
"Aku pernah berselisih dengan mereka. Sebelum mendatangi anda, aku ingin bekerjasama dengan Al. Ketua dari organisasi Black Wolf." Jawab Zerico yang menjelaskan singkat kepada Biel.
Mereka yang sedang sibuk berbicara di saat itu juga Queen dan Al sedang berkomunikasi telepati. Mereka bisa mengerti satu sama lain maksud yang mereka sampaikan kepada lawan komunikasi mereka.
Queen dengan perlahan-lahan tanpa di lihat oleh siapapun yang ada di ruangan, dengan mengendap-endap menggerakkan kaki kanannya yang menarik pistol di bawah sofa. Pistol Biel yang telah jatuh akibat tembakan Al. Queen juga dengan cepat mengambil pistol itu dan menyembunyikannya di balik badan. Queen hanya tinggal menunggu aba-aba dari Al.
"Pantas saja, aku serahkan dia kepada mu." Jawab Biel yang berdiri dan berjalan mendekati Zerico dengan banyak luka yang sudah di terima olehnya. Biel juga menyentuh pundak kanan Zerico untuk mengatakan hal itu sambil menundukkan kepalanya ya memohon.
"Tanpa di minta aku juga ingin mengalahkan dia dengan tangan ku sendiri. Oh ya, jangan lupa dengan perjanjian kita." Jawab Biel dengan berjalan mendekati Al yang tidak bisa bergerak karena pistol yang telah mendekat dari bawahan Zerico.
Zerico yang sudah hampir mendekati Al, Al juga memberikan kode kepada Queen untuk segera melayangkan tembakan ke arah anak buah Zerico yang satunya.
Al langsung mengambil ahli pistol yang ada tangan bawahan Zerico dan mengunci orang itu dari belakang. Tangan Al juga menimpa tangan bawahan itu lalu mengarahkan ke arah Zerico yang mendekat. Dengan cepat dan akurat.
Bersamaan dengan Queen yang melepaskan tembakan ke arah bawahan Zerico tepat di kepala dan Al melepaskan tembakan ke arah perut Zerico. Grace, Biel dan Zaki terkejut dengan aksi Al dan Queen bersamaan.
"Kalau kau mau meminta maaf kepada Kakek, lindungi kakek dan serahkan mereka kepada ku." Jawab Queen.
Bersama itu juga, Sam yang tiba di tempat itu setelah tembakan itu terdengar. Sam juga berlari karena Biel akan menyerang Queen dengan pisaunya.
Al melayangkan tembakan kedua ke arah kepala bawahan Zerico. Pria itu langsung mati akibat tembakan kepala yang di layangkan oleh Al. Zerico juga kesakitan sedikit akibat peluru yang masuk ke dalam perutnya.
"Sial kau brengsekkkkkk!!!" Jawab Zerico yang memegang perutnya dan berlari ke arah Al.
Al juga menembakkan lagi pistol ke arah Zerico namun berhasil di hindari oleh Zerico. Peluru dari pistol itu hanya 3 dan telah di habiskan oleh Al. Mau tidak mau, Al langsung berlari juga ke arah Zerico.
Mereka berdua saling bertarung dengan sekuat tenaga dengan tubuh yang banyak dengan luka. Al yang lebih banyak terhindar dari serangan yang dilayangkan Zerico membuatnya unggul dalam pertarungan ini. Sedangkan Zerico sangat tidak beruntung. Darah yang keluar terus menerus akibat luka tembak yang cukup dalam membuatnya kehilangan banyak darah.
Al juga telah melayangkan tinjunya ke arah perut Zerico terus menerus tanpa ampun. Hingga membuat Zerico tumbang, Zerico terjatuh di atas lantai.
__ADS_1
Sam yang datang langsung melayangkan tinjunya ke arah Biel yang ingin menyerang Queen. Grace yang tidak ingin diam saja, akhirnya dia membantu sang Ayah. Melihat ayah ya tidak baik-baik saja, Grace melayangkan tinjunya ke arah Queen sehingga pistol yang di pegang Queen itu terlempar jauh.
"Zaki ku serahkan kakek kepada mu, ingat yang aku katakan, jika ingin meminta maaf kepada ya inilah saat ya." Jawab Queen.
