Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 17


__ADS_3

Al yang sedang memandangi Queen di atas kereta merasa tidak nyaman sehingga membuat dirinya turun dari kereta dan berjalan mendekati Queen.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Al dengan menyentuh kedua tangan Queen dan melihat seluruh badannya. Queen yang disentuh oleh Allah terkejut namun juga terbengong.


"Maaf aku tidak sengaja." Jawab Al yang langsung menyadari hal itu.


"Siapa kau?" tanya Queen dengan ketus.


"Tidak ingat dengan saya?" tanya Al menunjukkan wajahnya yang tertutup dengan helm.


Al yang menyadari dirinya sedang menggunakan helm langsung membuka helm dan menunjukkan wajahnya kepada Queen. Queen terkejut melihat seseorang yang dikenal olehnya.


"Bapak Azlan?" Panggil Queen.


"Iya. Tadi aku melihat mu keluar dari kampus lalu di bawa oleh dua orang dengan paksa masuk ke dalam mobil. Aku khawatir Queen di culik orang jahat." Jawab Al yang langsung memberikan alasan yang masuk akal.


"Oh. Bapak melihat semua ya?" tanya Queen.


"Iya. Jadi bagaimana mereka bisa kalah?" tanya Al yang ingin mencari tahu bagaimana seorang gadis bisa mengalahkan 3 orang di dalam mobil.


"Hanya bisa sedikit bela diri pak." Jawab Queen.


"Lalu kenapa tadi di lorong tidak bisa membela?" tanya Al.


"Oh yang bersama dengan Elena?" tanya Queen.


"Iya " Jawab Al dengan menganggukkan kepalanya.


"Ada CCTV di lorong itu. Jika aku bertindak maka akan merepotkan. Bisa saja mereka yang memiliki kekuasaan atas kampus dapat bertindak dengan membalikkan fakta bahwa aku yang mengganggu Elena. Tapi saat ini tidak ada kamera jalan. Jika adapun tidak mungkin Polisi akan percaya bahwa aku mengalahkan mereka. Dan aku juga bisa membuat laporan kepada polisi bahwa aku hanya membela diri." Jawab Queen dengan santai


"Alasan yang cukup logika." Jawab Al dalam hati


"Oh." Jawab Al.


"Iya pak. Saya izin pergi dulu." Jawab Queen.


"Tunggu." Jawab Al yang memegang tangan Queen untuk menahannya melangkah.


"Ada apa pak?" tanya Queen.


"Biar saya antar. Sebagai dosen mu saya juga bertanggung jawab untuk keselamatan mu." Ucap Al.


"Tidak perlu pak, sedikit lagi sudah sampai tempat tinggal saya." Jawab Queen.


Al yang tidak menerima penolakan. Berjalan ke arah kereta mengambil helm yang tergantung di belakang kereta. Helm itu di bawa olehnya lalu di pasangkan ke arah Queen. Kedua mata saling memandang saat Al yang memasang tali perekat helm di kepala Queen. Queen yang terkejut dengan tindakan Al hanya terdiam.


"Jangan menolak, sekarang ikut saya." Jawab Al dengan menarik Queen ke arah sepeda motornya.


Queen yang terdiam di tarik dan berjalan 5 langkah dari sisinya ke arah sepeda motor Al. Sepeda motor berwarna hitam kilat, Al langsung menaikinya dan memerintahkan Queen untuk naik.

__ADS_1


"Merepotkan saja." Jawab Queen.


"Naiklah." Al yang sudah di atas kereta menoleh ke belakang karena Queen tidak kunjung menaiki sepeda motornya.


"Oke." Jawab Queen.


Queen yang menginjak standard sebagai tumpuan lalu duduk di atas kereta.


"Bisakah memegang pinggang ku?" tanya Al.


"Jalan saja pak ke apartemen Belta." Jawab Queen yang mengalikan


"Di depan kampus kita?" tanya Al.


"Iya." Jawab Queen.


"Baiklah." Jawab Al. Al yang menghidupkan sepeda motor lalu menancapkan gas membuat Queen mau tidak mau melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Al. Al yang tersenyum licik dari balik helmnya saat Queen memeluk dirinya di atas sepeda motornya. Mereka pergi ke tempat kejadian.


