Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 36


__ADS_3

Setelah Al yang masuk di dalam kelas Queen, Grace masuk. Grace masuk ke dalam kelas dan melaksanakan pembelajaran perkuliahan seperti biasanya. Mengabsen seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang berada di dalam kelas lalu memaparkan materi.


"Bagaimana? Ada yang ingin kalian tanyakan pada materi hari ini?" tanya Grace.


Semua orang terdiam


"Berarti sudah jelas. Bagaimana dengan mu Queen? Sudah mulai terbiasa masuk ke dalam kampus ini?" tanya Grace.


"Sudah Bu." Jawab Queen singkat.


"Baguslah. Aku harap kau tidak akan tertinggal dengan yang lainnya walaupun kau masuk kuliah dengan terlambat." Jawab Grace.


"Semua hanya dukungan dari para dosen yang mengerti keadaanku. Terima kasih." Jawab Queen tidak memperlama percakapan ini, karena ia mengetahui bahwa dosen yang ada di hadapannya ingin meminta di puji.


"Terima kasih Bu Grace. Semua atas dukungan Anda." Jawab Queen dengan mengubah ekspresi dinginnya menjadi sangat ramah untuk menampilkan ekspresi yang di depan Grace dan sekitar.


"Hehhe, baguslah. Sudah sewajarnya saya membantu mahasiswa ketika dalam kesulitan." Jawab Grace yang sangat puas dengan apa yang di dengar olehnya.


"Iya Bu." Jawab Queen dengan tersenyum tipis.


"Baiklah, materi kita sampai sini dulu, sampai bertemu kembali." Jawab Grace yang membereskan bukunya dan berjalan keluar dari kelas.


"Aku lapar." Ucap Queen dalam hati.


"Queen kata ibu hari ini saja, bagaimana?" tanya Fiona yang tiba-tiba.


"Bertemu dengan ibu mu?" tanya Queen.


"Tentu saja." Jawab Fiona.


"Baiklah." Jawab Queen yang membereskan barang-barangnya ke tas. Fiona juga membereskan peralatannya ke dalam tas.


"Kita berangkat?" tanya Fiona dengan menggandeng tangan Queen.


Mereka berdua pergi meninggalkan kampus, masuk ke dalam mobil yang sudah menjemput Fiona.


Queen yang sejak masuk ke dalam mobil saya melihat samping kaca mobil yang terbuka. Queen berada dalam lamunan. Tiba-tiba ponsel miliknya berdering. Queen melihat layar ponsel dan langsung menerima panggilan itu.


"Sayang apa kabar? mengapa tidak menelpon mama beberapa hari ini?" tanya Stella dari video call.


"Maaf ma, Queen lupa." Jawab Queen yang tersenyum.


"Queen lagi di mana?" tanya Stella.


"Hy Tante," ucap Fiona yang langsung muncul di kamera ponsel Queen untuk menyapa Stella


"Hy." Jawab Stella yang terkejut dengan kemunculan Fiona di layar ponsel Queen.

__ADS_1


"Tante kenali aku teman kampus Queen, Fiona." Jawab Fiona memperkenalkan dirinya.


"Jadi Queen sudah mendapatkan teman baru? Baguslah, Tante titip Queen di sana ya." Jawab Stella.


"Tentu Tante." Jawab Fiona.


"Ma, sudah sudah dulu. Nanti malam aku akan menghubungi mu." Jawab Queen.


"Bicara saja dengan ibu mu Queen, lagian kita belum sampai." Jawab Fiona yang tidak ingin mengganggu mereka.


"Kalian ingin pergi?" tanya Stella


"Queen saya ajak bertemu dengan Ibu, Tante. Karena ibu ingin berterima kasih dengan Queen yang mau berteman dengan saya." Jawab Fiona lanjut.


"Benarkah? Tante juga berterima kasih Fiona mau berteman dengan Queen." Ucap Stella dengan tersenyum.


"Tenang saja Tante, Queen adalah teman terbaik yang pernah aku temui." Jawab Fiona.


"Sayang, baik-baiklah berteman dengan Fiona. Jika Mama ke sana nanti, mama juga ingin bertemu dengan Fiona." Jawab Stella.


"Tentu saja boleh Tante, aku akan sangat senang bisa bertemu dengan Tante." Jawab Fiona.


"Baguslah. Ya sudah, selamat menikmati perjalanan kalian, Tante tutup." Jawab Stella.


"Dah ma," Jawab Queen.


