
Sam menemukan data paspor yang dimiliki oleh Sella Queen dan Queen Aleska. Saat Sam memenuhi perintah dari Al tentang kejadian kecelakaan pesawat yang terjadi menimpa Queen. Saat Sam memerintah bawahannya untuk mencari tahu data penumpang yang berada pada pesawat terbang itu.
Saat data yang didapatkan dari bawahan tersebut, Sam menemukan dua data yang menurutnya aneh. Pasport Sella Queen yang menggunakan foto dengan rambut yang di urai dan tatapan mata yang sendu dan lembut. Sedangkan Queen Aleska menggunakan foto dengan penampilan rambut yang diikat, tatapan mata yang tajam dan juga tegas walaupun di balut dengan kaca mata.
"Kerja bagus." Jawab Al yang kemudian berdiri setelah membaca pesan yang baru saja berdering di ponselnya.
"Ada apa?" tanya Sam.
"Aku akan ke markas untuk mengintrogasi mereka." Jawab Al yang berjalan menuju ke arah pintu apartemen.
"Aku ikut." Jawab Sam.
"Terserah." Jawab Al.
Al keluar dari apartemen menuju ke tempat parkir lalu mengendarai sepeda motornya menuju ke markas. Sedangkan Sam mengikuti Al dengan menggunakan mobil miliknya ke markas. Posisi di jalan raya dengan Al yang memimpin jalan dan diikuti Sam dari belakang. Dua pria tampan yang sedang melaju kan kendaraannya dengan kecepatan maksimal menuju ke arah markas.
Saat tiba di markas yang berada di hotel milik Al dekat dengan pantai. Hotel mewah dengan fasilitas yang super dengan segala aspek liburan di dekat pantai. Terlihat hotel itu hanya hotel mewah saja, namun ternyata di bawah gedung hotel itu terdapat sebuah ruang bawah tanah yang cukup luas. Yang memiliki akses tersebut hanyalah orang-orang tertentu saja.
Al dan Sam memberhentikan kendaraannya di depan lobby depan pintu. Al yang membuka helm dan meletakkannya di atas kereta lalu keluar dari atas kereta dengan sangat keren. Sam yang mengikuti dengan memberhentikan mobilnya lalu membuka pintu keluar dari mobil.
Dua orang penjaga pintu lobby depan hotel yang mengetahui bahwa kedatangan bos besar sangat terkejut.
"Bos kenapa tidak mengatakan ingin datang kemari?" tanyanya.
"Kalian perkirakan saja ini." Ucap Al yang memberikan kunci motornya kepada salah satu penjaga dan saling memberikan kunci mobilnya pada salah satu penjaga lainnya.
Al dan Sam langsung masuk ke dalam gedung hotel mewah itu, dan menuju ke sebuah kamar VIP yang terdapat di lantai 1. Kamar itu sebenarnya ada dua kamar. Pertama adalah kamar istirahat, kedua adalah kamar yang hanya terlihat kamar jika hanya sekilas. Sebenarnya kamar itu adalah pintu lift untuk menuju ruang bawah tanah.
Saat Al dan Sam masuk ke dalam kamar itu, 6 orang sudah menunggu mereka di dalam dengan keadaan 3 orang yang terluka dan 3 orang yang menjaga. Yah, 3 orang yang terluka itu adalah orang-orang suruhan Elena sedangkan 3 orang lainnya adalah anggota Al.
__ADS_1
"Malam bos." Ucap mereka bertiga kepada Allah dan Islam yang berdiri di depan mereka.
"Kalian sudah sampai tahap apa?" tanya Al
"Mereka bertiga tidak bisa memberikan penjelasan apapun kepada kami bos." Jawab salah satunya bawahan Al.
""Baiklah, bawa saja kebawah biar aku yang akan langsung introgasi mereka bertiga." Jawab Al kepadanya sambil memasuki lif bawah tanah yang ada di balik pintu lemari kamar tersebut.