Queen langsung maju dan melayangkan tinjunya ke arah Grace. Queen melawan Grace dan Sam melawan Biel. Mereka berdua juga mendapat hasil yang sama seperti Al. Mereka memenangkan hasil pertarungan ini.
"Sam, selamatkan John terlebih dahulu." Jawab Al yang sudah menyelesaikan pertarungannya.
"Baik." Jawab Sam yang juga sudah selesai dengan pertarungannya.
Sam berjalan ke arah Zaki, Queen juga telah menyelesaikan pertarungannya sehingga berjalan menuju ke arah John. Sam yang memeriksa keadaan John yang telah tidak sadarkan diri.
"Bagaimana?" tanya Queen.
"Tidak apa-apa, untung saja tadi aku sebenarnya memberikan dia obat tidur. Jadi dia sedikit mengantuk." Jawab Sam.
"Jadi saat napasnya tadi tidak normal?" tanya Queen.
"Syukurlah." Jawab Queen dan juga Al.
"Lebih baik sekarang kita ke rumah sakit, lihatlah keadaan kalian." Jawab Sam yang tersenyum.
Queen dan Al menganggukkan kepalanya mengikuti apa yang di perintahkan Sam. Zaki menyiapkan mobil dan menyetir untuk mereka. Al, Sam, Queen dan John pergi begitu saja meninggalkan Biel, Zerico dan Grace yang sudah tidak sadarkan diri di lantai ruang tamu.
"Bos maaf kami terlambat." Jawab Anak buah Black Wolf yang sudah menyelesaikan pertarungannya di depan gerbang rumah John.
"Kalian bawa 3 orang yang di dalam yang masih bernapas untuk ke rumah sakit." Jawab Sam.
"Baik." Jawab mereka.
__ADS_1
Queen, Al dan Zaki yang melihat keadaan di luar saat Melawati pintu gerbang. Mereka melihat banyak mobil yang terparkir dengan penampilan banyak orang yang telah bergeletakan di atas tanah di sekitar depan pintu gerbang.
"Mereka adalah anak buah Zerico, Biel meminta bantuan kepadanya. Joy mengatakan itu kepada ku. Tapi keadaan dia aku belum mengetahui ya, dia mengatakan bahwa dia sudah di rumah sakit." Jawab Sam melaporkan hal ini kepada Al.
"Terimakasih." Jawab Al.
"Aku tidak apa-apa, tidak ada luka. Tuan yang terluka." Jawab Sam yang menunduk kepalanya.
"Tidak apa-apa. Kalian sudah bekerja keras." Jawab Al.
"Al, terimakasih untuk semuanya." Jawab Queen kepada Al secara tiba-tiba membuat Al menjadi tersipu malu.
"Maaf, tidak bisa menjaga mu dengan baik." Jawab Al.
........
Keesokan harinya, setelah mereka di obati dan tinggal di rumah sakit. Al memberikan keterangan kepada pihak polisi. Biel, Zerico dan Grace juga telah mendapatkan perawatan. Namun, hanya Grace yang dapat bertahan karena tidak mendapatkan luka yang berat. Sedangkan Biel dan Zerico tidak dapat di selamatkan karena luka yang dalam akibat tembakan dan pisau.
"Kau sudah bangun?" tanya Al kepada Queen yang baru saja terbangun dari tidurnya.
Queen melihat semua orang ada di dalam ruangannya. Sella, Stella, Bram, Alex, Al, Sam, Joy, John dan Zaki.
"Kenapa kalian semua disini?" tanya Queen yang terkejut.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Alex yang mendekati.
"Aku baik-baik saja ayah." Jawab Queen.
"Baguslah, kau sudah menyelesaikan misi terakhir yang aku berikan dengan sangat baik." Jawab Alex.
__ADS_1
"Maksud ayah?" tanya Queen.
"Aku bisa saja dengan mudah membunuh Biel, hanya saja aku tidak bisa. Aku ingin menyerahkan semuanya kepada mu. Dan tenang saja Ayah sudah memberitahu Stella dan Bram tentang kebenaran." Jawab Alex.