meletakkan Queen duduk di mobil dengan perlahan lalu memakaikan sabuk pengaman kepada Queen. Berjalan di depan mobil dan masuk ke dalam mobil di bagian sisi lain tempat duduk. Kemudian menekan tombol penutup pintu mobil.
Disisi lain, karyawan yang berada di dalam salon saat itu melihat Al dan Queen yang pergi dari tempat langsung bergosip.
"Jantung ku hampir copot."
"Kau benar."
"Apa lagi saya. Sebagai manajer kalian saya takut jika tuan Al tidak puas dengan kita. Di mana ini pertama kalinya tuan Al membawa seorang wanita."
"Iya, biasa ia kemari hanya untuk mengecek kerjaan kita. Jika bukan karena dia, kita tidak mungkin bisa bekerja di tempat seperti ini."
"Ia. Tapi siapa wanita itu? Kenapa tuan Al begitu sabar dan penuh cinta menghadapi wanita itu?"
__ADS_1
"Apa kalian tidak bisa melihatnya? Aku rasa mereka akan melakukan pernikahan." Jawab manajer.