Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 133


__ADS_3

Selamat Membaca Readers Tersayang 🔥🔥🔥


Jangan lupa like, komentar, vote and hadiah❤️


Terima kasih atas segala dukungannya❤️


"Kalian benar, ayo lakukan. Serang!" jawab pemimpin mereka.


"Tebakan ku benar, apa mungkin mereka telah di perintahkan oleh Eldon, ayah Elena?" tanya Sam dalam hati melihat reaksi mereka terhadap dirinya yang langsung menyerang.


Sam berusaha sekuat tenaga untuk melawan mereka. Sam merebut stik yang seperti obeng dari salah satu dari mereka. Sam berhasil merebutnya lalu menggunakan alat itu untuk mengalahkan pemiliknya dengan menusuk ke arah jantung. Sam yang telah menusuk yang lalu mencabutnya kembali. Sam kembali menusuknya ke arah perut lalu menariknya lagi. Dan ketiga kalinya Sam menusuk ke arah hati pria itu lalu menariknya kembali.


Darah dari hasil luka yang telah di berikan alasan terus bercucuran dan laki-laki itu sungguh sangat kesakitan. Saat Sam melakukan serangan itu ia juga sambil mengelakkan beberapa serangan yang telah melayang ke arah Sam dari dua orang lainnya.


Satu orang telah tumbang, tinggal dua orang lagi. Sam melanjutkan serangannya ke arah lelaki yang tidak memiliki senjata itu. Sam mengingat pelajaran yang telah diberikan oleh Al untuk pertama kali ketika bertarung terhadap orang yang memiliki kekuatan yang besar adalah dengan cara menyerang pada titik vitalnya.


Seperti yang sudah dilakukan oleh Sam tadi ya langsung menuju ke arah jantung hati dan juga perutnya lagi yang mengarah ke ginjal. Itu adalah salah satu di antara titik vital yang harus di serang dalam mengalahkan musuh dengan cepat dan juga untuk musuh yang kuat.


Sam yang memegang benda tajam itu di beri tendangan oleh seseorang yang membawa pisau sehingga Sam kembali dengan tangan kosong. Sam sekarang harus fokus terhadap 2 orang yang menggunakan senjata dan tidak menggunakan senjata. Sam fokus untuk menghindari seseorang yang menggunakan senjata dan fokus menyerang kalau ada seseorang yang tidak menggunakan senjata.


Sam mulai memberikan pukulan dan tendangan ke arah titik vital. Saat seseorang yang tidak menggunakan senjata itu menutupi perutnya, Sam melayangkan pukulan dan tendangan ke arah lehernya dan juga dagu.


Dan saat seseorang itu fokus melindungi kepala dan lehernya dengan kedua tangan. Sam menyerang ginjal dan juga dadanya pada titik jantung. Sam berhasil kembali membuat seseorang itu memuntahkan darah hingga pingsan. Sam berhasil mengalahkan 2 orang. Dan tinggal 1 orang lagi memegang pisau yang belum dikalahkan oleh Sam.

__ADS_1


"Kau cukup kuat juga, aku tidak menyangka akan kehilangan dua anggota karena mu. Karena itu aku akan membunuhmu tanpa ampun." Jawabnya.


Sam yang tidak ingin menjawab pertanyaan dari dia langsung menyerang dengan tendangan kaki. Sam melayangkan pandangan ke arah kaki seseorang itu karena awalnya di kira akan melayang ke arah perut. Seseorang itu terjatuh ke tanah akibat dari tendangan yang dilakukan oleh Sam.


"Aku baru tahu, Ternyata kau belajar tentang teknik membunuh lawan dengan cepat. Sasaran seranganmu adalah titik fatal pada lawan mu." Jawabnya.


"Baguslah jika kau mengetahui tentang teknik yang sedang aku digunakan sejak dari pagi untuk mengumpulkan dua kawan mu. Dan saat ini kau sendiri." Jawab Sam.


"Oh. Baguslah, akhirnya aku mendapatkan lawan yang sebanding dengan diriku. Sudah lama aku tidak sesenang ini." Jawabnya dengan lebih mengeratkan pisau yang dipakai oleh dari genggaman untuk menyerang Sam.


