Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 7


__ADS_3

Stella yang sedang terburu-buru ingin segera pergi ke rumah sakit bersama dengan Bram.


"Sayang ayo cepat!" Stella yang sedang memakai sepatu heels-nya dan mengambil tasnya untuk segera keluar dari rumah menuju ke rumah sakit.


"Iya." Jawab Bram yang masih merapikan rambutnya di depan cermin.


Mereka masuk ke dalam mobil dan segera pergi ke rumah sakit untuk menjemput Queen. Karena hari ini Queen sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah.


"Sayang." panggil Bram.


"Iya." Jawab Stella.


"Yakin untuk memperbolehkan Queen pergi ke tempat itu?" tanya Bram.


"Sebenarnya tidak, tapi mau bagaimana lagi. Jika kita melarangnya kembali dan Queen melakukan hal yang sama seperti sebelumnya? Aku tidak ingin kehilangan dia, lagian mereka juga tidak akan menemukan kita dengan begitu mudah. Karena yang mengetahui hal ini hanya beberapa orang saja." Jawab Stella.


"Aku hanya khawatir jika iya bertemu dengan keluarga itu lagi." Jawab Bram.


"Sayang, tenanglah. Aku sudah mempersiapkan kemungkinan itu. Mungkin, sudah waktunya untuk kita memberitahukan kepadanya bahwa kita bukanlah orang tua kandungnya. Dan menjelaskan dengan singkat tanpa membuat pertanyaan yang banyak ke depannya." Jawab Stella.


"Apakah harus memberitahu?" tanya Bram.


"Iya. Queen juga sudah dewasa, sudah waktunya dia mengetahui semua ini." Jawab Stella


Mereka berdua yang sedang berbincang di dalam mobil selama perjalanan menuju rumah sakit.


Tiba di rumah sakit.


"Mama, ayah sudah datang?" tanya Queen yang keluar dari kamar mandi dan melihat Stella bersama dengan Bram berada di dalam kamar rumah sakit.

__ADS_1


"Iya princess ayah. Queen sudah siap?" tanya Bram.


"Tentu." Jawab Queen.


Stella berjalan ke arah Queen dan merangkulnya. Anak dan Ibu itu dengan mesra berjalan berpelukkan keluar dari pintu. Sedangkan Bram membawa tas berisi pakaian Queen.


"Ayah tunggu!" Jawab Queen yang melihat tas miliknya ada di tangan Bram.


"Ada apa?" tanya Stella.


"Tas itu bisa aku yang memegangnya?" pinta Queen.


"Tentu." Jawab Bram.


"Syukurlah masih ada. Untung saja tas ini anti air " Ucap Queen dalam hati ketika melihat isi dalam tas masih utuh.


Tas itu sejak awal memang sudah di pakai selalu sehingga tidak terpisah darinya.


Mereka bersama-sama berjalan menuju parkiran mobil lalu pulang ke rumah. Tiba di rumah, Stella langsung membawaku ke dapur untuk menikmati makanan. Setelah mereka makan, Stella memerintahkan Queen untuk masuk ke dalam kamar beristirahat. Stella masih bimbang untuk menceritakan kebenaran tentang asal-usul Queen.


Queen yang masuk ke dalam kamar kemudian langsung memeriksa buku diary Alex yang ada di dalam tas miliknya. Queen membaca buku diary itu di atas meja belajar sambil duduk.


Tanggal yang menunjukkan peristiwa 20 tahun yang lalu, saat pertama Alex bertemu dengan Queen dan memutuskan untuk merawat Queen hingga besar. Queen membaca diary itu seperti sedang membaca novel, ekspresi sedih namun tak mengeluarkan air mata hanya terlihat ekspresi sedih.


"Jadi aku memang benar bukan anak dari Ayah Alex?" tanya Queen.


"Jadi Ayah ku adalah Bram?" tanya Queen dalam hati yang masih membaca diary Alex hanya beberapa halaman saja. Namun, saat dan ingin mengembalikan halaman berikutnya tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar.


"Masuk." Jawab Queen.

