
"Wanita?" tanya Al yang kaget.
"Iya wanita yang menjahit lukamu dan merawatnya." Jawab Sam.
"Tunggu-tunggu, maksud mu adalah wanita berbaju hitam dengan rambut berkuncir 1?" tanya Al.
"Tidak tahu, aku hanya menebak saja bahwa perempuan yang telah menjahit lukamu dengan begitu rapi." Jawab Sam.
"Luka ku?" tanya Al yang langsung membuka bajunya dan mengecek luka yang ada di perutnya.
"Apakah yang dilakukan wanita itu terhadap lukaku membahagiakan diriku?" tanya Al.
"Tidak, justru kebalikannya. Luka yang dijahit oleh wanita itu menggunakan benang yang baik dan cara menjahitnya tidak kalah dengan seorang medis. Atau jangan-jangan, dia memang seorang dari medis seperti ku?" tanya Sam.
"Wanita itu?" tanya Al yang mengingat wajah Queen kembali.
"Ada apa dengan wanita itu?" tanya Sam
"Siapa dia?" tanya Al.
"Mana ku tahu, kau yang bertemu dengannya bukan Aku." Jawab Sam.
"Jadi dia aku benar-benar menolongku bukan untuk membunuhku?" tanya Al.
"Kenapa kau berfikir seperti itu?" tanya Sam namun tidak ada jawaban dari Al.
"Al? Kenapa? Bisakah kau bercerita dengan detil apa yang telah terjadi denganmu hingga bertemu dengan wanita itu?" tanya Sam yang penasaran.
"Saat aku terluka dan kehilangan banyak darah, dia datang begitu saja. Aku kira dia adalah komplotan dari para penghianat itu. Aku menodongkan pistol kepadanya. Dan dia juga menodongkan pistolnya kepada ku. Tapi karena terlalu lemah untuk mengangkat pistol terlalu lama, aku menjatuhkannya. Lalu ia menolongku begitu saja. Aku hanya ingin dia merobek baju ku untuk mengobati lukaku tapi setelah itu aku tidak terlalu ingat, hanya samar-samar melihatnya." Jawab Al.
"Jadi seperti itu." Jawab Sam
"Siapa yang membawa ku kemari?" tanya Al
"A09 yang membawa mu kemari." Jawab Sam
"Coba panggil Joy untuk mengetahui apa yang terjadi setelah itu." Jawab Al
__ADS_1
"Oke." Jawab Sam yang berjalan keluar kamar dan memerintahkan Joy yang berada di luar pintu kamar pasien untuk masuk.
"Ia bos." Jawab Joy yang menghadap.
"Apa yang terjadi saat kalian menemukan ku,?" tanya Al
"Saat itu kami menelpon bos dan yang mengangkat adalah wanita itu. Wanita itu memberikan rute keberadaan bos kepada kami seolah-olah wanita itu sudah menghafal hutan itu. Kami menemukan bos dengan bantuan dia, dan setelah kami tiba. Dia hanya berkata untuk membawa bos dengan cepat karena sudah banyak kehilangan darah. Setelah itu dia tidak sadarkan diri lagi." Jawab Joy.
"Menarik." Jawab Sam.
"Siapa sebenarnya wanita itu?" tanya Al.
"Saya mengutus seseorang untuk mencari tahu siapa wanita itu. Dia bernama Queen Aleska, dia adalah penduduk desa yang tidak jauh dari hutan. Mungkin sekitar 5 jam jarak tempuh hutan ke desanya. Umurnya masih 20 tahun. Hanya tinggal dengan ayah tunggal. Dan menurut informasi yang di dapat, tidak ada yang mengetahui lebih banyak lagi tentang keluarga mereka karena mereka tiba di desa itu saat Queen masih bayi. Dan saat orang-orang kita mencari informasi tentang Ayahnya, tidak menemukan apapun. Dan informasi yang terbaru saat ini, dia pergi menaiki pesawat. Dan pesawat yang di naiki olehnya terjatuh. Saat ini tim sedang mencari keberadaannya." Jawab Joy dengan mengumpulkan informasi tentang Queen.
"Bagus, kau berinisiatif mencari informasi tentang wanita itu."Jawab Sam yang memuji
"Tunggu, kata mu dia mengalami kecelakaan pesawat?" tanya Al.