"Siapa yang menyuruh kalian untuk menyerang Queen?" tanya Al sekali lagi kepadanya.


"Kau kira karena sejak tadi kau dapat memukul ku maka aku dapat menjawab pertanyaan mu?" tanyanya.


"Bagaimana kok bisa mengetahui tentang tuan Eldon ?" tanyanya.


"Karena dia adalah tangan kanan dari organisasi pembunuhan Leone." Jawab Sam.


"Kau tidak boleh sembarangan untuk ucapkan namanya begitu saja kalau sudah tahu siapa dia yang sebenarnya." Jawab ya emosi sehingga kecepatannya lebih cepat untuk menyerang Sam. Tanpa di sadari, lelaki itu telah menggoreskan sedikit pisau yang menembus baju dari Sam.


"Benar-benar menarik. Aku akan segera menyelesaikannya denganmu." Jawabannya.


Sam melakukan hal yang sama dengan menendang tangan laki-laki itu yang sedang memegang pisaunya dengan erat. Tanpa melihat apa yang terjadi oleh mereka yang tidak terdengar oleh Queen. Queen menoleh ke belakang dan melangkah kembali bersama dengan Fiona ke Arah Camping. Akibatnya Seseorang itu kehilangan pisau yang digenggamnya dengan orang itu.

__ADS_1


Kali ini bahu Sam terkena pisau yang di pakai oleh orang itu. Goresannya sedikit dalam sehingga Sam mengalami pendarahan pada luka bahunya. Sam yang tidak menerima bahwa ia telah di lukai membuat ia lebih bersemangat untuk mengalahkan orang yang berada didepannya itu sebagai lawan


Sam melayangkan pukulan pada dahi orang itu hingga babak belur yang menendang laki-laki itu menggunakan kakinya sehingga pisau terlempar. Sam mendengarkan suara kicauan burung dan Sam ingin lebih cepat menyelesaikan hal ini. Lelaki itu sudah kehilangan pisaunya. Dan Sam mulai meningkatkan kekuatan untuk menghajar orang itu.


Sam dengan tidak berhenti memukuli seseorang itu. Sehingga akhirnya orang itu babak belur dan titik vital yang telah menjadi sasaran Sam dari seseorang itu dapat dijangkau oleh Sam. Sam bolak balik melayangkan tinjunya ke arah dagu, perut, dada, kaki dan kepala.


Lelaki itu yang sudah tidak memiliki kesempatan untuk melakukan serangan balik karena Sam terus menyerang tanpa henti dan cela. Lelaki yang menjadi lawan Sam tidak dapat menghindari serangan Sam dan tidak dapat kembali menyerang. Dia telah kehilangan senjata miliknya yang menjadi sebuah kebiasaan dirinya yang bertarung memberikan kekuatan atas skill yang di miliki olehnya menggunakan senjata tajam.


" Tapi tanpa senjata kau akan kehilangan segalanya." Jawab Sam.


"Aku tetap bisa bertarung dengan mu." Jawab nya lagi.


Tanpa berbasa-basi lagi, seseorang itu akhirnya melawan Sam hingga Sam dapat mengalahkan laki-laki itu yang sudah babak belur dan juga berbaring di atas tanah.


"Brengsek! Ternyata butuh waktu juga untuk mengalahkan mereka bertiga. Yang di kirim mereka memang benar-benar pembunuh ahli Kekuatan mereka sudah setara dengan 30% kekuatan Al. Jika saja tadi aku tidak menyerang pada bagian-bagian titik vital mereka. Mungkin aku akan kehilangan tenaga." Jawab Sam yang bernapas terengah-engah sambil melihat lawannya di atas tanah sedang berbaring telungkup.


"Ahhh, kenapa luka ini menjadi terlalu perih?" tanya Sam yang memegang bahunya.


"Hahhaha, karena pisau yang aku gunakan sudah aku lumuri sedikit racun." Jawabnya.


"Kau brengsek! Racun apa yang kau gunakan?" tanya Sam.


"Bahkan jika kau membunuh aku sekarang, aku tidak akan mengatakan apapun kepadamu. Hahahha kita berdua akan mati bersama di tempat ini." Jawab lelaki itu dengan terbata-bata sambil menahan sakit.

__ADS_1


__ADS_2