__ADS_1


"Bisa kami berbicara?" tanya Bram dan Stella.


"Tentu." Jawab Queen yang langsung menutup diary itu dan menutupinya dengan buku lain yang ada di meja belajar.


"Queen, mungkin sudah waktunya kau harus mengetahui tentang kebenaran dan rahasia yang selalu kamu tutupi dari mu." Jawab Stella.


"Maksudnya Mama?" tanya Queen.


"Ingatlah kami berdua sangat menyayangimu. Dan kau adalah satu-satunya hal yang paling berharga dalam hidup kami berdua selama ini." Jawab Stella.


"Sebenarnya ada apa Ma?" Tanya Queen.


"Queen, kejadian itu berawal dari 20 tahun yang lalu. Ayah adalah seorang dokter yang menangani kelahiran banyak pasien. Namun malam itu, hanya ada dua orang yang bertugas bergantian. Hanya ada aku dan satu suster. Saat itu, ada sebuah kecelakaan tragis di jalan merak jingga di negara Boyalia Kota A. Yang berada dalam kecelakaan mobil itu berjumlah 2 orang, satu orang sebaya dengan ku, dan satu orang lainnya adalah wanita hamil. ......." Bram menceritakan awal ia menangani pasien kecelakaan mobil itu.


"Jadi aku memiliki kembaran? Dan maksud Ayah bahwa aku bukan anak kalian berdua? Dan kedua orangtuaku sudah meninggal?" tanya Queen dengan banyak pertanyaan memotong cerita Bram.


"Iya. Tapi seperti yang aku katakan tadi bahwa kembarannya itu hilang tanpa jejak bahkan tidak ada kamera yang menangkap tentang kembaran mu pernah dilahirkan." Jawab Bram.


"Maksud Ayah tidak ada rekaman CCTV apapun tentang kembaranku dan juga tidak ada data di rumah sakit tentang keberadaan kembaranku?" tanya Queen.


"Iya, saat itu aku merasa ada yang aneh dengan suster baru yang pada hari itu baru saja bekerja di rumah sakit. Suster itu bertingkah aneh saat ia memang diri mu dan membawa mu. Aku dengan cepat menyelesaikan pekerjaanku di ruangan ruang operasi dan mengikuti suster itu dengan cepat." Jawab Bram.


"Saat itu aku mendengarkan suster itu berbicara dengan seseorang lelaki di telpon. Ia mengatakan bahwa ada 1 bayi lagi. Dan samar-samar terdengar dari suara telepon yang kuat itu bahwa laki-laki itu mengatakan untuk membunuh bayi itu dan mengatakan bahwa orang tuamu meninggal dan bayinya juga." Jawab Bram.


"Setelah itu, aku menghentikan suster itu untuk membunuh pada malam hari itu. Saat itu aku bekerja sama dengannya untuk bisa menyelamatkan mu. Saat itu, aku menawarkan kerja sama kepadanya untuk menukarkan dirimu dengan bayi yang sudah meninggal di ruang jenazah. Suster itu menyetujui hal itu, dan ia memberikan laporan pekerjaannya." Jawab Bram lagi


"Kami berdua bekerja sama untuk menutupi keberadaan dirinya dan juga kembarannya. Tapi maaf, aku tidak bisa menyelamatkan kembaranmu karena sudah dibawa oleh seseorang yang tidak aku ketahui identitasnya. Suster itu juga tidak mengetahui siapa yang membawa kembaran mu pergi. Suster itu hanya mengatakan bahwa dia harus melakukan pekerjaan ini untuk menyelamatkan orang yang dicintai. Saat itu aku menawarkan akan menjaga mu dan membawa mu pergi." Jawab Bram.


"Jadi maksud Ayah itu adalah Ayah bekerjasama dengan suster itu untuk membuat sebuah laporan palsu bahwa aku meninggal dunia dengan menggantikan sosok bayi lain. Dan kalian juga bekerja sama membuat laporan palsu seolah-olah yang dilahirkan ayah dan ibu kandung ku hanya satu dan juga meninggalkan dunia?" tanya Queen

__ADS_1


__ADS_2