"Iya bos." Jawab Joy.
"Beritahu aku perkembangan informasi selanjutnya." Jawab Sam
Saat Joy pergi dari kamar dan Sam menghidupkan tv, tiba-tiba breaking news tentang pesawat yang di naiki oleh Queen mengatakan bahwa saat ini tim pencarian korban hanya menemukan satu orang awak kapal. Dan mereka memberikan photo Queen. Mereka hanya menemukan satu buah tas yang berisi satu buah buku dan beberapa pakaian saja. Tidak menemukan kartu identitas lainnya pada diri Queen. Sehingga mereka memberikan pengumuman untuk menemukan identitasnya.
"Dia wanita itu." Jawab Al yang melihat sekilas.
"Wanita yang menyelamatkan mu?" tanya Sam
"Aku tidak mungkin salah. Aku akan pergi mengeceknya sendiri." Jawab Al yang ingin turun dari tempat tidur namun di cegah oleh Al
"Jangan bertindak bodoh. Kau baru saja siuman dan kondisi mu masih lemah karena kekurangan banyak darah." Jawab Sam.
"Iya baiklah, aku tidak akan pergi. Tapi perintahkan orang lain untuk memeriksannya." Jawab Al.
Sam perintahkan beberapa orang untuk mengecek kondisi wanita itu sekarang juga atas permintaan Al melalui sebuah telpon
"Sudah puas?" tanya Sam.
__ADS_1
"Kenapa kau ingin tahu tentang wanita itu juga?" tanya Al yang tiba-tiba.
"Tidak ada maksud lain hanya berfikir dia seperti ya wanita yang menarik." Jawab Sam.
"Menarik?" tanya Al
"Lihat saja, dia menjahit luka mu dengan sangat baik. Bahkan dia memberikan suntik tetanus pada diri mu. Dan kenapa bisa seorang wanita datang ke hutan liar seperti itu?" tanya Sam.
"Benar juga apa kata mu. Jadi kau mencurigai dia adalah komplotan dari penghianat?" tanya Al.
"Tidak, jika dia adalah komplotan mereka mengapa dia menyelamatkan mu. Kenapa tidak membunuh mu ketika ada kesempatan bagus. Bukankah mereka semua hanya ingin kematian mu?" tanya Sam.
"Hmmm." Jawab Al yang berfikir namun tiba-tiba seseorang datang membawa sebuah hasil darah Al melalui lab.
"Biar aku baca hasilnya." Jawab Sam yang sudah menerima hasil itu
"Pantas saja kau tidak berdaya dan terus lemah. Di dalam darah mu terkandung sebuah obat bius yang cukup tinggi, dan kandungan obat ini biasanya di berikan oleh orang zaman dulu melalui sebuah dupa. Dari asap dupa itu akan membuat orang yang menghirupnya mengalami kelumpuhan sementara." Jawab Sam.
"Asap? Mungkin kah bisa dari asap memanggang BBQ?" tanya Al mengingat hanya pembakaran makanan saja pada malam itu ya g menimbulkan asap.
"Bisa saja." Jawab Sam.
"Sial, aku terlalu sembrono." Jawab Al yang menganggap dirinya terlalu ceroboh.
"a09 juga memberitahu ku bahwa bawahannya mencari jejak penghianat itu, tapi tidak menemukan mereka. Hanya ada beberapa pakaian yang tersobek-sobek. Dan mereka juga menemukannya tidak jauh dari tempat mu di temukan." Jawab Sam
"Tentu saja mereka di makan binatang buas di dalam hutan." Jawab Al.
"Lalu apa tindakan mu kepada orang di balik ini?" tanya Sam.
"Aku sudah mendapatkan sedikit informasi, dan sepertinya akan mempercepat perebutan kekuasaan di negara Boyalia." Jawab Al.
"Kau yakin ingin masuk ke negara ini?" tanya Sam.
"Tentu, bukankah ini adalah tujuan awal ku sejak dulu?" Jawab Al.
"Terserah. Tapi jangan sampai kau terluka parah seperti ini lagi." Jawab Sam.
__ADS_1
"Selama ada kau dokter pribadi ku kenapa harus khawatir." Jawab Al