Queen menyimpan ponselnya kembali ke dalam tasnya.


"Kau juga dekat dengan ibu mu Queen?" tanya Fiona.


"Bisa di katakan seperti itu " Jawab Queen


"Tapi aku lihat Ibu mu adalah orang yang ramah, mengapa kau orang yang dingin?" tanya Fiona heran dengan polosnya.


"Aku dingin?" tanya Queen


"Iya, kau hanya menjawab apa yang aku tanyakan. Bertanya seperlunya dan sangat jarang tersenyum. Jika tersenyum juga tidak seperti orang yang sedang tersenyum." Jawab Fiona.


"Jadi?" tanya Queen.


"Mau seperti apapun kau, kau tetap teman ku." Jawab Fiona dengan tertawa kecil sambil memeluk tangan Queen.


"Dan kau memang seorang yang ceria dan mudah bergaul di tambah sangat manja?" tanya Queen.


"Tidak Nona, Nona Fiona dasarnya adalah seorang pemalu dan sulit bersosialisasi. Anda adalah teman pertama perempuan dan juga bisa melihat sisi nona Fiona yang seperti ini. Selain dengan kedua orangtua dan Kakak angkatnya, dia tidak pernah seperti itu." Jawab supir.


"Benarkah?" tanya Queen.

__ADS_1


"...." Fiona mengangguk kepalannya.


"Kenapa?" tanya Queen.


"Banyak orang mau berteman dengan ku karena identitas orangtua ku, dan banyak dari mereka hanya memanfaatkan aku. Tapi berbeda dengan mu," Jawab Fiona.


"Kasian, karena terlalu sering menjadi objek pemanfaatan. Dia tidak mendapatkan ketulusan dari orang sekitar. Tidak jauh berbeda dengan aku yang tidak memiliki teman karena terlalu cuek dengan sekitar." Jawab Queen dalam hati.


"Queen." panggil Fiona yang sejak tadi melihat Queen melamun.


"Ada apa?" tanya Queen.


Suara ponsel Fiona berdering.


"Pak kita tidak jadi pulang ke rumah, karena Ibu dan Ayah ada urusan di kantor dua jam lagi." Jawab Fiona setelah menerima panggilan.


"Baik nona."


"Queen tidak apa-apa kan jika kita makan siangan di kantor orangtua ku?" tanya Fiona.


"Tidak apa-apa." Jawab Queen.


"Baguslah. 15 menit lagi kita sampai." Jawab Fiona.


Beberapa menit kemudian mereka tiba di kantor.


"Ayo keluar Queen." Ucap Fiona yang keluar dari mobil setelah supir membukakan pintu untuk mereka.


Mereka berdua turun dari mobil. Queen melihat kantor orang tua Fiona yang cukup besar. Mereka berjalan masuk ke dalam kantor. Tanpa membuat laporan terlebih dahulu, mereka langsung menggunakan lift menuju ke lantai 9 tempat Ibu dan Ayah Fiona di sana. Para staf juga sudah mengenal Fiona makannya saat bertemu dengan Fiona mereka menyapanya.


"Mereka sudah mengenal mu?" tanya Queen.


"Begitulah, karena sejak kecil aku sudah sering ikut kemari dengan ayah dan ibu. Mereka akan bergantian menjagaku, tanpa memperbolehkan orang lain menjaganya. Saat itu juga, ibu berhenti bekerja selama 5 tahun. Saat aku sudah 5 tahun, ibu mulai bekerja kembali atas izin Ayah." Jawab Fiona.


"Oh."


"Pantas saja dia dekat sekali dengan ibunya." Jawab Queen dalam hati


Pintu lift terbuka, mereka keluar dan berjalan menuju pintu ruangan direktur utama.


"Ayah, Ibu." Panggil Fiona yang masuk ke dalam ruangan.


Ayah Fiona yang bernama Samuel itu sedang duduk di kursi kerja dan menatap layar komputer. Sedangkan sang Ibu yang bernama Serli sedang membacakan sebuah dokumen yang ada di tangannya. Fiona berjalan ke arah mereka dan memeluk ayahnya lalu Ibunya. Fiona benar-benar adalah anak yang manja. Ayah dan Ibunya seketika memberhentikan pekerjaan mereka ketika Fiona dan Queen datang.


"Hy sayang." Jawab Samuel menerima pelukan Fiona.


"Maaf mendadak jadi di sini." Jawab sang Ibu menerima pelukan Fiona.

__ADS_1


__ADS_2