Sampai di parkiran apartemen, Queen turun dan melepaskan helmnya. Al yang juga melakukan hal sama.


"Terima kasih sudah mengantarkan saya." Jawab Queen.


"Sama-sama." Jawab Al.


Queen yang pergi meninggalkan Al begitu saja berjalan menuju lift untuk ke apartemen. Sedangkan Al ternyata mengikutinya dari belakang. Saat Queen masuk ke dalam lift dan membalikkan badannya melihat Al yang juga ingin masuk ke dalam lift.


"Saya hanya ingin pulang." Jawab Al.


"Pulang?" tanya Queen.


"Iya, kamar apartemen saya nomor 10." Jawab Al.


"Apa?" tanya Queen.


"Ada apa?" tanya Al.


"Tidak apa-apa pak." Jawab Queen.


"Dosen ini sedikit mencurigakan." Jawab Queen dalam hati tapi sambil menekan angka menuju lantai yang di tuju.


"Kenapa bisa terlihat dengan orang-orang itu?" tanya Al tiba-tiba di dalam lift.


"Saya juga tidak mengetahuinya pak." Jawab Queen.


"Apa perlu saya mencari tahu siapa mereka?" tanya Al.


"Tidak perlu pak. Lagian saya baik-baik saja." Jawab Queen.


"Bagaimana jika hal itu terulang kembali?" tanya Al.

__ADS_1


"Maka hasilnya juga akan sama." Jawab Queen.


Mereka terdiam sejenak dalam beberapa menit. Al yang tidak ada pembahasan lagi memilih diam. Dan saat pintu lift terbuka, Al berjalan keluar di ikuti Queen yang mendahului Al berjalan ke depan.


"Apa sekarang kamu yang mengikuti saya?" tanya Al yang pura-pura tidak mengetahui.


"Saya apartemen nomor 9." Jawab Queen.


"Oh. Ternyata tetanggaan." Jawab Al.


"Permisi pak." Jawab Queen yang membuka pintu apartemennya.


"Dia seperti orang lainnya saja. Saat pertama kali bertemu dia lebih dingin daripada sekarang." Jawab Al dalam hati sambil membuka pintu apartemen.


.


Saat tiba masuk ke apartemen ternyata Sam sudah berada di dalam.


"Kau?" Al yang terkejut melihat Sam duduk di sofa.


"Akhirnya kau sampai juga. Lihat aku sudah siap merapikan tempat tinggal baru mu. Jadi bagaimana aku mendapatkan bonus dari mu?" tanya Sam.


"Libur sehari besok." Jawab Al.


"Benarkah?" tanya Sam.


"Iya." Jawab Al yang duduk dan membuka kacamatanya.


"Sam perintahkan anak buah kita untuk mencari tahu siapa dalang di balik penculikan Queen hari ini. Saat ini mereka ada di jalan Redashowdo dengan plat mobil X12H." Jawab Al.


"Apa penculikan?" tanya Sam.


"Iya..." Al menceritakan kejadian yang baru saja terjadi oleh Queen.


"Kenapa dia bisa terlibat dengan hal itu?" tanya Sam.


"Aku juga tidak mengetahui." Jawab Al


"Oh aku baru ingat ada sesuatu yang harus aku tunjukkan kepada mu." jawab Sam lalu membuka tas hitam miliknya dan memberikan berkas kepada Sam.


"Lihat dua data ini. Mungkin sekilas orang lain tidak akan memperhatikan tali jika di perhatikan ada yang aneh dengan data itu." Jawab Sam yang memberikan data pasport kepada Al


"Wajah yang sama nama yang berkaitan hanya saja berbeda nama panjang?" tanya Al.


"Cerdas. Seperti yang kau lihat, jika dia memiliki identitas lain. Tidak mungkin dia menggunakan dua identitas miliknya pada satu pesawat. Dan lihat dengan sesama bahwa mereka ada yang sedikit berbeda dari tatapan matanya walaupun wajah mereka sama." Jawab Sam.


"Menurut mu mereka adalah orang yang berbeda?" tanya Al.


"Iya. Aku sedang memerintahkan beberapa orang untuk menyelidiki kedua identitas ini " Jawab Sam.

__ADS_1


__ADS_2