3 orang bawahan Al membawa 3 orang penjahat itu dengan memerintahkan mereka berjalan pelan-pelan. Keadaan mereka yang sudah babak belur akibat ulah Queen sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk melawan 3 orang lainnya yang sedang memegang kedua tangan mereka ke belakang.
"Jangan melawan. Ikut saja." Ucap mereka dengan memerintah orang yang ditangkap Mereka berdiri dan berjalan ke arah lift.
"Mereka semua berdiri di dalam lift kemudian menutupnya. Lift berjalan ke arah bawah menuju ke ruang bawah tanah. Mereka semua tidak mengatakan apapun dalam perjalanan menuju ke ruang bawah tanah sejak masuk ke dalam lift.
Hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk Lift berjalan menuju ke arah bawah tanah. Al dan Sam tetap diam dan dingin.
"Kalian bawa saja langsung ke ruangan saya." Jawab Al yang mengetahui pin lift akan terbuka.
3 orang lelaki berbadan besar itu sedang berada di tempat duduk besi dengan tangan dan kaki yang sedang di ikat agar tidak kabur.
"Bos sudah siap." Jawab mereka lalu memberikan sebuah dokumen kepada Al.
"Bagaimana kali ini?" tanya Sam.
"Lakukan saja apa yang perlu dilakukan agar mendapatkan informasi yang sedang aku butuhkan." Jawab Al.
"Kau serius?" tanya Sam.
"Iya." Jawab Al.
__ADS_1
"......" Al memulai sebuah pembacaan identitas orang-orang yang sedang diikat tersebut. Al membacakan identitas mereka bertiga untuk mengatakan yang sejujurnya karena jika tidak melakukan perintah miliknya. Wajah mereka yang sedang ketakutan di saat hal sedang membaca informasi yang dimiliki oleh mereka. Dan informasi yang digali olehku untuk memberikan barang bukti.
"Ingat yang aku katakan."
"Siapa bos." jawab Mereka bertiga.
"Kalian sudah mengetahui apa yang akan aku lakukan kepada kalian. Jika kalian tidak jujur kepadaku maka aku akan mengetahuinya dengan cepat. Lagian nama kalian sudah terdaftar olehku. Aku bisa melakukan apapun kepada keluarga kalian."
"Jadi katakan dengan sejujurnya siapa yang memerintahkan kalian untuk menculik Queen dan apa tujuan kalian menculik dia?" tanya Al lagi.
3 laki-laki itu sedang ketakutan karena sedang mengancam mereka menggunakan hubungan keluarga yang mereka tinggalkan di rumah. Al yang sudah sangat kesal sekali
"Kami hanya mengikuti perintah dari bos kami. Tali jika kami mengatakan yang sebenarnya di tempat ini maka kami juga tidak akan selamat." Jawab Laki-laki itu.
"Siapa bos kalian?" tanya Al dengan menepukkan tangannya ke arah Mereka bertiga.
" Kami tidak dapat memberitahukan dengan jelas kepadamu karena jika kami membocorkan rahasia ini maka kami dan juga keluarga kami tidak akan selamat." Jawab salah 1 orang yang sedang diikat itu.
"Aku hanya ingin memastikan bahwa benarkah kalian suruhan Elena?" tanya Al dengan spontan kepada mereka bertiga.
Raut wajah yang ditunjukkan 3 orang itu sangat terkejut dengan kalimat yang dilontarkan oleh Queen.
"Bagaimana kau bisa mengetahui ya?" tanya salah seorang dari mereka bertiga di dalam hati.
"Kenapa kau bertanya seperti itu." Jawab salah seorang lainnya yang memarahi orang yang menjawab pertanyaan tersebut dan memberikan ide.
"Jadi bos ini bagaimana?"
"Tidak perlu mengalihkan pembicaraan kita. Mari selesaikan dengan baik urusan kita." Ucap Al kepada mereka bertiga.
__ADS_1
"Sam lakukan hal kecil untuk menggunakan mereka berdua " Al yang memerintah Sam.
"Ingat baik-baik, aku akan menanamkan sebuah chip yang akan dengan mudahnya mengendalikan mereka bertiga."